Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS KONSEP TRI PRAMANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SDN 1 SANGSIT
I G. A. Tri Agustiana, S. Md. Nata Putra A, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.784
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana, dan (3) perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional pada siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Sangsit. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Sangsit yang berjumlah 81 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) Hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model konvensional diperoleh rata-rata skor 18,95 dan berada pada kategori tinggi, 2) hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana diperoleh rata-rata skor 25,05 dan berada pada kategori sangat tinggi, dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional pada siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Sangsit (thit > ttab, thit = 8,188 dan ttab = 2,00). Kata-kata kunci: Inkuiri terbimbing, Tri Pramana, hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN BERBICARA KELAS IV SDN 2 TIHINGAN
I Gst. Ngurah Japa, Ni Md. Ayu Widiantari, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.785
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan keterampilan berbicara siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester I SDN 2 Tihingan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 2 Tihingan yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuisioner dan metode tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari rata-rata 73 pada siklus I menjadi rata-rata 84 pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata kemampuan keterampilan berbicara siswa dari rata-rata 71 pada siklus I menjadi 86,47 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester I SDN 2 Tihingan tahun pelajaran 2012/2013 dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa. Kata-kata kunci: model TGT, motivasi, berbicara
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS II KECAMATAN BULELENG
I Dw. Pt. Raka Rasana, Dw. A. Pt. Oka Partiwi, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.786
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kualitas hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran quantum berbasis kontekstual, (2) mendeskripsikan kualitas hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran quantum berbasis kontekstual dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 158 siswa. Sampel penelitian yaitu SD No. 1 Penarukan berjumlah 40 siswa dan SD No. 4 Penarukan berjumlah 40 siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran quantum berbasis kontekstual tergolong sangat tinggi, (2) kualitas hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran quantum berbasis kontekstual dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajaran quantum berbasis kontekstual berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus II Kecamatan Buleleng. Kata kunci: model pembelajaran quantum, kontekstual, hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA PANJI ANOM
Kd. Suranata, Priskilayuni, I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.787
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara sebelum mengikuti pembelajaran model Van Hiele dan sesudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele, (2) mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan pengaruh yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan metode pengumpulan data berupa tes esai yang dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Penelitian ini menggunakan rancangan pretest-postest nonequivalent control group design dengan populasi berjumlah 102 siswa dan sampel penelitian 41 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara sebelum mengikuti pembelajaran model Van Hiele dan sesudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele (t =31,28; p < 0,05), (2) terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional (t = 5,344; p < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional (t = 6,121; p < 0,05). Kata kunci: model pembelajaran Van Hiele, pemahaman konsep, geometri
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD
Ni Md. Setuti, Ni Wyn. Juniasih, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.788
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di Gugus V, sampel penelitian adalah SD N 3 Pupuan dan SD N 4 Pupuan. Pemilihan sampel menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA dan analisis menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret dan model pembelajaran konvensional. Hal ini diketahui dari hasil analisis hipotesis dengan uji-t, thitung > ttabel (thitung =3,26>ttabel=2,000 dan skor rata-rata siswa yang belajar dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret lebih tinggi yaitu 15,72, sedangkan skor rata-rata siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional yaitu 12,22. Jadi, model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media konkret berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: think talk write , media konkret, konvensional, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE BERBANTUAN METODE TALKING STICK TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PENGUASAAN KONSEP IPA KELAS V
Ni Kt. Suarni, Ni Pt. A. Darmawati, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.789
Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan sikap ilmiah dan penguasaan konsep antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Children Learning in Science berbantuan metode talking stick dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasinya adalah siswa kelas V Gugus 8 Jagadhita Kecamatan Kubutambahan tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari lima SD. Penelitian ini melibatkan sampel dua kelas yang diperoleh dari teknik group random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dan tes yang dianalisis dengan teknik deskriptif serta menggunakan uji t-test indevendent. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa: 1) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Children Learning in Science berbantuan metode talking stick dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 14,205>ttabel = 2,021) dan 2) terdapat perbedaan penguasaan konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Children Learning in Science berbantuan metode talking stick dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 13,117>ttabel = 2,021). Kata kunci : CLIS, sikap ilmiah, penguasaan konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD GUGUS IV KECAMATAN TABANAN
Kt. Pudjawan, Kd. Yulita P., I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.790
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian yaitu siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Tabanan berjumlah 196 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD No. 4 Dajan Peken dan SD No. 6 Dajan Peken berjumlah 81 orang. Data penguasaan kosakata Bahasa Inggris dikumpulkan dengan metode berbentuk tes pilihan ganda. Hasil tes yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kosakata Bahasa Inggris diperoleh (1) hasil post-test kelompok kontrol cenderung sedang dengan MoMd>M (22,18>21,30>20,60), (3) thit adalah 2,82 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) adalah 1,99. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV. Kata kunci : Teams Games Tournament, TGT, kosakata Bahasa Inggris
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN LINGKUNGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN NEGARA
Pt. Nanci Riastini, Gst. A. Filla Renita P., I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.791
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CORE berbatuan lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan mengguanakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 149 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 16,52 (41,30%), 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model CORE berbantuan lingkungan cenderung tinggi, dengan mean 25,64 (64,10%), 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan lingkungan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 10,60 > ttab = 2,000). Kata kunci: Model CORE, lingkungan, berpikir kritis
IMPLEMENTASI TEKNIK TSTS PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS SISWA KELAS IV SD NO. 4 TEGALLINGGAH
Pt. Nanci Riastini, Kd. Agus Suantara, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.792
Abstrak Penelitian bertujuan untuk memaparkan peningkatan motivasi dan aktivitas belajar siswa kelas IV semester II di SD No. 4 Tegallinggah tahun pelajaran 2012/2013 pada pembelajaran IPA setelah implementasi teknik Two StayTwo Stray (TSTS). Subjek penelitian ini sebanyak 12 orang siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Tiap siklus melalui empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner dan metode observasi. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan kuesioner, sedangkan data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi. Data dianalisis untuk memperoleh persentase rata-rata motivasi dan aktivitas belajar yang kemudian dikonversikan pada PAP skala lima. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) terjadi peningkatan motivasi belajar IPA sebesar 71,2% (kategori sedang) pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 82,3% pada siklus II (kategori tinggi). Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar sebesar 11,1% dari siklus I ke siklus II, 2) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 71% (kategori cukup aktif) pada siklus I meningkat menjadi 82,2% (kategori aktif) pada siklus II. Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 11,2%. Kata kunci : Teknik Two StayTwo Stray (TSTS), motivasi belajar, dan aktivitas belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS IV KECAMATAN BULELENG
I Md. Suarjana, I Gst. A. Puspaningsih, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.793
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kuantum berbasis masalah kontekstual dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 6 kelas. Sampel diambil dengan cara random sampling sebanyak 2 kelas, diperoleh siswa kelas V di SD Negeri 3 Penglatan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V di SD Negeri 1 Penglatan sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA, bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan uji-t yang berguna untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kuantum berbasis masalah kontekstual dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 23,85 > ttabel = 2,011) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kuantum berbasis masalah kontekstual yaitu 23,6 dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 14,3. Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa model pembelajaran kuantum berbasis masalah kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Kata kunci: pembelajaran kuantum, masalah kontekstual, hasil belajar.