cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 425 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAYBERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PKn I.B.S. Manuaba, I.W.G.S. Darmayasa, I.M. Suara,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.922

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi belajar PKn dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) berbantuan media gambar dan (2) meningkatkan hasil belajar PKn dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) berbantuan media gambar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Manukaya yang berjumlah 26 siswa.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa dan (2) tes untuk mengetahui hasil belajar siswa.Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi siswa dalam belajar PKnmeningkat dan dapat dilihat dari hasil observasi yang dilakukan, (2)  hasil belajar PKnsiswa  meningkat dengan menerapkan model pembelajarankooperatif tipe two stay two strayberbantuan media gambar. persentase rata-rata motivasi belajar pada siklus I baru mencapai 68,76%, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II persentase rata-rata motivasi belajar sebesar 83,38%, Persentase hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 67,5% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73,07%,  setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa mencapai 81,34 % dan ketuntasan belajar klasikal menjadi 96,15 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS media gambar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 1 Manukaya, Tampaksiring, Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci:TSTS, Media Gambar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD Ni Md. Setuti, Ni Wyn. Juniasih, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.788

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada  siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di Gugus V, sampel penelitian adalah SD N 3 Pupuan dan SD N 4 Pupuan. Pemilihan sampel menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA dan analisis menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret dan model pembelajaran konvensional. Hal ini diketahui dari hasil analisis hipotesis dengan uji-t, thitung > ttabel (thitung =3,26>ttabel=2,000 dan skor rata-rata siswa yang belajar dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret lebih tinggi yaitu 15,72, sedangkan skor rata-rata siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional yaitu 12,22.  Jadi, model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: think talk write , media konkret, konvensional, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ECIRR TERHADAP PEMAHAMAAN KONSEP IPA SISWA SD KELAS IV DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAAN 2012/2013 Ndara T. Renda, Ni. L. Sri Ismayanti, Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1366

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1), mengetahui deskripsi Pemahaman Konsep IPA  yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui deskripsi Pemahaman Konsep IPA  pada kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ECIRR, dan (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran ECIRR terhadap Pemahaman Konsep IPA  pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD gugus VI kecamatan Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Post-test Only Control Design. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang di SD No. 1 Kampung Baru sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Kampung Baru yang berjumlah 28 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem Simple Random Sampling. Data tentang kemampuan pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan tipe tes uraian. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebagian besar skor siswa cenderung rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan bahwa Mo < Md < M atau (14,25 < 16,5 < 22,07), (2) pemahamaan konsep IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran ECIRR sebagian besar skor siswa cenderung tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan bahwa Mo > Md > M atau (36,2  >34,32,72 > 30,32), dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan model ECIRR terhadap pemahamaan konsep IPA  siswa diketahui bahwa thitung > ttabel (51,5 > 2,00). Dari rata-rata pemahamaan konsep IPA diketahui siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ECIRR lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.   Kata kunci: ECIRR, konvensional,pemahamaan konsep IPA  
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS I DENPASAR SELATAN I Wyn. Wiarta, Ni Md. Wina Antari, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.967

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signiifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model reciprocal teaching (pembelajaran terbalik) berbantuan multimedia dengan siswa yang dibelajarkan  menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Kontrol Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus 1 Denpasar Selatan tahun ajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif yang dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui lembar observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji t. Rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan model reciprocal teaching berbantuan multimedia lebih dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (79,58>74,40). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model reciprocal teaching (pembelajaran terbalik) berbantuan multimedia dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung=6,641:ttabel=2,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model reciprocal teaching berbantuan multimedia berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS Siswa kelas V SD Gugus I Denpasar Selatan. Kata kunci : Model reciprocal teaching, hasil belajar, multimedia pembelajaran.
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD KELAS V DI GUGUS XIV BULELENG Pt. Nanci Riastini, Kt. Ely Wijayanti, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.823

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini, yaitu kelas V SD No. 1 Tukadmungga dan SD No. 3 Tukadmungga, yang masing-masing siswanya berjumlah 38 orang dan 28 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esai. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan Hasil analisis data, diperoleh (1) rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen tergolong kriteria sangat tinggi dengan M = 32,9, (2) rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol tergolong kriteria sedang dengan M = 21.79, dan (3) thit = 9,984 > ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Pemahaman Konsep, IPA
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VII BONTIHING Nym. Dantes, Md. Sukarpiani, Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.686

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA siswa yang mengikuti metode pembelajaran Talking Stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri yang ada di gugus 7 Bontihing pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan  teknik random sampling dan diperoleh SD N 1 Bontihing sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan SD N 4 Bontihing sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Data Pemahaman Konsep IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti metode pembelajaran Talking Stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan t hitung = 45,75 dan t tabel = 2,00 untuk db = n1 + n2 – 2 = 60 dengan taraf signifikansi 5%.   Kata kunci: metode talking stick, pemahaman konsep, sains.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS II KECAMATAN SIDEMEN I Kd. Suartama, I Gst. A.A.Lili A. D, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1332

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER pada siswa kelas IV di SD  Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2012/2013.  Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa di SD Gugus II Kecamatan Sidemen tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 219 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 48 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPA. Bentuk tes prestasi belajar IPA yang digunakan adalah uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 5,896 > ttabel 2,00 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yaitu 19,10 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 16,89 yang berada pada kategori sedang maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan prestasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci:  Kooperatif MURDER,  Prestasi Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERMUATAN PERMAINAN PUZZLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN NUSA Kt. Pudjawan, Ni L. Tantri, Ndara Tanggu Renda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.917

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching bermuatan permainan Puzzle, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching bermuatan permainan Puzzle dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV  SD gugus I Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Post-test Only Control Design. Sampel penelitian ini SD Negeri 2 Batununggul yang berjumlah 28 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 3 Batununggul yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data tentang hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan Mo < Md < M (13,07 < 15,64 < 16,10), (2) hasil belajar IPA siswa yang mengkuti model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan permainan Puzzle cenderung tinggi dengan Mo > Md > M (19,35 > 19,16 > 19,03), dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan permainan Puzzle dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 19,53 > ttabel = 2,02; ά=0,05). Dengan demikian model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan permainan Puzzle berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD gugus I Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2012/2013 Kata kunci: Quantum Teaching, hasil belajar IPA
PENGARUH PENDEKATAN SAVI BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD NO. 1 SEPANG KELOD Ni Wyn Arini, Kd. Edo Juliawan, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.783

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa sebelum diterapkan pendekatan SAVI berbantuan media visual, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa sesudah diterapkan pendekatan SAVI berbantuan media visual, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah diterapkan pendekatan SAVI berbantuan media visual. Prosedur penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test and post-test desain dan sampel sebanyak 32 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:  (1)  deskripsi data hasil belajar IPA siswa sebelum diterapkan pendekatan SAVI berbantuan media visual berada pada kategori sedang dengan rata-rata 19,75, (2) deskripsi data hasil belajar IPA siswa sesudah diterapkan pendekatan SAVI berbantuan media visual berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 35,75, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah diterapkan pendekatan SAVI berbantuan media visual dengan thitung = 28,986 > ttabel = 2,000 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari pendekatan SAVI berbantuan media visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 1 Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.   Kata-kata kunci: SAVI, media visual, hasil belajar IPA.
PENGARUH METODE TALKING STICK BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SEMESTER II SD GUGUS V KECAMATAN BANJAR I Md. Tegeh, Ni Kdk. Prila L., Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1361

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa pada kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 di SD gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng yang dibelajarkan menggunakan metode talking stick. (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa pada kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 di SD gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah dan penugasan. (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajrkan menggunakan metode talking stick berbantuan kartu soal dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode cermah dan penugasan. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen berdisain Post Test Only Control Group Desing. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA  dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistic deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen memiliki mean sebesar 35,29 dengan kategori sangat baik dan kurve poligonnya membentuk juling negatif, (2) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol memiliki mean sebesar 29,04 yang berada pada kategori baik dan kurve pologonnya membentuk juling positif, (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunaan metode talking stick dan siswa yang dibelajarkan mengunakan metode ceramah dan penugasan.(Fhitung 26,76 > Ftabel 3,96)   Kata Kunci:   talking stick, hasil belajar IPA

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue