cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2011): December" : 9 Documents clear
EFEKTIFITAS PEMILIHAN METODE DALAM PENYULUHAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI DESA MEKARSARI KECAMATAN AGRABINTA KAB. CIANJUR Malia, Rosda; Malihah, Siti
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.664

Abstract

      Kecamatan Agrabinta merupakan salah satu kecamatan yang dijadikan sentra produksi sapi potong. Kegiatan penyuluh peternakan sapi potong di Kecamatan Agrabinta belum banyak dikaji oleh kalangan akademisi . Tujuan penelitian untuk mengetahui metode yang dipilih dalam penyuluhan peternakan sapi potong serta mengetahui efektifitas pemilihan metode penyuluhan tersebut. Penelitian dilakukan di Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur, pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2009. Responden sebanyak 30 orang peternak sapi potong. Data hasil penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode yang digunakan dalam penyuluhan tersebut adalah metode demplot, ceramah, kunjungan rumah dan diskusi, (2) hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan ternak sapi potong membuktikan pemilihan metode penyuluhan cukup efektif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISWA SEKOLAH LANJUTAN ATAS KABUPATEN CIANJUR UNTUK TERTARIK BERKULIAH DI UNIVERSITAS SURYAKANCANA Lisarini, Endah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.658

Abstract

STUDI PENDAHULUAN TENTANG ASPEK BIOLOGI KEONG MACAN (Babylonia spirata (L. 1758)) DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU M. Yahya Ahmad; Pianta ,
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.986 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.665

Abstract

     Penelitian ini berlangsung selama dua bulan dari bulan Nopember hingga Desember 2008. Dengan menggunakan perahu kincang dan bubu jodang berhasil tertangkap sebanyak 313 ekor keong macan (Babylonia spirata). Hasil pengukuran variabel panjang cangkang, diameter cangkang dan berat segar keong macan, menunjukkan nilai rerata masing-masing adalah sebagai berikut 35 + 6.4 mm, 23.2 + 4.7 mm dan 12.3 + 6.1 gram (mean + SD). Hubungan panjang cangkang dan diameter cangkang terhadap berat segar keong macan lebih sesuai menggunakan model exponensial dibandingkan dengan model pangkat. Model pertumbuhan panjang dan berat masing masing adalah   0.58 47.22 1 T tL e   and 0.4297 43.9455 649.0287 T tW e   Model pertumbuhan panjang menggunakan model exponensial von Bertalanffy, sedangkan model pertumbuhan berat menggunakan model logistik. Laju pertumbuhan, baik panjang (dL/dT) dan berat (dW/dT) dari keong macan menunjukkan pola yang berbeda. Laju pertumbuhan panjang yang awalnya tinggi kemudian menurun mendekat nol yang dikenal dengan pola exponential decay. Sedangkan laju pertumbuhan berat mencapai titik maksimum, yaitu 4.72 gram per tahun, pada tahun ke-enam dan selanjutnya menurun. 
EVALUASI TUJUAN KEMITRAAN PETANI KAKAO DENGAN PT. INTER GREEN ESTATE PERKEBUNAN LAYUNGSARI DI DESA CIKIDANG BAYABANG KECAMATAN MANDE KABUPATEN CIANJUR Rosda Malia; Tarno Sutarno
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.659

Abstract

   Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Salah satu upaya memberdayakan petani agar mampu menjadi pelaku agribisnis yang mandiri, handal dan tangguh dalam penerapan teknologi, menghasilkan produk yang bermutu sesuai dengan permintaan pasar diperlukan sistem dan pola kemitraan yang sinergi dalam suatu usahatani. Masing-masing petani kakao akan memiliki pola kemitraan sendiri sesuai dengan kharakteristik kegiatannya (Romdhon, 2003). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tujuan kemitraan yang dilakukan petani kakao serta pencapaiannya dan mengetahui tujuan kemitraan yang diinginkan petani kakao. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini : (1) tujuan kemitraan antara perusahaan PT. Inter Green Estate Perkebunan Layungsari dan petani kakao meliputi aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi dan manajemen ternyata belum berjalan dengan optimal sesuai dengan konsep atau teori tujuan kemitraan, (2) aspek teknologi dan ekonomi tujuan kemitraan yang diinginkan oleh petani kakao Desa Cikidang Bayabang Kec. Mande Kab. Cianjur.
Potensi Kijing (Pilsbryoconcha exilis, Lea) sebagai Biofilter Perairan di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat R. Selfi Nendris Sulistiawan
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.666

Abstract

    Sebagian besar jenis plankton di perairan Waduk Cirata juga terdapat dalam lambung kijing. Berdasarkan hal ini kijing mampu menyaring partikel-partikel makanan dalam air secara efektif. Peningkatan kedalaman disertai dengan penurunan pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan produksi kijing. Penurunan ini diduga karena ketersediaan oksigen yang semakin menurun dengan meningkatnya kedalaman.     Hasil uji statistika menunjukkan bahwa padat tebar memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan produksi kijing. Kedalaman memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan produksi kijing.
POTENSI SUMBER DAYA DAN ANALISIS USAHA TERNAK SAPI POTONG RAKYAT DENGAN INSEMINASI BUATAN DI DESA MEKARSARI KECAMATAN AGRABINTA KABUPATEN CIANJUR Johan Arifin; Dikdik Hermansyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.661

Abstract

    Penelitian inibertujuan untuk menganalisis peningkatan pendapatan petani dari budidaya sapi potong dengan inseminasi buatan. Penelitian dilaksanakan di Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur. Sampel diambil secara acak sebanyak 30 orang petani yang telah mekasanakan IB.    Hasil panelitian menunjukkan biaya dan pendapatan pada budidaya sapi potong dengan IB adalah Rp. 3.345.000,00 dan Rp. 5.600.00,00. Sehingga keuntungan yang didapat adalah Rp 2.255.000,00 dengan R/C ratio 1,67, Sedangkan budidaya sapi potong tanpa IB mempunyai R/C ratio 1,14.
MODEL FUNGSI PRODUKSI DAN ANALISA USAHA PADA PENANGKAPAN IKAN PANCING TONDA (TROLING LINE) DENGAN BANTUAN RUMPON DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Asep Suherlan; Engkus Kusnadi
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.496 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.667

Abstract

Hasil penelitian ini adalah; model fungsi produksi usaha penangkapan pancing tonda ada di PPN Palabuhanratu adalah sebagai berikut Y = 3.737 X3 2.4321 X4 3.0551 X5 0.5494 atau secara persamaan linier menjadi Log Y = 3.737 + 0.386 Log X3 + 0.485 Log X4 – 0.261 X5.Secara simultan faktor-faktor produksi yang ada pada penangkapan pancing tonda seperti: jumlah ABK (X1), pengalaman kerja ABK (X2), pengalaman kerja nakhoda (X3), biaya operasi penangkapan (X4), dan jarak setting terhadap posisi rumpon (X5), sangat berpengaruh signifikan terhadap produksi hasil tangkapan (Y) pada selang kepercayaan 95% (P-value (0.026) < 0.05). Akan tetapi secara parsial hanya faktor produksi pengalaman kerja nakhoda (X3), biaya operasi penangkapan (X4), dan jarak setting terhadap posisi rumpon (X5)yang berpengaruh signifikan terhadap produksi hasil tangkapan (Y) pada selang kepercayaan 90% (P-value < 0.10).Sehingga disarankan bahwa kegiatan usaha penangkapan pancing tonda dengan menggunakan rumpon laut dalam di PPN Palabuhanratu sudah layak untuk diteruskan dan dikembangkan ke arah yang lebih baik dan profesional.
Pengaruh Perendaman Benih Cabai dalam Berbagai Konsentrasi Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bibit Cabai Merah Varietas Gelora (Capsicum annum L.) Widya Sari; Robi Dani Paturahman
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.662

Abstract

   Penelitian tentang ”Pengaruh Perendaman Benih Cabai dalam Berbagai Konsentrasi Gibberelin Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bibit Cabai Merah Varietas Gelora” (Capsicum Annum L), dilakukan pada bulan februari 2009 sampai dengan maret 2009. Parameter yang diamati adalah : tinggi bibit, jumlah daun, berat basah bibit atas, berat kering bibit atas dan berat akar bibit cabai merah.    Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam kali perlakuan dan tiga kali ulangan, terdiri dari konsentrasi K= 0 ppm (kontrol), G1 = 50 ppm Gibberelin, G2 = 100 ppm Gibberelin, G3 = 150 ppm Gibberelin, G4 = 200 ppm Gibberelin dan G5 = 250 ppm Gibberelin.     Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, pemberian Gibberelin (GA3) pada tingkat konsentrasi 50 ppm memberikan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan tinggi dan jumlah daun tanaman. Serta mampu meningkatkan bobot basah bibit atas dan bobot kering bibit atas tanaman. Tetapi hasil sebaliknya diperoleh terhadap berat basah akar dan berat kering akar tanaman, dimana dengan pemberian giberelin justru menghambat perkembangan akar, sehingga nilai bobot basah akar dan bobot kering akar tanaman cenderung rendah. Jadi didapat kesimpulan bahwa Gibberelin dapat memacu pertumbuhan bagian atas tanaman seperti batang dan daun, tetapi sebaliknya pada bagian bawah tanaman justru menghambat pembentukan akar.
PENGARUH MEDIA PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI, PERKECAMBAHAN DAN VIGOSITAS BIBIT PEPAYA (Carica papaya L.) Endah Lisarini; Suwandi .
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.663

Abstract

Percobaan laboratorium dilanjutkan percobaan lapang dilakukan untuk mengkaji pengaruhmedia perendaman terhadap kecepatan pematahan dormansi, perkecambahan dan vigositas bibit papaya (Carica papaya L.) Rancangan perlakuan yang digunakan adalah non faktorial tujuh perlakuan perendaman yang diacak lengkap dan diulang tiga kali. Perlakuan perendaman meliputi : perendaman dalam air suhu 28°C selama 1 hari (P1), perendaman dalam air suhu 50°C selama 1 hari (P2), perendaman dalam air suhu 75°C selama 1 hari (P3), perendaman dalam KNO3 1% selama 1 hari (P4), perendaman dalam KNO3 1.5% selama 1 hari (P5), perendaman dalam KNO3 2% selama 1 hari (P6), perendaman dalam KNO3 2.5% selama 1 hari (P7). Perlakuan dicobakan pada dua kelompok biji papaya yaitu kelompok biji papaya masih berselaput dan kelompok biji papaya tidak berselaput. Parameter yang diukur adalah jumlah biji terbanyak minimal 70% berkecambah secara serempak (sebagai saat biji papaya terpatahkan dormansinya, daya berkecambah, tinggi bibit dan panjang akar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media perendaman dengan air bersuhu 50°C dan 75°C selama 1 hari baik terhadap kelompok biji papaya yang masih berselaput maupun yang sudah tidak berselaput, mempercepat berkecambahnya biji 1 – 2 hari lebih cepat dibandingkan air bersuhu normal (kontrol). Perendaman biji papaya dengan KNO3 konsentrasi 2,5% berkecambah 7 hari lebih cepat dibandingkan kontrol. Vigositas bibit tidak dipengaruhi oleh perlakuan perendaman apapun di atas terhadap dua kelompok biji papaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9