cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING BERBASIS KARAKTER BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS V GUGUS 4 KEROBOKAN KELOD ., I Made Adi Ary Martha; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe role playing berbasis karakter berbantuan media audiovisual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 1 SD Gugus 4 Kerobokan Kelod. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sekolah Gugus 4 Kerobokan Kelod, yang meliputi 5 SD berjumlah 225 siswa, pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah SD No 5 Kerobokan Kelod sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan SD No 3 Kerobokan Kelod sebagai kelas kontrol berjumlah 30 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui teknik observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji t. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe role playing berbasis karakter berbantuan media audiovisual lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan konvensional (80,30>75,77). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe role playing berbasis karakter berbantuan media audiovisual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan t hitung = 3,19 > t tabel = 2,00 pada derajat kebebasan 58 disignifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe role playing berbasis karakter berbantuan media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus 4 Kerobokan Kelod. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe role playing, karakter, media audiovisual, hasil belajar This research was intended to know whether or not there was a significant difference between the results of students in studying social which used cooperative role playing based on audiovisual media with the students which used conventional learning method of fifth grade students of first semester in SD Gugus 4 Kerobokan Kelod. This research was made from quasi experiment which was used non equivalent control group design. The population in this research was all the subjects in Gugus 4 Kerobokan Kelod consisted of five elementary schools with total number of the students was 225 and the technique which was used to take the sample was random sampling. The sample in this research was SD 5 Kerobokan Kelod as experimental class consisted of 30 subjects and SD 3 Kerobokan as controlled class consisted of 30 subjects. The data was collected from the result of studying social which was the combination of cognitive and affective score. The cognitive score was collected from the result of test in the form of multiple choices, whereas affective score was collected from observation technique which was in line with character were developed. The data was analyzed with (UJI T/ test t/formula t). The grand mean of the result of studying social which was got between students which was implemented with cooperative role playing method based on character which implemented by audiovisual media were higher than students which studied in conventional learning method (80.30 > 75.77) The result of this research showed that there was a significant difference in studying social with the students which was implemented using cooperative role playing based on character which used audiovisual media and students which studied in conventional learning method by using formula t = 3.19> t table =2.00 in scale 58 which significance 5%. Based on the data, the researcher can conclude that cooperative role playing based on character which used audiovisual media was significance affect with the result of studying social of fifth grade students in SD Gugus 4 Kerobokan Kelod keyword : cooperative role playing learning method, character, audiovisual media, result of the study
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR TRI PRAMANA DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD DI GUGUS 1 KECAMATAN TAMPAKSIRING ., I Made Wahyu Mariastha; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model siklus belajar Tri Pramana dan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Gugus I Kecamatan Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD N 3, 4, 6, 7 Manukaya. Data hasil belajar IPA dan gaya kognitif dikumpulkan dengan instrumen tes objektif dan GEFT. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji ANAVA dua jalur untuk hipotesis 1,2 dan 3. Kemudian dilanjutkan dengan uji t-scheffe untuk hipotesis 4 dan 5. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti siklus belajar Tri Pramana dan pembelajaran konvensional dengan nilai Fhitung sebesar 4,53, (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang memiliki gaya kognitif ¬field-independent dan gaya kognitif ¬field-dependent dengan nilai Fhitung sebesar 4,30, (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA siswa dengan nilai Fhitung sebesar 17,40, (4) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model siklus belajar Tri Pramana dan pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki gaya kognitif field-independent dengan nilai thitung sebesar 6,320, dan (5) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti siklus belajar Tri Pramana dengan pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki gaya kognitif field-dependent dengan nilai thitung sebesar 2,050. Jadi, siklus belajar Tri Pramana dan gaya kognitif berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa.Kata Kunci : gaya kognitif, hasil belajar IPA, siklus belajar tri pramana This study aims to determine the effect of Tri Pramana learning cycle model and cognitive style toward the science learning results. This study is categorized as a quasi-experiment with 2x2 factorial design. The population of this study was class 5th Cluster I of Tampaksiring District in the academic year 2013/2014. The sample of this study is the students of grade V in SDN 3, 4, 6, 7 Manukaya. The data of science learning results and cognitive styles were collected by an objective test instruments and GEFT. The data collected were analyzed by using two ways ANOVA test for the first, second and third hypothesis. Then, it was followed by t-scheffe test for fourth and fifth hypotheses. The results show that: (1) there is a difference in science learning results between students who take Tri Pramana learning cycle and conventional learning with the value of F is 4,53, (2) there is a difference in science learning results between students who have field-independent cognitive style and field-dependent cognitive style with the value of F is 4,30, (3) there is an effect of interaction between the learning model and cognitive style on the students? science learning results with the value of is 17,40, (4) there is a difference in science learning results between students who take Tri Pramana learning cycle model and conventional learning on the students who have field-independent cognitive style with the value of t is 6,320, and (5) there is a difference in science learning results between students who take Tri Pramana learning cycle with conventional learning on students who have a field-dependent cognitive style with the value of t is 2,050. Thus, the Tri Pramana learning cycle and cognitive style affect the students? science learning results.keyword : cognitive style, science learning results, tri pramana learning cycle
Pendekatan CTL Berbantuan Media Audio Meningkatkan Siswa SD Terhadap Cerita Bahasa Indonesia Gugus VI Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Gede Gosa Diyatmika; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemahaman terhadap sebuah cerita bahasa Indonesia siswa kelas III di Gugus VI Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan CTL berbantuan media audio (cerita), dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas III di Gugus VI Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014, yang berjumlah 95 orang yang terdiri dalam 5 sekolah. Setelah di random sampling didapatkan SD N 3 Dauh Peken sebagai kelompok eksperimen dan SD N 1 Dauh Peken sebagai kelompok kontrol. Data tentang Pemahaman Sebuah Cerita Bahasa Indonesia dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda biasa berjumlah 30 butir soal yang valid dan reliabel. Data yang terkumpul dianalisis dengan t-test. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan pemahaman terhadap sebuah cerita bahasa Indonesia siswa kelas III di Gugus VI Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan kontekstual berbantuan media audio (cerita), dan siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Ini terlihat dari nilai thitung = 7,689 Dengan db = 57 ( Ʃn-2 = 59 – 2 = 57 ) dan taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 2.000. Karena thitung lebih dari nilai ttabel ( 7.689 > 2.000), maka hipotesis (H0) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL Berbantuan Media Audio berpengaruh terhadap pemahaman sebuah cerita bahasa Indonesia siswa kelas III Gugus VI Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014 Kata Kunci : Bahasa Indonesia , CTL (contectual teaching and learning), media audio, pemahaman sebuah cerita bahasa indonesia. The purpose of the study is to figure out if there was a diference in understanding an Indonesian story for third grade students of Gugus VI, Tabanan Sub-districk, Tabanan regency, between the students taught using CTL approach equiped by audio media (story), and students taught using a convetional approach. The population of the study were conducted to 95 of third grade students from 5 elementary schools in Gugus VI, Tabanan Sub-districk, Tabanan regency, year of study 2013 – 2014. The result of the random sampling technique was SD N 3 Dauh Peken as the experimented group and SD N 1 Dauh Peken as the control group. The Data about Understanding an Indonesian tory collected through a multiple choice test as much as 30 valid and reliable questions. The data collected is analyzed with t-test. The result of the study shows that there were differences in understanding about an Indonesian story of the third grade at Gugus VI Tabanan district Tabanan regency between the students who use CTL which assist by audio media (story), with the students who use the conventional learning (tcount 7,689 > ttable = 2,000). Thus, we can conclude that significantly influence of understanding an Indonesian story of the third grade Gugus VI Tabanan district Tabanan regency.keyword : Indonesian , CTL (contectual teaching and learning), audio media, the understanding of Indonesian story.
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Gugus V Mengwi Badung. ., Ni Putu Eka Sugiantari; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Generatif berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus V Mengwi Badung tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan penelitian Non Equivalen Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus V Mengwi sebanyak 109 siswa. Sampel penelitian ini adalah adalah 60 siswa, yang terdiri dari siswa kelas V SD N 3 Abianbase sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD N 2 Abianbase sebagai kelas kontrol. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data tentang hasil belajar IPA diambil dengan metode tes dan dianalisis dengan uji-t. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 58, diperoleh thitung > ttabel (4,139 > 2,021), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Generatif berbantuan media audio visual lebih baik dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (81,03 > 76,27). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Generatif berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus V Mengwi Badung tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran Generatif, media audio visual, hasil belajar, IPA. This research was aimed to know the influence of generative learning type using audio-visual in the students learning result in science subject (IPA) for the fifth grade students of Cluster V Mengwi Badung , academic year 2013/2014. This research applied non equivalen control group design . The population of this research were log 5th grade students of Cluster V Mengwi . The sample of this research were go students , which consisted of 5th grade students from SD N 3 Abianbase as the experiment group and SD N 2 Abianbase as the control group . The sample were group cesing random sampling technique . The data was abtained with test method and was analized with t-test. Hypothesis testing is performed at a significance level of 5% with df = 58, obtained tcount > ttable (4,139 > 2,021) therefore, H0 was rejected and Ha was accepted. The data showed that the students’ learning result which useel Generative learning type using audio-visual were better than those who applied convetioney learning (81,03 > 76,27) . Thus,it could be concluded generative learning type using audio-visuaal influenced the students learning result in the science subject for the 5th grade students of Cluster V Mengwi Badung , academic year 2013/2014 .keyword : Generative learning models , audio visual media , learning outcomes , science.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DENGAN MEDIA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 DENBANTAS TABANAN ., Luh Putu Ari Surestiani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3836

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Cooperatif Integrated Reading And Composition (CIRC) dalam mata pelajaran Matematika. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 1 Denbantas Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang siswa. Adapun data dikumpulkan dengan metode observasi dan metode tes. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Sebelum penelitian, rata-rata hasil belajar siswa sebesar 47,00. Dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 60, hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata persentase hasil belajar pada siklus I sebesar 68,00% dengan kategori sedang, rata-rata persentase hasil belajar pada siklus II sebesar 82,17% dengan kategori tinggi. Terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 14,50%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Denbantas Kecamatan Tabanan. Disarankan kepada guru yang mengajar Matematika agar menerapkan model pembelajaran CIRC berbantuan media konkret untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Kata-kata kunci: CIRC, media konkret, hasil belajar matematika This research is Classroom Action Research (CAR), which is conducted in two cycles . This study aims to improve student learning outcomes after the implementation of the learning model Cooperatif Integrated Reading and Composition (CIRC) in the subjects of Mathematics . The subjects were all students in the fourth grade SD Negeri 1 Denbantas Kecamatan Tabanan school year 2013/2014 , amounting to 30 students. The data were collected by the method of observation and test methods. Subsequently analyzed using quantitative descriptive analysis method . Before the study, the average student learning outcomes at 47,00. Seen from a minimum completeness criteria ( KKM ) of 60, the results of student learning is still relatively low. The results of this study indicate the average percentage of learning outcomes in the first cycle of 68.00 % with moderate category, the average percentage of learning outcomes in the second cycle of 82.17 % with a high category . An increase learning outcomes from the first cycle to the second cycle of 14.50 %. Based on these results it can be concluded that the application of the learning model to improve learning outcomes CIRC fourth grade students of SD Negeri 1 Denbantas Kecamatan Tabanan. The authors suggest that applying mathematies teachers learning model CIRC with the help of concrete media to improve the students learning outcomes.keyword : CIRC , concrete media , matematic learning outcomes
MODEL BRAIN BASED LEARNING (BBL) BERNUANSA LINGKUNGAN SEKITAR BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Wayan Ardiani; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model brain based learning (BBL) bernuansa lingkungan sekitar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Sukawati tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD gugus IV Kecamatan Sukawati tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 270 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, dan yang diacak adalah kelas sehingga didapatkan dua kelas yaitu kelas V SD Negeri 2 Batubulan Kangin dengan 44 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri 1 Batubulan Kangin dengan 43 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dengan bentuk tes pilihan ganda biasa. Data hasil belajar IPA yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model brain based learning (BBL) bernuansa lingkungan sekitar lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (77,02 > 70,09). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 3,208 > ttab (α= 0,05, 85) = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model Brain Based Learning (BBL) bernuansa lingkungan sekitar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Sukawati tahun ajaran 2013/2014. Hal ini juga didukung dari nilai N-gain yang diperoleh, yaitu N-gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang, sedangkan N-gain kelompok kontrol berada pada kategori rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model brain based learning (BBL) bernuansa lingkungan sekitar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus IV Kecamatan Sukawati tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model Brain Based Learning, lingkungan sekitar, hasil belajar IPA This study was aimed to determining the significance difference in learning outcomes between students that learned science through models of brain based learning (BBL) with nuanced of the surrounding environment with students that learned through conventional teaching in fifth class’s students of elementary school 4th cluster of Sukawati subdistrict 2013/2014 academic year.This research was type of a quasi experimental research designed with nonequivqlent control group design. The object of the research was fifth class students of elementary school 4th cluster subdistrict of Sukawati 2013/2014 academic year as many 270 student. Determination of the samples was done by random sampling technique, and that randomized were classes, with the result that was got two classes, the fifth grade students of SD Negeri 2 Batubulan Kangin as the experimental group with 44 students, and the fifth grade students of SD Negeri 1 Batubulan Kangin as the control group with 43 students.The results showed that the average of student’s learning outcames that learned through models of brain based learning(BBL) with nuanced of the surrounding environment gained higher score than students learned through conventional teaching method (77,02 > 70,09). The collected data were analyzed using t-test statistical analysis. Based on the result of t-test was found tobs = 3.208 > ttab (α= 0,05, 85) =2.000, so Ho was rejected and Ha was accepted. This proves that there were significance difference between learning outcomes through models of brain based learning (BBL) with nuanced of the surrounding environment with students that learned through conventional teaching in fifth class, students of elementary school 4th cluster of Sukawati subdistrict 2013/2014 academic year. This result was also supported by N-gain score, that was N-gain of the experimental class in medium category while N-gain of control class in low category. Thus, it can concluded that the application of the Brain Based Learning model with nuanced of the surrounding environment affects the science learning outcomes in the fifth class students of elementary school 4th cluster of Sukawati Subdistrict 2013/2014 academic year.keyword : Brain Based Learning model, the environment, science learning outcomes
PENGARUH MODEL VCT BERLANDASKAN KONSEP TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF SISWA KELAS V DI SD GUGUS III KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., ANAK AGUNG ISTRI RAI MARTA DEWI; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ranah afektif pada pembelajaran PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Value Clarification Technique (VCT) berlandaskan konsep Tri Kaya Parisudha dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (direct instruction) pada siswa kelas V semester ganjil SD Gugus III Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 129 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 1 Seririt dengan jumlah 24 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 3 Seririt dengan jumlah 29 orang sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar ranah afektif dikumpulkan dengan menggunakan angket/kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Value Clarification Technique (VCT) berlandaskan konsep Tri Kaya Parisudha dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (direct instruction). Hal ini ditunjukkan oleh t hitung > ttabel, t hitung = 6,602, dan ttabel = 1,671 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan menggunakan model Value Clarification Technique (VCT) berlandaskan konsep Tri Kaya Parisudha, yaitu 121 yang berada pada kategori tinggi dan model pengajaran langsung (direct instruction), yaitu 109,12 yang berada pada kategori sedang.Kata Kunci : VCT, tri kaya parisudha, hasil belajar afektif This study aimed to investigate the difference on the affective of students’ learning outcomes between a group of students who were taught by Value Clarification Technique (VCT) Model with the base of Tri Kaya Parisudha and a group of students who were taught by using Direct Instruction Model of the fifth grade elementary school students in Gugus III in Seririt district in Buleleng Regency academic year 2013/2014. This study was designed as a quasi-experimental research. The population of this study were 129 fifth grade elementary school students Gugus III in Seririt disctrict, Buleleng regency in academic year 2013/2014. The samples of this study were 24 fith grade students in SDN 1 Seririt as the experimental group, while the 29 students as the control group. The data in the form of affective learning outcomes was collected by using questionnare. The data collection was analyzed by descriptive statistic analysis technique and inferential statistics (t-test). The result of the study showed that there was difference on the students’ affective leaning outcomes between a group of students taught by using Value Clarification Technique (VCT) Model with the base of Tri Kaya Parisudha and a group of students who were taught by using Direct Instruction Model. It was shown by to, > tcv. to = 6,602 and tcv = 1,671 and it was supported by the difference of mean score of students who were taught by using Value Clarification Technique (VCT) Model with the base of Tri Kaya Parisudha was 121 in the high level, while Direct Instruction Model was in the medium level.keyword : VCT, tri kaya parisudha, affective learning outcomes
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR PKN KELAS IV SD NEGERI 3 SEBATU, GIANYAR ., Ex Putu Jaya; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division ( STAD ) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 3 Sebatu Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas 52 siswa. Setelah dilakukan uji kesetaraan sampel sebanyak 46 siswa dipilih sebagai sampel. Dengan teknik random sampling diperoleh siswa kelas Iva sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas Ivb sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar PKn dikumpulkan melalui tes objektif yang terdiri dari 20 butir soal,dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran Konvensional, dengan thitung sebesar 6,068 dan ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar PKn di kelas IV SD Negeri 3 Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten GianyarKata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, STAD, hasil belajar, PKn The porpuse of this study is wanted to know the difference of PKn Learning Outcome between students following Cooperative Learning model of student teams achievement division ( STAD ) type and student following conventional model. This study was experiment research with post-test only control group design. The population of this study was all of students in fourthgrade of SD Negeri 3 Sebatu at Tegallalang district, Gianyar Regency on academic year 2013/2014, consisted of 52 person. After being done the sample equivalence test, 46 students were selected to be sample. By using sampling random technique, students in class of Iva as the experimental group and student in class IVb as the control group. PKn Learning outcome data was obtained by objective tes consisted of 20 items, and then was analyzed by using descriptive and inferential statistic. The result of this study show that there is significance difference of learning outcome between student following cooperative learning model of STAD type and student following conventional model, with tobs 6,068 dan ttab 2,00. Based on the result, can be concluded that learning cooperative model of STAD type give an effect to the PKn learning outcome in fourth grade of SD Negeri 3 Sebatu at Tegallalang district, Gianyar regencykeyword : Cooperative learning, STAD, learning outcome, PKn
Pengaruh Model Pembelajaran Master Terhadap Pemahaman Konsep PKn Siswa Siswa Kelas V Di SD NO 1 Banyuning Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Kadek Ayu Mertasari; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Master dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD No 1 Banyuning, Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan cara random class sampling pada kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas V A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V B sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes esay yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 9,13 > ttabel 2,01 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran MASTER yaitu 24,74 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 18,16 yang berada pada kategori tinggi maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan pemahaman konsep PKn yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran MASTER dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran MASTER, pemahaman konsep PKn. This study aimed at determining the differences between the concept of students understanding of learning through Master learning model and students who learned through conventional learning model. The study was quasi-experimental study (quasi-experiment). Population of this study were all fifth grade students in Banyuning 1 elementary school, Buleleng District, school year of 2013/2014. The samples were taken by sampling class randomly which was equivalent class. The chosen sample was V A class as groups of experiment and V B class as groups of control. The data was taken from the result of understanding concept of the students through test. The students were given essay test which had validated. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The result of this study showed that tcount 9,13> ttable 2.01 and supported by the differences between average score of learning model MASTER and conventional learning model. The students who learned by using learning model Master obtained 24,74. It was the highest category. Meanwhile the students who learned by using conventional learning models obtained 18,16. It was higher category. So Ha is accepted. It shown that there are differences of the concept of PKn understanding significantly between the students who learned using learning model MASTER and students who learn using conventional learning models.keyword : MASTER learning, understanding of the concept PKn.
PENGARUH MODEL PROBING-PROMTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V ., Putunda Al Arif Hidayatullah; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Probing-Promting dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Pulukan yang berjumlah 20 orang dan kelas V SDN 1 Medewi yang berjumlah 19 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Probing-Promting dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model Probing Promting adalah 58,70 tergolong kriterian tinggi. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan model konvensional adalah 44,58 yang berada pada kategori sedang, dan thitung = 5,11, ttabel = 2,021 pada taraf signifikan 5%. Hal ini berarti bahwa thitung>ttabel. Jadi model Probing-Promting berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA di kelas V gugus Singasari kecamatan Pekutatan.Kata Kunci : Model Probing-Promting, Berpikir Kritis The aimed of this reserch was to know the difference between students? critical thinking who learn using Probing-Promting model and students? critical thinking who learn using conventional learning ain learning science of the fifth grade students in SDN Gugus Singasari Pekutatan district. This research was quasi experiment. The population of this research was grade five of SD gugus Singasari Pekutatan district consisted of 142 students, regency in the academic year 2013/2014. The sample of this research was grade five of SDN 2 Pulukan consisted of 20 students and grade five of SDN 1 Medewi consisted of 19 students. The instrument used to collecting the data were essay test. Data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research show that there is significant difference between critical thinking of students by using convensional and students critical thinking by using Probing-Promting model. Average score of the students critical thinking using Probing-Promting model is 58,70 classified as high criteria. Average score of the students critical thinking using convensional learning is 44,58 classified as intermediate criteria, and tobserved = 5,11, t table = 2,021 at the significant level 5% which means that tobserved>table. In this reseach Probing-Promting model is preponderant for the critical thinking students in learning natural science of the fifth grade students in gugus Singasari Pekutatan district.keyword : Probing-Promting model, critical thinking

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue