cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 425 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD DI GUGUS VI KECAMATAN SAWAN I Md. Tegeh, Gst. A. Km. Desy N, I Gst. Ngurah Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.737

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) hasil belajar matematika siswa yang  dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, 2) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected, dan 3) perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus VI Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN Gugus VI Sangsit tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 185 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN 4 Sangsit sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan siswa kelas V SDN 8 Sangsit yang berjumlah 30 sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes essay. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional berada pada ketegori tinggi dengan mean 23,6 2) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran terpadu tipe connected berada pada kategori sangat tinggi dengan mean 31,03, dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran terpadu tipe connected dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thitung = 4,17 > ttabel = 2,00.  Dengan demikian dapat diketahui bahwa model pembelajaran terpadu tipe connected berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.   Kata kunci : pembelajaran terpadu, connected, hasil belajar
PEMBELAJARAN PERMAINAN EDUKATIF BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI DENPASAR I Wyn. Wiarta, Ni Wyn. Indrasari, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1551

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran permainan edukatif dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di gugus Srikandi Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah  Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar sebanyak 280 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik random sampling dengan mendapatkan SDN 10 Sumerta sebagai kelas eksperimen dan SDN 13 Kesiman sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar operasi hitung bilangan bulat di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan  menggunakan bentuk tes objektif tipe pilihan ganda biasa dengan 4 option pilihan jawaban bobot nilai 60%, sedangkan untuk penilaian sikap  dikumpulkan melalui lembar observasi dengan bobot nilai 40%. Data  dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran permainan edukatif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 5,28 > ttabel = 2,000). Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada hasil tes di akhir pembelajaran. Rata-rata nilai pada kedua kelompok, diketahui rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol (1= 84,78> 2= 79,78).Ini berarti model pembelajaran permainan edukatif berpengaruh terhadap hasil belajar operasi hitung bilangan bulat pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar tahun ajaran 2013/2014.   Kata kunci : pembelajaran permainan edukatif, hasil belajar operasi hitung bilangan bulat   Abstract The study aimed at determining the significant differences result of study in counting operational of integer between students who taught by using Educaton Game learning model with students who tauhgt by using the convesional learning model in grade five at Gugus Srikandi Denpasar.The research was a quasy experimental study (Quasy Experiment) with the design of the sudy was Non Equivalent Control Group Design. The populations in this study were all students in grade five at Gugus Srikandi Denpasar. The samples used random sampling tehnique with SDN 10 Sumerta as class experiment and SDN 13 Kesiman as the control class.The data were collected based on the result of study in counting operational of integer in both classes. The obtained data were collected by using multiple choice tests with four option answers with 60% scores, while behaviour test came from questioner with 40% scores. The obtained data were analyzed by t test.The result shows that there are significant differences in learning outcomes of students who taught by using Education Game learning model with students who tauhgt by using the convesional learning model (t hitung=5,28 > t table = 2,000). It can be shown from the different result of final test between the experimental learning group wits the converticional learning group. The average result of bolt groups can be shown that the result of the experimental leaning group is more than the control learning group (1= 84,78> 2= 79,78). Thus, it can conclude that Education Game learning model has an effect toward the result of counting operational of integer study in grade five SD Gugus Srikandi Denpasar year 2013/2014.   Key words: Education Game learning model, research was
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUMBERBASIS JOYFUL LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS UNTUNG SURAPATIDENPASAR TIMUR Ni Wyn. Suniasih, Ni Wyn. Sri Wedayanti, I Kt. Ardana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1324

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kuantum berbasis joyful learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus Untung Surapati. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan perbandingan static group. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus Untung Surapati. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Sumerta dan SDN 9 Sumerta, masing-masing berjumlah 32 siswa.Pengumpulan data prestasi belajar ini dilakukan dengan tes prestasi belajar. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan uji-t separated varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) mean pada kelompok eksperimen = 69,74 > mean kelompok kontrol (2) thitung= 2,298 > ttabel (α = 0,005)= 2,000 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kuantum berbasis joyful learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus Untung Surapati, Denpasar Timur Tahun Ajaran 2012/2013. Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran kuantum berbasis joyful learning berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA.   Kata kunci: model pembelajaran, kuantum, joyful learning, prestasi belajar IPA
PENERAPAN TEKNIK PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS V SD NO. 1 SARI MEKAR, KECAMATAN BULELENG I Gd. Margunayasa, I Wyn. Dedi Suariga, Ni Wyn. Arini
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.898

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca puisi siswa melalui teknik pemodelan di kelas V SD No. 1 Sari Mekar Tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 1 Sari Mekar, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jumlah siswa pada kelas V adalah 29 siswa. Laki-laki berjumlah 19 orang siswa dan perempuan berjumlah 10 orang siswa. Objek atau sasaran yang diteliti dalam penelitian ini adalah keterampilan membaca puisi siswa kelas V SD No. 1 Sari Mekar dengan penerapan teknik pemodelan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan teknik pemodelan dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa kelas V SD No. 1 Sari Mekar. Peningkatan tersebut dilihat dari peningkatan skor keterampilan membaca puisi siswa dibandingkan dengan perolehan skor pada pembelajaran sebelum diterapkannya teknik pemodelan. Sebelum penelitian (refleksi awal), nilai keterampilan membaca puisi siswa mencapai nilai rata-rata 65,2. Pada siklus I, rata-rata nilai keterampilan membaca puisi siswa mencapai 71,8, sedangkan pada siklus II, nilai rata-ratanya adalah 78,7. Rata-rata nilai keterampilan membaca puisi siswa dari siklus I ke siklus II meningkat meningkat sebesar 6,9.Kata-kata kunci : membaca puisi, teknik pemodelan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG Nym. Kusmariyatni, L. Ayu Dewi Mastika, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.755

Abstract

Abstrak IPA merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dibelajarkan dari sejak SD sebab IPA merupakan dasar teknologi, sedangkan teknologi disebut sebagai tulang punggung pembangunan. Namun, berdasarkan hasil observasi di SD gugus I Kecamatan Buleleng, hasil belajar IPA masih banyak di bawah KKM. Guru lebih banyak ceramah dan kurang melibatkan siswa, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model explicit instruction berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus I Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 242 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes isian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 16,48. Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 14,45. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung > ttabel, thitung = 2,374 dan ttabel = 2,000). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus I antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Explicit Instruction berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional.   Kata kunci: model pembelajaran explicit instruction, hasil belajar IPA, media gambar
PENGARUH METODE DISCOVERY BERBANTUAN MEDIA REALITA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI DESA ANTURAN KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG I Dw. Pt. Raka Rasana, Md. Kristianti, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1347

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar siswa pada kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan metode ceramah, (2) deskripsi hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan metode discovery berbantuan media realita, dan (3) pengaruh yang signifikan metode discovery berbantuan Media realita terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV SD di Desa Anturan Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen (quasi experiment) dengan rancangan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SD di Desa Anturan tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 119 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 75 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tipe uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 10,33 > ttabel 1,658 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan metode discovery berbantuan media realita yaitu 34,56 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan metode ceramah yaitu 23,82 yang berada pada kategori sedang, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode discovery berbantuan media realita dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode ceramah. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan metode discovery berbantuan media realita.   Kata-kata kunci: metode discovery berbantuan media realita, hasil belajar IPA.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 8 KESIMAN I Gd. Meter, I Gd. Agus S., I.B. Surya Manuaba,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.925

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk meningkatkan aktivitas belajar IPA melalui penerapan Model  Problem Based Learning , siswa kelas IV SD Negeri 8 Kesiman (2) Untuk meningkatkan  hasil belajar IPA melalui penerapan Model  Problem Based Learning , siswa kelas IV SD Negeri 8 Kesiman. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK atau classroom action research merupakan penelitian yang bersifat aplikasi (terapan), terbatas, segera, dan hasilnya untuk memperbaiki dan menyempurnakan program pembelajaran yang sedang berjalan.Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 8 Kesiman Tahun Ajaran 2012/2013, sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode (1) observasi, (2) tes. Data yang didapatkan melalui metode observasi adalah data tentang aktivitas belajar IPA siswa. Data tersebut kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Data yang didapatkan melalui metode tes adalah data tentang hasil belajar IPA. Data tersebut kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian pada aktivitas dan hasil belajar IPA menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase skor rata-rata aktivitas belajar IPA sebesar 13,9% dari 57,4% pada siklus I menjadi 71,3% pada siklus II. (2) terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar IPA sebesar 30% dari 66,33 pada siklus I menjadi 81,67  pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Model  Problem Based Learning dalam mata pelajaran IPA khususnya di kelas IV SD Negeri 8 Kesiman dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA.   Kata-kata kunci : Model  PBL, Aktivitas, dan Hasil Belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN LINGKUNGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN NEGARA Pt. Nanci Riastini, Gst. A. Filla Renita P., I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.791

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CORE berbatuan lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan mengguanakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 149 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 16,52 (41,30%), 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model CORE berbantuan lingkungan cenderung tinggi, dengan mean 25,64 (64,10%), 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan lingkungan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 10,60 > ttab = 2,000).   Kata kunci: Model CORE, lingkungan, berpikir kritis  
PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEDERHANA PADA OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V Wyn Wiarta, Ni L. Eka Warsini, Wyn Suniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1369

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui penggunaan alat peraga sederhana. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas V di SD  N 5Batuantahun pelajaran 2012/2013 dengan banyak siswa yaitu 10 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar Matematika diukur melalui tes bentuk objektif dan uraian. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan, dari pra siklus hasil belajar siswa 64% (kategori rendah) dengan ketuntasan klasikal 40%, siklus I prosentase hasil belajar matematika mencapai  76,3% (kategori sedang)dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 60% sampai akhir siklus IIprosentase hasil belajar matematika mencapai 81% (kategori tinggi) dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 90% sehingga indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajarmatematikasiswa kelas VSD N 5 Batuan, Gianyar tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: penggunaan alat peraga sederhana, operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dan hasil belajar Matematika
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERMAKNA BERNUANSA LINGKUNGAN ALAM TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS 4 SELEMADEG TIMUR TABANAN I Wyn Sujana, I Pt. Fira Kumartha, Md. Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.969

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang melaksanakan pendekatan pembelajaran bermakna bernuansa lingkungan alam dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester 2 SD Gugus 4 Selemadeg Timur Gadungan, Tabanan tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sekolah Gugus 4 Selemadeg Timur Gadungan, Tabanan tahun pelajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui teknik observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji t. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran bermakna bernuansa lingkungan alam lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (82,53>78,76). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang melaksanakan pendekatan pembelajaran bermakna bernuansa lingkungan alam dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 3,674 ; ttabel = 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran bermakna bernuansa lingkungan alam berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Gugus 4 Selemadeg Timur Gadungan, Tabanan tahun ajaran 2012/2013.   Kata kunci : Pembelajaran bermakna bernuansa lingkungan alam, hasil belajar.

Page 4 of 43 | Total Record : 425


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue