cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2011): June" : 10 Documents clear
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PULAU SIBERUT KABUPATEN MENTAWAI SUMATERA BARAT (Studi Pada Pengelolaan Wilayah Pesisir) Sarni, Reni
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.656 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.222

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis kesesuaian lahan dengan menggunakan SistemInformasi Geografis (SIG) untuk 5 jenis peruntukan lahan yaitu: (i) kawasan pemukiman (ii)kawasan pertanian (iii) kawasan konservasi. (iv) kawasan pariwisata (v) kawasan budidayarumput laut.
PENGARUH JARAK ALUR DAN PEMECAHAN HARD PAN DENGAN BAJAK CHISEL TERHADAP PRODUKSI KEDELAI (Glicine max L. Merr ) PASCA PADI Endah Lisarini Nurdi Ibnu Wibowo
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.524 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.223

Abstract

Percobaan lapangan dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak alur dan pemecahan hard pandengan bajak chisel terhadap produksi kedelai yang ditanam pada lahan sawah pasca padi.Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial dengan faktor pertama kedalamanchiseling, dan jarak alur chiseling sebagai faktor kedua. Perlakuan kedalaman chiseling : tanpachiseling (D0), tidak sampai hard pan (D1), sampai di bawah hard pan (D2). Perlakuan jarakalur chiseling: 20 cm (J1), 40 cm (J2), 60 cm (J3), 80 cm (J4). Parameter yang diamati : kadarlengas tanah, tahanan penetrasi, penyebaran akar, bobot tanaman bagian atas dan produksikedelai.Hasil percobaan perlakuan chiseling sampai di bawah hard pan (D2) dapat menurunkantahanan penetrasi dan memperbaiki kadar lengas tanah sehingga memberikan pengaruh terbaikpada tanaman kedelai. Jarak alur 60 cm (J3) atau jarak tanam 40 cm x 10 cm memberikanhasil tertinggi produksi kedelai atau 71,5% lebih tinggi dari cara petani dengan jarak tanam 20cm x 30 cm.
Effect of Chitosan on Morphological Change Of Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby Paristiyanti Nurwardani
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.536 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.218

Abstract

Worldwide, postharvest losseshave been estimated at 50% andmuch of this is due to fungal andbacterial infection. One of theimportant funguses that attack thepostharvest product is fungusColletotrichum capsici (Sydow)Butler & Bisby. This funguscaused anthracnose disease (Figure1 and 2).The symptom of anthracnose isblack lesion, usually sunken causedby imperfect fungi that produceconidia in ecervuli. Conidia areborne on acervuli, witch areerumpent, cushion-like masses ofconidiophores. The conidia arehyaline, one celled, avoid tooblong. The mycelium ofpathogen is septate , inter-andintracellular. Acervuli and stromain the stem are hemispherical and70-120 μ in diameter. Setae arescattered and dark brown. Thetips are light brown and severalseptate and up to 150 μ in length.Conidiophores are aseptate andunbranched. Conidia in massappear light pinkish in color.Conidia are borne singly at the tipsof the conidiophores. Individuallythey are hyaline, unicellular andcaved with narrowed ends. Thesemeasure 7-28 x 3-4 μ. This is thecharacteristic oil globule in thecenter of each conidium. Conidiagerminate in water within fourhours. The germ tube soon formsan appressorium (Mehrorta, 1980).
RESPON PERTUMBUHAN AKAR DAN TUNAS MAWAR MINI POT (Rosa chinensis Jacq) TERHADAP POSISI STEK BATANG DAN KONSENTRASI ZPT ROOTON F Wina Vitriawati Endah Lisarini
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.313 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.224

Abstract

Percobaan di rumah plastik dilakukan untuk mengkaji respon pertumbuhan akar dan tunasmawar mini pot (Rosa chinensis Jacq) terhadap posisi stek batang dan konsentrasi ZPT Rooton F.Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompokpola faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Posisi stek yaitu batang bagian bawah (B1),batang bagian tengah (B2), batang bagian atas (B3) sebagai faktor pertama, dan faktor keduanyaadalah konsentrasi ZPT Rooton F, terdiri dari: 0 gr/50 ml (Z1), 5 gr/50 ml (Z2), 10 gr/50ml (Z3), 15 gr/50 ml (Z4). Percobaan dilakukan untuk masa pengakaran pada bak mediapengakaran dan masa pembesaran bibit di media polybag. Parameter yang diamati meliputi bagianatas tanaman yaitu: jumlah tunas yang tumbuh, jumlah daun per tunas, jumlah tanaman hidup.Parameter bagian bawah tanaman meliputi jumlah stek yang berakar, panjang akar dan jumlahakar. Hasil penelitian menunjukkan posisi batang bagian atas (B3) dengan konsentrasi Rooton F5 – 10 gr/50 ml memberikan hasil pertumbuhan terbaik pada jumlah akar, jumlah tanamanhidup dan tinggi tanaman. Posisi batang bagian tengah konsentrasi 5 gr/50 ml menunjukkanpertumbuhan tertinggi terhadap jumlah cabang , dengan konsentrasi 0 gr/50 ml pada jumlah daundan jumlah tunas yang tumbuh dengan konsentrasi 5 gr/50 ml. Posisi batang bagian bawahmenunjukkan pertumbuhan tertinggi pada jumlah daun per tunas (konsentrasi 0 gr/50 ml),panjang tunas (konsentrasi 5 gr/50 ml), jumlah stek yang berakar (konsentrasi 0 gr/ 50 ml) danpanjang akar (konsentrasi 0 gr/50 ml).
MODEL PERTUMBUHAN IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus Linnaeus, 1758) DI PALABUHANRATU, JAWA BARAT Yahya Ahmad
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.895 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.219

Abstract

Sebanyak 4737 ikan digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan umur danpertumbuhan ikan layur, Trichiurus lepturus dengan menggunakan analisis distribusi frekuensipanjang. Sampel ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Palabuhanratu, Sukabumi.Hubungan panjang berat ikan menunjukkan pola pertumbuhan allometrik, W 2 10 4TL3.2428   (jantan), 4 3.6664 W 10 TL   (betina), dan 4 3.2895 W 2 10 TL    (gabungan jantan dan betina). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa umur ikan layur mencapai delapan tahun dengan modelpertumbuhan digambarkan dengan model exponensial dari von Bertalanfy   0.13( ) 125.15 1 ttl e   .Laju pertumbuhan sesaat terbesar terjadi pada tahun pertama, yaitu sebesar 13.94 cm per tahun.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK SP36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Misran & Widya Sari
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.971 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.225

Abstract

Percobaan pengaruh pemberian pupuk SP36 pada pertumbuhan dan produksi kacang hijau(Vigna radiata L.) dilakukan di lahan persawahan Sitiung, Sawah Lunto Sijunjung, SumateraBarat, sejak bulan Agustus sampai Oktober 2004. Tujuan dari percobaan ini adalah untukmenemukan dosis perlakuan SP36 yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi kacang hijau.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan tingkat pemberianSP36 yaitu : 0 , 25 , 50 , 75 , 100 , 125 dan 150 kg/ha dengan 3 ulangan. Galur yangdigunakan adalah kacang hijau nomor 129, yang ditanam 2 biji perlubang, dengan jarak tanam40 x 20 cm. Pupuk dasar yang digunakan adalah Urea 50 kg/ha dan KCl 50 kg, yangdiberikan bersamaan dengan SP36. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan 100 kgSP36/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi.
EFEKTIFITAS KHITOSAN TERHADAP INTENSITAS SERANGAN Colletotrichum capsici PADA BUAH CABAI PASCAPANEN Paristiyanti Nurwardani
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.045 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.220

Abstract

Effect of Chitosan to control Colletotrichum capsici on chili fruits in post harvest period wasinvestigated. Chitosan is an anti-fungi from crab or shrimp shells. Chitosan is a poly-cation polyglucosamine(the one component of fungi cell wall). The author investigated Anthracnose disease(%) and relative inhibition of anthracnose disease measured by scoring from AVRDC. Sprayingchitosan on chili fruit (harvesting time) covered the surface of chili from external factors including C.capsici . Other research investigated that chitosan inhibited conidia germination, conidiadevelopment and destroyed cell wall of hyphae of C. capsici. Chitosan layer on chili fruits surfaceinhibited penetration process by C. capsici. Effect chitosan on relative inhibition of anthracnosedisease from all treatments of chitosan were significant with control (P≤ 0.05). Chitosan 0.75%was the optimal concentration to inhibit anthracnose disease on chili fruits in post harvest period.Chitosan is a physically barrier and an antifungal for C. capsici. Chitosane 0.75% inhibitedanthracnose disease 97.58%. The mechanism of chitosane may offer the better strategy in post
PENGARUH KADAR L-ASCORBYL-2-PHOSPHATE MAGNESIUM YANG BERBEDA SEBAGAI SUMBER VITAMIN C DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) UKURAN SEJARI Bayu Abimanyu Dewantara & Melissa Syamsiah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.375 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan L-Ascorbyl-2-PhosphateMagnesium (L-AP-Mg) sebagai sumber Vitamin C dalam pakan dengan kadar yang berbedasehingga diperoleh dosis optimum bagi pertumbuhan ikan patin (Pangasius hypophthalmus)ukuran sejari. Ikan yang digunakan sebagai bahan penelitian adalah ikan patin yang memilikibobot rata-rata 5,00 + 0,11 g. Pakan yang diberikan berupa pellet kering dengan kandunganprotein 40% dengan rasio C/P 8 kkal DE/g protein. Perlakuan penambahan L-AP-Mg(bahan aktif 46%) yang diberikan sebanyak 5 buah dengan kandungan yang berbeda-beda tiapkomposisi pakannya. Dosis L-AP-Mg pada pakan 1, 2, 3, 4 dan 5 yang diberikan, masingmasingsebesar 0, 25, 50, 75 dan 100 mg/kg. Untuk mengetahui laju pertumbuhan dilakukansampling setiap 10 hari sekali selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanyapeningkatan laju pertumbuhan harian(LPH), efisiensi pakan(EP), retensi protein (RP), retensilemak (RL) dan kadar vitamin C ikan dengan semakin tingginya kadar L-AP-Mg dalampakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan yang diberi penambahan LAP-Mg dalam pakan lebih tinggi dibandingkan dengan ikan yang tidak diberi penambahan LAP-Mg dalam pakannya. Penambahan L-AP-Mg 100 mg/kg pakan menghasilkanpertumbuhan ikan patin ukuran sejari tertinggi pada penelitian ini.
Kutu Kebul (Homoptera : Aleyrodidae) pada Tanaman Cabai, Tomat dan Kedelai di Bogor, Cianjur dan Sukabumi Yuliani ,
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.164 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.221

Abstract

Kutu kebul (Hemiptera : Aleyrodidae) dapat menyebabkan kerusakan langsung dantidak langsung pada tanaman. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengidentifikasispesies kutu kebul, mengetahui tingkat populasinya dan kejadian penyakit virus yang ditularkanoleh Bemisia tabaci sehingga diperoleh informasi yang membantu keberhasilan tindakanpengendalian.Dari hasil penelitian ini diperoleh empat spesies kutu kebul yang menyerang tanamancabai, tomat dan kedelai di Bogor, Cianjur dan Sukabumi, yaitu : Bemisia tabaci, Aleurodicusdispersus, Trialeurodes vaporariorum dan Dialeurodes sp.Semakin tinggi tingkat populasi B. tabaci semakin tinggi pula tingkat kejadianpenyakit virus. Semakin tua umur tanaman, populasi B.tabaci menurun namun tingkat kejadianpenyakit virus yang telah ditularkan oleh B. tabaci ini tetap terus meningkat.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA MANAJERIAL M. YAHYA AHMAD,
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.213 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.251

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan hubungan sebab akibat dari variabel budaya organisasiterhadap kinerja manajerial di dalam tatanan organisasi bisnis perdagangan eceran. Enamvariabel yang berhubungan dengan budaya organisasi (orientasi hubungan kemanusiaan, orientasipersaingan, orientasi pelanggan, orientasi pesaing, koordinasi lintas fungsional dan komitmenorganisasi dilibatkan dalam penelitian ini untuk diestimasi pengaruhnya terhadap kinerjamanajerial. Dengan menggunakan pendekatan model struktural dari LISREL 8.3,penelitian ini berhasil membuktikan tujuh dari sembilan hipotesis yang diajukan.Sebanyak dua hipotesis tidak mendapat dukungan dari data, yaitu : pengaruh pengaruhkoordinasi lintas fungsional terhadap kinerja manajerial dan pengaruh komitmenorganisasi terhadap orientasi terhadap pesaing. Analisis lebih lanjut diarahkan kepadabesarnya pengaruh total dari variabel independen kepada variabel dependen, masingmasingsecara berurutan adalah budaya persaingan, budaya hubungan kemanusiaan dankomitmen organisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10