cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 425 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS IV KECAMATAN TABANAN Kd. Suranata, Ni Md. Ariningsih, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.846

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model kooperatif tipe MURDER berbantuan LKS dengan yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 129 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD No. 2 Denbantas yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas V SD No. 8 Dajan Peken yang berjumlah 20 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER berbantuan LKS dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (t = 3,29; p < 0,05). Skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 23,15 dan skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 17,85, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe MURDER berbantuan LKS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Tabanan.   Kata kunci: MURDER, hasil belajar IPA  
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQRST TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG Dw. Nym. Sudana, Ni Kd. Herna Yunita, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.859

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan Strategi Pembelajaran PQRST (Preview, Question, Read, State, Test) dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di Sekolah Dasar Gugus V Kecamatan Buleleng. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA dalam ranah kognitif. Tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda dan uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan Uji-t untuk mengukur perbedaan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQRST dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng (thitung = 4,76 > ttabel = 2,045). Kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi PQRST menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa stratagi pembelajaran PQRST berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2012/1013 di Sekolah Dasar gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.   Kata-kata kunci: strategi PQRST, strategi konvensional,  hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG I Wyn Sudiana, Nym Lili Saraswati, I Kt Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.713

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas III semester 2 tahun pelajaran 2012/ 2013 di SD Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan “post test only control group design”. Dari delapan sekolah yang ada di SD Gugus I Singaraja terpilih dua sekolah untuk sampel penelitian dengan teknik simple random sampling yaitu SD No. 5 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dan SD No.6 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan instrument berupa seperangkat tes obyektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif dan statistik iferensial. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan teknik statistik uji-t ditemukan bahwa perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari hasil uji-t diperoleh t hitung = 4,87 dan t tabel = 2,000 hal ini berarti t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 23,37 kategori sangat baik sedangkan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 17,51 kategori baik, ini berarti siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran, inkuiri terbimbing, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V Ni Wyn. Rati, Ni.Pt. Meldania B., Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1464

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V semester genap SD N 2 Pemuteran antara siswa yang mengikuti model pembelajaran learning cycle 7E bermuatan Tri Hita Karana (THK) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan non equivalen post-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA dan VB di SD N 2 Pemuteran Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 54 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan post-test hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan stastistik inferensial dengan uji-t. Hasil analisis uji-t terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa thitung sebesar 7,134, ttabel pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran learning cycle 7E bermuatan Tri Hita Karana dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Dengan demikian model pembelajaran learning cycle 7E bermuatan THK berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.   Kata Kunci: Model learning cycle 7E bermuatan THK, hasil belajar IPA Abstract The purpose of this research was to discribe the diffence of the science learning achievement of the students of 5th grade in SD N 2 Pemuteran who studied by learning cycle 7E based on Tri Hita Karana (THK) method and by conventional method. The research was belong to pseudo experiment with non-equivalent post test only control group design. The sampels of this research ware 54 students of VA and VB class in SD N 2 Pemuteran year 2012/2013. The sample was taken by random sampling technic. The data ware collected by the test of science learning achievement of science. The data ware analysed by descriptive statistics and inferential statistics of t-test. t-test analysis showed that tcalculate was 7,134, ttable in 0,05 significance level was 2,021. The analysis results of showed that there was a significant difference of science learning achievement between the groups of students who studied by learning cycle 7E based on Tri Hita Karana method and by conventional method.   Kata Kunci: Learning cycle 7E based on THK, the result of studied science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG I Dw. Pt. Raka Rasana, I Wyn. Suarbawa, Ni Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1263

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap Gugus I Kecamatan Buleleng, berjumlah 218 orang dengan sampel penelitian siswa kelas IV SD No. 8 Banyuning yang berjumlah 34 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Banyuning yang berjumlah 30 orang. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 4,29 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,033. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 21,18 lebih besar daripada rata–rata hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah 16,5. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: model STM, hasil belajar IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI DI DESA KALIBUKBUK I Gst.A. Tri agustiana, Ni Wyn. Rumpi Adnyani, Drs. I Nym Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.875

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yangsignifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologimasyarakat (STM) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensionalpada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012-2013 di Desa KalibukbukKecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimensemu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian menggunakan nonequavalen post-test only control group design. Adapun populasi yang digunakandalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk diKecamatan Buleleng sebanyak 106 orang siswa. Selanjutnya sampel penelitianditentukan dengan teknik random sampling Sampel yang terpilih, yaitu SD No.2Kalibukbuk yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No.3Kalibukbuk yang berjumlah 23 orang sebagai kelompok kontrolMetode pengumpulandata dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni tes objektif.Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistikdeskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data yangdidapat nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaranSTM lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikutipembelajaran konvensional (X2 = 24,37>X2 14,13). Selain itu hasil analisis uji-tdiperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =8.60 >ttabel = 2.02) iniberarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yangbelajar dengan model sains teknologi masyarakat (STM) dan siswa yang belajardengan model konvensional. Dengan demikian model pembelajaran STMberpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap tahunpelajaran 2012-2013 di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten BulelngKata kunci: model pembelajaran STM, hasil Belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TIPE VAK BERBANTUAN MEDIA MAGIC BOX TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD Kt. Pudjawan, Ni Pt. Emilia Pebriani, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.730

Abstract

Abstrak     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum tipe visual auditory kinestethic (VAK) berbantuan media magic box dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas IV di SD N 1 Banyuning Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Populasi terdiri dari kelas IVA 29 orang dan kelas IVB 28 orang. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non equivalen post-test only control group design. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum tipe VAK berbantuan media magic box dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Hal tersebut dapat dilihat hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 3,61 > ttabel = 2,000), dan rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dari rerata kelompok kontrol (1 = 20,86 > 2 = 16,96). Dengan demikian model pembelajaran quantum tipe VAK berbantuan media magic box berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD N 1 Banyuning tahun pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci:    VAK, magic box, hasil belajar IPA
PENGARUH STRATEGI TRADING PLACES PADA PEMBELAJARAN PKN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOSIAL SISWA KELAS V SD I Wyn. Suwatra, L. Periastiti1 Ni Kt. Suarni
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1527

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah sosial antara siswa yang belajar melalui pembelajaran dengan strategi pembelajaran Trading Places dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di Gugus II Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah populasi 191 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling melalui teknik undian, tetapi yang diundi adalah kelas. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah sosial. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah sosial antara siswa yang belajar melalui pembelajaran dengan strategi pembelajaran Trading Places dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Besarnya thit adalah 8,37, sedangkan ttab pada taraf signifikansi 5% dan db = 59 adalah 2,001. Hal ini berarti, thit lebih besar dari ttab (thit > ttab). Di samping itu, rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah sosial antara siswa yang belajar melalui pembelajaran dengan strategi pembelajaran Trading Places (15,12) lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (9,43). Dengan demikian, strategi pembelajaran Trading Places berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Sosial pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di Gugus II Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng.   Kata kunci: strategi pembelajaran Trading Places, kemampuan pemecahan masalah.     Abstract This study aims to determine significant differences in social problem-solving skills among students who learn through learning with instructional strategies Trading Places and the students who studied with conventional learning in fifth grade elementary school students in academic year 2013/2014 in Cluster II District Tejakula Buleleng regency. The study was quasi-experimental research design with post-test only control group design. The study population was all class V SD in Cluster IV Sawan district academic year 2013/2014, which consists of 8 classes with a population of 191 students. Samples collected by random sampling technique through a lottery, but the lottery is a class. Data collection instruments used in this research is a test of social problem-solving abilities. Data were analyzed using descriptive statistics and independent sample t-test. The results showed that there are significant differences in social problem-solving skills among students who learn through learning with instructional strategies Trading Places and the students who studied with conventional learning. Thit magnitude is 8.37, while ttab at significance level of 5% and db = 59 is 2,001. This means, thit greater than ttab (thit> ttab). In addition, the average scores of social problem-solving skills among students who learn through learning with instructional strategies Trading Places (15.12) is higher than the students who studied with conventional learning model (9.43). Thus, learning strategies Trading Places affect the ability of the Social Problem Solving class V students in academic year 2013/2014 in Cluster II District Tejakula Buleleng regency. Keywords: Trading Places learning strategies, problem-solving abilities
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MNEMONIC TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS III SUKAWATI MG. Rini Kristiantari, Ni Md. Widya M., I Km. Ngr. Wiyasa
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1055

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan melalui  pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan mnemonic dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas IV SD Gugus III Sukawati Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini tergolong penelitian quasy experiment dengan desain Nonequivalent control group design. Subjek terteliti adalah siswa kelas IV di SD Negeri 2 Batuan (kelas eksperimen) dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Batuan Kaler (kelas kontrol). Data penelitian dikumpulkan dengan metode tes. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis kuantitatif dengan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan mnemonic dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas IV SD Gugus III Sukawati Tahun Ajaran 2012/2013. Melalui perhitungan dengan uji-t diperoleh  = 2,63 sedangkan  pada taraf signifikansi 5% dengan dk = (30+33) ? 2 = 61 adalah 2,00, sehingga , yang berarti H0 ditolak (gagal diterima) dan Ha diterima. Simpulan yang diperoleh dari uji-t tersebut terdapat pengaruh  pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan mnemonic terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Gugus III Sukawati tahun ajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci: pembelajaran kontekstual, mnemonic, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SEBATU Ni Nym. Garminah, I Wyn. Eka Swarjawa, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.825

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 1 Sebatu tahun pelajaran 2012/2013 antara siswa yang belajar dengan model probing-prompting dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain post test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Negeri 1 Sebatu Tahun Pelajaran 2011/2012. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh, sehingga sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas Va dan Vb di SD Negeri 1 Sebatu Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, Rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 23,13 tergolong kriteria sangat tinggi, Rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol dengan adalah 17,38 tergolong kriteria sedang, dan thitung = 4,46, ttabel = 2,02 pada taraf signifikansi 5%, ini berarti bahawa thitung > ttabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 1 Sebatu tahun pelajaran 2012/2013 antara siswa yang belajar dengan model probing-prompting dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Perbedaan yang signifikan ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran probing-prompting lebih berpengaruh baik terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata Kunci: pembelajaran, probing-prompting, hasil belajar, IPA  

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue