cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN TEKNIK PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM I Dw. Pt. Raka Rasana, L. Pt. Mutiara R. A., I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.794

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan teknik peta konsep dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen one way post-test only. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Desa Kaliasem tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah populasi sebanyak 104 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data pemahaman konsep siswa yang dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep IPA. Tes pemahaman konsep IPA berbentuk esai yang terdiri dari 12 butir tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan teknik peta konsep dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional (>). Kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan teknik peta konsep menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: inkuiri terbimbing, peta konsep, pemahaman konsep.
PENGARUH PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN TEGALLALANG I Nym. Jampel, Ni Md. Enda Lestari, Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.798

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional di kelas IV SD gugus III Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment atau eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 5 kelas. Sampel diambil dengan simple random sampling maka sampel dalam penelitian ini adalah SD N 2 Sebatu dan SD N 3 Sebatu yang berjumlah 60 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dan analisis data menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini diketahui dari hasil analisis uji-t, thitung > tTabel (thitung = 3,74 > tTabel = 2,000). Skor siswa yang belajar dengan pendekatan sainst teknologi masyarakat cenderung tinggi karena nilai Mo>Md>M (17,49>16,80>16,06) dan skor siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah karena nilai Mo<Md<M (11,00<11,69<12,27). Dengan demikian pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: Pendekatan STM, konvensional, hasil belajar.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA SISWA KELAS VSD DI GUGUS 7 KECAMATAN PENEBEL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Nym. Arcana3, I Gst. Ngr.Diantana Putra, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.799

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh SD yang ada di gugus 7 Desa Senganan. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak duakelas, yang ditentukan dengan cara simple random sampling. Data penguasaan konsep dikumpulkan dengan tes penguasaan konsep berbentuk pilihan ganda yang disertai penjelasan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penguasaan konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model reciprocal teaching berada pada kualifikasi sangat tinggi (M= 51,09; SD=3,73), sedangkan penguasaan konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi tinggi (M= 38,59; SD=3,94). Dari hasil uji-t, didapatkan hasil bahwa thitung post-test adalah 10,88dan nilai ttabel adalah 1,684. Karena thitung> ttabel, maka ini berarti terdapat perbedaan penguasaan konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model reciprocal teaching dan siswa yang dibelajarkan  dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: model reciprocal teaching, penguasaan konsep IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LERNING BERBANTUAN MEDIA TIGA DIMENSI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG Dw. Nym Sudana, I.A. Diah Kamayani, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.800

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA anatara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media tiga dimensi dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di SD gugus IX Kecamatan Buleleng yang berjumlah 214 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVA SD Negeri 1 Astina yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas IVB SD Negeri 1 Banjar Jawa yang berjumlah 29 Orang. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan  menggunakan analisis statistik diskriptif dan stastistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 40,7,  (2) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 29,41,  dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan anatara hasil belajar IPA siswa kelas IV semester genap SD Gugus IX Kecamatan Buleleng antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media tiga dimensi dan model pembelajaran konvensional (thit>ttab, thit = 3,89 dan ttab = 2,021).   Kata-kata kunci: project based learning, media tiga dimensi, hasil belajar, IPA
PENGARUH PENDEKATAN HUMANISTIK BERBANTUAN TEHNIK PEMECAHAN MASALAH KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS V DEWANTARA Ni Ngh. Madri Antari, Km. Edi Sanjaya, Ndara Tanggu Renda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.801

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan humanistik berbantuan tehnik pemecahan masalah kritis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V di Gugus V Dewantara Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2012/2013. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus V Dewantara Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 127 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N Munduk Bestala yang berjumlah 26 orang dan kelas V SD N 2 Mayong yang berjumlah 25 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).  Hasil perhitungan dengan uji-t, diperoleh thit adalah 6,07. Sedangkan ttab dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,06. Hal ini berarti, thit lebih besar dari ttab (thit > ttab), Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan humanistik berbantuan tehnik pemecahan masalah kritis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Berarti pendekatan humanistik berbantuan tehnik pemecahan masalah kritis berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD LAB UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Md. Suarjana, I Km. Aditya Manggala, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.803

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran self-directed learning (SDL) dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional di SD Lab Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Lab Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 60 siswa. Sampel penelitian adalah kelas IVA dan IVB. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika. Bentuk tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah tes esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran self-directed learning dengan mean (M) = 28,43 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 22,2 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran self-directed learning dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat berdasarkan  lebih besar daripada   (>). Siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran self-directed learning menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: SDL, Model Konvensional, Hasil Belajar.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING TIPE EVENTS CHAIN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV Md. Suarjana, Pt. Ariastawan, Ign. I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.804

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan  hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran concept mapping tipe events chain dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental. Rancangan penelitian menggunakan desain posttest only control group design. Populasi dari penelitian ini yaitu 5 SD yang terdapat di Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Setelah populasi terbukti memiliki kemampuan yang setara, selanjutnya dipilih 2 SD sebagai sampel dengan cara random. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS. Bentuk tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran concept mapping tipe events chain dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional. Nilai thitung = 42,2 > ttabel = 2,000 (  = 0,05 ; db = 62). Hasil belajar IPS kelompok eksperimen sebagian besar skor cenderung tinggi dan nilai rata-rata berada pada kategori sangat baik, sedangkan hasil belajar IPS kelompok kontrol sebagian besar skor cenderung rendah dan nilai rata-rata berada pada kategori cukup. Hal ini menggambarkan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran concept mapping tipe events chain menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional.   Kata kunci: concept mapping tipe events chain, konvensional, dan hasil belajar.
PENGARUH MODEL GI (GROUP INVESTIGATION) BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SD NEGERI DI DESA SINABUN I Kt. Dibia, Wyn. Suputra, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.806

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran model group investigation berorientasi kearifan lokal dengan model konvensional pada pelajaran IPA kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD Negeri di Desa Sinabun,  Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD di desa Sinabun tahun pelajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data tes kemampuan berpikir kritis. Data tes kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan tes uraian. Jumlah tes kemampuan berpikir kritis yang digunakan adalah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran group investigasi berorientasi kearifan lokal dan model pembelajaran konvensional (thitung = 3,54; ttabel = 2,055). Hal  ini dilihat dari rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran group investigation adalah 25,619  yang berkategori baik, sedangkan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 19,948 yang berkategori cukup. Kata-kata kunci : model group investigation dan kemampuan berpikir kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME OF QUESTION CARDS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD DI DESA JOANYAR I Md. Citra Wibawa, Kd. Leksa Dwi S., I Gst. Ngr. Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.808

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Game of Question Cards dan model pembelajaran langsung, sertamendeskripsikan perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Game of Question Cards dan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pre-test post-test control group design.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Desa Joanyar dan sampelnya adalah siswa kelas IV SD No.1 dan No. 2 Joanyar.Pada kelompok eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran Game of Question Cards, sedangkan pada kelompok kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung.Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data kuantitatif berupa skor hasil belajar siswa. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan statistik ANAKOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Game of Question Cards rerata pre-test 5,48 danrerata post-test 21,74; sedangkan, model pembelajaran langsung rerata pre-test 5,74 dan rerata post-test20,48. Berdasarkan hasil penelitian pada uji interaksi diperoleh angka signifikansi 0,732 lebih dari 0,05 artinya hasil belajar matematika kelompok  siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Game of Question Cards dan model pembelajaran langsung tidak dipengaruhi oleh variable kovariat dan diperoleh angka signifikansi 0,007 kurang dari 0,05 sehinggga dapat diambil keputusan H1diterima atau“terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar  matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Game of Question Cards dan model pembelajaran langsung”.   Kata-kata kunci: Game of Question Cards, hasil belajar Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN SUKASADA I Wyn. Sudiana, I Nym. Armada, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.810

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan desain posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Sukasada. Sampel penelitian yaitu kelas V SD No. 2 Panji dengan jumlah 24 siswa dan kelas V SD No. 3 Panji dengan jumlah 28 siswa yang dipilih dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan metode tes dengan instrumen berbentuk tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan thitung lebih dari ttabel (9,309 > 2,021; α = 0,05). Kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional ( eksperimen = 47,13 dan kontrol = 36,89).   Kata kunci:  pembelajaran, Means-Ends Analysis, hasil belajar.

Page 11 of 43 | Total Record : 430


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue