cover
Contact Name
Khaeroni
Contact Email
khaeroni@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
gut.windarsih@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Primary : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar
ISSN : 20861362     EISSN : 26232685     DOI : -
Core Subject : Education,
ISSN: 2086-1362 diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, berdasarkan SK. Dekan No.: In.10/F.I/HK.00.5/0951/2014 tanggal 11 April 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017" : 10 Documents clear
Analisis Pelaksanaan Penilaian Sikap Sosial Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013 Selvia Mutafidoh; Eko Wahyu Wibowo
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.566 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pelaksanaan penilaian sikap sosial siswa berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman yaitu dengan cara mengkoleksi data sebelum di lapangan, kemudian setelah di lapangan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, guru kesatu pelaksanaan penilaian sikap sosial yang dilakukan oleh guru melalui teknik observasi dan teknik jurnal yang dilakukan oleh guru. Dan juga teknik penilaian diri, dan penilaian antar teman yang dilakukan oleh siswa. Kedua, guru kedua pelaksanaan penilaian sikap sosial yang dilakukan oleh guru hanya menggunakan teknik jurnal atau catatan pendidik. ketiga, guru ketiga pelaksanaan penilaian sikap sosial siswa yang dilakukan oleh guru hanya menggunakan teknik observasi dan teknik jurnal.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Novita Dwi Astuti
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.075 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes formatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu hasil pembelajaran pada siklus I terdapat 12 orang siswa (54,55%) mencapai ketuntasan belajar, pada siklus II meningkat menjadi 15 siswa (68,18%), dan untuk siklus III meningkat menjadi 19 orang siswa (86,36%) dengan KKM ≥60. Diharapkan para guru menggunakan model pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Pecahan Sunariah Sunariah; M. Rifqi Rijal
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.98 KB)

Abstract

Belajar adalah usaha untuk mengubah tingkah laku sehingga dapat dikatakan bahwa belajar akan membawa perubahan pada individu yang melalui proses belajar. Namun, tidak semua siswa dapat melalui proses belajar dengan mudah ada beberapa hal yang menghambat terjadinya proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dalam memahami materi arti pecahan dan urutannya, untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi arti pecahan dan urutannya. Berdasarkan hasil penelitian kesulitan belajar siswa pada materi pecahan adalah terdapat 33% siswa kesulitan memahami konsep pecahan sejati dengan model daerah, 55% siswa kesulitan memahami makna pecahan sejati, 50% siswa kesulitan menuliskan pembilangdan 50% siswa kesulitan menuliskan penyebut pada bilangan pecahan sejati, 61% siswa kesulitan memahami arti pembilang dan 60% siswa kesulitan memahami penyebut bilangan pecahan sejati, 11% siswa kesulitan menuliskan dan memahami letak bilangan pecahan pada garis bilangan, 11% siswa kesulitan membandingkan pecahan penyebut sama, 16% siswa kesulitan membandingkan pecahan penyebut beda, 11% siswa kesulitan menuliskan simbol perbandingan pada bilangan pecahan penyebut sama, 16% siswa kesulitan menuliskan symbol perbandingan pecahan penyebut beda, 55% siswa kesulitan memahami symbol perbandingan, 50% siswa kesulitan menuliskan cara mencari nilai KPK, 66% siswa kesulitan mengurutkan bilangan pecahan penyebut sama, 94% siswa kesulitanmengurutkan bilangan pecahan penyebut beda, 61% siswa kesulitan memahami cara mencari nilai KPK, 83% siswa kesulitan menuliskan langkah-langkah urutan bilangan pecahan penyebut beda, 72% siswa kesulitan memahami makna urutan bilangan pecahan penyebut sama, dan 84% siswa kesulitan memahami makna urutan pecahan penyebut beda. Adapun faktor penyebab kesulitan belajar siswa yaitu (1) faktor internal seperti faktor psikologis, motivasi dan sindrom psikologis, (2) faktor eksternal seperti strategi belajar yang keliru, kurangnya kemampuan guru untuk mengelola kelas, pemberian penguatan ulangan yang kurang tepat dan faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN IPA Juhji Juhji
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.128 KB)

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam pembelajaran IPA. Secara spesifik, tujuan penulisan artikel ini untuk; pertama, mengetahui hakikat dan unsur pembelajaran kooperatif. Kedua, mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran kooperatif serta pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Berdasarkan temuan hasil penelitian terdahulu diperoleh bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan semangat dan keaktifan siswa, meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa, serta meningkatkan hasil belajar IPA. Dengan demikian, disarankan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dalam pembelajaran IPA di kelas.
Analisis Kesesuaian Isi Buku Teks Siswa Kelas IV SD/MI Tema Cita-Citaku Dengan Kurikulum 2013 Nova Nova; Habudin Habudin
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.769 KB)

Abstract

Analisis ini dilatar belakangi adanya beberapa temuan kekurangsesuaian buku teks kurikulum 2013. Oleh karena itu, penelitian ini ialah mencoba untuk mengetahui letak kekurangsesuaian isi buku teks siswa tersebut berdasarkan emapat aspek: aspek spritual, aspek sosial, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Hasil penelitian menunjukan dari segi materi buku teks siswa kelas IV SD/MI Tema Cita-Citaku dengan kurikulum 2013 sudah sesuai dengan empat aspek yang terdapat dalam setiap KI. Dalam aspek spritual tidak semua pembelajaran dari setiab subtema terdapat kalimat spritual, dalam aspek sosial sudah sesuai dikarenakan dalam setiap pembelajaran dari tiap subtema memiliki aspek sosial, sikap positip dan karakter, dalam aspek pengetahuan mengenaikeluasan materi bahwasannya sudah sesuai, dalam aspek keterampilan dalam kurikulum 2013 ini memiliki keterampilan yang bagus dalam keterkaitan materi, komunikasi, kemenarikan materi dan mencari informasi lebih lanjut sudah sesuai.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI Oman Farhurohman
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.633 KB)

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan digunakan sebagai bahasa nasional. Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di Sekolah Dasar. Hal ini yang merupakan salah satu sebab mengapa pelajaran bahasa Indonesia harus diajarkan pada semua jenjang pendidikan, terutama di SD/MI karena merupakan dasar dari semua pembelajaran. Tujuan mata pelajaran tersebut jika dipahami oleh guru akan memberi dampak kepada kegiatan pembelajaran yang mengarah kepada siswa mampu berkomunikasi melalui bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan oleh guru untuk siswa mampu memahami dan menggunakan bahasa Indonesia secara efektif dan efisien baik lisan maupun tulisan.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Kreatif Dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Anak Marlinah Marlinah; Uyu Mu’awwanah
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.314 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; pertama, mendeskripsikan gambaran pembelajaran menulis cerita kreatif, kedua, mengembangkan bahan ajar modul menulis cerita kreatif meningkatkan keterampilan menulis anak dan ketiga, mendeskripsikan kelayakan bahan ajar modul menulis cerita kreatif meningkatkan keterampilan menulis anak untuk siswa SD/MI kelas V. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada 10 tahapan dari Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 5 tahapan, yaitu survei dan pengumpulan informasi, desain produk, validasi produk, revisi dan perbaikan desain, dan uji coba terbatas siswa. Hasil penelitian menunjukkan pertama, minat siswa dalam pembelajaran menulis cerita kreatif masih rendah, salah satu penyebabnya adalah kurangnya bahan ajar. Kedua, produk yang dikembangkan berjudul Menulis Cerita Kreatif Meningkatkan Keterampilan Menulis Anak untuk Siswa SD/MI Kelas V dinilai kelayakannya berdasarkan aspek isi/materi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan. Ketiga, modul pembelajaran menulis cerita kreatif pada aspek isi/materi memperoleh skor rata-rata sebesar 3,28 dengan kategori “cukup”, aspek penyajian memperoleh skor rata-rata sebesar 4,00 dengan kategori “baik”, aspek bahasa memperoleh skor rata-rata sebesar 3,20 dengan kategori “cukup”, dan aspek kegrafikan memperoleh skor rata-rata sebesar 3,44 dengan kategori “baik”. Skor tersebut diakumulasikan dan menghasilkan skor rata-rata sebesar 3,48 dengan persentase kelayakan sebesar 68%. Jadi, modul Menulis Cerita Kreatif Meningkatkan Keterampilan Menulis Anak Untuk Siswa SD/MI Kelas V layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Model Direct Instruction Pada Pokok Bahasan Sistem Pernapasan Manusia Masyruroh Masyruroh; Khaeroni Khaeroni
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.265 KB)

Abstract

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran selain metode, strategi, atau model yang digunakan dalam perangkat tersebut. Selama ini perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum mencerminkan penerapan salah satu metode, strategi, atau model yang sesuai dan seirama dengan karakteristik materi yang disampaikan. Kalaupun ada ternyata komponennya belum lengkap dan integratif. Hal ini mengakibatkan capaian keberhasilan dalam pembelajaran kurang maksimal karena siswa kurang mendapatkan instrumen-instrumen yang sesuai dalam pembelajaran. Maksud penelitian ini adalah untuk mendesain dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada model pembelajaran direct instruction pada pokok bahasan sistem pernapasan manusia. Pengembangan perangkat pembelajaran yang dirancang ini meliputi RPP, LKS, dan instrumen penilaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, validasi oleh ahli di bidang IPA adalah sangat baik untuk semua perangkat yang dikembangkan; kedua, validasi oleh ahli pembelajaran adalah baik untuk semua perangkat yang dikembangkan; ketiga, hasil uji coba kelompok kecil adalah sangat baik; keempat, hasil validasi observer adalah sangat baik; dan kelima, guru menilai pembelajaran dengan menggunakan perangkat tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi lebih baik dan menghasilkan pembelajaran bermakna. Dengan demikian, perangkat pembelajaran berorientasi model direct instruction dapat digunakan sebagai perangkat pembelajaran IPA.
Penerapan Metode Circuit Learning Dengan Media Berbasis Multimedia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Materi Sistem Tata Surya Hasanah, Siti Kurnia; Muqdamien, Birru
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.072 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA melalui metode circuit learning dengan media berbasis multimedia. Metode circuit learning dengan media berbasis multimedia digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan karena dalam pembelajarannya guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep yang dibantu dengan media berbasis multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki dilihat dari hasil evaluasi siswa pada materi sistem tata surya dengan nilai rata-rata 62 dan ketuntasan klasikalnya 60% belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetatapkan yaitu 70%. Masalah yang muncul pada siklus I dapat diatasi di siklus selanjutnya dengan melakukan perbaikan. Hasil analisis pada siklus II menunjukan pembelajaran yang dilakukan sudah efektif hal ini dilihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya dan semangat dalam presentasi serta meningkatnya hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 80 dan ketuntasan klasikal 97,5%. Berdasarkan data yang ada membuktikan bahwa metode circuit learning dengan media berbasis multimedia dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Mistar Hitung Terhadap Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Winda Aryani; Mansur Mansur
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 9 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.306 KB)

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga mistar hitung terhadap hasil belajar siswa pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di SDN Graha Cisait. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu, sedangkan desain penelitiannya menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas kontrol 51.90 dan rata-rata nilai posttest 60.29. Sehingga peningkatan rata-rata nilai untuk kelas kontrol yaitu 8.39 diperoleh dari selisih antara nilai pretest dan posttest. Sedangkan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen 52.39 dan rata-rata nilai posttest 69.76. Sehingga peningkatan rata-rata nilai untuk kelas eksperimen yaitu 17.37. Sedangkan, hasil perhitungan N-Gain pada kelas eksperimen dan hasil pretest dan posttest maka didapatkan N-Gain terletak pada hasil 0,30 < N-Gain < 0,70 tersebut. N-Gain yang didapatpada kriteria sedang yaitu 0,438. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan alat peraga mistar hitung dengan yang tidak menggunakan alat peraga mistar hitung.

Page 1 of 1 | Total Record : 10