cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018): December" : 9 Documents clear
PENENTUAN FORMULASI OPTIMUM PEMBUATAN COOKIES DARI BEKATUL PADI PANDANWANGI DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TERIGU MENGGUNAKAN METODE RSM (Response Surface Method) Aliya Awaliyah, Riza Trihaditia &
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.868 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.494

Abstract

Bekatul merupakan hasil limbah dari padi yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkanmenjadi produk pangan. Maka dari itu melihat hal tersebut kiranya dapat dibuat sebuahproduk yang praktis, mudah dikonsumsi dan banyak diminati dalam bentuk biskuit yangberasal dari proses penambahan bekatul yang dicampur dengan tepung terigu, telur, gula danmargarine. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh formulasi bekatul dengantepung terigu terhadap mutu organoleptik cookies bekatul serta mengetahui respon optimumuji organoleptik cookies bekatul sebagai produk diversifikasi pangan. Data diolahmenggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan melibatkan 25 panelis biasa dan1 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yaitu meliputi tekstur, warna, aromadan rasa. Masing-masing panelis diberikan 4 sampel berbeda pada setiap formulasinya.Karakteristik untuk warna dan aroma yang diminati oleh panelis yaitu sampel F4 (Bekatul40% + Tepung terigu 60%) dengan nilai optimasi warna 1 sedangkan nilai optimasi aroma 3.Sementara untuk parameter sampel tekstur dan rasa yang diminati oleh panelis adalah sampelF2 (Bekatul 60% + Tepung terigu 40%) dengan nilai optimasi yaitu 1.
APLIKASI ASAP CAIR SUREN TERHADAP BAKTERI Xanhtomonas oryzae Pv. oryzae PENYEBAB HAWAR DAUN BAKTERI PADA PADI SECARA IN VITRO Melissa Syamsiah & Lilih Nurlailah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.231 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.485

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanamanpadi adalah mengendalikan penyakit secara terpadu. Asap cair suren merupakan suatu inovasibaru yang dapat digunakan karena bahan baku mudah didapat dan mudah dipergunakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi asap cair suren terhadapbakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae penyebab hawar daun bakteri pada padi secara in vitro.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7perlakuan setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Perlakuan dari penelitian ini yaitu Kontrol(kontrol negatif dengan aquades ), ACS A (asap cair suren dengan konsentrasi 6,25 %), ACSB (asap cair suren dengan konsentrasi 12,5 %), ACS C (asap cair suren dengan konsentrasi 25%), ACS D (asap cair suren dengan konsentrasi 50 %), ACS E (asap cair suren dengankonsentrasi 100 %), KF (kontrol positif dengan amoksisilin). Pengamatan diambil 6 jamsetelah perlakuan dan pengambilan data dilakukan setiap 6 jam selama 24 jam, denganparameter pengamatan yaitu; diameter hambatan, luas zona hambatan dan persentasehambatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa asap cair suren berpengaruh terhadapparameter; diameter hambatan, luas zona hambatan dan persentase hambatan pertumbuhanbakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae secara in vitro, serta konsentrasi asap cair suren 50% dan100% merupakan konsentrasi yang dapat diaplikasikan karena mulai mampu menghambatperkembangbiakan Xanthomonas oryzae pv. oryzae secara in vitro
KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN BIBIT TANAMAN KRISAN ( Chrysanthemum sp ) PRODUK BALITHI Nurjaya & Laily Qodriyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.522

Abstract

Di Indonesia, permintaan terhadap bunga krisan meningkat 25% per tahun. Selama ini negara kita masih mengimpor bibit krisan dari luar negeri. Tujuan penelitian mengidentifikasi karakteristik petani dan proses keputusan terhadap pemilihan penggunaan bibit krisan. Menganalisis sikap dan kepuasan petani terhadap pemilihan dan penggunaan bibit krisan menggunakan data primer dan data skunder. Data diolah dan dianalisis secara kualitatif (deskriptif) dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui karakteristik petani. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan alat analisis Important Performance Analysis (IPA) dan Customers Satisfacions Index (CSI) digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen. Atribut yang berada pada kuadran I adalah produktivitas, jenis varietas, harga bibit, stok bibit (ketersediaan) dan ketersediaan demplot di lapangan. Kuadran ini harus ditingkatkan menjadi kuadran II. Berdasarkan hasil analisis Customer Satisfaction Index (CSI) atau indeks kepuasan konsumen menunjukkan bahwa indeks kepuasan petani terhadap penggunaan bibit krisan produk Balithi sebesar 72,80%. Nilai tersebut berada pada rentang 60% sampai dengan 80 % yang artinya petani merasa puas terhadap kinerja yang ada pada atribut-atribut bibit krisan produk Balithi.
UJI EFEKTIVITAS BIJI PICUNG (Pangium edule) DAN BIJI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP MORTALITAS KEPINDING TANAH (Scotinophora coarctata) PADA PADI PANDANWANGI Yuliani & Neng Verawati
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.523

Abstract

Kepinding tanah (Scotinophora coarctata) merupakan salah satu hama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi pada padi pandanwangi. Biji picung (Pangium edule ) diketahui memiliki racun asam sianida yang memiliki senyawa metabolit sekunder. Biji mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) diketahui memiliki senyawa aktif alkoloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui metode pemberian ekstrak biji picung dan biji mahkota dewa yang efektif terhadap mortalitas kepinding tanah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai bulan Juni 2017 di Laboratorium Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana Cianjur dan di Lahan Persawahan. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 1,5% ekstrak biji picung dan biji mahkota dewa, dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan terdiri dari kontrol negatif (Air /O), kontrol positif (BPMC), ekstrak biji picung dan biji mahkota dewa dengan mengunakan metode semprot serangga, semprot tanaman, semprot serangga dan tanaman. Pengamatan dilakukan 12 jam setelah perlakuan dengan menghitung lamanya mortalitas dan kematian hama, selanjutnya setiap hari diamati selama 7 hari atau sampai semua kepinding tanah yang terdapat pada perlakuan mati. Data Probit analysis menunjukan perlakuan biopestisida dengan metode semprot serangga lebih efektif dibandingkan dengan metode semprot tanaman atau semprot serangga dan tanaman. Dan perlakuan ekstrak biji picung dengan metode semprot serangga lebih efektif dibandingkan dengan perlakuan biopestisida lainnya. Perlakuan dengan mengunakan ekstrak biji mahkota dewa mengakibatkan mortalitas Scotinophora coarctata lebih rendah daripada mortalitas akibat perlakuan ekstrak biji picung.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR Sargassum sp. DARI PANTAI SAYANG HEULANG, GARUT-JAWA BARAT Windy Widowaty
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.174 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.487

Abstract

Salah satu sumber daya hayati yang berasal dari perairan Indonesia adalah rumput laut.Rumput laut banyak mengandung senyawa kimia sebagai metabolit primer yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antikanker, antioksidan, antiperadangan, antivirus, dan sebagainya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak rumput laut Sargassum sp yang berasal dari Pantai Sayang Heulang Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mendapatkan ekstrak kasar rumput laut, dilakukan ekstraksi dengan metode Folch yang telah dimodifikasi (metanol : kloroform : buffer fosfat, 2:1:0,8 (v/v)). Dari hasil ekstraksi diperoleh ekstrak kasar fasa metanol – air dan ekstrak kasar fasa kloroform. Masing – masing ekstrak kasar tersebut diuji aktivitasnya terhadap empat bakteri yaitu: Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap masing – masing ekstrak kasar didapatkan bahwa ekstrak kasar fasa kloroform memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik apabila dibandingkan dengan ekstrak kasar fasa metanol – air dengan diameter zona bening yang terbentuk sebesar 33 mm (E. coli), 33 mm (P.aeruginosa), 3 mm (B. cereus) dan 47 mm (S. aureus)
PENERAPAN GMP DAN PERENCANAAN PELAKSANAAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) PRODUK OLAHAN PANGAN TRADISIONAL (Mochi) Wildan Wibawa Perdana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.512 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.492

Abstract

HACCP(Hazard AnalyticalCritical ControlPoint/Hazard analysis and critical control points)is a system thatcontrolfood safetystarting fromthe farmtoeatable food.This system emphasizesthe importance ofselectingthe right technology andhowto validatethetechnology.The implementation ofGMP isfollowedin the formofSSOP which areadded value forfoodcompaniesto be ablepenetrate the export market, in accordance withtrade firms of target country.This study aimed toevaluate the condition ofthe basicfeasibility requirementsin line with therequirementsof GMPandHACCP, analyzing the Implementation ofSOPbased onthe critical pointsasaguidance of theimprovement of production processes, Arrangingthe HACCP plandocument(HACCPplan)forproductionas a guidein the implementation ofthe HACCP system, Recommendthe HACCP planforthe development ofHACCP system, andredesignthe layout ofthe facilityafterseeingaspects ofdeviations thatoccurinthe production process.
ANALISIS STRUKTUR PASAR MALAI PANDANWANGI DI DESA TEGALLEGA KECAMATAN WARUNGKONDANG KABUPATEN CIANJUR Rosda & Farida Kuncana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.524

Abstract

Permintaan lembaga pemasaran terhadap malai Pandanwangi di Desa Tegallega, mencapai 162 ton / tahun. Belum lagi permintaan-permintaan konsumen dari luar daerah terhadap beras Pandanwangi kepada lembaga pemasaran terus meningkat setiap tahunnya. Perubahan jumlah permintaan lembaga pemasaran terhadap malai Pandanwangi, merupakan salah satu hal penting yang perlu dianalisis dalam pemasaran malai ini. Struktur pasar merupakan organisasi dari suatu pasar yang dapat mempengaruhi keadaan persaingan dan penentuan harga pasar. Pengukuran struktur pasar penting diketahui karena pasar yang tidak kompetitif cenderung berlaku tidak adil. Penelitian dilakukan di Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur selama Bulan Maret 2018 dengan tujuan untuk 1) Mengetahui dinamika harga malai Pandanwangi di Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, 2) Mengetahui penawaran dan permintaan malai Pandanwangi di Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, 3) Mengetahui struktur pasar malai Pandanwangi di Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan tempat dan responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika harga malai Pandanwangi pada Tahun 2013 – 2017 tidak mengalami perubahan, yaitu berkisar Rp. 5.000,00 – Rp. 5.500,00. Sedangkan penawaran dalam 5 tahun terakhir, jumlah malai yang dibeli lembaga pemasaran berkisar pada 162.000 kg per tahun dan permintaan beras dalam 5 tahun terakhir berkisar pada 72.900 kg per tahun. Pada struktur pasar malai Pandanwangi di Desa Tegallega berdasarkan data hasil analisis menunjukkan pada pasar oligopsoni.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L. Aromatic) TERHADAP LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI RIZOBAKTERIA PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT) Widya Sari & Yana Muhammad Yasin
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.526

Abstract

Penggunaan bakteri non patogenik yang dieksplorasi dari perakaran tanaman (rizobakteri) yang tergolong ke dalam kelompok Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (RPPT) merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi RPPT dan lama waktu perendaman benih dengan RPPT, serta interaksinya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi Pandanwangi. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai bulan Juni 2018, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama waktu perendaman benih dan konsentrasi RPPT. Faktor I : Lama perendaman benih, dengan perlakuan : T0 = tanpa perendaman, T1 = 4 jam, T2 = 8 jam, T3 = 12 jam Faktor II, dengan perlakuan : Konsentrasi RPPT: K0 = Tanpa pemberian RPPT (kontrol), K1 = 5g RPPT/L air, K2 = 10g RPPT/L air, K3 = 15g RPPT/L air. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah benih berkecambah, tinggi bibit, panjang akar dan berat basah bibit padi Pandanwangi, tetapi terjadi interaksi nyata antara konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih terhadap jumlah benih berkecambah yaitu K1 (5g/L RPPT) dengan T1 (4 jam), serta K1 (5g/L), K2 (10g/L) dengan (T0). Konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih berinteraksi nyata pada tinggi bibit 2 mss yaitu K1 (5g/L) dengan T1 (4 jam), serta K1 (5g) dan K2 (10g) dengan (T0). Interaksi nyata juga terjadi pada 4 mss, yaitu T3 (8jam) dan T4 (12 jam)dengan K1(5g/L), K2 (10g/L), dan K3 (15g/L). Tidak terdapat interaksi nyata antara konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih terhadap panjang akar dan berat basah bibit padi Pandanwangi. Perlakuan konsentrasi dan lama perendaman benih dengan RPPT harus memperhatikan jenis tanaman dan kondisi lingkungan RPPT akan diaplikasikan.
DAYA SAING BERAS PANDANWANGI, BERAS MERAH DAN BERAS HITAM DI WILAYAH PEMASARAN KABUPATEN CIANJUR Adam Abdurahman, Endah Lisarini &
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.525

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah melakukan klasifikasi kelas mutu beras yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/PERMENTAN//PP.130/8/2017. Kelas mutu beas yang ditetapkan adalah kelas mutu beras medium, premium dan khusus. Beras yang dimasukkan ke dalam kelas mutu beras khusus antara lain adalah beras Indikasi Geografis, beras organik, beras kesehatan dan beras yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Cianjur merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan beras Indikasi Geografis yaitu beras Pandanwangi. Cianjur juga dikenal sebagai sentra produksi beras merah dan hitam yang dikenal sebagai beras kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji : 1) Tingkat daya saing beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam; 2) Perbedaan signifikan tingkat daya saing antara beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam. Data tanggapan mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat daya saing ketiga jenis beras diperoleh dari 30 responden sebagai sampel penelitian. Sampel diambil dengan teknik non probability quota sampling dari populasi petani produsen dan pengecer beras yang ada di wilayah pemasaran beras Cianjur. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama yaitu mengetahui tingkat daya saing, dilakukan pengkategorian kelas tingkat daya saing. Analisis dan pembahasan dilakukan secara deskriptif. Sedangkan untuk menjawab tujuan penelitian ke dua, dilakukan pengujian hipotesis dengan uji T. Uji T digunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaan daya saing antara beras Pandanwangi terhadap beras merah, beras Pandanwangi terhadap beras hitam dan antara beras hitam dengan beras merah. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Tingkat daya saing antara beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam dari segi kualitas, harga dan ketersediaan berdasarkan tanggapan responden didapatkan bahwa tingkat daya saing tertinggi sampai dengan terendah berturut-turut adalah beras Pandanwangi, beras merah dan terakhir beras hitam. Nilai skor rata-rata tanggapan responden berturut-turut sebesar 4.02, 3.11 dan 2.97. 2) Dari hasil uji T diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat daya saing yang signifikan dalam hal kualitas, harga dan ketersediaan baik antara beras pandanwangi dengan beras merah, antara beras Pandanwangi dengan beras hitam dan antara beras merah dengan beras hitam

Page 1 of 1 | Total Record : 9