Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN TEJAKULA
I Wyn. Widiana, I Gd. Nova Kusmayuda, I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.838
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visual Intellectual) berorientasi keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus V Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Tejakula yang berjumlah 5 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Pacung yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SD N 1 Julah yang berjumlah 23 orang, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 35 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,67 dan ttabel (pada taraf signifikasi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI berorientasi keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 26,35 dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 23,30. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berorientasi keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Â Kata kunci: SAVI, keterampilan proses, hasil belajar
STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR IPA ANTARA MODELPEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING DAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS IV SD
Md. Sumantri, Gst. A. E. Windhari, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.669
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Brain Based Learningdan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen komparatif.Rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Postest Design.Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Negeri 1 Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPA, dengan menggunakan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan menggunakan stasistik deskriptif dan statistisk inferensial uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Brain Based Learningdan kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipeGroup Investigation.Hal ini terlihat dari hasil analisis uji t sampel tidak berkorelasi dengan thitung> ttabel (3,347 > 1,9960). Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok Brain Based Learningadalah 135,617 berada pada kategori sangat tinggi dan kelompok Group Investigationadalah 127,571 berada pada kategori sangat tinggi.Hasil tersebutmenunjukkan bahwa, hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Brain Based Learningterbukti lebih unggul 8,056 dibandingkan dengankelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipeGroup Investigation. Â Kata-kata kunci:Â model BBL, GI, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS IV KUTA BADUNG
Ni Nym, Ganing, Ni Wyn, Sriyasih, I Wyn, Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1437
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe CPS (Creative Problem Solving) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional pada siswa kelas IV semester genap Sekolah Dasar gugus IV Kuta Badung Tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan desain penelitian adalah non equivalent control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Sekolah Dasar Gugus IV Kuta Badung, Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedonganan yang berjumlah 40 siswa dan siswa kelas IV SD Negeri 4 Kedonganan yang berjumlah 39 siswa.Dalam penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, variabel bebas dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran kooperatif tipe CPSberbantuan bahan ajar yang diorkestrasi guru dan pembelajaran konvensional. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS disekolah Dasar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif (uji-t). Pada taraf signifikansi 5% dan dk = n1+ n2– 2 = 40 + 39 – 2 = 77, ttabel = 2,00. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung =4,74 maka thitung ttabel, sehingga H0 ditolak danHa diterima. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CPS (Creative Problem Solving) berabntuan bahan ajar yang diorkestrasi guruberpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV semester genap Sekolah Dasar Gugus IV Kuta Badung Tahun Ajaran 2012/2013.Kata Kunci: Creative Problem Solving, Hasil Belajar IPS
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SD DI KESIMAN
IB. Surya Manuaba, I Md Arie Kusuma D., Ni Wyn Suniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1232
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara kelompok yang belajar menggunakan pendekatan Whole Language dengan kelompok yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yakni Nonequvalent Control Group Design. Populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman yang berjumlah 226 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD N 7 Kesiman sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan kelas V SD N 12 Kesiman yang berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar bahasa Indonesia mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Analisis data menggunakan metode analisis statistik uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara kelompok yang belajar menggunakan pendekatan Whole Language dengan kelompok yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman Denpasar tahun pelajaran 2012/2013. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih dari pada kelompok kontrol yaitu  = 74,82 >  = 69,7 dan hasil uji-t diperoleh thitung = 2,43 > ttabel (α= 0,05, 58) = 2,000. Oleh sebab itu penggunaan pendekatan Whole Language berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman Denpasar tahun pelajaran 2012/2013.  Kata-kata kunci: Whole Language, hasil belajar bahasa Indonesia.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLMMS (COOPERATIVE LEARNING TYPE MURDER WITH METACOGNITIVE SCAFFOLDING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD KELURAHAN BANYUNING
Ni Wyn. Rati, Ni Kt. Shanti Hartini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.857
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran CLMMS dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengan desain non-equivalent post test only control group desain. Populasi penelitian adalah seluruh kelas IV SD Kelurahan Banyuning tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas IVa SD N 2 Banyuning sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas IVb SD N 2 Banyuning sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 19,75. (2) Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 22,67. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Kelurahan Banyuning antara kelompok siswa belajar dengan menggunakan model pembelajaran CLMMS dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel ; thitung = 4,70 dan ttabel = 2,021). Kata kunci: CLMMS, hasil belajar IPA
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL IPA SISWA SD GUGUS III KECAMATAN MANGGIS
I Md. Citra Wibawa, Ni Kt. Ary Metriasih, I Km. Sudarma
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.889
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir rasional dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual berbantuan mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Manggis Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 110 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data keterampilan berpikir rasional siswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda diperluas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir rasional dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual berbantuan mind mapping dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 2,789 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual berbantuan mind mapping lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori.Kata kunci : strategi pembelajaran kontekstual, mind mapping, keterampilan berpikir rasional
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS KELAS IV SD GUGUS X KECAMATAN BULELENG
I Dw. Pt. Raka Rasana, Ni Md. Linda Dwi R L, Ign I Wyn Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.746
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Inggris antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus X Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 172 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No. 3 Kaliuntu yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IV SD K Karya yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok eksperimen. Data keterampilan berbicara Bahasa Inggris dikumpulkan dengan menggunakan rubrik penilaian berbicara yang berpatokan pada penampilan siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t polled varians. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Inggris yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Perbandingan perhitungan rata-rata keterampilan berbicara kelompok ekperimen adalah 15,12 lebih besar dibandingkan dengan rata-rata keterampilan berbicara kelompok kontrol sebesar 9,67. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa. Â Kata kunci: Konvensional, Inside Outside Circle, Berbicara
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VSDN 5 SUMERTA
I.B. Surya Manuaba, Ni Wyn. Febriyani R., IGA. A. Sri Asri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1558
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berbantuan media powerpoint dansiswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V SDN 5 Sumerta Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian, seluruh siswa kelas V SDN 5 Sumerta Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 84 orang siswa.Teknik sampel penelitian ini adalah sampling porpusive sehingga didapat sampel kelas VA dengan jumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB dengan jumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa.Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t.Berdasarkan hasil pengujian normalitas dan homogenitas terhadap data yang didapat dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t dan menunjukkan thit = 7,49> ttabel = 2,00 dengan db = 60 (Σn-2= 60-2=58) dan taraf signifikansi 5%. Pada nilai rata-rata hasil tes kelompok eksperimen diketahui lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yaitu 80,33 pada kelompok eksperimen dan 69,90 pada kelompok kontrol. Ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berbantuan media powerpointdan siswa yang dibelajarkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berbantuan media powerpoint berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 5 Sumerta Tahun Pelajaran 2013/2014.  Kata-kata kunci : Model Pembelajaran, Kooperatif tipe the power of two, powerpoint, hasil belajar  Abstract This study aims to find to find a significant difference between the results of social studies students who learned with cooperative learning model the power of two assisted media powerpoint and students who learned with conventional learning in class 5 Sumerta Denpasar SDN Academic Year 2013/2014. The study was quasi-experimental research, the design Nonequivalent Control Group Design. Study population, all students in grade 5 Sumerta Denpasar SDN Academic Year 2013/2014 , amounting to 84 students . Engineering samples of this study was thus obtained samples sampling porpusive VA class with 31 students as the number and class VB experimental group by the number of 31 students as a control group. IPS data on learning outcomes was collected using multiple choice objective test normal. Furthermore, the data were analyzed by t-test. Based on the results of tests of normality and homogeneity of the data obtained from the experimental group and the control group were normally distributed and homogeneous . Hypothesis test is then performed with t-test and showed thit = 7.49 > table = 2.00 with db = 60 ( Σn - 2 = 60-2 = 58 ) and a significance level of 5 %. On the average value of the test results are known experimental group was higher than in the control group is 80.33 in the experimental group and 69.90 in the control group. This means that there are significant differences in learning outcomes between students who learned with the group cooperative learning model the power of two assisted media powerpoint and students who learned with the group of students who learned with conventional learning. It can be concluded that cooperative learning model the power of two -assisted powerpoint media affects the outcome of social studies grade 5 Sumerta SDN Academic Year 2013/2014.  Key words : learning models, the cooperative type the power of two, powerpoint, learning outcomes
MODEL PEMBELAJARAN ASSURE BERMUATAN SOFT SKILL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI GUGUS IX ABIANSEMAL BADUNG
M.G. Rini Kristiantari, Ni Md. Dhyas Semerty, I Gd. Meter,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1331
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ASSURE bermuatan soft skill dengan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri gugus IX Abiansemal Badung. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas V SD Negeri Gugus IX Abiansemal Badung sebanyak 194 orang yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dimana siswa kelas V SD No. 1 Darmasaba yang berjumlah 32 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No. 6 Darmasaba yang berjumlah 36 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ASSURE bermuatan soft skill dengan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 4,08> ttabel = 2,00). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ASSURE bermuatan soft skill berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Gugus IX Abiansemal Badung Tahun ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: model pembelajaran ASSURE bermuatan soft skill, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARDS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 6 BONDALEM
A. A Gede Agung, Kd Dian Prima Ridwanthi, I Gst. N. Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.916
Abstrak Pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran, karena dengan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, kenyataan yang terjadi di SD Negeri 6 Bondalem menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar matematika sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards, (2) deskripsi hasil belajar matematika sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards, (3) perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards pada siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2012/2013 SD Negeri 6 Bondalem. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 6 Bondalem yang berjumlah 32 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards berada pada kategori sedang, (2) hasil belajar matematika siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards berada pada kategori sangat tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards pada siswa kelas IV SD Negeri 6 Bondalem. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media question cards berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Kata-kata kunci: NHT, hasil belajar, question cards. Â