cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2018): Juli-September" : 12 Documents clear
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KISAH THALUT DAN JALUT DALAM KAJIAN SURAH AL-BAQARAH AYAT 246-252 Hafizah Fitri Rambe, Achyar Zein, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.215 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.2027

Abstract

ABSTRACT: This research aims to analyze:1) How are the values of Islamic education contained in thestory of Thalut and Jalut in the Qur’an? 2) What is the values of education contained in the story ofkingThalut and Jalut ?and 3) What is the relevance values of education in the story of king Thalut andJalut based on education now? This research uses qualitative method, with use science approach to theinterpretation of patterns analytical interpretation (analytical) which was used Holy Alquran and tafsirbook’s like: Maraghi was initiated by Ahmad bin Mustafa al-Maraghi, al-Azharwas initiated by HAMKAand al-Mishbah was initiated by M. Quraish Shihab. The results showed that: 1)Explanation of the valuescontained in the values of Islamic education in the story of Thalut and Jalut in the Alquran, are: theobligation of jihad (defending the right and the wrong), endeavoring and trusting in Allah, securing innerdetermination (never give up), being patient in any condition, optimistic to be able to achieve victory,become a wise leader, increase broad knowledge, respect the opinions of others in making decisions.2)There are five values of Islamic education in story king Thalut and Jalut in the Holy Alquran, they are:Aqidah value, syari’ah value, akhlak value, intellectual value and demonstration value. And 3) Problemsthat occur in the current condition of society are moral decadation, lazy, pessimistic, selfish, and hubbuddunyâ. These problems are relevant to the values of Islamic education in the story of Thalut and Jalut in theQur’an that with the values of Islamic education in the story of Thalut and Jalut this can change the moralcondition of humans to be better guided by the Qur’an and Hadith, increase the spirit of learning andalways active in seeking knowledge, fostering an optimistic and confident nature, fostering a nature oftolerance, and having the character of qana’ah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1)Bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandungdalam kisah Thalut dan Jalut dalam Alquran. 2)Apa nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada kisahThalut dan Jalut dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 246-252? dan 3)Apa relevansi nilai-nilai pendidikanyang terdapat pada kisah Thalut dan Jalut dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 246-252 dengan kondisisaat ini?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan tafsirTahlili,yang menggunakan sumber primernya ialah Alquran. Di antara buku tafsir yang digunakan ialahtafsir al-Maragi karya Ahòmad bin Musòtòafa al-Maragi,tafsir al-Azhar karya HAMKA,tafsir al-Misbah karya M.Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penjelasan nilai-nilai yang terdapat dalamnilai-nilai pendidikan Islam dalam kisah Thalut dan Jalut dalam Alquran, ialah: kewajiban berjihad (membelahak dan yang bathil), berikhtiar dan bertawakkal kepada Allah, menamankan keteguhan hati dalam diri(pantang menyerah), bersabar dalam kondisi apapun, optimis untuk dapat meraih kemenangan, menjadi pemimpin yang bijaksana, meningkatkan ilmu pengetahuan yang luas, menghargai pendapat orang laindalam dalam mengambil keputusan. 2) Terdapat lima nilai pendidikan Islam dalam kisah Thalut dan Jalutdalam Alquran, ialah: nilai aqidah, nilai syari’ah, nilai akhlak, nilai intelektual dan nilai demonstrasi.3)Problematika yang terjadi pada kondisi masyarakat saat kini yaitu dekadasi moral, pemalas, pesimis,egois, danhubbud dunyâ. Problematika tersebut direlevansikan kepada nilai-nilai pendidikan Islam dalamkisah Thalut dan Jalut dalam Alquran bahwa dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kisah Thalut danJalut ini dapat merubah kondisi moral manusia menjadi lebih baik yang berpedoman pada Alquran danHadis, meningkatkan semangat belajar dan senantiasa giat dalam mencari ilmu, menumbuhkan sifatoptimis dan percaya diri, menumbuhkan sifat toleransi, dan memiliki sifat qana’ah.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Islam, Kisah Thalut dan Jalut
KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 ACEH TIMUR. Ita Khairani, Erwan Efendi, Edi Saputra
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.788 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.1837

Abstract

Abstract: This research uses qualitative method, with use science approach to the interpretation of dataobtained through interviews, observation and documentation. Analysis of the data is done through thepresentation of data, the reduction of data and with drawal of the conclution. The results showed that:1) Interpersonal communication Madrasah head in improving teacher performance Madrasah AliyahNegeri 1 Aceh Timur uses verbal and non-verbal forms of communication and uses several communicationpatterns namely linear communication patterns, circle communication patterns, and wheelcommunication patterns. And 2) Interpersonal communication that takes place in Madrasah 1 AcehTimur involves all elements of communication (communicators, messages, media, and effects) andalso adheres to communication ethics according to Islamic learning. (qaulan kariman, qaulan ma’rufan,qaulan balighan, dan qaulan layyan).Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui Komunikasi interpersonal Kepala Madrasahkepada para guru dalam meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Timur, 2)untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan komunikasi interpersonal Kepala Madrasah kepada Gurudan Staf Madrasah dalam meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Timur, 3)untuk mengetahui Hambatan pada komunikasi interpersonal Kepala Madrasah dalam meningkatkanKinerja Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakanPendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Madrasah memang melaksanakankomunikasi interpersonal dengan para guru dan staf dalam meningkatkan kinerja guru MadrasahAliyah Negeri 1 Aceh Timur. Sedangkan bentuk Komunikasi yang dilaksanakan kepala madrasahdengan para guru dan staf dalam meningkatkan komunikasi interpersonal yaitu kepala madrasahmenggabungkan dengan komunikasi internal yang ada dalam komunikasi organisasi, pertama kepalamadrasah melaksanakan komunikasi ke bawah (dawnward communication) yaitu komunikasi yangdatangnya dari kepala madrasah kepada para guru dan staf. Kedua kepala madrasah juga melaksanakankomunikasi ke atas (upward communication). yaitu komunikasi yang datangnya dari para guru danstaf kepada kepala madrasah. Kedua bentuk tersebut dilakukan secara langsung maupun menggunakanmedia, dan selalu dengan Qaulan Layyina.Kata Kunci: Intrapersonal, Madrasah dan Kinerja Guru
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM TAFSIR AL-MARAGHI (Kajian Q.S An-Nisa’ Ayat 34-36, Q.S Al-Ahzab Ayat 59 dan Q.S An-Nur Ayat 31) Muriyah Pasaribu, Achyar Zein, Syamsu Nahar
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.487 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.2028

Abstract

Abstact: This study aims to analyze: 1) How should Musthofa al-Maraghi interpret verses about women?2) What are the values of women’s education based on the interpretation of Musthofa al-Maraghi and 3)What is the relevance of women’s educational values contained in the Qur’an with the current conditionof society. This study uses a qualitative method, using the interpretation method maudu’i, using the primarysource is the Qur’an. Among the interpretation books used are al-Maraghi’s interpretation by Ahmadbin Mustafa al-Maraghi and other exegetes. The results showed that: Musthofa al-Maraghi interpretedverses about women by means of: verse fragments, ijmal meanings, giving meaning to difficult words. Thevalue of women’s education based on Musthofa al-Maraghi’s interpretation is: Aqeedah values, shari’ahvalues, and moral values. The relevance of women’s education values in point two above has a significantcorrelation with the condition of women in society today, especially in terms of teaching and learning suchas not covering genitals, demanding excessive emancipation and following free association. Therefore, thethree values above must be synergized when doing the learning and teaching process.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1)Bagaimana Musthofa al-Maraghi menafsirkan ayat-ayattentang perempuan? 2)Apa nilai-nilai pendidikan perempuan berdasarkan penafsiran Musthofa al-Maraghidan 3)Bagaimana relevansi nilai-nilai pendidikan perempuan yang terdapat dalam Alquran dengankondisi masyarakat saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatantafsir maudu’i, dengan menggunakan sumber primernya ialah Alquran. Di antara buku tafsir yang digunakanialah tafsir al-Maraghi karya Ahmad bin Mustafa al-Maraghi dan para mufassir lainnya. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa: Musthofa al-Maraghi menafsirkan ayat-ayat tentang perempuan dengan cara: potonganpotonganayat, makna ijmal, memberikan makna kata-kata yang sulit. Nilai pendidikan perempuanberdasarkan penafsiran Musthofa al-Maraghi adalah: Nilai aqidah, nilai syari’ah, dan nilai akhlak. Relevansinilai-nilai pendidikan perempuan pada poin dua di atas memiliki korelasi yang signifikan dengan kondisiperempuan di dalam masyarakat saat ini khususnya dalam hal belajar mengajar seperti tidak menutupaurat, menuntut emansipasi yang berlebihan dan mengikuti pergaulan bebas. Oleh karena itu, ketiganilai di atas harus disinergikkan ketika melalukan proses belajar dan mengajar.Kata Kunci: Pendidikan Perempuan dan Tafsir Al-Maraghi
PERSEPSI GURU TENTANGPUNISHMENT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN MEDAN TEMBUNG Anri Naldi, Wahyudin Nur Nasution, Syaukani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.568 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.1813

Abstract

ABSTRACT: This research aims to analyze: 1) How is the teacher’s perception about punishment inelementary school of Medan Tembung district? and 2) How is punishment implementation in learningconducted by a teacher in elementary school of Medan Tembung district? This research uses qualitativemethod, with use science approach to the interpretation of data obtained through interviews, observationand documentation. The results showed that: 1) Teacher’s perception of punishment is a punishment thateducates students who have a deterrent effect because they have committed a violation, the purpose ofwhich is to improve behavior, personality, character and discipline. And 2) There are two implementationsof giving the punishment: First, it is carried out in general in accordance with the regulations in theelementary school of Medan Tembung district. Second, it is carried out specifically by the teacher in thelearning process at Islamic elementary school in Medan Tembung district. Giving the punishment by teacherhas been implemented in the learning process and activities outside of learning hours with the purposefunction and basics of giving punishment and use a strategy of combining punishment methods andtechnic in the learning process in the Islamin elementary school at Medan Tembung district.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Bagaimanakah persepsi guru tentang punishment diMadrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Medan Tembung? Dan 2) Bagaimanakah implementasiPunishmentdalam pembelajaran yang dilakukan guru di Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Medan Tembung? Penelitianini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi.Teknik penarikan sampling yang digunakanadalahpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi guru tentangpunishmentadalah hukuman yang mendidik yang memberikan efek jera kepada siswa karena telah melakukan pelanggaran,yang tujuannya untuk memperbaiki tingkah laku, kepribadian, akhlak dan kedisiblinan. 2) Implementasipemberianpunishment yang dilakukan ada dua: Pertama, dilakukan secara umum yaitu sesuai denganperaturan di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Medan Tembung. Kedua, dilakukan secara khusus olehguru dalam proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Medan Tembung. Pemberianpunishment yang dilakukan guru telah di implementasikan dalam proses pembelajaran dan kegiatandiluar jam pembelajaran dengan tujuan, fungsi dan dasar-dasar pemberianpunishment, serta menggunakanstrategi penggabungan antara metode dan teknikpunishment dalam proses pembelajaran di MadrasahIbtidaiyah di Kecamatan Medan Tembung.Kata Kunci:Persepsi, Punishment dan Implementasi
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 MEDAN Yuliana Dewi, Wahyudin Nur Nasution, Shiyamu Manurung
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.192 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.1863

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk; a) mengetahui pengembangan profesionalisme guru; b) mengetahuiperan kepala madrasah terhadap pengembangan profesionalisme guru; c) mengetahui sikap profesionalismekepala madrasah dan guru pada peserta didik. Penelitian ini secara metodologi tergolongfield research(studi lapangan). Hasil penelitian ini menunjukkan; a) Pengembangan profesionalisme guru awalnyaterbilang kurang baik dikarenakan sebelumnya masih ada guru yang belum Strata Satu (S1), dan masihada juga guru yang mengajar tidak sesuai dengan keserjanaannya. b) Peranan kepala madrasah dalamrangka mengembangkan profesionalisme guru yaitu memberikan layanan program MGMP, memberikanpelatihan-pelatihan kepada guru seperti lokakarya, seminar, membuat karya ilmiah, melakukan penelitiantindakan kelas dan mengadakan supervisi ke dalam kelas disaat pembelajaran berlangsung; c) Sikapprofesionalisme guru dan kepala madrasah pada peserta didik sangatlah baik bila dilihat dari karakteristikguru dan kepala madrasah yaitu akhlak dan wibawa, dan etos kerja yang tujuan itu semua adalahsebagai contoh untuk peserta didik; d) Nilai-nilai yang ditunjukkan guru dalam proses pembelajarandiawali dengan internalisasi nilai-nilai terhadap guru secara pribadi agar menjadi guru yang berkepribadianbaik sekaligus di realisasikan kepada para peserta didik melalui keteladanan guna terwujud peserta didikberkepribadian baik pula;Keyword: Pengembangan, Profesionalisme Guru, MTs Negeri 2 Medan.
PROFESIONALISME GURU DALAM ALQURAN KAJIAN SURAH ‘ABASA Sa’adah Fitriani Lubis, Achyar Zein, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.14 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.2029

Abstract

In Ordinance Number 14 of 2005 article 8 describes the competencies that must be possessed byteachers, there are four competencies, namely pedagogic, personality, social, and professional competencies.In addition to the Law, the Koran also provides solutions to problems related to teacher professionalism.So the researchers aim to analyze the teacher’s professionalism contained in the Surah ‘Abasa, in the hopeof being able to contribute and add a new perspective in order to improve teacher professionalism. Thistype of research includes qualitative research that relies on library research with historical approaches andinterpretive sciences. Then analyzed using the content analysis method (content analysis). The source ofthe data used is the Qur’anic interpretation books as primary data and the secondary data are books thatsupport and relate to the object of research studies. Data collection techniques using the method of documentation,then collect research data to be analyzed using the tahlily method, comparison and interpretation. Theresults of this study reveal three findings, namely: 1) Competence contained in the surah ‘Abasa referring tothe Law of Teachers and Lecturers Number 14 of 2005 there are four types: a.) Pedagogic competence,includes, understanding students, mastering the subject matter, having interesting learning methods, developingpotential, evaluating learning processes and outcomes. b). Personality competence, including giving advice,wisdom, giving benefits, patience. c). Social competence, including oral communication and getting alongeffectively. d) Professional competence, including mastering broad and profound teaching methods, scientificdiscipline methods. 2). The steps to becoming a professional teacher in surah Abasa are: An educatormust master the material, carry out learning, conduct evaluation, develop the potential of students, becomestudents, establish communication. 3). Contribution of surah ‘Aba sa towards Professionalism The teacheris an educator not to be surly, serious, fair, prepare teaching materials, think positively, responsibility.ABTRAK: Dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2005 pasal 8 menjelaskan tentang kompetensi yangharus dimiliki guru ada empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.Selain Undang-Undang, Alquran juga memberikan solusi terhadap bermasalahan yang terkait denganprofesionalisme guru. Maka peneliti bertujuan untuk menganalisa tentang profesionalisme guru yang terdapatdalam surah ‘Abasa, dengan harapan bisa memberikan kontribusi serta menambah perspektif yang barudalam rangka meningkatkan profesionalisme guru. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yangbertumpu pada kajian kepustakaan(Library research) dengan pendekatan sejarah dan ilmu tafsir. Selanjutnyadianalisis dengan menggunakan metode analisis isi(conten analysis). Sumber data yang digunakan adalahkitab-kitab tafsir Alquran sebagai data primer dan data sekundernya adalah buku-buku yang mendukungserta berhubungan dengan objek kajian penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dekumentasi,kemudian mengumpulkan data penelitian untuk dianalisa dengan menggunakan metodetahlily, komparasi dan interpensi. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu : 1) Kompetensi yang terdapatdalam surah ‘Abasa merujuk kepada Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 ada empatmacam: a.) Kompetensi Pedagogik, meliputi, memahami peserta didik, menguasai materi pelajaran, memilikimetode pembelajaran yang menarik, mengembangkan potensi, mengevaluasi proses dan hasil belajar. b).Kompetensi Kepribadian, meliputi memberi nasehat, bijaksana, memberi manfaat, sabar. c). Kompetensisosial, meliputi komunikasi lisan dan bergaul secara efektif. d) Kompetensi profesional, meliputi, menguasaimetode ajar yang luas dan mendalam, metode disiplin keilmuan. 2). Langkah-langkah menjadi guruprofesional dalam surah ‘Abasaadalah: Seorang pendidik harus menguasai materi, pelaksanaan pembelajaran,melakukan evaluasi, mengembangkan potensi peserta didik, menjadiuswah, menjalin komunikasi. 3).Kontribusi surah Abasa terhadap Profesionalisme Guru adalah seorang pendidik tidak boleh bermukamasam, bersungguh-sungguh, adil, menyiapkan materi ajar, berfikir positif, tanggung jawab.Kata Kunci: Profesionalisme, Guru, Surah ‘Abasa
PERENCANAAN, PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN PAI DI SDN 064988 MEDAN JOHOR Hayat Harahap, Mardianto, Wahyuddin Nur Nasution
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.932 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.1814

Abstract

ABSTRACT: This research is aimed to know 3 things, that is: (1) to know the planning of learningof PAI at SDN 064988 District of Johor, 2) to know the development of learning of PAI at SDN064988 District of Johor, and (3) to know the implementation of learning evaluation of PAI at SDN064988 Kecamatan Medan Johor. This research is a qualitative descriptive study. The results ofthis study are: (1) PAI teachers also have done planning PAI learning well. The role of headmasteris very helpful for PAI teachers in PAI learning planning. Supporting Fator in PAI lesson planning atSDN 064988 Medan Johor is with the availability of adequate facilities so that PAI subject teachersdo not feel any obstacles at all. (2) the efforts of PAI teachers in conducting PAI learning developmentis to establish supervision of each work unit conducted by Islamic Religious teachers includingthe process of teaching and learning activities. Supporting factors in the development oflearning PAI at SDN 064988 Medan Johor is with the availability of facilities that are very adequateso that the subjects of PAI teachers do not feel any barriers at all. (3) teachers of PAI SDN064988 Medan Johor have conducted PAI learning evaluation well. Supporting Fator in the implementationof PAI learning evaluation at SDN 064988 Medan Johor is with the availability of adequatefacilities so that PAI subjects teachers do not feel any barriers at all.ABSTRAK: Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui 3 hal, yaitu: (1) untuk mengetahui perencanaanpembelajaran PAI pada SDN 064988 Kecamatan Medan Johor, (2) untuk mengetahui pengembanganpembelajaran PAI pada SDN 064988 Kecamatan Medan Johor, dan (3) untuk mengetahui pelaksanaanevaluasi pembelajaran PAI pada SDN 064988 Kecamatan Medan Johor. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) guru PAI juga telah melakukanperencanaan pembelajaran PAI dengan baik. Peran kepala sekolah sangat membantu guru PAIdalam perencanaan pembelajaran PAI. Fator Pendukung dalam perencanaan pembelajaran PAI diSDN 064988 Medan Johor adalah dengan tersedianya sarana yang sangat memadai sehinggaguru mata pelajaran PAI tidak merasa mengalami hambatan sama sekali. (2) upaya guru PAIdalam melakukan pengembangan pembelajaran PAI ialah dengan membentuk supervisi setiapsatuan kerja yang dilakukan oleh guru Agama Islam termasuk proses kegiatan belajar mengajarnya.Faktor Pendukung dalam pengembangan pembelajaran PAI di SDN 064988 Medan Johor adalahdengan tersedianya sarana yang sangat memadai sehingga guru mata pelajaran PAI tidak merasamengalami hambatan sama sekali. (3) guru PAI SDN 064988 Medan Johor telah melaksanakan
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM ALQURAN (Kajian Surah An-Nahl) Ali Imran, Achyar Zein, Siyamu Manurung
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.449 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.1879

Abstract

ABSTRACT: This research aims to analyze: 1) What is the values of education contained in the story of an-Nahl surah? and 2) What is the relevance values of education in the story of an-Nahl surah based oneducation now? This research uses qualitative method, with use science approach to the interpretation ofpatterns analytical interpretation (analytical) which was used Holy Alquran and tafsir book. The resultsshowed that: 1) There are some values of Islamic education in story of an-Nahl surah in the Holy Alquran,they are: Aqidah value likes: confidence to Allah swt, confidence to angel, confidence to holi books, confidenceto messenger, confidence to day after and confidence to qodho and qodhar. Syari’ah value likes:responsibility, good job, halal foods, and akhlak value likes: say no to bad job, lie and the other. And 2) A storyof an-Nahl surah has relevance with education with education today. This story has education and modelactually to world education today. Therefore, this story more important for actualized in the living for moslems,with it a moslem have good the intellectual dimension, intellegience, spiritual dan emotional.Then can tosolve the problems to become better and help the learning process with the aim of becoming a servant of Allahswt based on Holy Alquran and Hadis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1)Apa saja nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam Alquransurah an-Nahhl? dan 2) Bagaimana relevansi nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam Alquran surahan-Nahldengan pendidikan yang sekarang? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bercorak studipustaka dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Adapun yang menjadi sumbernya adalah Alqurandan kitab tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam Alquran surah an-Nahl terdapat nilainilaipendidikan akidah meliputi iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, imankepada Rasul, iman kepada hari kiamat dan iman kepada qadha dan qadar, nilai-nilai pendidikan syari’ahmeliputi nilai ketaatan, amal saleh dan makan yang halal lagi baik, dan nilai-nilai pendidikan akhlakmeliputi akhlakmahmudahmeliputi adil,ihsan, memberi bantuan, menepati janji, syukur, dan sabar, danakhlakmazmumah meliputi larangan berbuat keji, mungkar, permusuhan dan melanggar sumpah. 2)nilai-nilai pendidikan dalam Alquran surah an-nahl memiliki relevansi dengan pendidikan sekarang ini.Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan dalam surah an-nah}lini penting diterapkan dalam pendidikanyang sekarang dengan harapan dapat mencetak generasi yang memiliki akidah yang kuat, ibadah yangberkelanjutan dan akhlak yang mulia.Kata Kunci: Pendidikan, Alqur’an dan An-Nahl
KOMPETENSI SOSIAL PENDIDIK DALAM ALQURAN (Kajian Dalam Tafsir Al Azhar) Syahril Amri Hasibuan, Syamsu Nahar, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.603 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.2030

Abstract

Abstract: This study aims to analyze: 1) Opinion of mufassir about the values of the educator’s socialcompetency in the interpretation of Al-Azhar, 2) About the Indicator of the educator’s social competencywhich are found in the Qur’an Surah Al Hujurat study in the commentary of Al-Azhar. And 3) Therelevance of the educator’s social competency in the Qur’an and the Law on Teachers and lecturers inforce today. This research is a library research (library research), with the tahlili method because all that isexcavated is sourced from literature. The results of the study show that: 1) the opinions of the commentatorson the values of social competence of educators in the Qur’an. 2) Indicator of the social competenceof educators in QS Al Hujurat (study in Al Azhar interpretation) is the first Adab manners in speaking,Procedures for interacting with the community, Applying the principle of true brotherhood and the spirit oftogetherness both within the school and in the wider community, and being able to avoid bad prejudicesto others, and sharing with others. 3) the values of the social competence of educators contained in theKoran are still relevant to the current law in terms of increasing the professionalism of educators.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pendapat para mufassir tentang nilai-nilai kompetensisosial pendidik yang terdapat dalam Alquran Surah Al Hujurat kajian dalam tafsir Al-Azhar. 2) TentangIndikator kompetensi sosial pendidik yang terdapat dalam Alquran Surah Al Hujurat kajian dalam tafsirAl-Azhar. Dan 3) Relevansi kompetensi sosial pendidik dalam Alquran dan Undang-undang tentang Gurudan dosen yang berlaku saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research),dengan metode tahlili karena semua yang digali adalah bersumber dari pustaka. Hasil penelitian menunjukkanbahwa: 1) pendapat-pendapat para mufassir tentang nilai-nilai kompetensi sosial pendidik dalam Alquran.2) Indikator kompetensi sosial pendidik dalam Qs Al Hujurat (kajian dalam tafsir Al Azhar) adalahpertama Adab sopan santun dalam berbicara, Tata cara berintraksi dengan masyarakat, Menerapkanprinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakatluas, serta mampu menghindari prasangka yang buruk kepada orang lain, dan saling berbagi terhadapsesama. 3) nilai-nilai kompetensi sosial pendidik yang terdapat dalam Alquran masih relevan denganUndang-undang yang berlaku saat ini dalam hal meningkatkan profesionalisme pendidik.Kata Kunci; Kompetensi Sosial, Pendidik dan Tafsir
INOVASI STRATEGI PEMBELAJARAN AL-QURANHADIS PADA MIN GLUGUR DARAT II MEDAN Muhammad Daud, Mardianto, Wahyuddin Nur Nasution
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.509 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.1815

Abstract

Abstract This research is aimed to know 3 things, namely: (1) To know how the strategy of learning Alquranand Hadith on MIN Glugur Land II Medan, (2) To know how Innovation Learning in learning Alquran andHadith on MIN Glugur Darat II Medan, and (3) To find out what are the obstacles and solutions for theimplementation of the Innovation of Al Quran and Hadith Strategies on MIN Glugur Darat II Medan. Thisresearch is a qualitative descriptive study. The results of this study are: (1) The learning strategy of AlquranHadith uses material derived from guidebooks Alquran Hadith and Alquran translation. (2) Quran SubjectTeachers Hadiths use good material in innovation learning Alquran Hadith in MIN Glugur Darat II Medan,that is by using digital audio visual learning media in order to more interest student in learning Al -Qur’anHadith. The Purpose of the Teacher The subject of the Qur’an Hadith in the innovation of learning is in orderto create an atmosphere of learning is not boring and can boost students’ interest in studying Alquran Hadith.(3) The internal barrier encountered, ie the Subject Teacher of Alquran Hadith has not been entirely placed inhis field or department. In addition, facilities and infrastructure in MIN Glugur Darat II Medan are lesssupportive. Solutions that have been applied, namely by equipping facilities and learning infrastructure firstsuch as RPP, syllabus, prosem and prota and learning media that will be used.Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui 3 hal, yaitu: (1) Untuk mengetahui bagaimana Strategi pembelajaranAlquran dan Hadis pada MIN Glugur Darat II Medan, (2) Untuk mengetahui bagaimana Inovasi Pembelajarandalam pembelajaran Alquran dan Hadis pada MIN Glugur Darat II Medan, dan (3) Untuk mengetahuiapa saja hambatan dan solusi penerapan Inovasi Strategi Pembelajaran Alquran dan Hadis pada MINGlugur Darat II Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah:(1) Strategi pembelajaran Alquran hadis menggunakan materi yang bersumber dari buku panduan Alquranhadis serta Alquran terjemahan. (2) Guru Mata Pelajaran Alquran hadis menggunakan materi yang bagusdalam melakukan inovasi pembelajaran Alquran hadis di MIN Glugur Darat II Medan, yaitu denganmenggunakan media pembelajaran digital audio visual agar dapat lebih menarik minat siswa dalambelajar Alquran hadis. Tujuan Guru Mata Pelajaran Alquran hadis dalam melakukan inovasi pembelajaranadalah demi untuk menciptakan suasana belajar tidak membosankan dan dapat menigkatkan minatsiswa dalam mempelajari Alquran hadis. (3) Hambatan internal yang dihadapi, yaitu Guru Mata PelajaranAlquran hadis belum seluruhnya ditempatkan dibidangnya atau jurusannya. Selain itu sarana dan prasaranadi MIN Glugur Darat II Medan yang kurang mendukung. Solusi yang selama ini diterapkan, yaitu dengancara melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran terlebih dahulu seperti RPP, silabus, prosem danprota serta media pembelajaran yang akan digunakan.Kata Kunci: Inovasi, Strategi Pembelajaran, Al’Quran Hadis

Page 1 of 2 | Total Record : 12