cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V I Dw. Kd Tastra, Ni Md. Ari, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.811

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kualitas hasil belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep, (2) deskripsi kualitas hasil belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Populasi penelitian adalah kelas V SD Gugus IV Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 65 siswa. Sampel penelitian yaitu SD Negeri 1 Labasari berjumlah 21 siswa dan SD 3 Labasari berjumlah 21 siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes obyektif tipe completion. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep berada pada tingkat kategori baik (dengan nilai rata-rata sebesar 18,9), (2) ) hasil belajar IPA siswa setelah mengikuti model pembelajaran konvensional berada pada tingkat kategori cukup (dengan nilai rata-rata sebesar 14,29 ), (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 3,54>ttabel = 1,684). Adanya perbedaan signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA.   Kata kunci: inkuiri terbimbing, peta konsep, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN KARTU BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI GUGUS V KECAMATAN TEGALLALANG Gst. Ngh. Japa, Pd. Pt. Novi Kartika Yoni, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.812

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum berbantuan kartu bilangan dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan design Posttest Only Control Group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Tegallalang, yang berjumlah 99 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 57 orang, yang berasal dari SDN 3 Pupuan Kecamatan Tegallalang sebagai kelompok eksperimen dan SDN 4 Pupuan Kecamatan Tegallalang sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar matematika adalah metode tes dengan instrumen tes objektif bentuk isian singkat, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hal ini dilihat dari perbedaan rata-rata skor siswa antara kelompok eksperimen (73,76) dan kelompok kontrol (61,40). Bedasarkan analisis data thitung > ttabel dengan db 50 dan taraf signifikansi 5%, ini berarti Ha dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian model pembelajaran kuantum berbantuan kartu bilangan berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD semester Genap di Gugus V Kecamatan Tegallalang.   Kata-kata kunci: kuantum, kartu bilangan, hasil belajar  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN 5ETERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS VI KECAMATAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI Ign. I Wyn. Suwatra, K. Nelly Fauzia, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.814

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran 5E dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensionalpada siswa  kelas IV semester genap mata pelajaran IPA materi perubahan lingkungan fisik tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus VI Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.Jenis  penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Populasidari penelitian ini adalah siswa kelompokIV SD Gugus VI Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 193siswa.Sampel diambil dengan cararandom sampling yang berjumlah 70 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah multiple choise test. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis. Sebagai tindak lanjut dari uji prasyarat analisis digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar IPA siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran 5E dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA materi perubahan lingkungan fisik siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD Gugus VI Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi (thitung= 11,27 >ttabel= 2,032).Kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran 5E menunjukkan hasil belajar IPA yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: MP5E, MPK, hasil belajar IPA.  
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERPADU BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA KELAS II SD Dsk. Pt. Parmiti, Ni Nym. Desy T., Ign. I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.815

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan menulis permulaan siswa kelompok eksperimen, 2) mendeskripsikan kemampuan menulis permulaan siswa kelompok kontrol, dan 3) mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran terpadu berbantuan media gambar terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas II SD di Gugus IX Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian berjumlah 228 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 51 siswa yang diambil secara random. Data kemampuan menulis permulaan siswa dikumpulkan dengan instrumen berupa tes kinerja. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) perolehan skor kemampuan menulis permulaan siswa kelompok eksperimen cenderung tinggi dengan skor rata-rata (M) 88,78, 2) perolehan skor kemampuan menulis permulaan siswa kelompok kontrol cenderung rendah dengan skor rata-rata (M) 75,86, dan 3) terdapat perbedaan kemampuan menulis permulaan yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran terpadu berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional pada siswa kelas II SD di Gugus IX Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 (thitung = 7,56 > ttabel = 2,000; Sig. 5%). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran terpadu berbantuan media gambar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas II SD. Kata-kata kunci: Pendekatan pembelajaran terpadu, media gambar, pendekatan konvensional, kemampuan menulis permulaan.
PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWAPADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD Ign. I Wyn. Suwatra, I Nym. Budiana, Dw. Nym. Sudana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.816

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model creative problem solving (CPS) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Negeri Gugus VI Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung semester genap tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah enam kelas dengan jumlah siswa 101 siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 42 siswa, yang ditentukan dengan cara simple random sampling. Data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan program Microsoft Excel 2007 for Windows. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model creative problem solving berada pada kualifikasi baik (M=33,45; SD=4,76), sedangkan kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi cukup (M=27,5; SD=6,477). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model creative problem solving dan kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=3,42> ttabel=2,021; db=40).  Hal ini berarti bahwa kemampuan berpikir kritis  siswa yang dibelajarkan dengan model CPS lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.   Kata-kata kunci: creative problem solving, konvensional, dan berpikir kritis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICI BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD I G. A. Tri Agustiana, Pt. Siskawati, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.817

Abstract

Abstrak Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dianjurkan untuk mengunakan model pembelajaran  ICI berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan  antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ICI berbantuan LKS open-ended dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus VI Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 195 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No 1 Kampung Baru sebanyak 29 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD No 2 Kampung Baru sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan cara pengundian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental semu dengan pola ”The Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design”. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dengan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ICI berbantuan LKS open-ended dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung=5,61>ttabel=2,021) pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, model pembelajaran ICI berbantuan LKS open-ended berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.   Kata kunci: ICI, Open-ended, pemecahan masalah matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD DI GUGUS VI KECAMATAN SAWAN Kd. Suartama, Wyn. Adi Wardana, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.818

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran CLIS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian berjumlah 206 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 83 siswa. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA diperoleh melalui tes tertulis. Data yang diperoleh kemudian dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan (uji-t). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, sebagian besar skor hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cendrung rendah (M>Md>Mo atau 15,19 > 14,2 > 13,17). Kedua, sebagian besar skor hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) cendrung tinggi. Ketiga, terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit=5,38; ttab=2,000 sehingga thit > ttab).   Kata kunci: CLIS, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS V KECAMATAN BULELENG I W. Widiana, Ni Nym. Widiantari, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.819

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yangmengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran scrambleberbantuan media video dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model  pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas  IV SD di Gugus V Kecamatan Buleleng yang terdiri dari 5 SD dengan jumlah 145 siswa. Setelah dilakukan uji kesetaraan didapat dua sampel yang dianggap setara yaitu kelas IV SD No. 1Sari Mekar (eksperimen)  dan kelas IV SD No. 2 Sari Mekar(kontrol) dengan jumlah masing-masing 31 siswa dan 27 siswa. Sampel diambil dengan cara teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar  IPA yang dikumpulkan dengan tes objektif dengan jumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independentdengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang mengikutipembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media videodan model pembelajaran Konvensional (thitung =7,90; ttabel = 2,00) di mana rata-rata skor hasil belajar IPA kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media video adalah 22,26 yang berada pada kategorisangat tinggi, sedangkan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional adalah 13,56 yang berada pada kategoricukup.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA yang dicapai oleh kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media videolebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional.   Kata Kunci: Model pembelajaran Scramble, media video, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPASISWA KELAS V SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG Kd. Suranata, Pt. Sulastriningsih
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.820

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah belajar dengan model POGIL, (2) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah belajar dengan model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POGIL dengan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional.Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IX SD Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 119 siswa.Sampel diambil dengan teknik simplerandom sampling dengan jumlah 54 siswa. Data kemampuan pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan tes kemampuan pemahaman konsep. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah diberikan perlakuan berupa model pembelajaran POGILberada pada kategori tinggi dengan rata-rata 54,7, (2) kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah mengikuti model konvensional berada pada kategori sedang dengan rata-rata 44,8, (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POGIL dengan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional. Hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 11,0209 dan ttabel = 2,021 (thitung > ttabel). Hal ini berarti model POGIL berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA pada siswa.   Kata - kata kunci: model POGIL, kemampuan pemahaman konsep
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 1 SERIRIT I Gd. Wawan Sudatha, Ni Pt. Irma Partami, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.821

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mendeskripsikan perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran bermain peran berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah pada siswa kelas IV semester genap SD Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2012/2013 Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan design Post Test Only with Non Equivalent Control Group Design . Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Seririt yang berjumlah 47 orang.  Seluruh anggota populasi menjadi anggota sampel.Data dari penelitan ini diambil dengan menggunakan teknik tes dalam bentuk tes pilihan ganda.Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis statistic deskriftif dan inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan thit lebih besar dari ttab (3,60t>1,671). . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran bermain peran berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV semester genap SD Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: metode bermain peran, hasil belajar

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue