Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS VI KECAMATAN BANJAR
I G. A. Tri Agustiana, Ike Rasmianti, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1370
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran metode pembelajaran problem posing dan siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Banjar. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment dengan desain penelitian ?non-equivalent posttest only control group design?. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di gugus VI kecamatan Banjar yang terdiri dari 6 sekolah. Pengambilan sampel ditentukan mengunakan teknik random sampling dengan sampel penelitian 27 orang siswa kelas IV di SD N Banyuseri sebagai kelas eksperimen dan 38 orang siswa kelas IV di SD N 3 Kayuputih sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian pada tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran problem posing sebesar 73,76. Sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 62,05. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung>ttabel (thitung=3,03>ttabel=2,00). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran problem posing dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, metode problem posing berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD di gugus VI Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : problem posing, kemampuan pemecahan masalah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI GUGUS V ABIANSEMAL
I Kt. Ardana, Ni L. Pt. Yuly Milawati, I. B. Surya M,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1381
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis proyek dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di SD Negeri Gugus V Abiansemal, Kabupaten Badung. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalen control group design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus V Abiansemal, Kabupaten Badung. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini data hasil belajar IPA, diambil dengan tes objektif yang terdiri atas 30 butir soal. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan t-test. Dari hasil penghitungan diperoleh nilai rata-rata tes akhir (posttest) hasil belajar IPA, kelompok eksperimen yaitu 75,844 sedangkan kelompok kontrol yaitu 67,733. Hasil pengujian hipotesis didapatkan hasil thitung = 3,398 sedangkan ttabel = 2,000. Karena thitung > ttabel maka h0 ditolak dan ha diterima, sehingga berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis proyek dengan siswa yang mengikuti pembelajaran Konvensional SD Negeri Gugus V Abiansemal, Kabupaten Badung. Berdasarkan perbedaan rata-rata nilai tes akhir (posttest) hasil belajar IPA tersebut dapat disimpulkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis proyek berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Gugus V Abiansemal, Kabupaten Badung. Â Kata kunci :Â Inkuiri Terbimbing Berbasis Proyek, Hasil Belajar IPA
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD SARASWATI TABANAN
I Md. Suara, Ni Wyn.Wida Gian Pratiwi, I Wyn.Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1186
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar materi pecahan dalam Mata Pelajaran Matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV SD Saraswati Tabanan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Saraswati Tabanan yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah 140 orang siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan 70 orang siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pre-test dalam desain ini digunakan untuk menyetarakan kelompok populasi dengan menganalisis skor sumatif Matematika siswa kelas IV pada semester I. Data mengenai hasil belajar Materi Pecahan dalam mata pelajaran Matematika dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan teknik t-test dengan thitung= 2.88, ttabel= 2.02 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 34 n1 - 1 atau n2 - 1 sehingga diperoleh thitung > ttabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar materi pecahan dalam Mata Pelajaran Matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV SD Saraswati Tabanan. Rerata hasil belajar matematika siswa di kelompok eksperimen adalah 74.23 dan kelompok kontrol adalah 67.14. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar materi pecahan dalam mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD Saraswati Tabanan.   Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Pembelajaran Matematika di     SD, Hasil Belajar Matematika.
PENGARUH STRATEGI BELAJAR PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV TAHUN PELAJARAN 2012/2013 GUGUS V KECAMATAN BULELENG
Ni Nym. Garminah, L. Rinayani, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.827
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi belajar peta konsep dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi belajar ekspositori pada siswa kelas IV SD Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013 di Gugus V Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen yang menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random samplin. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode instrumen tes hasil belajar IPA berbentuk isian. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor hasil belajar IPA pada kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi ekspositori cenderung rendah, dengan mean 10,64. Sedangkan, hasil belajar IPA pada kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi peta konsep menunjukkan cenderung tinggi, dengan mean 12,74. Berdasarkan analisis data menggunakan uji-t, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi peta konsep dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, dengan thitung > ttabel (thitung = 6,034 > ttabel = 2,000), Â Kata kunci: peta konsep, hasil belajar IPA
PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN GUGUS 6 MENGWI
DB. Kt. Ngr. Semara Putra, Ni Km. Sri Polih, I Wyn. Rinda Suardika,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1317
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan yang signifikan hasil belajarIPA siswa yang belajar melalui Pendekatan Keterampilan Proses dengan Memanfaatkan Lingkungan sekolah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi. Jenis eksperimen ini merupakan Quasi Experimental Design dengan rancangan “Nonequivalent Control Group Designâ€.Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi dengan jumlah populasi 193 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling dengan jumlah 63 siswa terdiri dari dua sekolah yaitu Siswa Kelas IV SDN 2 Kapal sebagai kelas eksperimen dan Siswa Kelas IV SDN 3Kapal sebagai kelas kontrol.Data hasil belajar IPA di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis uji-tpada taraf signifikan 5% dan dk = 61 diperoleh thitung = 5.834 > ttabel = 2.00. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajarIPA siswa yang belajar melalui Pendekatan Keterampilan Proses dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekolah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi. Berdasarkan tes akhir pembelajaran (post test) diketahui bahwa rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol (79 > 70.5).Dengan demikiandisimpulkan bahwapendekatan keterampilan proses dengan memanfaatkan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi.  Kata-kata kunci : Pendekatan Keterampilan Proses, Lingkungan Sekolah, Hasil Belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V DI SD 7 DATAH
I Gd. Margunayasa, Ni L. Orin Budiartini, I Nyoman Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.891
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Inquiri Terbimbing dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 7 Datah pada semester genap di Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas V SD di Desa Datah Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan rancangan non equivalent post test only control group design dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Negeri 7 Datah terdiri dari 2 kelas. Jumlah keseluruhan populasi adalah 40 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kemampuan berpikir kritis. Data dikumpulkan dengan memberikan tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk tes uraian sebanyak 10 butir soal dengan indeks reliabilitas sangat tinggi yaitu 0,54. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara penerapan model pembelajaran Inquiri Terbimbing dengan pembelajaran konvensional (thitung = 9,91>ttabel = 2,024). Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran Inquiri Terbimbing=33,65 lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional=22,45. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Inquiri Terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri 7 Datah Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Kata-kata kunci: pembelajaran inquiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR BERDASARKAN KONSEP TRI PRAMANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS XV KECAMATAN BULELENG
I Kt. Dibia, Md. Ariestini, I Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.748
Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 2 Gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan non-equivalent post-test only control group desain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel dipilih sebanyak dua sekolah dari delapan sekolah dengan menggunakan teknik ?random sampling?. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pencapaian rata-rata nilai siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana yang tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 15,9 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi dengan rata-rata 11,9. Kata kunci: model siklus belajar, konsep tri pramana, hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW 1 DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V
Dsk. Pt. Parmiti, I Gd. Juniarta, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1560
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA setelah penerapan model pembelajaran koopratif tipe Jigsaw 1 dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani. 2011/2012.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan, subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani yang berjumlah 28 orang. Waktu pelaksanaan pada semester II (dua) Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini berlangsung pada II siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode diskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,25 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 60,71%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa yang diperoleh adalah 77,36 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 92,86%.hasil tersebut menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 1 dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani Tahun pelajaran 2011/2012.Kata-kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Tipe Jigsaw 1 , Alat Peraga, Hasil BelajarIPA.AbstractThis research aims at knowing the improvement of the studens? study esults on science lesson be implementingcooperative jigsaw I bearning model by using media toward the fifth gradee students of SD N 3 Sukawana kintamani district in the academisyear of 2011/2012.This research is action research. The subjects of the research were students of the fifth grade of SD N 3 Sukawana of Kintamani District. The were 28 students all together. The research was conducted in the second semester in academic year of 2011/2012. This research cansisted of 2 cycles. The method of collecting the data was observation and tes of study result. Futher more, the data was analyzed byusing descriptive qualitative method. The mean score of the students in cycle I are 63,25 and the precentage of the result was 60,71%. In the second cycle,the mean of the students secore was 77,36 with 9,86% student gol the mean score. The result shown that the implementation of cooperative jigsaw I learning model through media could improve the result of study of science for the fifth grade students of SD N 3 Sukawana Kintamani District in the academic year of 011/2012Key words: cooperative Jigsaw I learning model, media, the science study result
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER GANJIL SD NO 2 MENDOYO
Pt. Nanci Riastini, I G. A. A. Ari Susanti, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1333
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas V semester ganjil SD No.2 Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tahun ajaran 2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran kartu arisan. Jenis penelitian ini adalah penelitian PTK, yang dilakukan 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester ganjil SD No.2 Mendoyo Dangin Tukad Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 16 orang.Objek penelitian adalah hasil belajar siswa yang dibagi menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai ranah afektif dan psikomotor siswa, sedangkan metode tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai ranah kognitif siswa. Data mengenai hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan mean rata-rata dan persentase rata-rata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan penerapan model Kartu Arisan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD No 2 Mendoyo Dangin Tukad. Terjadi peningkatan hasil belajar IPA yaitu dari hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh persentase sebesar 67,50% dan hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh persentase sebesar 81,20%. Jadi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa “Penerapan Model Pembelajaran Kartu Arisan†dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada guru yang mengajar di SD No 2 Mendoyo Dangin Tukad agar menerapkan model pembelajaran Kartu Arisan sesuai dengan langkah-langkah dan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini. Kata kunci: kartu arisan, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD
I G. A. Tri Agustiana, I Gd. Agus Mayga Putra, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.918
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 186 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas IVA sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IVB SD N 1 Taro sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan cara pengundian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental semu dengan pola â€Non Equivalent Post-test Only Control Group Designâ€. Data hasil belajar siswa diperoleh dengan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor hasil belajar IPA siswa diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung=3,815>ttabel=2,021) pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pengajaran langsung (direct instruction). Kata-kata kunci: Model Connected, Gambar, Hasil Belajar