Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR PKn DI SD
I Dw. Kade Tastra, Luh Pt. Vony Hendriani, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.705
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Kontekstual berbasis Tri Hita Karana dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus X Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 165  orang dengan sampel berjumlah 48 orang. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan metode tes dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menemukan bahwa: terdapat perbedaan hasil belajar PKn siswa di SD No.4 Kaliuntu yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis Tri Hita Karana dengan siswa di SD No.2 Kaliuntu yang dibelajarkan dengan model pembelajaran GI semester II tahun pelajaran 2012/2013 Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.  Kata-kata kunci:  kontekstual, tri hita karana, group investigation Â
PENGARUH PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTERACTION) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI SD KELURAHAN BANYUNING
I Md. Citra Wibawa, Dw. Nym. R. Dwi Jayanto, A.A. Gd. Agung
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1453
Abstrak Penelitian ini mengangkat masalah tentang rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction), (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Kelurahan Banyuning Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV di SD No. 4 Banyuning dan SD No. 7 Banyuning. Penelitian ini menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diperoleh thitung = 10,11 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,042. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga hasil yang diperoleh signifikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran ATI menunjukan skor rata-rata cenderung tinggi, 2) hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan model konvensional menunjukan skor rata-rata cenderung rendah, dan 3) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ATI dan siswa yang dibelajarakan dengan model konvensional. Artinya adalah model pembelajaran ATI berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Kelurahan Banyuning Kabupaten Buleleng.  Kata kunci: Model ATI, hasil belajar IPA  Abstract This research dealed with the students low achievement in science learning. This research aimed at finding (1) describing the final result of the science course for the students supposed as experimental who learn by using the ATI (Aptitude Treatment Interaction), (2) describing the final result of science course for the students who supposed in a community control who used the conventional learning method, and (3) indentifying the significant differences between the students who learn by using the ATI (Aptitude Treatment Interaction) and other students who learn by using the conventional learning method. This study was quotient experiment. The population of this study were the the second semester of the 4th grade students at SD No. 4 Banyuning and SD No. 7 Banyuning. This study was used non equivalent post-test only control group design. The research instrument used was the essays. The collecting data was analyzed by using the statistic descriptive and hypothesis test (test-t). Based on the analysis, the result shown that taccount = 10,11 and the ttable (in a significant frequency of 5%) = 2,042. This case means that bahwa taccount > ttable, therefore it found the sifnificant result. The result of the research show that: 1) student’s science achievement which learn with ATI method showed mean score was high, 2) student’s science achievement which learn with conventional learning method showed mean score was low, and 3) there was a significant difference of student’s science achievement between student’s learn by ATI learning method and those learn by conventional learning method. It’s mean ATI learning method has significant positif effect on student’s science achievement of the 4th grade students in Banyuning village Buleleng regency.  Key words: ATI Method, the result of Science course
PENGARUH EXAMPLE NON-EXAMPLE BERORIENTASI KONFLIK KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SD NEGERI 10 KESIMAN
IGAA. Sri Asri, Md. Meilinda Dwi L, DB.Kt.Ngr. Semara,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1257
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran example non-example berorientasi konflik kognitif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain the nonequivalent control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Sampel penelitian sebanyak 97 siswa. Metode pengumpulan data hasil belajar IPS menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik parametris yakni uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran example non-example berorientasi konflik kognitif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional pada kelas V SD Negeri 10 Kesiman Tahun Pelajaran 2012/2013. Inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran example non-example berorientasi konflik kognitif dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar IPS SD. Â Kata kunci:Â example non-example, konflik kognitif, hasil belajar, dan IPS.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR PAUS (PRATYAKSA PRAMANA, ANUMANA PRAMANA, UPAMANA PRAMANA DAN SABDA PRAMANA) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA
I Md. Tegeh, Ria Damayanti Boki, Md. Sulastri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.869
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model Siklus Belajar PAUS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model Konvensional pada siswa kelas IV semester II SD di Desa Panji Anom Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Semester II SD di Desa Panji Anom Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 109 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t sampel independen). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 2,12 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model siklus belajar PAUS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model konvensional pada siswa kelas IV Semester II SD di Desa Panji Anom Tahun Pelajaran 2012/2013. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 12,63 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 10,07. Hal ini berarti, rata-rata hasil belajar IPA pada kelompok eksperimen lebih besar dari pada rata-rata hasil belajar IPA pada kelompok kontrol.Kata kunci: siklus belajar PAUS, hasil belajar IPA
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BONDALEM KECAMATAN TEJAKULA
Kt. Pudjawan, I Kt. Artadana, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.724
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi pemahaman konsep siswa pada kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi pemahaman konsep siswa pada kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah (3) pengaruh yang signifikan pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Bondalem Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IVa dan IVb di SDN 1 Bondalem Kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVa SDN 1 Bondalem yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas IVb SDN 1 Bondalem yang berjumlah 20 orang. Data hasil pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi pemahaman konsep dalam pembelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional menunjukkan skor cenderung sedang, dengan mean 22,00. (2) deskripsi pemahaman konsep pada siswa kelompok eksperimen dengan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan skor cenderung tinggi, dengan mean 28,95. (3) terdapat pengaruh pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA yang signifikan antara kelompok dengan pembelajaran berbasis masalah dan kelompok dengan model konvensional, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 4,04 > ttab = 1,684 ).  Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, pemahaman konsep
PENERAPAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN SEBAGAI APLIKASI PENDEKATAN CONTEKSTUAL TEACHING LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V
Pt. Nanci Riastini, Pt. Eka Supryadi, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1492
Abstrak Penelitian bertujuan untuk  mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN No. 2 Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2012/2013 setelah diterapkan media video pembelajaran sebagai aplikasi pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL). Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang siswa kelas V. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Tiap siklus melalui empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan metode tes. Tes yang digunakan berupa perangkat tes obyektif dan tes uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis kemudian dikonversikan pada PAP skala lima. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar IPA sebesar sebesar 67,9% (kategori sedang) pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 82,8% pada siklus II (kategori tinggi). Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 14,9% dari siklus I ke siklus II.   Kata kunci : video pembelajaran, CTL, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN BULELENG
Nym. Dantes, Kt. Puspawati, I Km. Sudarma,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1282
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 137 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel penelitian, yaitu siswa kelas V di SD No. 1 Nagasepaha berjumlah 33 orang dan siswa kelas V di SD No.1 Petandakan berjumlah 30 orang. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 27,91 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 21,87 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 7,106 > ttabel 2,000) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.  Kata-kata kunci: model inkuiri terbimbing, pemahaman konsep
IMPLEMENTASI METODE FOXFIRE DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPS DAN AKTIVITAS SISWA KELAS IV SD NO 1 DEPEHA
Pt. Nanci Riastini, Ni Km. Muliani, Gd. Raga
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.885
Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah (1) meningkatkan pemahaman konsep, dan (2) meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui implementasi pembelajaran dengan metode Foxfire. Subjek pada penelitian ini berjumlah 38 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Data mengenai pemahaman konsep dikumpulkan metode tes, dan data tentang  aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran dengan metode Foxfire pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan pemahaman konsep, yakni dari 70,13 pada siklus I termasuk kategori cukup menjadi 83,15 berada dalam kategori baik pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa pada sebesar 65,92 termasuk kategori aktif menjadi sangat aktif pada siklus II dengan nilai sebesar 77,56. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Foxfire dapat meningkatkan pemahaman konsep dan siswa pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial (IPS). Kata kunci: metode Foxfire, pemahaman konsep, aktivitas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER II SD GUGUS XV KECAMATAN BULELENG
I Md. Citra Wibawa3, Ni Md. Ayu Deimia D, Ign I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.740
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think-Talk-Write, 2) deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, 3) perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think-Talk-Write dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/2013 di SD di gugus XV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2012/2013. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling. Bentuk tes yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) skor hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think-Talk-Write cenderung tinggi, dengan mean 23,60, 2) skor hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 17,05, 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think-Talk-Write dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 11,077 > ttab = 2,000).  Kata kunci: Think-Talk-Write, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS MEDIA LINGKUNGAN ALAM TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 5 PEDUNGAN DENPASAR
I.G.A. Agung Sri Asri, Ni Kt. Suarni, I Ngh. Suadnyana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1554
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle berbasis media lingkungan alam dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas V semester 1 SDN 5 Pedungan Denpasar Tahun Pelajaran 2013/ 2014.Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan  sampelyang ditentukan melalui teknikrandom sampling. Metode yang digunakan dalampengumpulan data hasil belajar IPA adalah tes yaitu tes hasil belajar, dengan jenis tes objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa sebanyak 37 butir. Hasil penelitian menunjukkan skor rerata data hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih dari hasil belajar kelas kontrol yaitu 78.10 > 69.75. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan uji-t, diperoleh thitung = 3.65 dan ttabel dengan db= 83 dan taraf signifikansi 5% adalah 2.00.Ini berarti thitung lebih dari ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle berbasis media lingkungan alam dan siswa yang dibelajarkan dengan  model pembelajaran konvensional di kelas V semester 1 SDN 5 Pedungan Denpasar tahun pelajaran 2013/ 2014. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran Learning Cycle berbasis media lingkungan alam berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 5 Pedungan Denpasar Tahun Pelajaran 2013/ 2014.  Kata-kata kunci:, Learning Cycle, lingkungan alam, hasil belajar IPA. ABSTRACT This studyaimed todetermine differences inscience learningoutcomessignificantly betweenstudents wholearned withLearning Cyclemodel ofmedia-based natural environmentandstudentswholearned withconventional learningin classVSemester 15PedunganDenpasarSDNAcademic Year2013/2014.This research is aquasi experimentwith a samplethatis determinedthroughrandom samplingtechnique. Methods used incollecting datascience learningoutcomesisthetestachievement test, thetype oftestin the formof multiple choiceobjectiveusualas many as 37points.The results showeda meanscore ofstudent learning outcomes datafrom theexperiment class isstudyingthecontrol class78.10>69.75. Results ofhypothesistest calculationswiththe t-test, t =3.65andobtainedttablewithdf=83and asignificance level of 5% is2.00. Thismeansmorethanttablet, thenH0is rejectedandHaaccepted. Sothere is a differencesignificantscience learningoutcomesbetweenstudentswholearned withLearning Cyclemodel ofmedia-based natural environmentandstudentswholearned withthe conventionalmodel of learningin thefifth grade1st semesterSDN5PedunganDenpasaracademic year2013/2014. Thus it can bestatedthat theLearning Cyclemodel ofmedia-based naturalenvironmentaffects the outcome oflearning sciencegrade5PedunganDenpasarSDNAcademic Year2013/2014.  Keywords: Learning Cycle, natural environment, science learning outcomes