cover
Contact Name
Nyoman Suadnyana Pasek
Contact Email
suadnyanapasek83@gmail.com
Phone
+6281339412282
Journal Mail Official
suadnyanapasek83@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana no 11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha
ISSN : 26141949     EISSN : 26141930     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
IMAT ( Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Undiksha provides a medium for disseminating novel articles related to economy and business among international academics, practitioners, regulators, and public. JIMAT accepts articles any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. In addition, JIMAT focuses on research articles and review article for specific topics that are relevant to the economic and accounting, business, and banking issues, related to three important disciplines as follows: Economics And Accounting: Public Economics , International Economics, Banking and Financial InstitutionDevelopment Economics, Monetary Economics, Financial Economics. Accounting: Public Sector Accounting, Taxation, Financial Accounting, Management Accounting, Auditing, and Information Systems Business and banking management:Finance and wealth management, Marketing, Human Resource Management, Strategic Management, Operations, Entrepreneurship, Banking Ethics, Banking Operation and Management.
Articles 3,177 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI, EFEKTIFITAS ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN KESESUAIAN TUGAS TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT UMUM KERTHA USADA KABUPATEN BULELENG. Luh Cici Yuanita Artha .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .; Gede Adi Yuniarta, SE.AK .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi informasi, efektifitas atas sistem informasi akuntansi dan kesesuaian tugas terhadap kinerja karyawan secara parsial dan simultan, dimana dari 346 karyawan yang ada, hanya 72 karyawan yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Jenis data yang digunakan adalah dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan teknologi informasi mempunyai pengaruh negatif tetapi signifikan terhadap kinerja karyawan, (2) efektifitas atas sistem informasi akuntansi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, (3) kesesuaian tugas berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap kinerja karyawan, (4) penggunaan teknologi informasi, efektifitas atas sistem informasi akuntansi dan kesesuaian tugas mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.   Kata Kunci : TI, SIA, Tugas, Kinerja Karyawan  This present study is intended to identify the simultaneous and partial impact of the use of the technology of information, effectiveness of the system of accounting information and job adjustment of the employees of the Kertha Usaha General Hospital. Among 346 employees, only 72 that were determined using the purposive sampling technique were used as the samples of the study. The primary and secondary data were used. The data were collected using documentary and questionnaire methods. The data were analyzed using the multiple linear analysis assisted with SPSS program version 16.0.   The result of the study shows that (1) the use of the information technology negatively but significantly affected the performance of the employees, (2) the effectiveness of the system of accounting information positively but insignificantly affected the performance of the employees, (3) the job adjustment negatively but significantly contributed to the performance of the employees, (4) the use of the technology of information, the effectiveness  of the system of accounting information, and the job adjustment positively and significantly contributed to the performance of the employees.keyword : Technology of Information, System of Accounting Information, Job Adjustment, Performance of Employees.
ANALISIS KOMPARASI PENERAPAN PEDOMAN BADAN LAYANAN UMUM DAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 45 (REVISI 2011) TENTANG PELAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA (Studi Kasus Pada RSUD Kabupaten Buleleng) Luh Meda Sri Arpiwi .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6494

Abstract

Manajemen organisasi nirlaba harus mempertanggungjawabkan sumbangan atau dana yang telah diterima dari berbagai pihak berupa laporan keuangan. Penerapan PSAK No. 45 (revisi 2011) tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba dapat mengungkapkan organisasi nirlaba dalam memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penyajian Laporan Keuangan RSUD Kabupaten Buleleng apakah sudah sesuai dengan ketentuan Badan Layanan Umum (BLU), ketentuan PSAK No. 45 (revisi 2011), dan untuk mengetahui apakah PSAK No. 45 (revisi 2011) dapat diterapkan secara penuh dalam penyusunan Laporan Keuangan RSUD Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan perbandingan antara teori dan praktek dalam penyusunan laporan keuangan rumah sakit. Analisis kualitatif untuk mengetahui perbandingan antara format laporan keuangan yang telah disajikan dengan pedoman BLU dan PSAK No. 45 (revisi 2011). Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk 10 indikator yang digunakan. Laporan keuangan RSUD Kabupaten Buleleng sudah sesuai dengan pedoman BLU. Hanya saja terdapat perbedaan istilah atau nama dalam penyajian laporan keuangan RSUD Kabupaten Buleleng dengan PSAK No. 45 (revisi 2011). Jadi dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan RSUD Kabupaten Buleleng belum menerapkan PSAK No. 45 (revisi 2011), tetapi dilihat dari segi penyajian laporan keuangan di RSUD Kabupaten Buleleng PSAK No. 45 (revisi 2011) dapat diterapkan secara penuh.Kata Kunci : Badan Layanan Umum, PSAK No. 45, entitas nirlaba The management of the non-governmental organization should be responsible for the donations received from the donators in the form of  the financial statement. The implementation of Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ‘ the Financial Reporting Statement Standard Number 45 (revised in 2011) concerning the Financial Reporting of the Non-governmental Organization’ can reveal the donations received by its members and other donators. This present study is intended to identify whether what is presented in the Financial Reporting of the Regional General Hospital of Buleleng Regency is in accordance with what is stipulated in ‘Badan Layanan Umum (BLU)’ (Institution of Public Services) and what is stipulated in PSAK Number 45 (revised in 2011), and to identify whether PSAK Number 45 (revised in 2011) can be fully implemented in the composition of the Financial Statement of the Regional Public Hospital of Buleleng Regency. This present study used the descriptive qualitative method  in which the theory and practice of how the financial statement of  hospitals is composed  are compared. The qualitative analysis was applied to identify the comparison of the format of the financial statement which  had  been  presented with reference to the guidance of BLU and PSAK Number 45 (revised in 2011).  The result of the study shows that there were no differences among the ten indicators used. The financial statement prepared by the Regional General Hospital of Buleleng Regency was in accordance with the guidance of  BLU. However, the terms used in the financial statement of the Regional General Hospital of Buleleng Regency were different from those used in PSAK No. 45 (revised in 2011). It can be concluded that what is stipulated in PSAK No. 45 (revised in 2011) had been fully implemented  in the financial statement of the Regional General Hospital of Buleleng Regency. keyword : Badan Layanan Umum, PSAK No. 45, non-governmental organization  
IMPLEMENTASI BUDAYA TRI HITA KARANA DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA DESA PAKRAMAN PEMARON Pt Susan Kassandra .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6495

Abstract

Budaya Tri Hita Karana dapat dipergunakan sebagai suatu tata nilai atau kebiasaan yang menjadi pegangan anggota organisasi dalam melaksanakan kewajiban dan berperilaku di dalam organisasi. Hubungan yang terjadi diantara keduanya sangat berkaitan, dalam pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi budaya Tri Hita Karana yaitu Parahyangan analog dengan sistem kebudayaan, Pawongan analog sistem nilai, dan Palemahan analog sistem artifak. Semua organisasi di Bali dapat mengimplementasikan budaya Tri Hita Karana, salah satunya LPD. LPD dalam menggunakan Sistem Informasi Akuntansi harus mengimplementasikan budaya Tri Hita Karana, hal ini sudah diatur di dalam Pemerintah daerah Bali yang mengembangkan visi pembangunan berdasarkan budaya Tri Hita Karana. Untuk memahami implementasi budaya Tri Hita Karana dalam penggunaan Sistem Informasi Akuntansi di Desa Pakraman Pemaron, penelitian ini bertujuan untuk: 1)penggunaan Sistem Informasi Akuntansi di Desa Pakraman Pemaron, 2) pemahaman karyawan terhadap budaya Tri Hita Karana, dan 3) bagaimana implementasi budaya Tri Hita Karana terhadap penggunaan Sistem Informasi Akuntansi. Penelitian ini digunakan dengan menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada setiap deskripsi dan persepsi manusia. Teknik yang dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu : 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) penggunaan Sistem Informasi Akuntansi sudah menggunakan sistem komputerisasi, semua karyawan dapat melakukan penggunaan SIA namun yang bertanggungjawab adalah Ketua, Bendahara dan TO, 2) Semua karyawan sudah memahami budaya Tri Hita Karana dan implementasinya sudah baik, baik dari segi parahyangan, pawongan dan palemahan.Kata Kunci : Tri Hita Karana, Sistem Informasi Akuntansi. “Tri Hita Karana” culture could be implemented as a value system or a custom practiced in the life of the member of organization in performing the obligations and bahaviours in an organization. A close relationship occurs between the two, in implementing Accounting Information System the concept of “Tri Hita Karana” which consists of “Parahyangan” would be analogized to the culture system, while the second aspect such as “Pawongan” would be analogized into a value system, and the third aspect, such as “Palemahan” as artefact system. All organizations in Bali could implement the system of “Tri Hita Karana” concept, one of them is the rural credit institution, this concept had been regulized in the local government regulation system. Bali when developing vision of development based on the concept of “Tri Hita Karana”. To understand the implementation of the concept of “Tri Hita Karana” in the use of Accounting Information System in Pemaron local village, the study aimed at finding out: 1) the use of Accounting Information System in Pemaron local village, the perception of the staff towards the concept of “Tri Hita Karana” and how was the concept itself implemented in terms of using Accounting Information System. This study used a qualitative study by emphasizing every description of individual perception. The techniques used to collect data consisted of deep interview, observation and documentation. The data analysis involved three different stages, such as 1) data reduction, data presentation, and 3) concluding. The results indicated that: 1) the use of accounting information system had been made by computerizing, all staff had understood the use of Accounting Information System, however the responsibility lied on the head section office, treasurer and TO, 2) All the staff had fully understood the concept of “Tri Hia Karana and its implementation, in terms of three aspects, like Parahyangan, Pawongan and Palemahan.keyword : Tri Hita Karana, Accounting Information System
PENGARUH AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH, VALUE FOR MONEY, KEJUJURAN, TRANSPARANSI, PENGAWASAN DAN PEMAHAMAN SISTEM AKUNTANSI TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA SKPD DI KABUPATEN BULELENG) I Made Suardiasa .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6496

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh akuntabilitas keuangan daerah, value for money, kejujuran, transparansi, pengawasan, dan pemahaman sistem akuntansi terhadap pengelolaan keuangan daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner dan diukur dengan menggunakan skala likert. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Buleleng yang berkaitan dengan bidang keuangan sebanyak 120 pegawai. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 17. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara akuntabilitas keuangan daerah terhadap pengelolaan keuangan daerah, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara value for money terhadap pengelolaan keuangan daerah, (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kejujuran pemerintah terhadap pengelolaan keuangan daerah, (4) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara transparansi terhadap pengelolaan keuangan daerah, (5) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah, (6) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah, dan (7) terdapat pengaruh yang signifikan antara akuntabilitas keuangan daerah, value for money, kejujuran, transparansi, pengawasan, dan pemahaman sistem akuntansi terhadap pengelolaan keuangan daerah. Kata Kunci : akuntabilitas, value for money, sistem akuntansi, keuangan daerah The purpose of the study was to prove empirically the effect of local financial accountability, value for money, honesty, transparancy, monitoring and understanding of the accountancy system on the local financial management. This study was conducted in terms of quantitative design by utilizing its’ data obtained by distributing questionnaires and measured by Liker Scales.The samples of the study consisted of 120 respondents of the financial office staffs of local government working units in Bueleng. The analysis was conducted by using multiple linear regressiobn testing supported by SPSS version 17 program. The results of the study indicated that (1) there was a significant positive effect of the local financial accountability on the local financial management, (2) there was a positive significant effect of value for money on the local financial management, (3) there was a positive significant effect of honesty on the local financial management, (4) there was a positive significant effect of transparancy on the local financial management, (5) there was a positive significant effect of monitoring on the local financial management and (6) there was a positive significant effect of understanding of the accountancy system on the local financial management, (7) there was a significant effect of local financial accountability, value for money, honesty, transparancy, monitoring and understanding of the accountancy system on the local financial management. keyword : accountability, value for money, accountancy system, local government finance
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SISTEM DANA PUNIA DI DESA PAKRAMAN SUDAJI, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Yunita Indrawati Kadek .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6497

Abstract

Dalam tradisi umat Hindu, sumbangan keagamaan disebut dengan dana punia. Kegiatan dana punia biasa berlangsung pada saat atau dikaitkan dengan diselenggarakannya suatu upacara atau persembahan yadnya dengan mempersembahkan sesari canang, sarin banten atau yang lainnya. Dana punia dalam kedudukannya sebagai salah satu warisan tradisi masyarakat Bali berada dalam sebuah organisasi desa yang secara tradisional disebut desa pakraman. Dana punia sebagai salah satu bentuk sumbangan dana keagamaan dikelola langsung dalam desa pakraman. Desa pakraman harus menerapkan konsep akuntabilitas dalam melakukan pengelolaan keuangannya. Untuk memahami akuntablitas pengelolaan dana punia pada Desa Pakraman Sudaji, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengelolaan keuangan dalam sistem dana punia di Desa Pakraman Sudaji, dan 2) bagaimana para pengelola dana punia memahami prinsip-prinsip akuntanbilitas dalam pengelolaan dana-dana yang terhimpun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada deskripsi setiap persepsi dan perilaku manusia. Data dihimpun dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, antara lain; 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, dan 3) Menarik Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Proses pengelolaan keuangan dilakukan prajuru desa pakraman serta melibatkan krama desa didalamnya dan pertanggungjawaban keuangan disampaikan kepada krama desa secara lisan dan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban 2) Akuntabilitas keuangan dalam pengelolaan keuangan terlaksana dengan baik, mencakup didalamnya transparansi, liabilitas, kontrol, responsibilitas, dan responsivitas. Kata Kunci : dana punia, desa pakraman, akuntabilitas, pengelolaan keuangan In Hindu tradition, the religious contribution is called dana punia. Dana punia activity usually takes place at the time or is related to the holding of a religious ceremony or an offer of yadya by offering sesari canang, sarin banten, etc. Dana punia , in its position as one of Balinese traditions, is present in a village organization that is traditionally called desa pakraman. As a form of religious fund contribution it is directly managed by the desa pakraman. The latter has to apply the concept of accountability in the financial management. To understand the accountability of Desa Pakraman Sudaji dana punia management, this study was aimed at finding out 1) the financial management in the dana punia system in Desa Pakraman Sudaji, and 2) how the dana punia management people understand the principles of accountability in managing the accumulated funds. This study was done using qualitative method that stresses on the description of each perception and human behavior. The data were collected through in-depth interview, observation, and document study. The data were analyzed in three stages: 1) data reduction, 2) data display and 3) conclusion drawing. The results showed that 1) the financial management process is done by prajuru desa pakraman and involving krama desa and the accountability is communicated orally to the krama desa and in financial report form, 2) the financial accountability in the fund management is good which covers transparency, liability, control, responsibility, and responsiveness keyword : dana punia, desa pakraman, accountability, financial management
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Dalam Perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014 (Undang-undang Desa) Kadek Supri Budiadnyana .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6498

Abstract

Undang-undang No. 6 Tahun 2014 bertujuan untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah desa sangat dituntut dalam Undang-undang Desa untuk melakukan pengelolaan keuangan secara akuntabel. Untuk memahami pelaksanaan pengelolaan keuangan desa, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui implikasi pengelolaan keuangan dalam perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014, 2) mengetahui kesiapan Desa dalam melakukan pengelolaan keuangan dalam perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014, dan 3) memberikan saran tindak atas implikasi Undang-undang no. 6 Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada deskripsi setiap persepsi dan prilaku manusia. Analisis data dilakukan melalui 3 tahapan, antara lain: 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Undang-undang Desa menuntut sistem anggaran dilakukan secara musyawarah, disiplin dalam pengelolaan keuangan baik dalam penyiapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, maupun pengawasan, serta sistem perpajakan yang mengikuti Undang-undang Perpajakan, 2) Secara garis besar desa telah mengikuti aturan Undang-undang Desa dan telah menerapkan unsur akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa, 3) Dengan adanya kekurangan dalam penerapan Undang-undang Desa, pemerintah harus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa terutama pada dana Bantuan Keuangan Khusus. Kata Kunci : Undang-undang No. 6 Tahun 2014, Akuntabilitas, Pengelolaan Keuangan, Pemerintah Desa The Act No. 6 of 2014 is intended to accelerate the rural development and to improve the services provided to the public and people’s prosperity. Therefore, the rural government is highly required by the Village Act to manage it’s finance accountably. In order to know how the rural government’s finance is managed, this present study is intended to 1) identify the implication of the financial management from the perspective of the Act No. 6 of 2014, 2) identify the rural government’s readiness to manage its finance from the perspective of the Act No. 6 of 2014, and 3) to give suggestion as to what to do as the implication of the Act No. 6 of 2014. This present study was conducted using the qualitative method which gives emphasis on the description of every human perception and behavior. The data were analyzed through three stages; they are 1) Data Reduction, 2) Data Presentation, and 3) Conclusion Drawing. The result of the study shows that 1) The Village Act requires that the budgetary system should be made through discussion; the finance, including when it is planned, implemented and supervised, should be well managed, and that the Act of Taxation should be referred to in its taxation system; 2) basically, the rural financial management has referred to the Village Act ; in addition, accountability has been applied; 3) As there is weakness and the implementation of the Village Act, the government must be evaluate the rural financial management and the Specific Financial Assistance ‘Bantuan Keuangan Khusus’.keyword : The Act No. 6 of 2014, Accountability, Financial Management, Rural Government
Penilaian Kinierja Ditinjau Dari Akuntabilitas, Responsivitas, dan Efektivitas Pada Inspektorat Kabupaten Buleleng Periode 2012-2014 Putu Andre Sanjaya .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti sejauh mana kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng jika dilihat dari sisi akuntabilitas, responsivitas, dan efektivitas dan bagaimana kinerja Inspektorat menurut persepsi obyek pemeriksaan berdasarkan tinjauan akuntabilitas, responsivitas, dan efektivitas. Dalam penelitian ini digunakan analisis deskriptif kuantitatif terhadap capaian kinerja inspektorat yang akan ditinjau dari aspek akuntabilitas, responsivitas dan efektivitas. Jenis data dalam penelitian ini yaitu, data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Inspektorat Kabupaten Buleleng periode 2012-2014. Sedangkan data kualitatif dalam penelitian ini adalah dokumen renstra serta tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, penyebaran kuisioner pada SKPD yang menjadi objek pemeriksaan, dan dengan metode dokumentasi. Dalam menentukan sampel, digunakan pendekatan sampel secara acak (random sampling) terhadap SKPD yang menjadi objek pemeriksaan. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa menunjukkan kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng rata-rata berhasil, karena akuntabilitas kinerja dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya telah dapat dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang ditetapkan. Demikian juga terhadap persepsi responden terhadap pelayanan Inspektorat Kabupaten Buleleng, rata-rata tanggapan responden cukup tinggi yakni berada pada interval 2,51-3,25, yang berarti bahwa kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng di kategorikan baik. Kata Kunci : Kinerja, Akuntabilitas, Responsivitas, Efektivitas This present study is intended to prove how good the performance of the Inspectorate of Buleleng Regency is if viewed from its accountability, responsiveness, and effectiveness, and, and how good its performance is if viewed from the perception of the audited object based on the reviews of its accountability, responsiveness, and effectiveness. The descriptive quantitative method was used to analyze the performance of the inspectorate viewed from its accountability, responsiveness, and effectiveness. The data used in the present study were the quantitative and qualitative data. The quantitative data were in the form of the Report of the Performance of the Government Institutions ‘Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)’ prepared by the Inspectorate of Buleleng Regency from 2012 to 2014. The qualitative data were in the form of the strategic plan, the basic responsibility and function of the Inspectorate of Buleleng Regency. The data were collected through interview, questionnaire distributed among the departments ‘SKPD’ as the audited object, and documentation. The random sampling technique was used to determine the sample. The result of the study shows that the average performance of the Inspectorate of Buleleng Regency was successful. The reason was that its accountability performance was in accordance with the activities already determined, as far as its basic responsibility and function are concerned. Similarly, the perception of the respondents of the services provided by the Inspectorate of Buleleng Regency was high enough, ranging from 2.51 to 3.25, meaning that the Inspectorate of Buleleng Regency was categorized as good. keyword : Performance, Accountability, Responsiveness, Effectiveness
IMPLEMENTASI SAK ETAP DAN PERSEPSI PELAKU PADA KOPERASI (Studi Empiris pada Koperasi di Kecamatan Buleleng) Kadek Novi Trisna Dewi .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6500

Abstract

Koperasi merupakan salah satu entitas bisnis tanpa akuntabilitas publik yang disasar dapat menggunakan SAK ETAP sebagai pedoman dalam menyusun laporan keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui sejauh mana tingkat implementasi SAK ETAP pada Koperasi di Kecamatan Buleleng, dan (2) untuk mengetahui bagaimana persepsi pelaku Koperasi di Kecamatan Buleleng terhadap implementasi SAK ETAP. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei, menggunakan penyebaran kuesioner (angket) tertutup kepada responden yang menjadi sampel penelitian dan melakukan wawancara terhadap beberapa responden tersebut. Sebanyak 174 kuesioner telah disebarkan yakni 87 kuesioner tingkat implementasi dan 87 kuesioner persepsi untuk pelaku koperasi. Terdapat dua jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis data kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat implementasi SAK ETAP pada koperasi di Kecamatan Buleleng memperoleh skor interval ‘kurang diterapkan’, dari masing-masing indikator diketahui bahwa sebagian besar koperasi cukup menerapkan SAK ETAP namun hanya pada prinsip-prinsip tertentu saja, dan (2) persepsi pelaku koperasi terhadap SAK ETAP masuk pada ketegori ‘setuju’ yang berarti pelaku koperasi memiliki persepsi yang baik terhadap penerapan SAK ETAP meskipun terdapat perbedaan persepsi dari hasil wawancara lebih lanjut. Kata Kunci : SAK ETAP, Koperasi, Implementasi, Persepsi Cooperative is a business entity without targeted public accountability that can use SAK ETAP as the guideline in writing its financial report. This study was aimed at (1) finding out how far is the level of implementation of SAK ETAP in cooperatives in Buleleng district, and (2) finding out how is the cooperative actors’ perception in Buleleng district towards the implementation of SAK ETAP. The study used descriptive quantitative approach and qualitative approach. The types of data used are primary and secondary data. The data collection method used is a survey using closed questionnaires distributed to the respondents that formed the sample and interview with some of the respondents. One hundred and seventy four questionnaires have been distributed, that is, 87 questionnaires about implementation level and the other 87 about perception for the cooperative actors. There were two types of data analyses used in this study, that is, quantitative data analysis using descriptive statistics and qualitative data analysis. The result showed that (1) the implementation level of SAK ETAP in the cooperatives in Buleleng district got an interval score “less applied”, from each of the indicators it was found that most of the cooperatives have sufficiently applied SAK ETAP but only on certain principles, and (2) the actors’ perception towards SAK ETAP falls into category “ agree” which means the cooperative actors have good perception towards the implementation of SAK ETAP, although there is a difference in perception from the further interview result. keyword : SAK ETAP, Cooperatives, Implementation, Perception
PENGARUH IMPLEMENTASI BUDAYA TRI HITA KARANA, EFISIENSI KERJA PENGGUNA APLIKASI SISTEM AKUNTANSI DAN KUALITAS TENAGA KERJA TERHADAP KINERJA HOTEL BERBINTANG DI KABUPATEN BULELENG Luh Putu Nariyati .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Implementasi Budaya Tri Hita Karana, Efisiensi Kerja Pengguna Aplikasi Sistem Akuntansi dan Kualitas Tenaga Kerja secara parsial terhadap Kinerja Hotel. Populasi dalam penelitian ini adalah hotel berbintang se- Kabupaten Buleleng. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner dan diukur dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 19. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, (1) Implementasi Budaya Tri Hita karana berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja hotel berbintang di Kabupaten Buleleng. (2) Efisiensi Kerja Pengguna Aplikasi Sistem Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja hotel berbintang di Kabupaten Buleleng. (3) Kualitas Tenaga Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja hotel berbintang di Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : Implementasi Budaya Tri Hita Karana, Efisiensi Kerja Pengguna Aplikasi Sistem Akuntansi, Kualitas Tenaga Kerja dan Kinerja Hotel This study aimed at finding out the effect of implementing “tri hita karana” culture, users’ working efficiency of accounting system application and workforce quality partially on the star hotel performances. The population of the study consisted of the star hotels found in all area of Buleleng regency, from which only 40 respondents were selected as the samples by using purposive sampling technique . The data of the study were obtained from the primary source in the forms of quantitative ones whcich were collected by using sets of questionnaires and measured based on Likert scale. The analysis was conducted based on multiple linear regression test supported by SPSS version 19 program. The results of the study indicated that (1) the implementation of “Tri Hita Karana” culture had a positive and significant effect on the star hotels’ performances around Buleleng region , (2) the users’ working efficiency of accounting system application had a positive and significant effect on the star hotels’ performances around Buleleng region, and (3) the workforce quality had a positive and significant effect on the star hotel performances around Buleleng region. keyword : implementing “tri hita karana” culture, users’ working efficiency of accounting system application, workforce quality, hotel performances.
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN KOMITMEN ORGANISASI AUDITOR TERHADAP KINERJA AUDITOR (Studi Pada Tiga Inspektorat Provinsi Bali) I Gusti Ayu Tria Andrianti .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6502

Abstract

Kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, visi organisasi. Dalam melaksanakan tugas audit maka auditor selalu dituntut meningkatkan kinerjanya dalam penegakan good government. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam mempengaruhi kinerja auditor adalah kompetensi, independensi dan komitmen organisasional auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, Independensi dan Komitmen organisasi secara parsial dan simultan terhadap kinerja auditor. Lokasi Penelitian dilaksanakan pada Tiga Inspektorat di Provinsi Bali dengan jumlah Sampel sebanyak 30 Orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah jenis data kuantitatif dengan sumber data primer. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 21.00 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, (2) Independensi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, (3) Komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, (4) kompetensi, Independensi dan Komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor pada Tiga Inspektorat di Provinsi Bali. Kata Kunci : Kompetensi, Independensi, Komitmen organisasi, Kinerja Performance is the description of attainment of implementation of an activity or program in realizing the target, aim, missions and vision of the organization. In implementing the auditing task the auditor is always required to improve his or her performance in establishing good government. Some factors that become the consideration in influencing the auditor performance are competency, independency and auditor organizational commitment. This study was aimed at finding out the effect of competency, independency and auditor organizational commitment partially and simultaneously on auditor performance. The study was conducted in three Bali Province inspectorates with a sample of 30 people. The data belong to quantitative data type with primary data source. The data were collected using questionnaire. The data were analyzed using multiple linear regression analysis aided by SPSS program version 21.00. The results showed that (1) competency has a positive and significant effect on performance, (2) independency has a positive and significant effect on performance, (3) organizational commitment has a positive and significant effect on performance, (4) competency, and independency and organizational commitment have a positive and significant effect on auditor performance in the three Bali Province inspectorates. keyword : competency, independency, organizational commitment, performance

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 03 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 02 (2022) Vol 13, No 01 (2022) Vol. 13 No. 01 (2022) Vol 12, No 3 (2021) Vol. 12 No. 3 (2021) Vol 12, No 2 (2021) Vol. 12 No. 2 (2021) Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 12, No 1 (2021) Vol 11, No 3 (2020) Vol. 11 No. 3 (2020) Vol 11, No 2 (2020) Vol. 11 No. 2 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 10 No. 3 (2019) Vol 10, No 3 (2019) Vol 10, No 2 (2019) Vol. 10 No. 2 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 3 (2018) Vol 9, No 3 (2018) Vol 9, No 2 (2018) Vol. 9 No. 2 (2018) Vol 9, No 1 (2018) Vol. 9 No. 1 (2018) Vol. 8 No. 2 (2017) Vol 8, No 2 (2017): Vol 7, No 1 (2017): Vol. 7 No. 1 (2017) Vol 6, No 3 (2016): Vol. 6 No. 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016) Vol 5, No 2 (2016): Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol 2, No 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue