Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSOI(TRANSLATING-SCULPTING-OPERATIONALIZING-INTEGRATING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS VI KECAMATAN KUBU
I Wyn Widiana, Ni P.Fera Suliantari, Dsk Putu Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.683
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TSOI dengan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah (quasi experiment)dengan rancangan nonequivalentpost-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD kelas IV pada Gugus VI Kecamatan Kubu, yang terdiri dari 5 sekolah yaitu SDN 1 Tulamben, SDN 2 Tulamben, SDN 3 Tulamben, SDN 4 Tulamben dan SDN 5 Tulamben, tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini yaitu SDN 1 Tulamben dan SDN 2 Tulamben yang berjumlah 58 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan stasistik deskriptif dan inferensial (uji-t separated varians).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model TSOI dan model pembelajaran konvensional. Perhitungan hasil belajar siswa nilai statistik Fhitung 10,374 > Ftabel 2,003 dan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan  dengan model pembelajaran TSOI adalah 16,22 yang berada pada kategori tinggi dan skor kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 8,84 yang berada pada kategori sedang, sehingga kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran TSOI menunjukkan hasil belajar IPA yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.  Kata-kata kunci:TSOI, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V
Kd. Suranata, L. Kd. Rismayanti, Ni Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1401
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa, (2) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa dan kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 200 siswa. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling dengan jumlah 59 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah skor keterampilan berpikir kritis yang dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa sebesar 40,98, (2) rata-rata keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang menggunakan model ekspositori sebesar 28,17, (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa dan kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori (t = 3,937; p < 0,05). Kata kunci: POE, pendidikan karakter, berpikir kritis
PENGARUH STRATEGI GUIDED NOTE TAKING BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD DESA SARI MEKAR
I Md.Tegeh, I Kd.Susiawan, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1200
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu: 1) deskripsi hasil belajar IPS siswa pada kelompok eksperimen dengan menggunakan strategi guided note taking berbantuan media video pembelajaran, 2) deskripsi hasil belajar IPS siswa pada kelompok kontrol dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional, dan 3) perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi Guided Note Taking berbantuan media video pembelajaran dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Sari Mekar pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh SD N 1 Sari Mekar sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 31 orang siswa dan SD N 2 Sari Mekar sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 27 orang siswa. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar IPS kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata 15,39, (2) hasil belajar IPS kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata 12,11 dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran guided note taking berbantuan media video dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, thitung = 2,47 dan ttabel = 2,000). Kata-kata kunci: strategi pembelajaran, guided note taking, video, hasil belajar IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG
Ign. I Wyn. Suwatra, Steven Bernardus D., Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.841
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPAÂ antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model TPS berbasis lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung pada siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013, yang berjumlah 243 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD N 5 Banyuning, dengan jumlah 31 orang dan siswa kelas V SD N 2 Banyuning, dengan jumlah 39 orang. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes isian. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model TPS berbasis lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Analisis data menunjukkan, Â thit = 6,18 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan dengan model TPS berbasis lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung. Selain itu, diperoleh pula rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model TPS adalah 16,78 (tinggi) dan rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung adalah 10,48 (sedang). Â Kata kunci: Model TPS, lingkungan, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN DI KELURAHAN KALIUNTU
I Gd. Margunayasa, Ni Md. Sugiantari, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.696
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kontekstual dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN di Kelurahan Kaliuntu pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SDN di Kelurahan Kaliuntu tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 107 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 1 Kaliuntu yang berjumlah 26 siswa dan siswa kelas V SDN 2 Kaliuntu yang berjumlah 22 siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes isian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kontekstual dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN di Kelurahan Kaliuntu pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kontekstual adalah 17,15 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional sebesar 5,40. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Â Kata-kata kunci: Model Pembelajaran Kontekstual, Hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK BERBASIS ANEKA SUMBER TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 5 DALUNG
I. B.Gd. Suryaabadi, I.G.A. Mas D. Anggarini, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1440
ABSTRAK Tujuan penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Talking Stick Berbasis Aneka Sumber (Resources Based Learning) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 5 Dalung. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 5 Dalung yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VA dan VB. Untuk penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan pengundian yang hasilnya kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 30 soal.Nilai akhirdiperoleh berdasarkan penggabungan antara nilai kognitif dan nilai afektif siswa pada mata pelajaran IPS.Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan dk = 69 diketahui bahwa ttabelyaitu 2,000 sedangkan thitungyang diperoleh berdasarkan hasil uji-t adalahsebesar5,75 , karena thiungt = 5,75 > ttabel= 2,000, maka h0 ditolak dan haditerima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model kooperatif Talking Stick berbasis aneka sumber dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran secara konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar IPS yang dicapai oleh kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Talking Stick Berbasis Aneka Sumber (68,71) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar IPS yang dicapai kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (59,39). Ini berarti terdapat pengaruh yang signifikanhasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Talking Stick berbasis Aneka Sumber (Resources Based Learning) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 5 Dalung Tahun Ajaran 2012/2013  Kata-kata kunci: Talking Stick, Aneka Sumber dan Hasil belajar IPS.
PEMANFAATAN MEDIA KARIKATUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD
I Gst Ngurah Japa, I Md. Dendy Dwi Parendra, Nym. Wirya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1235
Abstrak  Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuanpenelitian ini adalah  mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan pemanfaatan media karikatur. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Culik, Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 14 orang (9 laki-laki dan 5 perempuan), yang nilai rata-rata klasikalnya adalah 52. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes unjuk kerja. Data keterampilan menulis karangan yang dikumpulkan dengan metode tes unjuk kerja dan dianalisis secara kuantitatif. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai langkah-langkah pembelajaran, datanya dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan media karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Culik. Hal ini terbukti dari sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 52. Namun, setelah digunakan media karikatur perolehan nilai rata-rata siklus 1 adalah 64,35 sedangkan pada siklus 2 adalah 70,71. Simpulan penelitian ini adalah pemanfaatan media karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada siswa kelas V SD Negeri 2 Culik. Peneliti menyarankan bagi guru sekolah dasar dapat memanfaatkan media karikatur dalam pembelajaran menulis karangan narasi.  Kata kunci: media karikatur, menulis, karangan narasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD
Ni Nym. Garminah, Ni Pt. Rika Ardiyanti, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.860
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain non equivalent post-test only control group design . Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 8 Banjar Anyar pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 dan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, sehingga didapatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa butir-butir tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif kelompok eksperimen berada pada kualifikasi kreatif (M=46,34; SD=4,71), sedangkan kemampuan berpikir kreatif kelompok kontrol berada pada kualifikasi cukup kreatif (M=35,91; SD=3,97). Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem, dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa t hitung = 10, 43, t tabel = 1,67 dan  db = n1 + n2 – 2 = 73 dengan taraf signifikansi 5%. Oleh karena t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.  Kata-kata kunci:Open-Ended Problem, konvensional, berpikir kreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS KEMAMPUAN GENERIK SAINS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD KELAS V DI KELURAHAN BANYUASRI
Md. Sumantri, I Md. Supardi Yasa,Ni Ngh. Madri Antari,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.714
Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kemampuan generik sains dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa SD kelas V di Kelurahan Banyuasri tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri atas 5 kelas dengan jumlah populasi 172 orang siswa. Sampel diambil dengan cara group random sampling dan berjumlah 78 orang siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data pemahaman konsep IPA siswa, yang dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep IPA. Tes pemahaman konsep IPA berbentuk pilihan ganda diperluas, yang terdiri atas 25 butir tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial uji-t. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kemampuan generik sains dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD dalam pembelajaran IPA (t =7,3; p<0,05). Skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kemampuan generik sains (M = 83,7) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STAD (M = 75,00).  Kata-kata kunci: pembelajaran inkuiri terbimbing dan pemahaman konsep. Â
PENGARUH TEKNIK PEMETAAN PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI SD GUGUS V KECAMATAN SAWAN
I Nym. Jampel, Md. Ayu Arya Pratiwi, Ni Nym. Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1479
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar IPA siswa kelas IV semester II pada kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik pemetaan pikiran; (2) deskripsi hasil belajar IPA siswa kelas IV semester II pada kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional; (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan teknik pemetaan pikiran dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester II di SD Gugus V Kecamatan Sawan. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV Gugus V kecamatan Sawan berjumlah 111 orang. Setelah uji kesetaraan dengan ANAVA, populasi dirandom dengan teknik random sampling dengan desain “Post Test Only with Non-Equivalent Control Group Design†untuk menentukan sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD No. 2 Sangsit berjumlah 35 orang dan siswa kelas IV SD No. 5 Sangsit berjumlah 36 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 15,5; (2) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata 10,44; (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa IPA siswa kelas IV Semester II di SD Gugus V Kecamatan Sawan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan teknik pemetaan pikiran dengan kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, thitung = 6,667 dan ttabel = 2,000).  Kata-kata kunci: teknik pemetaan pikiran, hasil belajar IPA