cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 313 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SDN GUGUS I KECAMATAN SAWAN ., I Gusti Ayu Witari; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 107 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan cara undian. Sampel pada penelitian ini hanya melibatkan 2 kelas yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Lemukih yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Sekumpul yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,25 > ttabel 1,68) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Numbered Head Together (NHT) , hasil belajar This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and group of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster I Sawan district in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster I Sawan district in the school year 2016/2017, amounting to 107 students. Sampling using random sampling technique by lottery. The sample in this study involves only two classes, namely the fourth grade students of SDN 1 Lemukih who were selected as the experimental group and the fourth grade students of SDN 1 Sekumpul who were selected as the control group. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,25 > ttable=1,68) this means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and group of students that learned with conventional learning models. It can be concluded that the learning model Numbered Head Together (NHT) has positive and significant effect on science learning outcomes students in fourth grade in cluster I Sawan district in the school year 2016/2017keyword : Numbered Head Together (NHT), learning outcomes
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Putu Ardi Wiranata; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Rancangan penelitian menggunakan “post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 224 siswa. Sampel Diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan perhitungan thitung = 45,65 > ttabel = 2,021 dengan signifikasi < 0,05. Rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi daripada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional 31,58 > 24,96. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : problem based learning, hasil belajar. This study aims to determine the difference between IPA learning outcomes between groups of students who were taught using a problem based learning model with a group of students who were taught using instructional model of konvensional. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this study are students in Gugus XV District Buleleng 2016/2017 lessons a number of 224 students. Sample Taken using teknil random sampling. The results showed that there was a significant difference of science learning outcomes between groups of students who were studied with problem based learning model and groups of students who were learned by using konvensional model with thitung = 45,65 > ttabel = 2,021 with signifikasion < 0,05. The average learning outcomes of the students group that were taught by problem based learning model was higher than the group of students who were taught by konvensional model 31,58 > 24,96. This shows the instructional model of problem based learning has a significant effect on the science learning outcomes.keyword : problem based learning, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERMEDIAKAN GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Kadek Agus Astraman; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learningbermediakan gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkandengan model pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan non-equivalent post test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 6 Sutasoma Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menujukkan bahwa hasil belajar IPA kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol yaitu 24,72>17,94. Hasil perhitungan uji-t independent diperoleh thitung = 4,43 dan ttabel = 2,03 (thitung > ttabel) pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian model pembelajaran Problem Based Learningbermediakan gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : model Problem Based Learning, bermediakan gambar, hasil belajar IPA. This study aims to determine the difference of science learning outcomes between groups of students who study with the model of learning Problem Based Learning provides pictures and groups of students who learn with conventional learning model. This experimental study used non-equivalent design of post test only control group design. The population of this research is all students of class V primary school Group 6 Sutasoma Sub Kubutambahan Buleleng District Lesson Year 2016/2017. Samples were taken by random sampling technique. The collected data were analyzed by descriptive statistic and independent t-test. The results showed that the experimental study of experimental group was bigger than control group that was 24,72> 17,94. The result of independent t-test is obtained tcount = 4.43 and ttable = 2.03 (tcount > ttable) at 5% significance level. Thus the model of Problem Based Learning learning provides an image effect on the results of science learningkeyword : Problem Based Learning model, provided picture, learning result of science.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV ., Sang Made Sugiarta; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media lingkungan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Desain penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Barat yang berjumlah 546 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVC SDN 5 Padangsambian dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SDN 17 Padangsambian dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitnung = 5,628 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 74 diperoleh nilai ttabel = 2,000 sehingga thitung = 5,628 > ttabel = 2,000. Berdasarkan kriterian pengujian, maka ho ditolak dan Ha diterima. Adapun nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media lingkungan adalah 86,86, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 77,81. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media lingkungan terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Barat Tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Think Talk Write, lingkungan, kompetensi, pengetahua, IPA This study aims to determine the significant differences in the mastery of science knowledge competence of groups of students who are taught by the learning model of Think Talk Write assisted by environmental media with groups of students who are taught by conventional learning model in fourth grade students SD Gugus I Gusti Ngurah Rai West Denpasar Sub-district Lesson Year 2016 / 2017. The design of this research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this research is all fourth graders of SD Gugus I Gusti Ngurah Rai District of West Denpasar, amounting to 546 people. Samples were taken by random sampling technique. The sample in this research is the students of grade IVC SDN 5 Padangsambian with the number of 38 students as experimental group and fourth grade students SDN 17 Padangsambian with 38 students as control group. The data were collected using the test method in the form of a standard multiple-choice objective test. The data obtained were analyzed using the t-test. The result of data analysis obtained thitnung = 5,628 while at 5% significance level and dk = 74 obtained ttable value = 2,000 so thitung = 5,628> ttable = 2,000. Based on the test criteria, ho is rejected and Ha accepted. The average score of science knowledge competence in the group that was studied with Think Talk Write model of environmental media aid was 86.86, while in the group taught by conventional learning was 77.81. Based on these results can be concluded that there is influence of learning model Think Talk Write assisted environmental media on the mastery of science knowledge competence of fourth grade students SD Gugus I Gusti Ngurah Rai District West Denpasar Lesson 2016/2017. keyword : Think Talk Write, environment, competence, knowledge, science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Dhenok Rukma Setyani; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang pembelajarannya tidak mengikuti model think pair share pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan non-equivalent post-test control group design. Sebanyak 24 siswa SD Negeri 4 Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dilibatkan sebagai kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar sebanyak 7 kali pertemuan. Sementara sebanyak 24 siswa SD Negeri 3 Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dilibatkan sebagai kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar, akan tetapi pembelajarannya berlangsung sesuai kebiasaan guru mengajar sebelumnya. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kesetaraan hasil belajar IPS sebelum diberikan perlakuan. Setelah perlakuan kepada kelompok eksperimen selesai, kedua kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diberikan tes hasil belajar IPS buatan peneliti yang telah teruji validitas isi, validitas butir, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitasnya. Dalam hal ini kelompok eksperimen lebih baik hasil belajarnya dari kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang pembelajarannya tidak menggunakan model think pair share berbantuan media gambar. Nilai t = 6,17 dan signifikansi = 0,000. Hasil belajar kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, hasil belajar, media gambar This aims of the research is to determine the differences in students learning outcomes in the Social Lesson between groups of students who learn to follow the model of cooperative learning in type of think pair share using pictuers as a media and the groups of the students who do not use the model of think pair share in students of grade V of SD in Gugus II of Melaya District, Jembrana Regency in Year 2016/2017. This research is a quasi experiment with non-equivalent control group design. The determination of the sample in this study using random sampling technique of 24 students as an experimental class in SD 4 and 24 students of control class in SD 3 Melaya. The data obtained were analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there are differences in learning outcomes between groups of students using cooperative learning model in type of think pair share with pictures as the media and the groups of students who learning did not use think pair share model. Value t = 6.17 and significance = 0,000. The result of the study of the groups of the students using cooperative learning model in type of think pair share using pictures as a media is higher than the groups of the students who do not use cooperative learning model in type think pair share. keyword : cooperative learning model in type think pair share, learning outcomes, pictures as a media
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN KARTU WARNA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V GUGUS SRIKANDI* ., Ida Ayu Ketut Laksmi Wedayanti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model PBL berbantuan kartu warna dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian Non-equivalen. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 5 Sumerta sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri 10 Sumerta sebagai kelompok kontrol, dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 30 siswa pada kelompok eksperimen dan 30 siswa pada kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif berjumlah 30 butir tes yang telah divalidasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan statistik inferensial kemudian menguji hipotesis dengan uji t. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model PBL berbantuan media kartu warna dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik pada kelas V SD Gugus Srikandi Kecamatan Denpasar Timur. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung= 7,000 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = n1+n2-2. Rerata gain skor kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok eskperimen = 0,45 > = 0,24 kelompok kontrol. Dapat disimpulkan model PBL berbantuan kartu warna berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : PBL, kartu warna, kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the significant difference of science knowledge competence between groups of students who are taught through the colored card-assisted PBL model with groups of students who are taught through conventional learning in grade V SD Sugandi Srikandi East Denpasar. This type of research is a quasi experiment using Non-equivalent research design. The sample is determined by random sampling by randomizing the class. The sample in this study were the students of Grade V of SD Negeri 5 Sumerta as the experimental group and class V SD Negeri 10 Sumerta as the control group, with the total of each group of 30 students in the experimental group and 30 students in the control group. The knowledge of science knowledge competence data was collected with an objective test instrument amounting to 30 test items that have been validated. The data obtained were analyzed by using descriptive statistics and inferential statistic then test the hypothesis with t test. The result of the analysis shows that there is a significant difference of science knowledge competence between the students group which is learned through the colored card-assisted PBL model with the group of students who were taught through the scientific approach in the V-class of SD Sugandi District of East Denpasar District. This is evidenced by the result tcount = 7,000 > ttable = 2,000 at 5% significance level with dk = n1 + n2-2. Average gain of science knowledge competency score of students of experimental group = 0,45 > = 0,24 control group. It can be concluded that colored card-assisted PBL model influences the knowledge competence of science students of grade V SD Gugus Srikandi East Denpasar of the academic year 2016/2017. keyword : PBL, color card, science knowledge competence
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Berbantuan Media Topeng Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas V SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017 ., Ni Kadek Evie Febrianti; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10630

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017 yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran role playing berbantuan media topeng dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada tema sejarah peradaban Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaraan 2016/2017. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling setelah itu dilakukan uji kesetaraan pada kedua anggota sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 siswa yaitu 36 siswa kelas V dari SDN 7 Dauh Puri yang menjadi kelompok eksperimen dan 38 siswa kelas V dari SDN 2 Pemecutan yang menjadi kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang dikumpulkan berupa nilai penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yang dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan nilai rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rerata kelompok kontrol ( = 81,50 > = 67,65). Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan derajat kebebasan (dk = (36 + 38 - 2) = 72) pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung > ttabel (7,95 > 2,00) segingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran role playing berbantuan media topeng terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : role playing, topeng, IPS The aims of this research is to know the difference in mastering social science competence between students of grade V in SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Subdistrict West Denpasar in year 2016/2017 which follow teaching-learning process using mask-assisted media role playing learning model and students who follow conventional learning on the theme of Sejarah Peradaban Indonesia. This research is an experimental research applying a quasi-experimental research design (nonequivalent control group design). Population in this research is all student of grade V at SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Sub-district of West Denpasar year 2016/2017. Determination of the sample is done by random sampling technique firstly carried out by equality test on every member of population. The sample in this study amounted to 74 students that are 36 students of grade V from SDN 7 Dauh Puri who became experimental group and 38 students of grade V from SDN 2 Pemecutan which became the control group. Data collection applied in this research is test method. The data collected in the form of mastery of social science competence value that is analyzed by t-test. Based on data analysis, the result of the research showed that experiment group average score is higher than average score of control group (= 81,50 > = 67,65). Based on the result of t-test analysis with degrees of freedom (df = (36 + 38 - 2) = 72) at 5% significance level, it was obtained that t-count> t-table (7,95> 2,00) so it can be concluded that there is influence of mask-assisted media role playing learning model on the mastery of the competence of social science of pupil grade V of SDN Gugus Tuanku Imam Bonjol Sub-district West Denpasar Year 2016/2017.keyword : role playing, mask, social science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Ni Komang Tri Virgawati; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) dan siswa yang dibelajarakan dengan model pembelajaran konvensioanal. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 128 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster sampling. Dari hasil random diperoleh SD Negeri 8 Penyaringan sebagai kelas eksperimen, dengan jumlah siswa 20 siswa dan SD Negeri 9 Penyaringan sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 15 siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode tes dan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar, yang berjumlah 30 butir soal. Data dianalisis mengunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Skor rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 24,95 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 15,73. Selain itu, analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung = 8,23 lebih besar dibandingkan dengan ttabel = 2,034 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2016/2017Kata Kunci : Hasil Belajar, IOC, IPS. This research aims to know the significant differences of social science achievement between students who learned with the model of cooperative learning type of Inside Outside Circle (IOC) and students who learned with conventional learning model. This type of research was quasi experimental research. This research population is grade V in Cluster III year lesson 2016/2017 in Mendoyo Sub-district, Jembrana regency of 128 students. Research samples taken with the technique of cluster sampling. From the results of the random State SD Negeri 8 Penyaringan as experiments class with 20 students and number of students of the SD Negeri 9 Penyaringan as the control class with the number of students is 15 students. Research data obtained using test methods and instruments used are the test results of the study, which numbered 30-reserved. The data were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statisticl (test-t). The results showed there is a difference between learning achievement social science experiments class and control class. The average score for a experiment class is 24,95 while for the control class is 15,73. Besides that, data analysis used uji-t that is obtained tvalue = 8,23 is bigger than ttable=2,034 at 5% of significant level. Thus the learning model cooperative type of Inside Outside Circle (IOC) a positive effect against the achievement of social science grade in Cluster III year lesson 2016/2017 in Mendoyo Sub-district, Jembrana regency.keyword : achievement, IOC, social science.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Ni Kadek Dwi Krisnayanti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya dan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya pada siswa kelas V di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen kuasi dengan rancangan Non-equivalent Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang terdiri dari 7 SD dengan 15 kelas di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 8 Padangsambian sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB SDN 2 Padangsambian sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 34 siswa setelah disetarakan dengan teknik matching. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, dengan tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validitas. Analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas V di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017 (thitung = 6,696 > ttabel = 2,000) dan rerata nilai kompetensi pengetahuan matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya yaitu, 82,29 dan rerata nilai kompetensi pengetahuan matematika siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya yaitu, 69,03. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : inkuiri terbimbing, tutor sebaya, matematika This study aimed to determine the significant differences in the competence of mathematical knowledge of students who are taught using a guided inquiry learning model assisted by peer tutors and students who are not taught using a guided inquiry learning model assisted by peer tutors in grade V students in elementary school group Kompjana Sujana lesson year 2016/2017. This research was an experimental research with experimental design used is a quasi experimental design with Non-equivalent Group Design design. The population in this study were all students of class V consisting of 7 elementary schools with 15 classes in elementary school group Kompyang Sujana Lesson Year 2016/2017. The sample of this research were VB students of SDN 8 Padangsambian as experimental class and students of VB SDN 2 Padangsambian class as control class with amount of each group as many as 34 students after equalized by matching technique. The method of data collection in this study was the test method, with the usual double choice test amounting to 30 items that have been in the validity. The data analysis showed that there is a significant difference of competence of mathematics knowledge of students in experiment class and students in control group in grade V students at elementary school group Kompyang Sujana Lesson Year 2016/2017 (titung = 6,696> ttable = 2,000) and the mean value of mathematics knowledge competence of students who are taught using guided inquiry learning model assisted by peer tutor that is, 82,29 and the mean value of mathematics knowledge competence of student which is not learned using guided inquiry model of tutor assisted tutor peer that is, 69 , 03. Thus, the conclusion of this research is the guided inquiry learning model assisted by peer tutors influence the competence of mathematics knowledge of grade V elementary school group Kompjana Sujana Lesson 2016/2017keyword : guided inquiry, peer tutor, mathematical
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA ., I Putu Adi Kasuma; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 5 Pedungan yang dibelajarkan dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 5 Pedungan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen semu (quasy experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 5 Pedungan dengan jumlah anggota populasi sebanyak 112 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling, dan di tetapkan 74 siswa menjadi sampel penelitian. Data hasil belajar Bahasa Indonesia diperoleh dari test pilihan ganda yang dilakukan di akhir penelitian. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis statistik deskriptif (uji t). Berdasarkan taraf signifikan 5% dan dk = 72 diperoleh ttabel = 2.00, bersadarkan hasil pengujian yang dilakukan thitung = 5.36 > ttabel = 2.00, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning dan siswa yang di belajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar bahasa indonesia siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (74.47 > 65.05). Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching And Learning berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas V SDN 5 Pedungan.Kata Kunci : pendekatan contextual teaching and learning, hasil belajar bahasa indonesia This study aims to find out the significant differences in learning outcomes of Indonesian V grade 5 SDN 5 Pedungan students with Contextual Teaching And Learning Approach and learning outcomes of Indonesian V grade 5 SDN 5 Pedungan students who were taught by conventional learning. This type of research is experimental research with quasi experimental design (quasy experiment). The population in this study is all students of grade 5 SDN 5 Pedungan with a total population of 112 students. Sampling technique in this research using Random Sampling technique, and in the set 74 students to study sample. Data of learning result of Indonesian obtained from multiple choice test done at end of research. Further data is processed using descriptive statistical analysis (t test). Based on the significant level of 5% and dk = 72 obtained ttable = 2.00, the test results are made thitung = 5.36> ttable = 2.00, then H0 rejected and Ha accepted. Thus there are significant differences in the results of learning Indonesian class V students who follow the learning by using Contextual Teaching And Learning approach and students are taught using conventional learning. Average learning outcomes of Indonesian students are taught by Contextual Teaching And Learning approach and students are taught by conventional learning (74.47> 65.05). Based on the test results can be concluded that the Contextual Teaching And Learning approach affect the results of learning Indonesian class V students SDN 5 Pedungan.keyword : contextual teaching and learning approach, Indonesian language learning outcomes

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue