cover
Contact Name
Shabri Putra Wirman
Contact Email
shabri.pw@umri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.photon@umri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PHOTON
ISSN : 2087393x     EISSN : 25795953     DOI : -
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon" : 32 Documents clear
UJI pH DAN FISIS AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR Sudarto, -; Retnawaty, Sri Fitria; Fitri, Yulia; Suroso, Aji
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.56 KB)

Abstract

Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan tempat yang praktis untuk melakukan pengisian air minum. Pada saat ini di Kecamatan Tapung telah banyak berdiri usaha pengisian air minum isi ulang. Sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan di Kecamatan Tapung terdapat 30 DAMIU. Untuk mengetahui karakter fisis dan pH dari air pada DAMIU tersebut maka perlu dilakukan uji fisis dan pH. Parameter fisis yang diuji yaitu viskositas, massa jenis, Total Padatan Terlarut (TPT), salinitas, konduktivitas listrik, resistivitas, dan Oxidation Reduction Potential (ORP). Hasil pengujian menunjukkan jika hanya terdapat beberapa depot (DAMIU) yang memiliki nilai pH sesuai dengan standar PERMENKES yaitu depot 2, 3, 7 dan 23 dari 30 depot yang diuji. Dan untuk depot lain nilai pH berada di bawah standar PERMENKES yaitu 6,5 - 8,5 sehingga bersifat asam. Sedangkan untuk hasil dari uji fisis (Massa Jenis dan TDS), seluruh depot memenuhi standar PERMENKES. Sedangkan hasil uji fisis lainnya yaitu viskositas, ORP, Salinitas, Konduktivitas dan Resistivitas memiliki nilai yang sama dengan nilai air yang digunakan sebagai standar (acuan). Dari hasil penelitian secara umum DAMIU di Kecamatan Tapung memiliki karakteristik fisis yang sama dengan sir standar (acuan) dan memenuhi standar PERMENKES.
KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS TAHUN 2011-2012 DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU KN, Tri Siwi; Norlita, Wiwik; R, Novita
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.426 KB)

Abstract

Penderita Tubekulosis pada saat ini sangat banyak terjadi pada usia dewasa khususnya pada usia 21-45 tahun. Penderita tuberkulosis di Asia Tenggara dilaporkan sebanyak 35 persen. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Myobacterium tuberculosis, yang dapat ditularkan melalui percikan dahak (droplet) dari penderita TBC kepada individu lain yang rentan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2011-2012 Pekanbaru. Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel total sampling berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya dengan jumlah 60 sampel. Teknik pengumpulan data adalah lembaran Check List dan analisa data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian secara umum yaitu karakteristik penderita tuberkulosis di Puskesmas Harapan Raya tahun 2011-2012 Pekanbaru menunjukan bahwa karakteristik penderita tuberkulosis berdasarkan usia tahun 2011-2012 adalah mayoritas berada pada usia dewasa (21-45 tahun) sebanyak 34 responden (56,67%). Berdasarkan jenis kelamin tahun 2011-2012 adalah mayoritas laki-laki sebanyak 44 responden (73,33%). Berdasarkan hasil pemeriksaan BTA mayoritas adalah positif 3+ sebanyak 22 responden (36,67%).
UJI FISIS DAN pH MANISAN AIR BUAH KOLANG – KALING Tusiyem, -; Retnawaty, Sri Fitria; Wirman, Shabri Putra
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.609 KB)

Abstract

Kolang-kaling merupakan salah satu produk yang berasal dari sebuah pohon yang bernama aren. Kolang-kaling dapat dimanfaatkan untuk bahan aneka makanan dan minuman, kandungan seratnya juga baik untuk kesehatan. Dan biasanya kolang-kaling diolah menjadi jenis makanan basah, yaitu manisan kolang-kaling. Akan tetapi manisan yang baik dan dapat diterima konsumen perlu dipertimbangkan tekstur, rasa, warna dan aroma serta kadar gizi yang tinggi. Pada penelitian ini manisan kolang-kaling ditambahkan dengan berbagai jumlah konsentrasi pemanis buatan. Kemudian dilakukan uji pH dan uji fisis dengan parameter berupa Oxidation Reduction Potential (ORP), Massa Jenis, Viskositas, Salinitas, Total Disolve Solid (TDS), Konduktivitas, Resistivitas dan uji rasa pada manisan basah kolang kaling. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan jika hasil uji fisis, yaitu ORP dan konduktivitas terbaik terdapat pada sampel manisan kolang-kaling dengan variasi 1 kg kolang –kaling, 1 kg gula, 2 gram pemanis buatan, 1 gram pewarna dan air 1 liter. Kemudian untuk hasil uji fisis lainyya yaitu massa jenis, viskositas, TDS dan resistivitas terbaikterdapat pada sampel manisan tanpa penambahan pemanis buatan dengan variasi 1 kg kolang –kaling, 1 kg gula, 1 gram pewarna dan air 1 liter. Sedangkan pada uji pH, penambahan pemanis buatan tidak mempengaruhi nilai pH dari manisan kolang-kaling, dimana nilai pH cenderung sama pada semua sampel dan setiap penyimpanan.
UJI KARAKTERISTIK FISIS, pH DAN ORGANOLEPTIK PADA MINYAK JELANTAH DENGAN PENAMBAHAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) Misrawati, -; Retnawaty, Sri Fitria; Fitri, Yulia
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.669 KB)

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Meningkatnya harga minyak goreng dikalangan masyarakat dengan perekonomian rendah, merupakan salah satu faktor penyebab pemakaian minyak goreng berulang kali (minyak jelantah). Penggunaan minyak jelantah secara berulang kali dapat membahayakan kesehatan, seperti keracunan, diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, kanker dan lain-lain. Telah dilakukan penelitian uji karakteristik fisis, pH dan organoleptik pada minyak jelantah dengan penambahan buah mengkudu blender dan potong. Parameter yang diukur adalah uji fisis (viskositas, massa jenis, ORP, konduktivitas listrik, resistivitas), pH dan organoleptik (bau dan rasa). Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk uji fisis pada minyak jelantah yang ditambah mengkudu potong dan blender, memiliki karakteristik fisis yang tidak jauh berbeda. Akan tetapi, untuk uji pH terdapat satu jenis sampel, penambahan buah mengkudu potong dengan massa 75 gram memiliki nilai pH yang lebih tinggi dari pada sampel minyak murni dan sampel minyak jelantah, mungkin disebabkan oleh pengaruh suhu pada saat pengambilan sampel. Untuk hasil uji organoleptik, minyak jelantah yang ditambahkan dengan mengkudu potong cenderung lebih disukai dari pada mengkudu blender.
UJI pH, KARAKTER FISIK DAN ORGANOLEPTIK PADA MANISAN BUAH MANGGA UDANG Hasanah, Uswatun; Hasanah, Uswatun; Wirman, Shabri Putra; Retnawaty, Sri Fitria; Suroso, Aji
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.368 KB)

Abstract

Buah mangga udang adalah salah satu varietas mangga yang merupakan buah musiman dengan rasa relatif lebih asam dibanding buah mangga jenis lain. Salah satu olahan mangga udang adalah manisan yang diawetkan menggunakan gula atau pemanis buatan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui uji pH, karakteristik fisis dan organoleptik (rasa) manisan buah mangga udang dengan penambahan pemanis buatan. Uji karakteristik fisis berupa massa jenis, viskositas, Oxidation Reduction Potential (ORP), Total Disolve Solid (TDS), Salinitas, Konduktivitas, Resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH terbaik terdapat pada sampel tanpa penambahan pemanis buatan yaitu 3,75. Dan pada hasil uji fisis, penambahan pemanis buatan mempengaruhi nilai massa jenis, ORP, dan konduktivitas, dengan masing-masing nilai 1202 kg/m3, 187 Mv dan 376 Ohm. Kemudian untuk hasil uji rasa, smpel dengan penambahan pemanis buatan tidak disukai oleh para panelis.
UJI pH DAN KARAKTER FISIS PADA AIR MANISAN BUAH SALAK SIDEMPUAN (Salacca sumatrana) Sumiati, -; Suroso, Aji; Wirman, Shabri Putra; Retnawaty, Sri Fitria
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.368 KB)

Abstract

Salak merupakan salah satu jenis tanaman dengan buah yang dapat dimakan dan merupakan tanaman asli Indonesia. Salah satu jenis makanan yang dapat dibuat dengan salak adalah manisan. Akan tetapi manisan salak yang tersedia di zaman yang serba modern ini, dalam proses pembuatannya sering ditambahkan dengan asam benzoat. Maka dari itu perlu diteliti mengenai kualitas dari manisan salak tersebut. Penlitian yang dilakukan yaitu pada karakteristik fisis dan pH dari air manisan buah salak, dengan membandingkan berbagai jenis manisan salak yang divariasikan pada penambahan jumlah asam benzoat. Parameter yang digunakan pada uji fisis yaitu berupa Viskositas, Total Padatan Terlarut (TPT), massa jenis, Konduktivitas, Resistivitas, Oxidation Reduction Potential (ORP), Salinitas, dan uji rasa. Dan hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan jika variasi sampel 1 kg salak, 0,5 kg gula, 1 gram asam benzoat dan 1,5 liter air, memiliki nili pH fisis (konduktivitas dan ORP) terbaik. Dan untuk nilai viskositas dan resistivitas terbaik terdapat pada sampel dengan variasi sampel tanpa penambahan asam benozoat yaitu 1 kg salak, 0,5 kg gula, 1 gram asam benzoat dan 1,5 liter air.
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP JUMLAH EKSTRAK DAN DAYA ANTIFUNGI DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP JAMUR TRYCHOPHYTON SP Octarya, Zona; Saputra, Robi
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.345 KB)

Abstract

Ketepeng cina ( Cassia alata L. ) berasal dari daerah tropik Amerika dan biasanya hidup pada dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap jumlah ekstrak dan daya antifungi dari ekstrak daun ketepeng cina terhadap jamur Trychophyton sp.. Telah dilakukan penelitian yang meliputi pembuatan serbuk simplisia, skrining fitokimia, ekstraksi serbuk simplisia, dan uji aktivitas antifungi ekstrak daun ketepeng cina. Skrining fitokimia serbuk simplisia menunjukkan bahwa serbuk daun ketepeng cina mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, antrakuinon, saponin dan tanin. Ekstraksi serbuk daun ketepeng cina dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 70%, n-heksana dan aquades. Metode difusi agar dilakukan untuk mengetahui ekstrak terbaik serbuk daun ketepeng cina terhadap penghambatan pertumbuhan jamur Trychophyton mentagrophytes dengan meneteskan ekstrak dan sebagai pembanding digunakan antibiotik ketokonazol 2% dan kontrol negatif berupa pelarut. Hasil uji aktivitas antifungi menunjukkan ekstrak etanol daun ketepeng memberikan diameter zona bening yang paling besar dibandingkan dengan ekstrak n-heksana dan aquades dengan ukuran diameter zona bening rata-rata 20,06 mm.
UJI pH DAN KARAKTER FISIK KUALITAS AIR DI PEMUKIMAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) NAGA SAKTI TAPUNG HILIR Lestari, Endang Susi; Wirman, Shabri Putra; Febriani, Noni; Suroso, Aji
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.386 KB)

Abstract

Water is the source of life for all living beings on this earth. Some sources of water for daily needs comes from shallow wells, artesian wells, springs, surface water and rain water collection. The Naga Sakti cottage settlements is one of the settlements adjacent to the Palm Oil Mill (POM) in the district of Lower Tapung Riau Kampar district, and the location of settlements in the area of oil palm plantations. Water produced from wells on the settlement sometimes colored and taste. therefore necessary to test the water pH and physical to determine whether the water in the wells meet the Ministry of Health of the Republic of Indonesia Number: 416/MENKES/PER/IX/1990 about water quality requirements with a pH test and physical parameters that include viscosity, Total Dissolved solids (TDS), Density, conductivity, Oxidation Reduction Potential (ORP), resistivity, salinity, and taste test. Water quality testing was conducted at a radius of 4 km to 8 km from the MCC. From the results of the pH test has been done, there are three that are close to the standard radius PERMENKES ie a radius of 4, 5 and 6 miles. As for the 8 km radius pH values far below the standard Permenkes at pH test. Then to test all the physical radius PERMENKES already meet the standards , in the form of test viscosity, density, ORP, TDS, salinity, conductivity, resistivit , and flavor .
OPTIMASI pH AWAL DAN PENAMBAHAN ELEKTROLIT GARAM DALAM PENGOLAHAN LIMBAH SURFAKTAN SECARA ELEKTROKOAGULASI Yusbarina, -
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.772 KB)

Abstract

Elektrokoagulasi adalah salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengolah air limbah. Keefektifannya sangat dipengaruhi oleh parameter operasional. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk optimasi parameter operasional yaitu pH awal dan penambahan elektrolit garam dalam pengolahan limbah surfaktan secara elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi dilakukan dengan sistem batch dengan menggunakan limbah simulasi sodium dodesil sulfat (SDS) pada kondisi operasional: konsentrasi SDS 200 mgL-1, kerapatan arus 50 A/m2 dan waktu elektrolisis 60 menit. Aluminium digunakan sebagai bahan elektroda. Variasi pH awal yang dilakukan adalah 2, 4, 6, 8 dan 10. Variasi elektrolit adalah NaCl, Na2SO4, dan tanpa penambahan elektrolit garam. Pengolahan limbah surfaktan dengan elektrokoagulasi efektif pada pH awal 4 dan tanpa penambahan elektrolit garam dengan % penurunan kadar surfaktan sebesar 94,04%.
PENGGUNAAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmani) UNTUK MENGATASI KETENGIKAN PADA MINYAK KELAPA SECARA TRADISIONAL Kadir, -; Wirman, Shabri Putra; Retnawaty, Sri Fitria; Suroso, Aji
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.632 KB)

Abstract

Coconut oil is an oil produced from coconuts. Based on the high levels of saturated fatty acids and lauric acid (anti-microbial) makes coconut oil as an oil that has the highest quality of other oils. But if oil is stored in a long time it will cause rancidity. Rancidity can be caused by several factors such as oxidation and hydrolysis reactions. One way to overcome this is to add antioxidant rancidity. Antioxidants can be found in everyday life, such as the onion, cloves, betel leaf and cinnamon. In this study using cinnamon oil as an antioxidant and pH were tested for physical parameters such as viscosity, Density, conductivity, resistivity, and the smell test. The results of the pH test and demonstrate physical if cinnamon can prevent oil from rancidity based on the length of storage. And the addition of cinnamon to a maximum of 8 grams are in 50 ml of coconut oil has a pH value, Viscosity, Density, conductivity, resistivity, and the test odors better than the other samples.

Page 1 of 4 | Total Record : 32


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 2 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 1 (2024): Journal Photon Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Photon Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Photon Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Photon Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon More Issue