cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
Pengaruh Teknik Critical Incident Berbantuan Media Gambar Seri Terhadap Keterampilan Menulis Kelas V SD Gugus 1 Abiansemal ., Gusti Ayu Dian Ratna Pertiwi p; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan keterampilan menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa yang dibelajarkan melalui teknik critical incident berbantuan media gambar seri dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas V SD Gugus 1 Abiansemal Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 1 Blahkiuh (kelas eksperimen) dan siswa kelas V SD No. 2 Blahkiuh (kelas kontrol). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes uraian. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan uji-t. Melalui perhitungan dengan uji-t diperoleh thitung = 2,86 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk=(31+35)-2=66 adalah 2,00, sehingga thitung > ttabel, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan keterampilan menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa yang dibelajarkan melalui teknik critical incident berbantuan media gambar seri dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan teknik critical incident berbantuan media gambar seri terhadap keterampilan menulis siswa kelas V di SD Gugus 1 Abiansemal tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : teknik critical incident, media gambar seri, keterampilan menulis. The purposeof this research was to determine the differences in writing skill between the students who take Indonesian language lesson with critical incident technique assisted by series picture media and the students who take Indonesian language lesson with conventional learning on fifth grade of elementary school students in cluster 1 Abiansemal in the academic year of 2013/2014. This research was a quasy-experimental research with non-equivalent control group design. The research sample was a students in the grade five of SD No. 1 Blahkiuh (experimental class) and a students in the grade five of SD No. 2 Blahkiuh (control class). The method of collecting data in this research was an essay test. The data obtained from the test method were analyzed by the t-test. By calculating the t-test was obtained tvalue= 2,86 while the ttable at 5% in significant level with df = (31+35) – 2 = 66 is 2,00, so that tvalue> ttable, which means that Ho was rejected (failed to be accepted) and Hawas accepted. The results of this research indicate that there was a significant differences in writing skill between the students who take Indonesian language lesson with critical incident technique assisted by series picture media and the students who take Indonesian language lesson with conventional learning. So it could be concluded that there were a significant influences toward the application of critical incident technique assisted by series picture media toward the result of the students writing skill in grade five of elementary school students in cluster 1 Abiansemal in the academic year of 2013/2014.keyword : critical incident technique, image series media,writing skill.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 6 PANJER ., Putu Arie Pertiwi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent control group design. Populasinya adalah siswa kelas IV SDN 6 Panjer berjumlah 136 siswa dengan sampel kelas A yang berjumlah 39 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas C yang berjumlah 39 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara tes. Tes yang digunakan disusun sendiri oleh peneliti dan sebelum digunakan terlebih dahulu divalidasi meliputi validitas isi, daya beda, indeks kesukaran dan reliabelitas. Data yang didapat dari hasil pemberian tes kemudian dianalisis menggunakan uji t dengan jumlah sampel berbeda.Sebelum dilakukan uji t terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV sekolah dasar nomor 6 Panjer. Ini dilihat dari perbedaan nilai rata-rata kelompok eksperimen yang lebih tinggi dari nilai rata-rata kelompok kontrol. Sementara uji hipotesis dilakukan dengan uji t, dimana t htumg = 3.89 sedangkan t tabel = 2.00. Karena t hitung ¬> t tabel maka Ha diterima, itu berarti terdapat pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar nomor 6 Panjer. Kata Kunci : pendekatanl pembelajaran Kontekstual, hasil belajar IPA Application Contextual Teaching Learning Model Of Learning Outcomes Sains Primary Class IV. This study aimed to analyze the differences in outcome between groups of students learn science learning using contextual teaching learning and students who learn using conventional learning models . The study was a quasi-experimental research disign with posttest only control group disaign. Its population is the fourth grade students of SDN 6 Panjer totaled 136 students at class A samples that were 39 students as a class experiment and class C totaling 39 students as classroom control. Collecting data in this study done by the test . The tests used compiled by researchers and validated prior to first use include content validity , the power difference , difficulty index and reriabellitas. The data obtained from the administration of the test was analyzed using a t test with different sample sizes. Before the test first tested the prerequisites which include tests of normality and homogeneity. The results show there are significant implementation contextual teaching learning against the results of fourth grade students learn science cluster elementary schools number 6 Panjer. It is seen from the difference in the average value of the experimental group were higher than the average value of the control group . While hypothesis testing is done with the t test , where t htumg = 3.89 = 2.00 while the t table. Because ¬ t > t table then Ha is accepted, it means that there are significant implementation of contextual teaching learning on science learning outcomes of primary school students of class IV Panjer. keyword : contextual teaching learning, learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS II KECAMATAN MENDOYO ., Ni Made Okty Purwani; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran heuristik vee, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran heuristik vee dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 249 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 66 orang. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 29,72 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 23,03 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 5,54 > ttabel 2,00) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran heuristik vee dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran heuristik vee menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : model heuristik vee, pemahaman konsep This observation aims to: (1) describe comprehension of student science concept in group experiment which is taught with heuristic vee learning model, (2) describe comprehension of student science concept in control group which is taught with direct learning model, (3) know differences comprehension of science concept among the students that follow heuristic vee learning and students that follow learning with direct learning model. This kind of observation is apparent experiment observation with design post-test only control group design. This observation population is all of fifth grade students in fifth cluster elementary school in Mendoyo sub-district in 2013/2014 in which engange 247 students. Sample that participated in the study were 66 students. Sample that taken by sampling random technique. Science concept comprehension data is gethered by test method, which is wider objective test. Then data will be analyzed by using descriptive statistic analysis technique and t-test. Result of observation points that, (1) average score of student science concept comprehension in group experiment is 29,72 that is different in high category, (2) average score of student science concept comprehension in control group 23,03 that is different in medium category, (3) result of t-test analysis is obtained tcount is bigger than ttable (tcount 5,54 > ttable 2,00) it means that there is significant differences in science concept comprehension among the students who follow the learning by using heuristic vee and students that follow learning with direct learning model. Thus, the group of students who learned with vee heuristic learning model showed a better understanding of the concept compared to a group of students that learned to use direct instructional model.keyword : heuristic vee learning, concept comprehension
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM-ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM UPAYA MENINGKATKAN INTERAKSI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 6 DAUH PURI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Luh Made Dwi Wintari; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi dan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe “Team-Assisted Individualization” (TAI) siswa di kelas IV SD Negeri 6 Dauh Puri Tahun Pelajaran 2013/2014. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 6 Dauh Puri yang berjumlah 45 yang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Data tentang interaksi belajar dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan interaksi dan hasil belajar Matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas IV SD Negeri 6 Dauh Puri. Hal tersebut terlihat dari interaksi belajar pada siklus I dan II yang telah mengalami peningkatan dari setiap pertemuan. Pada siklus I, persentase rata-rata interaksi belajar sebesar 65,4%, sedangkan pada siklus II persentase rata-rata interaksi belajar siswa mampu mencapai 81,2%. Ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 15,8%. Demikian pula pada pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Dauh Puri pada siklus I Persentase rata-rata hasil belajar siswa mencapai 71,1% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 48,9%, sedangkan pada siklus II, persentase hasil belajar meningkat menjadi 81,8% dan ketuntasan belajar secara klasikal menjadi sebesar 91,1%. Berdasarkan hasil refleksi siklus I sampai pada hasil siklus II, persentase rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 10,7% serta ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan sebesar 42,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan interaksi dan hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Dauh Puri tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization (TAI), interaksi, dan hasil belajar Matematika The purpose of this study is to investigate the interaction and learning of mathematics through cooperative learning model "Team-Assisted Individualization" (TAI) students in the fourth grade 6 Dauh Puri Elementary School Academic Year 2013/2014. The design of this study is action research conducted in two cycles. Subjects were fourth grade students of SD Negeri 6 Dauh Puri totaling 45 which consisted of 22 male students and 23 female students. The data collected on learning interactions using observation sheets and learning outcomes were collected using a test. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The results showed that an increase in interaction and mathematics learning outcomes through the implementation of cooperative learning model Team-Assisted Individualization (TAI) in the fourth grade students of SD Negeri 6 Dauh Puri. It is seen from the learning interaction cycle I and II that have experienced an increase of each meeting. In the first cycle, the average percentage of 65.4% of learning interaction, while the second cycle of the average percentage of students studying interactions capable of achieving 81.2%. This shows an increase of 15.8%. Similarly, the type of cooperative learning Team-Assisted Individualization (TAI) can improve learning outcomes Mathematics Elementary School fourth grade students 6 Dauh Puri in the first cycle average percentage of students achieving learning outcomes with 71.1% completeness in the classical learning of 48.9 %, while in the second cycle, the yield increased to 81.8% learning and mastery learning in classical amounted to 91.1%. Based on the results of a reflection on the results of the first cycle to the second cycle, the average percentage of student learning outcomes increased by 10.7% as well as the completeness of classical learning increased by 42.2%. It can be concluded that cooperative learning Team-Assisted Individualization (TAI) may increase interaction and mathematics learning outcomes Elementary School fourth grade students 6 Dauh Puri school year 2013/2014.keyword : academic supervision, principal leadership, work ethics, and service quality of learning process
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VAK BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IVB SD NO 2 BANYUASRI ., Agus Bayu Saputra; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2640

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IVB semester I SD No 2 Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IVB yang berjumlah 35 orang, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Metode pengumpulan data mempergunakan metode tes berupa tes obyektif dan esai. Data hasil belajar dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran VAK berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa sebesar 9,57%. Hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 70,57% dengan kriteria sedang, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 80,14% dengan kriteria tinggi. Sedangkan, ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 71,43% dengan kriteria sedang, mengalami peningkatan sebesar 11,43% pada siklus II menjadi 82,86% dengan kriteria tinggi. . Kata Kunci : model pembelajaran VAK, media AUDIO VISUAL, hasil belajar IPA Abstract This study aims at determining the increase of results of semester I students in grade (IVB) in learning science (IPA) in SD No 2 Banyuasri, sub district Buleleng, Buleleng Regency, in the academic year of 2012/2013. This type of research is action-based research which consists of 2 cycles. Each cycles consists of four stages, they are planning, action, observation/evaluation, and reflection. The subject of this research was the students of class IVB. The number of students in the class was 35; consisting of 13 males and 22 females. Data collection methods used in this research is test method, consisting of objective test and essay. Learning outcomes data were obtained and analyzed by using descriptive statistical analysis of quantitative methods. The results showed that through VAK learning model with audio visual as learning media, it improved learning outcomes by 9,57%. The results of the first cycle of students studying Science (IPA) was 70,57% which is considered to be moderate, has increased on the second cycle to be 80,14% which is considered high. Meanwhile, classical mastery learning in the first cycle of 71,43% which is considered to be moderate, has increased to be 11,43% on the second cycle to be 82,86% which is considered high.keyword : VAK learning model, audio visual media, the results of science learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERMUATAN PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD SEMESTER GANJIL DI GUGUS VI KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013-2014 ., Kadek Andriani; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar mengetahui model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intellectual) berbantuan peta pikiran (Mind Mapping) dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk eksperimen semu (quasi eksperimen), desain post-test 0nly control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD yang bergabung d gugus VI terdiri dari 6 sekolah dengan jumlah siswa kelas V sebanyak186. Sampel diambil dengan cara random sampling, tediri dari SD 4,8 sangsit yang berjumlah 83 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajarn SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) berbantuan peta pikiran(Mind Mapping) dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajarn konvensional ( > ). Disamping itu rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran SAVI bermuatan peta pikirin (21,4), lebih tinggi daripada rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang belajar mengunakan model pembelajaran konvensional (17,7) Kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran SAVI bermuatan peta pikiran menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model SAVI, Hasil Belajar IPA The purpose of this research is to analyze the different between learning output in student group with SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) assited by Mind Mapping and Conventional Teaching and Learning Model. This research belong to quasi experiment with post-test only control group design. Population of this research were 6 elementary schools in VI cluster with 186 stundents in V grade. Sample were taken by simple random sampling, consist of 4 and 8 Sangsit Elementary School with 83 students. The data are about Natural Science teaching and learning output. The data were analyzed by inferential and descriptive statistic. As the follwoy up of inferential statistic, t-test used to examine the different of student learning output. The result showed that were significant different learning output between student group with SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) assisted by Mind Mapping and Conventional Teaching and Learning Model (t count = 4,15 > t table = 1,68). Besied that, the avarage score of Natural Science with SAVI assisted by Mind Mapping (21,4) were higher than Conventional teaching and learning model (17,7). Group of student that learn with SAVI assisted by mind mapping showed the learning output better than conventional teaching and learning model.keyword : SAVI model, outcome Science
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II SD NO. 6 DALUNG ., Putu Ida Pratiwi; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan melalui penerapan Pendekatan Kontekstual berbantuan media gambar pada siswa kelas II SD No. 6 Dalung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model PTK adaptasi dari Kemmis dan Mc Tanggart. Subyek penelitian ini adalah sebanyak 46 siswa kelas II SD No. 6 Dalung. Data penelitian tentang hasil penilaian keterampilan membaca dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Data analisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan presentase hasil penilaian keterampilan membaca pada siklus I sebesar 68,15% berada kriteria sedang dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 71,63% tergolong pada kriteria tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah model pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan berbantuan media gambar pada siswa kelas II SD No. 6 Dalung.Kata Kunci : Model pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan Keterampilan Membaca Berbantuan Media Gambar This study aims to improve skill of early reading through implementation of contextual approach with drawing media at the student grade II of SD No.6 Dalung. This study was used class action design with two cycles and the model adapted from Kemmis and Mc Targgart. Subject of this study were 46 students grade II of SD No.6 Dalung. Data was collected with assestment on skill of reading that was conducted by observation method. Data was analyzed in quantitave descriptive. The result showed the percentage of assestment of reading skill at first cycle was 68,15% it is in moderate category and it experience improvement at second cycle become 71,63% and it is high category. Conclusion of this study is contextual model could improve skill of early reading with drawaing media at the student grade II of SD No. 6 Dalung.keyword : Contextual Teaching And Learning Approach Model, Skill of reading with drawing media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., I Gusti Nyoman Sastriawan; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation)dan model pembelajaran konvensional pada siswa SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain nonequivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng dengan jumlah kelas sebanyak 6 kelas dengan jumlah 173 siswa. Setelah diacak didapatkan SD Mutiara Singaraja kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan SD No.3 Banjar Tegal sebagai kelompok kontrol.Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran dengan model Model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) dan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran dengan model konvensional. Penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas VB SD Mutiara Singaraja lebih tinggi daripada hasil belajar IPA siswa kelas V SD 3 Banjar Tegal ( = 28,11 > = 22,23).Dengan demikian, bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD semester genap di Gugus XIII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : Kooperatif GI, Hasil Belajar This study aimed to determine differences in the learning outcomes of students who take science learning cooperative GI (Group Investigation) model and the conventional learning models to elementary schools. This type of research is an experimental research with nonequivalent post-test only control group design. The study population was a fifth grade elementary school students in Cluster XIII Buleleng as many as the number of classes 6 classes by the number of 173 students. After randomization found SD Mutiara Singaraja VB class as experimental group and SD 3 Banjar Tegal as a control group . Experimental class treatment given to the learning model of learning cooperative GI (Group Investigation) model and the treatment given control class learning with the conventional model. This study found that students' science learning outcomes SD Mutiara Singaraja VB class higher than the results of fifth grade students learn science SD 3 Banjar Tegal ( = 28.11 > = 22.23 ). Thus , application of learning models that cooperative GI (Group Investigation) effect on science learning outcomes fifth grade students in the second semester elementary Cluster XIII Buleleng Academic Year 2012/2013.keyword : Cooperative GI, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMENT APPROACH TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ., Ni Kadek Indrayati; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3226

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini mengenai rendahnya keterampilan proses sains siswa kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SEA dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen/eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng berjumlah 280 orang dari 11 kelas. Jumlah sampel penelitian 46 orang siswa. Data tentang keterampilan proses sains siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes esay. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa thitung = 4,091 dan ttabel = 2,000 (taraf signifikasi 5%). Hal ini berati thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Starter Eksperiment Approach (SEA) dan kelompok siswa yang dibelajarakan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hasil post-test keterampilan proses sains, diketahui bahwa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan M = 23,13 dan kelompok kontrol berada pada kategori tinggi dengan M = 18,30. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Starter Eksperiment Approach (SEA) berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : starter eksperiment approach, keterampilan proses sains The problem in this research was about the low science process skills student in grade V Elementary School. This research aimed at investigating differences of science process skills between students taught with Starter Eksperiment Approach (SEA) and those taught with conventional learning model at grade V Elementary School Gugus I KecamatanBuleleng. This research is categorized as Quasi Experimental, post-test only control group design which population was all the students at grade V Elementary School Gugus I KecamatanBulelengKabupatenBuleleng, with total number of 280 students. Sample research is 46 students. The data was collected through science process skills test and analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic, t-test. The result showed t value= 4,091 and t table = 2,000 (significance level 5%). It showed t value > t table, which could be interpreted as a significant difference between students taught with Starter Experiment Approach (SEA) and those taught with conventional learning model. From the average post test results, it could be recognized that experiment group was categorized as high, with M = 23,13 and control group as well, with M = 18,30. To sum up, the implementation of Starter Experiment Approach (SEA) positively influenced the science process skills of 5th graders at Elementary School Gugus I KecamatanBuleleng in Academic Year 2013/2014.keyword : starter experiment approach (SEA), science process skills
PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING DAN MOTIVASI BERPRESTASI BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Ketut Desy Widyantari; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI); (2) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi; (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah; serta (4) mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran IDEAL Problem Solving dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA. Rancangan penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design, dengan menggunakan desain faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Data yang dikumpulkan adalah data motivasi berprestasi siswa dan hasil belajar IPA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) (FA hitung = 4,428 > F tabel (α = 0,05; 1,82) = 3,96); (2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi (F (A1B1 – A2B1) hitung = 12,16 > F’(4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (F (A1B2 – A2B2) hitung = 0,12 < F’(4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); serta (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran IDEAL Problem Solving dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2013/2014 (FAB hitung = 7,778 > F tabel (α = 0,05; 1,82) = 3,96).Kata Kunci : IDEAL Problem Solving, motivasi berprestasi, hasil belajar IPA This study aims: (1) to determine the significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model; (2) to determine the significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own high achievement of motivation; (3) to determine the significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own low achievement of motivation; and (4) to determine influence interaction between IDEAL Problem Solving learning model and achievement motivation to science learning outcome. This research design is Nonequivalent Control Group Design, by using factorial 2x2 design. Population in this research were all students of fifth grade SDN in Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai North Denpasar academic year 2013/2014. Data collected are data achievement motivation and science learning outcome. Result research showed that: (1) there are significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model (FA calculates = 4,428 > F table (α = 0,05; 1,82) = 3,96); (2) there are significant differences of science learning outcome between student group that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own high achievement of motivation (F (A1B1 – A2B1) calculates = > F' (4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); (3) there are not significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own low achievement of motivation (F (A1B2 – A2B2) calculates = 0,12 < F'(4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); and (4) there are influence interaction between IDEAL Problem Solving learning model and achievement motivation to science learning outcome students of fifth grade SDN in Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai North Denpasar academic year 2013 / 2014 (FAB calculates = 7,778 > F table (α = 0,05; 1,82) = 3,96).keyword : IDEAL Problem Solving, achievement motivation, science learning outcomes

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue