cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2019): Ecolab" : 5 Documents clear
KEMAMPUAN 11 (SEBELAS) JENIS TANAMAN YANG DOMINAN PADA RTH (RUANG TERBUKA HIJAU) DALAM MENJERAP LOGAM BERAT TIMBEL (Pb) Bambang Hindratmo; Edy Junaidi; Ridwan Fauzi; Muhamad Yusup Hidayat; Siti Masitoh
Jurnal Ecolab Vol 13, No 1 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.379 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.1.29-38

Abstract

Pertumbuhan industri di kota besar berimbas pada tingginya pencemaran udara. Jenis logam berat timbel (Pb) merupakan salah satu polutan yang menjadi bagian dari bahan pencemar tersebut. Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan perbaikan lingkungan udara di kawasan industri melalui tanaman pohon yang mampu menjerap timbel dalam udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang mampu menjerap timbel. Penelitian menggunakan metode eksperimen terhadap 11 jenis tanaman. Eksperimen penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan analisis statistik ragam (ANOVA). Penyemprotan larutan timbel dengan kadar 1 ppm dilakukan setiap hari selama 90 hari. Penghitungan kandungan logam timbel di daun menggunakan metode 3030-H APHA (American Public Health Association) dengan alat berupa Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisis  memperlihatkan serapan tertinggi dengan jenis pohon Mahoni Uganda dengan nilai 30,76 ppm dan Bintaro 24,9 ppm serta terendah pohon Kemuning dengan serapan 10,83 ppm. Pohon Mahoni Uganda dan Bintaro diunggulkan sebagai pohon petensial yang mampu menyerap timbel sehingga dapat digunakan untuk mitigasi penanganan pencemaran udara disekitar pabrik dengan udara ambient yang kadar logam berat jenis timbelnya tinggi. 
UJI COBA METODA ALTERNATIVE PENGUJIAN H2S dan CS2 DALAM EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK INDUSTRI RAYON Retno Puji Lestari; Ricky Nelson Nelson; Resi Gifrianto Gifrianto
Jurnal Ecolab Vol 13, No 1 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.152 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.1.19-28

Abstract

Hidrogen sulfida (H2S) dan Karbon disulfida (CS2) merupakan salah satu pencemar yang diemisikan dari kegiatan industri rayon. H2S dan CS2 merupakan senyawa yang menimbulkan bau tidak menyenangkan dan berdampak pada sistem syaraf. Pengukuran H2S dan CS2 mengacu pada metode Indian Standard (IS) 11255 (part 4) (2006, Reaffirmed 2006): Methods for Measurement of Emission From Stationary Sources, Part 4: Hydrogen Sulfide and Carbon Disulfide (First Revision) dengan melakukan modifikasi larutan penyerap yang terdapat dalam metode Deutsche Industrie Norm (DIN) 51855-4:1995-06. Hasil pengujian menunjukkan diperoleh bahwa konsentrasi H2S dan CS2 masing-masing adalah 2414 dan 2239 ppmv. Hasil perhitungan beban emisi H2S dan CS2 masing-masing sebesar 5,74 dan 10,25 kg/Ton fiber. Nilai tersebut masih berada di bawah baku mutu berdasarkan PerMenLH No 7 Tahun 2012, dimana baku mutu H2S adalah 38  kg/Ton fiber dan CS2 adalah 115  kg/Ton fiber. Dalam kajian ini, metode pengambilan contoh uji H2S dimodifikasi menggunakan seng asetat (Zn(O2CCH3)2) yang lebih ramah lingkungan dibanding kadmium klorida alkalin (CdCl2). Pada pengujian CS2 dilakukan modifikasi dengan penambahan CaCO3 untuk mempermudah penentuan titik akhir titrasi. Laboratorium P3KLL mampu menunjukkan kompetensinya dalam menerapkan metode pengujian H2S dan CS2.
ASSESSMENT OF ENVIRONMENTAL SAFETY RELATED RADIOACTIVITY EXPOSURE IN ZIRCON SAND Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati; Indah Kusmartini; Natalia Adventini; Woro Yatu Niken; Muhayatun Santoso
Jurnal Ecolab Vol 13, No 1 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.529 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.1.11-18

Abstract

Zircon sand is one of major sources that are responsible for naturally occurring radionuclides in the earth’s crust such as 238U and 232Th. The mining and processing of zircon sand are found in several places in Indonesia such as in Bangka Belitung, Borneo and Riau. These activities are potential to produce some radioactivity exposure to the occupational area and surrounding environment. Therefore, the assessment of the environmental safety related radioactivity exposure in zircon sands is needed to ensure the safety of the worker and public. In this study, the concentration of uranium and thorium in zircon sands collected from several sites in Borneo were determined and evaluated using instrumental neutron activation analysis (INAA). Samples were irradiated in rabbit system facility of G.A Siwabessy, Serpong reactor with neutron flux ~ 1013 n.cm-2.s-1 for 15 minutes and 2 hours, and then counted with HPGe detector of gamma spectrometry. In order to assess the accuracy of the analysis, soil reference materials (RMs) were analyzed together with the samples. The results of reference material analysis showed a good agreement with the certificate value. The measurement results showed that the concentration of uranium and thorium varied widely depending on the sample origin. Uranium and thorium concentrations were 214.8 ± 101.7 and 209.9 ± 169.0 mg/kg, respectively. These values were equivalent to 2654 ± 1258 Bq/kg for 238U and 848 ± 683 Bq/kg for 232Th, respectively. The results showed the annual equivalent dose average of 2.1 ± 1.04 mSv/year and varies between 0.4 and 5.3 mSv/year.  The characterization of zircon sands using INAA showed reliable results and could be utilized to assess the level of radioactive materials content in the zircon sands related to government regulation on zircon sand radioactive exposure, as well as the precaution to reduce needless exposure of the workers and public.
TRADITIONAL-CONTEMPORARY’ COMMUNITY ENGAGEMENT APPROACHES FOR EFFECTIVE LOCAL CLIMATE CHANGE ADAPTATION IN INDONESIA Meuthia Naim; Richard Hindmarsh
Jurnal Ecolab Vol 13, No 1 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2404.189 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.1.39-59

Abstract

The current problem of inadequate (or ineffective) community engagement in Indonesia poses a major policy gap for the Indonesian endeavour to develop effective climate change adaptation. This gap needs addressing for robust adaptation to occur in a country highly vulnerable to extreme weather events and changing weather patterns. Currently, 65% of the Indonesian population (of some 265 million) reside on the coast with many dependent upon natural resources for their livelihoods. As climate change strengthens, effective participatory climate change adaptation – here with the focus on inclusive and active local community engagement – needs development as a priority to reduce the high vulnerability of communities and to achieve resilient communities. To close this policy gap – as informed by historical analysis, archival materials, and interview data – we posit that local community engagement approaches that integrate traditional and contemporary (or “old” and “new”) engagement practices and approaches offer much promise for local community adaptation effectiveness in the case of Indonesia. Such approaches we also posit should have relevance for other traditional-contemporary informed societies, as most evident in developing countries.  
BEBAN CEMAR FOSFOR DARI KEGIATAN BUDIDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP STATUS KESUBURAN DANAU MANINJAU, SUMATERA BARAT Andri Warsa; Joni Haryadi
Jurnal Ecolab Vol 13, No 1 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.84 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.1.1-10

Abstract

Danau Maninjau yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat merupakan badan air dengan keanekaragaman ikan yang tinggi. Kegiatan perikanan budidaya dalam Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan kegiatan sekunder di Danau Maninjau dan telah melebihi daya dukung ekologi. Sisa pakan dan hasil metabolime dari ikan yang dipelihara merupakan sumber masukkan fosfor total (P) yang masuk ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban masukkan P dari kegiatan budidaya dan dampaknya terhadap status kesuburan perairan di Danau Maninjua, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Februari dan September 2016. Pengambilan contoh air dilakukan pada enam stasiun pengamatan. Untuk parameter kegiatan budidaya diperoleh dari wawancara dan penelusuran pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban masukkan P dari kegiatan budidaya sebesar 693,4 tonP/tahun sedangkan dari daerah tangkapan air sebanyak 20 tonP/tahun. Dampak beban masukkan P dari kegiatan budidaya menyebabkan perairan Danau Maninjau menjadi sangat subur (Hipertrofik). 

Page 1 of 1 | Total Record : 5