cover
Contact Name
NUANSA : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Contact Email
jurnal.stkipalamindpu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@stkip-al-amin-dompu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
NUANSA
Published by STKIP Al-Amin Dompu
ISSN : 22524975     EISSN : 26227665     DOI : -
Core Subject : Education,
Nuansa: Jurnal ilmiah pendidikan berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan, inovasi-inovasi pendidikan, dan pemikiran pendidikan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 4 No 2 (2016): September 2015-Februari 2016" : 4 Documents clear
Efektivitas Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 4 Manggelewa Haris, Abdul
NUANSA Vol 4 No 2 (2016): September 2015-Februari 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran interaktif setting kooperatif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII semester Genap di SMP Negeri 4 Manggelewa tahun pelajaran 2013/2014 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan metode Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) adalah 83,93 dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional adalah 72,61. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Dari hasil perhitungan t-test, diperoleh bahwa t-hitung = 6,123 dan t-tabel = 1,99 dengan taraf nyata sebesar 5%. Jika t-hitung > t-tabel, maka Ha diterima artinya penggunaan metode pembelajaran interaktif setting kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII semester Genap di SMP Negeri 4 Manggelewa dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan metode konvensional. Berdasarkan rata-rata nilai akhir penelitian dan perhitungan t-test maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif setting kooperatif berpengaruh signifikan terhadap hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII semester Genap di SMP Negeri 4 Manggelewa
Pengaruh Aktivitas Masyarakat Pesisir Bagi Keberlangsungan Terumbu Karang sebagai Habitat Asli Ekosistem Laut Di Kawasan Desa Sandue Kec. Sanggar Kab. Bima Ardiansyah, Ardiansyah
NUANSA Vol 4 No 2 (2016): September 2015-Februari 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologi: istilah yang sering digunakan untuk menyebut suatu masalah menyangkut gangguan ekosistem. Masalah lingkungan global saat ini ditandai oleh pencemaran yang terjadi hampir diseluruh dunia. Perubahan tingkat pertumbuhan penduduk seiring dengan perkembangan ekonomi. Jika penduduk bertambah maka eksplorasi sumber daya meningkat. Pada akhir abad ke 20, penduduk bumi sudah bertambah lebih dari tiga kali lipat, dan gross world product menjadi sekitar 20 kali.Konsumsi minyak bumi menjadi lebih dari 10 kali lipat, dan penggunaan energi lebih dari 15 kali penggunaan awal abad ini. Hal ini berdampak pada lingkungan hidup (ABC environment). Indonesia memiliki kurang lebih 50.000 km2 ekosistem terumbu karang yang tersebar di seluruh wilayah pesisir dan lautan. Terumbu karang mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, pelindung fisik, tempat pemijahan, tempat bermain dan asuhan berbagai biota; terumbu karang juga menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis hasil perikanan, batu karang untuk konstruksi. Dari segi estetika, terumbu karang dapat menampilkan pemandangan yang sangat indah. Upaya pemanfaatan sumber daya alam yang lestari dengan melibatkan masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat Pesisir Desa Sandue terlibat langsung dalam sektor ekonomi seperti pelayanan pada penjualan suvenir, makanan kecil, Desa Sandue Memiliki Kurang Lebih 100 M2 ekosistem terumbu karang yang tersebar wilayah pesisir dan lautan. Ekosistem dan Terumbu Karang Perairan Laut Desa Sandue Kec. Sanggar Kab. Bima yang dijumpai cukup parah dengan jenis Karang Acropora branching telah mati akibat patahan sebesar 20%, Coral massive 10% masih terjaga. Jenis karang Acropora di kawasan laut desa sandue yang masih terjaga mencapai ± 50 spesies dari total 94 jenis atau mencapai 70 persen karang Acropora yang ada di Indonesia. Sementara, jenis karang Millepora, ditemukan ± 40 jenis dari total 43 jenis yang ada di desa Sandue atau sekitar 90% tersebar di perairan Indonesia yang masih terjaga. Jenis karang Siderastrea Sidereal dengan rata – rata kedalaman habitat 7-14 m, jumlah spesies ± 60 spesies yang masih terjaga. Sedangkan jenis karang Montipora sebanyak ± 45 spesies yang masih terjaga, dan jenis karang Famili Fungidae sebanyak ± 41 spesies yang masih terjaga dengan rata-rata kedalaman habitat ± 7-14 m. Jenis-jenis Terumbu Karang Laut di Kawasan Desa Sandue Kecamatan Sanggar yang perlu kita jaga bersama demi keberlangsungan ekosistem laut yang setiap tahunnya terus berkurang tampa kita sadari bersama.
Peran orang tua dalam memotivasi anak tentang pengalaman agama di MI. Al-Kautsar Ranggo Firmansyah, Firmansyah
NUANSA Vol 4 No 2 (2016): September 2015-Februari 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, (Field Reseach) dengan metode deskriptif, dengan objek mengambil latar di MI. Al-Kautsar Ranggo. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengalaman beragama di lingkungan sekolah pada siswa MI. Al-Kautsar Ranggo mendeskripsikan peranan orang tua dalam memotivasi anak melakukan pengalaman beragama pada siswa MI. Al-Kautsar Ranggo dan mendeskripsikan faktor penghambat orang tua dalam memotivasi anak melakukan pengalaman beragama pada siswa MI. Al-Kautsar Ranggo. Hasil penelitian ini dalam menerapkan pengalaman beragama di lingkungan sekolah pada siswa MI. Al-Kautsar Ranggo cukup baik dan efektif. pengalaman beragama di lingkungan sekolah meliputi simbol-simbol keislaman yakni: pakaian, baik guru maupun murid untuk berbusana muslim, tata ruang, gambar-gambar dan kaligrafi tulisan ayat-ayat Al-Qur’an. Upaya lain dengan pembinaan kehidupan beragama pada siswa adalah penciptaan suasana keagamaan berupa kegiatan membiasakan do’a bersama ketika memulai dan sesudah selesai belajar mengajar, melaksanakan sholat Duha berjama’ah, peringatan hari-hari besar Islam, dan kegiatan semarak bulan Ramadhan. Peranan orang tua dalam memotivasi anak melakukan pengalaman beragama pada siswa MI. Al-Kautsar Ranggo yaitu Memotivasi anak untuk sadar akan kewajiban beragama, Keteladanan Orang Tua, Ajakan Secara Langsung, Teguran  dan Pujian/hadiah. Faktor penghambat orang tua dalam memotivasi anak melakukan pengalaman beragama pada siswa MI. Al-Kautsar Ranggo yaitu Pengetahuan agama yang kurang, Suka melawan, Anak terlalu manja, Keharmonisan keluarga, Waktu bersama keluarga, Pengaruh teman bermain
Pendidikan Berbasis Ketauhidan Amin, Muhammad
NUANSA Vol 4 No 2 (2016): September 2015-Februari 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa dekade terakhir sampai pada abad millennium ini, kita bisa melihat betapa pendidikan di Indonesia seperti “mati suri” akan nilai-nilai yang menjadi budaya bangsa timur yang cenderung untuk mengedepankan nilai-nilai moralitas, etika masyarakat yang berbudi luhur, serta menjunjung tinggi nilai-nilai dari agama (religius) sesuai dengan jati diri dan kepribadian bangsa. Kita bisa melihat pada akhir-akhir ini para generasi muda, khususnya para pelajar yang sedang terjangkiti penyakit “dekadensi moral” seperti kekerasan atau tawuran antar pelajaran, pemerkosaan, hamil diluar nikah, pengunaan obat terlarang, minum-minuman keras, perkelahian dan lain sebagainya seolah-olah sudah menjadi hal yang biasa. Hal inilah menjadikan bangsa Indonesia pada hari ini terasa seperti tercerabut dari akar budaya bangsa sendiri. Hakekat dari sebuah tujuan pendidikan Islam sebenarnya adalah proses sesuatu yang terikat oleh nilai-nilai ketuhanan (teistik) atau ketauhidan. Karena itu, pemaknaan pendidikan merupakan perpaduan antara keunggulan spiritual dengan cultural. Dengan demikian, budaya akan berkembang dengan berlandaskan nilai-nilai agama, yang mana pada gilirannya akan melahirkan hasil cipta, karya, rasa dan karsa manusia yang sadar akan nilai-nilai ilahiah (keimanan-ketauhidan).

Page 1 of 1 | Total Record : 4