Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS V KECAMATAN SERIRIT
I Kt. Dibia, Nym. Sudarmi, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.712
Abstrak Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah selama ini masih di dominasi oleh metode ceramah yang merupakan salah satu karakteristik model pengajaran langsung. Model pengajaran langsung menyebabkan siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran sehingga berdampak pada belum tercapainya hasil belajar yang optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PDEODE dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus V Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus V kecamatan Seririt tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 133 orang. Dua kelas dipilih sebagai sampel dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 24,16 sedangkan rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 20,36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PDEODE dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pengajaran langsung (thitung = 3,363; ttabel = 2,021 sehingga thiung > ttabel). Adanya perbedaan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran PDEODE berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.  Kata kunci: model pembelajaran PDEODE, model pengajaran langsung,  hasil belajar
PEMANFAATAN MEDIA TORSO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD N0 2 PAKET AGUNG SINGARAJA
I Md. Suarjana, Kdk. Dian Pratiwi, I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1463
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas Vb di SD No. 2 Paket Agung Singaraja Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan memanfaatkan media torso. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 34 siswa. Data aktivitas dikumpulkan dengan observasi langsung dan hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data aktivitas belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media torso dapat meningkatkan aktivitas belajar. Hal ini dapat terlihat dari pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa secara klasikal sebesar 6,5 yang berada pada kategori cukup aktif. Pada siklus II rata-rata skor aktivitas siswa secara klasikal meningkat menjadi 8,76 yang berada pada kategori aktif. Pemanfaatan media torso dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor siswa pada siklus I sebesar 69,05 dengan tingkat hasil belajar yang berada pada kategori sedang meningkat pada siklus II menjadi 80 yang berada pada kategori tinggi. Jadi, terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA setelah diterapkan media torso. Kata-kata kunci: media torso, aktivitas, hasil belajar Abstract This study aims to determine the increase in activity and learning outcomes in teaching science in elementary grade Vb No. 2 Paket Agung Academic Year 2011/2012 by exploiting the media torso. This research is a classroom action research was conducted in two cycles, each cycle of meetings held three times. The design of each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation/evaluation and reflection. Research subjects as much as 34 student. Activity data collected by direct observation and learning outcomes were collected with the test. Student activity data were analyzed descriptively qualitative and student learning outcomes data were analyzed by descriptive quantitative. The results showed that the use of media to enhance learning activities torso. It can be seen from the first cycle, the average score of students in the classical activity of 6.5 which is in the category is quite active. In the second cycle the average score of students in the classical activity increased to 8.76 which is the active category. Utilization torso media can improve student learning outcomes. It can be seen from the increase in the average score of students in the first cycle of 69.05 with the level of learning outcomes in middle category increased in the second cycle to 80 who are in the high category. Thus, an increase in activity and learning outcomes applied science after media torso. Key words: media torso, activity, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD
I Wyn. Widiana, Fatmawati. As., I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1262
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Penebel Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N di Gugus I Kecamatan Penebel dan Sampelnya adalah SD N 1 Penebel dan SD 2 Penebel. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan perhitung thit = 10,374 > ttab= 2,003. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT menunjukkan hasil lebih tinggi dari pada model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif model pembelajaran TGT terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD.Kata-kata kunci : model pembelajaran TGT dan hasil belajar IPA
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NO 1 BONTIHING
Dsk. Pt. Parmiti, Ni L. Mita L., L. Pt. Putrini Mahadewi,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.874
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas IV semester ganjil di SD No. 1 Bontihing Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013.Subjek penelitian ini adalah 23 orang siswa kelas IV semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 1 Bontihing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, instrumen pengumpulkan data hasil belajar menggunakan tes obyektif dan esay. Data hasil belajar yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri terbimbing berbasis lingkungan hidup ternyata dapat meningkatkan hasil belajar IPA sebesar 8,26%. Hasil belajar IPA siswa siklus I, yaitu 67,82% yang berada pada kategori sedang, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 76,08% yang berada pada kategori tinggi. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 65,21% mengalami peningkatan sebesar 26,09% pada siklus II menjadi 91,30%. Â Kata kunci: Metode inkuiri, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA
I Md. Citra Wibawa, Md. Emi Sugiartini, Ni Md. Setuti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.729
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VÂ SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 195 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 113 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 13,29 dan ttab = 1,98 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan modle pembelajaran konvensional. Â Kata kunci: Model pembelajaran metakognitif, kemampuan pemecahan masalah, matematika.
PENGGUNAAN TEKNIK PANCING ALASAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM MENYAMPAIKAN ARGUMENTASI
Desak Pt. Parmiti, Ida Ayu Kd. Suartini, Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1498
AbstrakProses keterampilan berbicara yang berlangsung di kelas V SD Negeri 3 Banjar masih belum optimal. Hal ini terbukti banyak siswa masih takut untuk berargumentasi dan setengah dari siswanya belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara siswa dalam menyampaikan argumentasi kelas V Semester I di SD Negeri 3 Banjar setelah penggunaan teknik pancing alasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Banjar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 24 orang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan adalah keterampilan berbicara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata keterampilan berbicara secara klasikal pada siklus I sebesar 63 dengan presentase rata-rata 63% yang tergolong pada kategori cukup dan ketuntasan belajar sebesar 62,5%. Pada siklus II rata-rata meningkat menjadi 81,17 dengan persentase rata-rata sebesar 81,17% yang berada pada kategori baik dan ketuntasan belajar sebesar 91,67%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik pancing alasan dapat meningkatkan keterampilan berbicara dalam menyampaikan argumentasi siswa kelas V semester I tahun pelajaran 2012/2013 di SD Negeri 3 Banjar.Kata-kata kunci: teknik pancing alasan, keterampilan berbicara, argumentasi
MODEL PEMBELAJARAN VAK BERBANTUAN MEDIA VCD BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS V Dr. SOETOMO
I Wyn. Wiarta, Ni Md. Dewi Dwitayanti1, I Wyn. Rinda S,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1316
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) berbantuan media VCD dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus V Dr.Soetomo Kecamatan Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus V Dr. Soetomo Kecamatan Denpasar Selatan yang berjumlah 414 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 14 sesetan yang berjumlah 33 siswa dan siswa kelas IVB SD N 12 sesetan yang berjumlah 30 siswa. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes prestasi belajar matematika. Instrumen yang digunakan tes objektif dengan empat alternative jawaban a, b, c, dan d. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran VAK berbantuan media VCD dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional dengan taraf signifikan 5% dan dk = 61 (thitung = 3.00 > ttabel = 2.00) dan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol (78.66 > 72.17). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VAK berbantuan media VCD berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus V Dr. Soetomo Kecamatan Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Â Kata-kata kunci: VAK, VCD, Prestasi Belajar Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD DI KELURAHAN BANYUASRI
Ni Nym. Garminah, Pt. Sudiadnyani, Dw. Nym. Sudana
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.890
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Kelurahan Banyuasri tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 169 siswa. Sampel penelitian diambil dengan cara simple random sampling dan berjumlah jumlah 70 siswa. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda yang disertai penjelasan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis uji-t dengan bantuan program SPSS-PC 16.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) berada pada kualifikasi sangat baik (M = 64,86; SD = 4,56), sedangkan pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik (M= 54,94; SD = 4,17). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel yaitu 9,58 > 1,65).Kata-kata kunci: model pembelajaran POE dan pemahaman konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI NATURE OF SCIENCE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS V KABUPATEN BULELENG
I G.A. Tri Agustiana, Ni Pt. Kusuma Dewi, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.747
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi Nature of Science (NOS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Rancangan penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan Non Equivalent Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus V Kabupaten Buleleng 2012/2013 yang berjumlah 145 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih, yaitu SD No. 1 Sari Mekar yang berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi (rata-rata = 22,87), hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi (rata-rata = 19,00), terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (thitung = 3,455 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci: model pembelajaran berorientasi Nature of Science, hasil belajar IPA Â
MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK BERBASIS PENILAIAN PORTOFOLIO BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETKOL WISNU DENPASAR UTARA
I Gst. Agung Oka Negara, Ni Pt. Alentina, Md. Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1559
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sinektik berbasis penilaian portofolio dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara. Pengambilan sampel dalam populasi tersebut dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini yakni siswa kelas V SD No. 1 Peguyangan sebagai kelompok eksperimen berjumlah 40 siswa dan siswa kelas V SD No. 12 Peguyangan sebagai Kelompok Kontrol berjumlah 35 siswa. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini yakni hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tes objektif pilihan ganda biasa dengan 4 opsien yang berjumlah 40 butir soal. Data hasil belajar yang diperoleh tersebut dianalisis mengunakan uji-t. Hasil belajar IPS siswa masing-masing kelompok, menunjukkan bahwa rerata hasil belajar IPS siswa pada kelompok ekperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol, yakni pada kelompok eksperimen adalah 72,45 dan pada kelompok kontrol adalah 60,43. Berdasarkan hasil analisis melalui uji-t diperoleh thitung sebesar 6,79 dengan menggunakan taraf signifikansi 5%(α = 0,05) dan dk = 73 diperoleh ttabel sebesar 2,00. Ini berarti thitung > ttabel (6,79 > 2,00). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran sinektik berbasis penilaian portofolio dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional.  Kata kunci: model pembelajaran sinektik, hasil belajar IPS  Abstract The research intends to find out a significant differences learning result of social science between student who learn by sinektik learning models which is based on portfolio assessment with students who are learning with conventional learning. This research is a quasi experimental research with a non equivalent control group design. Population in this study, is a whole group of Grade 5 lieutenant Colonel Vishnu Groups Denpasar northem districts. The sampling was conducted in a population with a random sampling technique. Sampel in this research is 5 grade elementary school student number 1 Peguyangan as the experimental group totalled 40 students and 5 grade elementary school student number 12 Peguyangan as the control group numbered 35 student. Data collected from this research is the result of studying social sciences 5 grade elementary school students Colonel Vishnu Groups Denpasar northem districts.. Data collection techniques used are objective tests data collection techniques used are multiple choice objective test with four options which amounts to forty items. The learning result data that was obtained was analyzed using t-test. The result Social science of each group shows that average learning result and the social sciences experimental group is better than control group, that the experimental group was 72.45 and in the control group was 60.43. Based on the analysis by t-test obtained t of 6.79 by using a significance level of 5% (α = 0.05) and dk = 73 obtained ttable 2.00. This means that thitung > ttable (6.79 > 2,00). It can be concluded that there are significant differences between the results of social studies students learn to use the model-based learning sinektik portfolio assessment with students who learn using conventional learning. Keywords: . learning model sinektik, social sciences learning result