cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 425 Documents clear
PENGARUH STRATEGI CONCEPT MAPPING BERBANTUAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DI DESA LELATENG Md. Sulastri, Ni Md. Putri Widya A., Luh Pt. Putri M.,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1480

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran langsung. (2) mengetahui deskripsi pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran concept mapping berbantuan media presentasi pembelajaran. (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran concept mapping dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran langsung pada siswa kelas IV SD di Desa Lelateng Kecamatan Negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di desa Lelateng yang berjulmlah 133 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD no 1 Lelateng sebanyak 27 orang dan siswa kelas IV SD No 3 Lelateng sebanyak 34 orang. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda diperluas dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t, dengan prasyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperiment berada pada katagori tinggi. (2) pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol berada pada katagori sedang dan (3) terdapat pengaruh pemahaman konsep IPA siswa kelas IV Semester II SD di Desa Lelateng Kecamatan Negara yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran concept mapping berbantuan media presentasi pembelajaran dan kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran langsung (thitung > ttabel, thitung = 5,2801 dan ttabel = 2,001).   Kata-kata kunci: strategi pembelajaran concept mapping, pemahaman konsep IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK SETTING KOOPERATIF (RESIK) BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Ign. I Wyn. Suwatra, I Wyn. Megayana, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.745

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V sekolah dasar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis masalah, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V sekolah dasar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di sekolah dasar Gugus I Kecamatan Tegallalang yang berjumlah 179 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis dengan mean 45,25 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan mean 38,22 tergolong kriteria tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thitung > ttabel (thitung = 5,71 > ttabel = 2,012). Dengan demikian model pembelajaran realistik setting kooperatif berbasis masalah berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika.   Kata kunci:  Model Pembelajaran Realistik Setting Kooperatif, Hasil Belajar Matematika
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN I DUDA UTARA I Md. Suarjana, I Md. Saputra, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1557

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) rendahnya aktivitas belajar siswa, (2) rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 1 Duda Utara tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 30 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Data aktivitas siswa dikumpulkan dengan metode observasi, sedangkan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes. Hasil penelitian pada siklus I  persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 61,2% dengan kategori cukup aktif dan rata-rata  hasil belajarnya 69,33,% dengan kategori cukup.  Pada siklus II persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 79% dengan kategori aktif dan rata-rata hasil belajarnya 85,17% dengan kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut, rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I sampai II mengalami peningkatan sebesar 17,8%. Persentase tingkat hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I sampai II mengalami peningkatan sebesar 15,84%, data tersebut menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Duda Utara tahun pelajaran 2013/2014.  Disarankan kepada semua guru kelas di sekolah dasar tempat penelitian hendaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing dalam pembelajaran IPA.   Kata kunci : model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing, aktivitas belajar, hasil belajar IPA,   Abstract The problem in this study were (1) lack of student learning activities, (2) lack of student learning outcomes. This study aims to (1) determine an increase in student learning activities through cooperative learning model clattering studs, (2) to increase student learning outcomes through cooperative learning model clattering studs. This research is Classroom Action Research (CAR) with fourth grade students study subjects SD Negeri 1 North Duda academic year 2013/2014 amounted to 30 people. Actions performed in 2 cycles. Student activity data collected by the method of observation, while the science learning outcomes data collected with the test method. The results, in the first cycle the average percentage of learning activities reached 61.2% with moderately active category and the average results of their study 69.33,% with enough categories. In the second cycle the average percentage of learning activities reached 79% with the active category and the average results of their study with a 85.17% higher category. Based on these data, the average student activity from the first cycle to the second an increase of 17.8%. Percentage of student learning outcomes in the classical cycle of I to II has increased by 15.84%, the data showed that the application of cooperative learning model clattering studs can increase the activity and learning outcomes in the fourth grade students at North Elementary School 1 Duda academic year 2013 / 2014. It is recommended to all classroom teachers in primary schools where the research should implement cooperative learning model clattering studs in science teaching.   Keywords: cooperative learning model clattering studs, learning activities, learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE-A MATCH BERBASIS MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR I Wyn. Wiarta, Ni Md. Suandayani A.P, Ni Wyn. Suniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1330

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara, yang terdiri dari 8 sekolah dan 14 kelas dengan jumlah populasi 534 siswa. Sebanyak 72 siswa dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa, dikumpulkan melalui tes hasil belajar IPA. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh  rata-rata kelompok eksperimen 1 = 24,7 > 2 = 19,3 kelompok kontrol. Lebih lanjut, melalui uji hipotesis diperoleh thitung = 4,354 sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dengan dk = 70 diperoleh ttabel =2,000 sehingga thitung = 4,354 > ttabel (α=0,05,70) = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara Tahun Pelajaran 2012/2013. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara Tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: make-a match, media lingkungan, hasil belajar IPA.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTECTUAL TEACHING LEARNING) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V I. G. A. Tri Agustiana, Ni Kt. Sri Aryani, I Nym Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.915

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui aktivitas belajar IPA saat menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Galungan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata skor aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama 17,5 meningkat pada pertemuan kedua 18,0. Siklus II pertemuan pertama 18,9 meningkat pada pertemuan kedua 20,2. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus I 6,5 meningkat pada siklus II 8,16. Persentase rata-rata kelas pada siklus I 65 % dan pada siklus II 81,6%, terjadi peningkatan sebesar 16,6%. Ketuntasan belajar pada siklus I 63% sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Berdasarkan data tersebut model pembelajaran CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa.   Kata kunci: pembelajaran CTL, aktivitas, hasil belajar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI PERGUNG Dw. Nyoman Sudana, Ni Pt. Asrika Maha Dewi, I Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.675

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbantuan media video, (2) hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PBL berbantuan media video dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain post test only group control design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Pergung. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Sampel yang diperoleh SD Negeri 2 Pergung sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 3 Pergung sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran PBL berbantuan media video berada pada tingkat kategori tinggi (diatas rata-rata sebesar 30,56), (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional berada pada tingkat kategori sedang (diatas rata-rata sebesar 21,97), (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PBL berbantuan media video dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional (thitung = 8,50 > ttabel = 2,00).  Berdasarkan hal tersebut ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran PBL berbantuan media video lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA.      Kata-kata kunci: PBL, media video, hasil belajar
PENGARUH MODEL ELICITING ACTIVITIES TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V DI SDN 1 BATURITI Dw. Nym. Sudana, Ni Luh Santi D. P, A. A. Gd. Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.849

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar matematika siswa.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui:(1) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan MEAs, (3) pengaruh yang signifikan MEAs terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Baturiti.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non EquivalentPost?test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Baturiti yang berjumlah 53 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VA yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas VB yang berjumlah 26 orang.Data hasil belajar pada mata pelajaran matematika dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda dan uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial uji?t.Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong sedang. (2) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan MEAstergolong tinggi. (3) terdapatperbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V di SDN 1 Baturiti antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan MEAs dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Dengan demikiandapat diinterprestasikan model pembelajaran MEAs berpengaruh terhadap hasil belajar dalam mata pelajaranmatematika pada siswa kelas V  semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Baturiti.   Kata kunci: MEAs, hasil belajar matematika
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TAPPS BERBANTUAN MEDIA KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD I Wyn. Widiana, Md. Ririn Praditha, Tjok Rai P.,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.704

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model TAPPS berbantuan media kartu kerja dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Non Equivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 208 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Dauhwaru dan siswa kelas V SD Negeri 6 Dauhwaru yang berjumlah 68 orang. Data yang dianalisis adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan melalui tes objektif terdiri dari 30 butir soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan perolehan nilai rerata kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi dan perolehan nilai rerata kelompok kontrol yang berada pada kategori sedang (eksperimen = 20,86 > kontrol = 16) dan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 5,46 >  ttabel = 1,996). Dengan demikian bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model TAPPS berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model konvensional.   Kata-kata kunci: TAPPS, Kartu Kerja, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS SRI KANDI KECAMATAN DENPASAR TIMUR I Gst. A. Oka Negara, Md. Puspa Dewi, I Kt. Adnyana Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.924

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas V SD di gugus Sri Kandi Denpasar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Sri Kandi, Denpasar tahun ajaran 2012/2013 yang banyaknya 577 orang siswa. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes obyektif bentuk ganda biasa. Data ini analisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Snowball Throwing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ( thit = 2,562  >  ttabel = 2,000 ) dengan db = 82 (Σn -2 = 84 – 2 = 82 ) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing berpengaruh terhadap hasil belajar IPA Siswa kelas V SD di Gugus Sri Kandi Kecamatan Denpasar Timur.   Kata-kata kunci : Snowball Throwing , hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD GUGUS IV KECAMATAN TABANAN Kt. Pudjawan, Kd. Yulita P., I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.790

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian yaitu siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Tabanan berjumlah 196 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD No. 4 Dajan Peken dan SD No. 6 Dajan Peken berjumlah 81 orang. Data penguasaan kosakata Bahasa Inggris dikumpulkan dengan metode berbentuk tes pilihan ganda. Hasil tes yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kosakata Bahasa Inggris diperoleh (1) hasil post-test kelompok kontrol cenderung sedang dengan Mo<Md<M  (16,50<16,66<16,99), (2) data hasil post-test kelompok eksperimen cenderung tinggi dengan Mo>Md>M (22,18>21,30>20,60), (3) thit adalah 2,82 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) adalah 1,99. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV.   Kata kunci   : Teams Games Tournament, TGT, kosakata Bahasa Inggris

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue