cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA" : 22 Documents clear
BARAA NANGIS ISANTUK PAINGKO ARUNG: SUNTINGAN TEKS, TERJEMAHAN, STRUKTUR DAN GAYA BAHASA Ursula Dwi Oktaviani, Yudita Susanti,
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.991 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1593

Abstract

Baraa Nangis merupakan salah satu sastra lisan suku Dayak Tamambaloh. Baraa NangisIsantuk Paingko Arungadalah cerita rakyat yang menceritakan kegigihan Isantuk Paingko Arung dalam mencari harta ke negeri Jawa. Penelitian Baraa Nangis bertujuan untuk menghimpun dan mendokumentasikan teks Baraa Nangis; menerjemahkan Baraa Nangis  agar dapat dipahami dan dinikmati masyarakat luas; mengkaji serta mendeskripsikan struktur Baraa Nangis menurut perspektif A. J.Greimas dan kajian gaya bahasa menurut Gorys Keraf. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, perkaman dan pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian, struktur aktansiansial dalam cerita Isantuk Paingko Arung meliputi keinginan kakek mejadikan cucunya terkenal (pengirim); Isantuk Paingko Arung dan rombongannya mencari harta ke negeri Jawa (objek); Isantuk Paingko Arung (subjek); kakek, orang tua, Roronga Sonaru, Burung Pikin Apalin, Landook, Ali-Ali Bua Basi, Tingang, Aniyana, Burung Kiung Balunus, Mando, Lotai Raja Cina, Sipang Batang Sintang, Koling, Saladang Ratu Jawa (penolong); Timbul Laut, Ratu Dadari, Raja Kodali Melayu (penentang); dan orang tua, baro, pekerja lainnya (penerima). Struktur fungsional meliputi: mimpi Isantuk Paingko Arung (situasi awal); Isantuk Paingko Arung menikahi Roronga Sonaru dan harta habis (Transformasi tahap uji kecakapan); Isantuk Paingko Arung beserta rombongannya mencari harta ke negeri Jawa (transformasi tahap utama); Isantuk Paingko Arung mengumpulkan banyak harta dari Raja Kodali Melayu (Tranformasi tahap kegemilangan); dan Isantuk Paingko Arung mampu mengganti harta milik orang tuanya dan hidup bahagia (situasi akhir). Kesimpulan dari fungsi aktansial dan fungsional dari cerita Isantuk Paingko Arung  yaitu rasa ingin terkenal - menjalankan titah - harta habis - mencari dan menemukan - harta terganti - hidup bahagia.Gaya bahasa dalam penelitian ini yaitu jujur, sopan-santun dan menarik. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat mengandung gaya bahasa repetisidan eponim.Kata kunci: cerita rakyat, gaya bahasa, strukturalisme A.J. Greimas
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Kusumaswarih, Kartika Ken
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.295 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1583

Abstract

Strategi kesantunan adalah upaya penutur dalam mengekspresikan kesantunannya dalam wujud bahasa. Pembelajaran di sekolah harus menerapkan strategi kesantunan baik oleh guru maupun siswa, agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri Pakusari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian dilakukaan di SMA Negeri Pakusari di kelas X MIPA 2 dan X MIPA 4. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak, merekam, mencatat dan mengidentifikasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekaman video pembelajaran dan blangko pengodean (Coding Form). Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode padan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu selanjutnya menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik baca markah. Hasil penelitian ini ditemukan penggunaan strategi kesantunan berbahasa yaitu, melakukan tindak tutur secara terus terang (on record), melakukan tindak tutur secara basa-basi (off record), kesantunan positif, dan kesantunan negatif. Selain empat strategi kesantunan berbahasa yang terdapat pada masalah penelitian, ditemukan strategi lain. Strategi tersebut berupa penggunaan dua strategi kesantunan berbahasa dalam satu tuturan. Strategi tersebut yaitu, melakukan tindak tutur secara terus terang dan kesantunan positif, melakukan tindak tutur secara terus terang dan kesantunan negatif. Berdasarkan hasil tersebut, simpulan dari penelitian ini yaitu keempat strategi kesantunan berbahasa sesuai dengan teori Brown dan Levinson telah digunakan dalam pertuturan pada pembelajaraan bahasa Indonesia.Kata Kunci: pembelajaran bahasa Indonesia, strategi kesantunan berbahasa
PENERAPAN STRATEGI MIND MAPPING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWADALAM MENULIS ARTIKEL ILMIAH Fida Pangesti, Musaffak,
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.741 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1589

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dengan penerapan strategi mind mapping. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menentukan semua artikel ilmiah mahasiswa (satu kelas) sebagai sampel dari sekian banyak artikel ilmiah. Dari artikel ilmiah tersebut diperoleh data tentang kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah yang kemudian diolah dan dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah dengan menggunakan strategi mind mapping. Pertama, pada penulisan judul menunjukkan kemenarikan, kesesuaian judul dengan isi, kesesuaian ejaan, dan ketepatan pilihan kata, mencerminkan isi keseluruhan artikel, makna bersifat khusus. Kedua, pada penulisan pendahuluan menunjukkan kelengkapan isi, kesesuaian isi, gagasan runtut, kesesuaian ejaan dan tanda baca, kesesuaian pilihan kata, kesesuaian kalimat, dan kepaduan  paragraf. Ketiga pada penulisan pembahasan menunjukkan kelengkapan substansi permasalahan, kesesuaian antara urgensi masalah dengan isi, gagasan runtut, kesesuaian ejaan dan tanda baca, ketepatan pilihan kata, keefektifan kalimat, dan kepaduan paragraf. Keempat, pada penulisan kesimpulan menunjukkan kelengkapan substansi permasalahan, kesesuaian isi dengan intisari permasalahan, gagasan runtut, kesesuaian ejaan dan tanda baca, ketepatan pilihan kata, keefektifan kalimat, kohesi, dan koherensi. Kelima, pada penulisan daftar pustaka menunjukkan kesesuaian ejaan dan tanda baca  bahasa Indonesia, kesesuaian dengan penulisan daftar pustaka, dan kelengkapan unsur penulisan daftar pustaka.Kata kunci: artikel ilmiah, kemampuan menulis, strategi mind mapping
STUDI SEMANTIK-KOMPARATIF KESANTUNAN DALAM BAHASA INGGRIS, INDONESIA, MELAYU, DAN JAWA Kuntarto, Eko
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.221 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1585

Abstract

Akhir-akhir ini,studi linguistik-kesantunan telah berkembang dengan pesat. Berbagai perspektif telah diajukan oleh para ahli bahasa, terutama mereka yang fokus pada pragmatik. Dua di antaranya paling berpengaruh, yaitu Pandangan Face-Saving Theory yang digagas Brown & Levinson, dan Pandangan Kontrak Percakapan yang digagas oleh Fraser. Selama bertahun-tahun kedua teori tersebut menjadi referensi utama studi kesantunan. Namun kemudian disadari, bahwa tidak ada model studi kesantunan yang paling sempurna dan dominan dalam kajian linguistik.Teori Face-Saving memiliki kelemahan utama dalam menetapkan generalisasi. Kesantunan adalah fenomena syarat-budaya. Tidak ada satu pun budaya di dunia ini yang serupa. Oleh karena itu, fenomena kesantunan harus diposisikan sebagai bergantung pada budaya. Teori Kontrak Percakapan memiliki kelemahan dalam validitas data. Konstruk teori tersebut masih sebatas sebagai desain yang belum mapan penerapannya dalam penggunaan bahasa yang nyata. Penelitian ini difokuskan pada perspektif semantik terhadap femomena kesantunan pada empat bahasa, yaitu Bahasa Ingris, Indonesia, Melayu, dan Jawa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat melengkapi kelemahaman kedua teori kesantunan terdahulu. Data dikumpulkan dengan merekam percakapan interaksi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan semantik konsep kesantunan dalam bahasaInggris, Indonesia, Melayu, dan Jawa.Kata-kata kunci: Bahasa Inggris, Jawa, Indonesia, kesantunan, Melayu, semantik
PEMEROLEHAN KONJUNGSI KOORDINARIF DAN SUBORDINATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ardiansyah, Roely
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.516 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1590

Abstract

Perkembangan bahasa anak terkait dengan pemerolehan konjungsi yang dipakai atau dikuasai anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada dua masalah antara lain, (1) bagaimanakah pemerolehan konjungsi koordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar? (2) bagaimanakah pemerolehan konjungsi subordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar? Tujuan penelitian ini antara lain, (1) untuk mendeskripsikan pemerolehan konjungsi koordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar; (2) untuk mendeskripsikan pemerolehan konjungsi subordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar? Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa kelas 6 Sekolah Dasar berusia antara 11—12 tahun dari Sekolah Dasar Islam Darut Taqwa Surabaya. Data penelitian berupa konjungsi diperoleh di karangan (tulisan) siswa SD kelas 6 berjumlah 44. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi Teknik analisis data menggunakan teknik skala implikasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VI memeroleh dan sering menggunakan 2 macam konjungsi dalam tulisan mereka yaitu konjungsi koordinatif dan subordinatif. Konjungsi koordinatif terdapat di karangan siswa kelas VI, meliputi sedangkan, dan, tetapi, serta, atau, kemudian. Konjungsi subordinatif terdapat di karangan siswa kelas VI, meliputi oleh karena itu, oleh sebab itu, setelah itu, yang, setelah, sesudah, sehingga, hingga, agar, supaya, ketika, sampai, walaupun, meski, maka, seperti, karena, kalau, asal.Kata kunci: konjungsi, koordinatif, pemerolehan, subordinatif
ANALISIS PRAGMATIS PADA BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) KASUS PEMBUNUHAN DI SURABAYA Ardhianti, Mimas
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.947 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pragmatis pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan di Surabaya. Kajian pragmatik ini mengacu pada tindak tutur dan implikatur pada BAP kasus pembunuhan di Surabaya. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan sebagai proses penelisikan dan eksplorasi permasalahan sosial.Data dalam penelitian ini berupa kata-kata kata-kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang ditemukan dalam BAP. Sumber data dalam penelitian ini adalah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan tahun 2015 di Polrestabes Surabaya. Hasil analisis diketahui data yangmengandung tindak tutur dan implikatur ditemukan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan. Jenis tindak tutur pada berita acara pemeriksaan dalam kasus pembunuhanditemukan tindak tutur lokusi, ilokusi, perlukosi, dan implikatur. Rincian tindak tutur dalam Berita Acara Pemeriksaan dalam kasus pembunuhan ditemukan dua puluh tuturan diantaranya, tiga tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi fungsi representatif tiga tuturan, fungsi direktif dua tuturan, fungsi deklarasi tiga tuturan, tindak tutur perlokusi tiga tuturan sedangkan tindak tutur ilokusi fungsi ekspresif tidak ditemukan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan karena dalam tuturannya tersebut tidak ada yang mengandung suatu bentuk evaluasi tentang hal yang diujarkannya. Sedangkan implikatur percakapan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan ditemukan enam tuturan diantaranya, tiga tuturan implikaturcancellability dan tiga tuturan implikatur nondetachability.Kata Kunci: Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kasus pembunuhan, pragmatis
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TIPE TANDUR Syahruzzaki, Muhammad
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.359 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1591

Abstract

Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah model pembelajaran quantum teaching tipe TANDUR dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran kelas VII MTS Miftahul Ulum Curah Takir. Tujuan penelitian ini yaitumendeskripsikan bagaimana model pembelajaran quantum teaching tipe TANDUR dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran kelas VII MTS Miftahul Ulum Curah Takir. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 1 siklus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes menulis puisi bagi siswa, dan non-tes berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi dengan model pembelajaran quantum teaching tipe TANDUR. Hasil rata-rata nilai dari pre-test yaitu 63,7, dan hasil rata-rata nilai dari post-test siswa yaitu 86,0 atau meningkat sebesar 35,01%. Dari keseluruhan siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 87,5%. Peningkatan kenterampilan menulis puisi siswa juga diikuti dengan perubahan perilaku, yaitu dengan lebih berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran.Kata Kunci: menulis, puisi, Quantum teaching, TANDUR 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “JITUNDI” UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR Suprapti, Muara
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.577 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1587

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi perlunya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam penguasaan materi pembelajaran bahasa Indonesia, terlebih pada kelas gemuk dan heterogen. Tujuan penelitian ini menerapkan model pembelajaran “Jitundi” (Jigsaw dengan variasi Tutor Sebaya Undi)” untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pembelajaran ini diawali dengan model pembelajaran Jigsaw kemudian dipadukan dengan tutor sebaya dengan teknik pengundian, baik pengundian siswa yang harus menjadi tutor maupun pengundian materi yang harus dijelaskan di depan kelas. Penggunaan metode pembelajaran ini peneliti lakukan karena peneliti kurang puas dengan metode diskusi yang pernah peneliti terapkan. Pada pembelajaran  ini yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut. (1) Penerapan model Jigsaw pada siklus I, di mana siswa dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 5 anak kemudian diberi materi yang berbeda-beda. Setelah mempelajari materi masing-masing, siswa berpindah kelompok dengan siswa lain yang membahas materi yang sama (ini disebut tim/kelompok ahli). Setelah berdiskusi dengan tim ahli, siswa kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan materinya kepada teman satu kelompok. (2) Penerapan model pembelajaran Jigsaw yang divariasi dengan tutor sebaya undi pada siklus II (model pembelajaran Jitundi), yaitu mirip dengan siklus I, diawali dengan model pembelajaran Jigsaw, tetapi setelah itu dilanjutkan dengan variasi pengundian siapa  yang harus menjadi tutor maupun materi apa yang harus dijelaskan. Dengan dua siklus, terdapat peningkatan hasil belajar kognitif antara penerapan metode pembelajaran Jigsaw dan Jigsaw dengan variasi tutor sebaya sistem pengundian (Jitundi) pada pembelajaran Teks Prosedur siswa kelas XI MMD 2 tahun pelajaran  2016/2017 di SMK Negeri 5 Jember.Kata Kunci: hasil belajar, model pembelajaran ”Jitundi”, teks prosedur
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING Hera Wahdah Humaira, Wulida Nurul Fauziah, Deden Ahmad Supendi,
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.866 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1592

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya eksistensi bahasa Indonesia di kancah dunia, oleh karena itu saat ini banyak lembaga formal baik di luar negeri maupun di Indonesia yang memfasilitasi masyarakat dari berbagai negara untuk mempelajari bahasa Indonesia. Dalampembelajaranbahasa Indonesia bagi pembelajar asing tidaklah mudah sehingga diperlukannya strategi atau metode yang sesuai. Kurangnya informasi mengenai penggunaan metode pembelajaran bahasa Indonesia bagi pembelajar asing menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian penggunaan metode pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di salah satu lembaga formal luar negeri yaitu Nirandonwitya School Thailand bagian selatan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Peneliti hadir sebagai pengamat sekaligus berpartisipasi terlibat aktif dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia siswa Mathayom Nirandonwitya School untuk menganalisis penggunaan metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan delapan metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan di berbagai kelas dengan materi yang berbeda. Kedelapan metode tersebut yaitu metode baca tirukan, mambaca berantai, demonstrasi, ceramah, deskripsi gambar, menyanyikan lagu, scramble dan teka-teki silang. Kedelapan metode tersebut digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa pembelajar yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Analisis kesesuaian penggunaan metode yang digunakan guru dilakukan dengan mengacuke pada teori yang ada, sehingga ditemukan kelebihan dan kelemahan dalam setiap metode.Kata Kunci: BIPA, metode, Nirandonwitya, pembelajaran
PRINSIP KERJA SAMA DAN IMPLIKATUR PADA TUTURAN ALIH KODE DALAM FILM-FILM JERMAN Yulianti, Adha Ahyana
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.389 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji realisasi prinsip kerja sama dan mencari makna implikatur yang terdapat pada tuturan alih kode dalam film-film Jerman. Penelitian ini menggunakan teori Grice  tentang prinsip kerja sama dan implikatur, serta teori Chaer dan Agustina tentang faktor penyebab alih kode. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tujuh film Jerman yang mengandung tuturan alih kode. Data penelitian ini adalah transkrip tuturan yang mengandung alih kode.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realisasi prinsip kerja sama pada tuturan alih kode dalam film-film Jerman terbagi menjadi dua jenis, yaitu penaatan dan pelanggaran maksim-maksim percakapan. Pada penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama terdapat empat maksim yang ditaati, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara.Implikatur yang terdapat dalam penelitian ini dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Pada implikatur percakapan umum terdapat 4 faktor yang mempengaruhi makna implikatur, yaitu faktor penutur, lawan tutur, situasi formal/informal, dan perubahan topik pembicaraan. Pada implikatur percakapan khusus terdapat 5 faktor yang mempengaruhi makna implikatur, yaitu faktor penutur, lawan tutur, kehadiran orang ketiga, situasi formal/informal, dan perubahan topik pembicaraan.Kata Kunci: implikatur, prinsip kerja sama, tuturan alih kode

Page 1 of 3 | Total Record : 22