Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA
I Md. Tegeh, Ni Md. Anenda Astari P., Ni Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.822
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 yang mengikuti pembelajaran pendekatan inkuiri terbimbing, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 yang mengikuti pembelajaran pendekatan ekspositori, dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan inkuiri terbimbing dan siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan ekspositori. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen berdesain Post Test Only with Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di SD gugus IV Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian dipilih dengan teknik cluster sampling pada kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas V SD No. 1 Sukasada sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas V SD No. 3 Sukasada sebagai kelompok eksperimen. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda dan lembar observasi yang telah divalidasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen memiliki skor rata- sebesar 53,27 dengan kategori sangat baik dan kurve poligon membentuk kurve juling negatif, (2) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol memiliki skor rata-rata sebesar 39,96 dengan kategori cukup dan kurve poligon membentuk kurve juling positif, dan (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan ekspositori (t hitung = 8,69 > t tabel = 1,671). Kata kunci: inkuiri terbimbing, hasil belajar IPA
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD KELAS V DI GUGUS XIV BULELENG
Pt. Nanci Riastini, Kt. Ely Wijayanti, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.823
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini, yaitu kelas V SD No. 1 Tukadmungga dan SD No. 3 Tukadmungga, yang masing-masing siswanya berjumlah 38 orang dan 28 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esai. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan Hasil analisis data, diperoleh (1) rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen tergolong kriteria sangat tinggi dengan M = 32,9, (2) rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol tergolong kriteria sedang dengan M = 21.79, dan (3) thit = 9,984 > ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Pemahaman Konsep, IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE DENGAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD No. 3 KALIBUKBUK
Ign. I Wyn. Suwatra, Md. Widiastrini, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.824
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Heuristik Vee dengan peta konsep dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD No. 3 Kalibukbuk Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD No. 3 Kalibukbuk Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 45 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VB SD No. 3 Kalibukbuk yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas VA SD No. 3 Kalibukbuk yang berjumlah 23 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik Vee dengan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok eksperimen adalah 31,73 lebih besar dari rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 24,26, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Heuristik Vee dengan peta konsep berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas VB di SD No. 3 Kalibukbuk Kecamatan Buleleng. Kata kunci: Heuristik Vee, pemahaman konsep IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SEBATU
Ni Nym. Garminah, I Wyn. Eka Swarjawa, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.825
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 1 Sebatu tahun pelajaran 2012/2013 antara siswa yang belajar dengan model probing-prompting dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain post test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Negeri 1 Sebatu Tahun Pelajaran 2011/2012. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh, sehingga sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas Va dan Vb di SD Negeri 1 Sebatu Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, Rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 23,13 tergolong kriteria sangat tinggi, Rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol dengan adalah 17,38 tergolong kriteria sedang, dan thitung = 4,46, ttabel = 2,02 pada taraf signifikansi 5%, ini berarti bahawa thitung > ttabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 1 Sebatu tahun pelajaran 2012/2013 antara siswa yang belajar dengan model probing-prompting dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Perbedaan yang signifikan ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran probing-prompting lebih berpengaruh baik terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: pembelajaran, probing-prompting, hasil belajar, IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIRED STORYTELLING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD
I Wyn. Widiana, Eva Rosdiana, Ni Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.826
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menyimak bahasa Indonesia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantuan media audio visual dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus I kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain non equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No 5 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No 6 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t sampel tidak berkorelasi. Berdasarkan hasil uji-t, diketahui bahwa terdapat perbedaan secara signifikan keterampilan menyimak bahasa Indonesia antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantuan media audio visual dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 26,71 > ttabel = 2,00). Selain itu, juga diketahui bahwa rerata skor hasil menyimak bahasa Indonesia kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (21,10 > 17,28). Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap keterampilan menyimak bahasa Indonesia. Kata kunci: paired storytelling, audio visual, keterampilan menyimak
PENGARUH STRATEGI BELAJAR PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV TAHUN PELAJARAN 2012/2013 GUGUS V KECAMATAN BULELENG
Ni Nym. Garminah, L. Rinayani, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.827
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi belajar peta konsep dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi belajar ekspositori pada siswa kelas IV SD Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013 di Gugus V Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen yang menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random samplin. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode instrumen tes hasil belajar IPA berbentuk isian. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor hasil belajar IPA pada kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi ekspositori cenderung rendah, dengan mean 10,64. Sedangkan, hasil belajar IPA pada kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi peta konsep menunjukkan cenderung tinggi, dengan mean 12,74. Berdasarkan analisis data menggunakan uji-t, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi peta konsep dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, dengan thitung > ttabel (thitung = 6,034 > ttabel = 2,000), Kata kunci: peta konsep, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE BERBANTUAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 8 BANJAR ANYAR
Ndara T. Renda, Ni Wyn. Suparini, Md. Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.828
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik Vee dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konvesional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent posttest control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 8 Banjar Anyar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 77 orang dan sekaligus sebagai sampel. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik analisis datanya adalah uji – t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan Model Heuristik Vee adalah 24,03 sedangkan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model Konvensional adalah 16,00. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (t hitung = 8,72 > t tabel = 1,980) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Heuristik Vee dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Konvensional. Dengan demikian model pembelajaran Heuristik Vee berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 8 Banjar Anyar tahun pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: model pembelajaran, Heuristik Vee, hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTERACTION) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD NEGERI 1 MELAYA
Ni Nym. Garminah, Ni L. Oktalia Widyastuthi, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.829
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) kualitas hasi belajar IPA sebelum model pembelajaran ATI diterapkan pada siswa kelas V, 2) kualitas hasil belajar IPA sesudah model pembelajaran ATI diterapkan pada siswa kelas V, 3) perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran ATI dengan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung pada siswa kelas V SD Negeri 1 Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Negeri 1 Melaya, tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 63 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas VA yang berjumlah 31 orang dan kelas VB yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar IPA sebelum model pembelajaran ATI diterapkan masih rendah, 2) hasil belajar IPA sesudah model pembelajaran ATI diterapkan mengalami peningkatan, 3) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran ATI dengan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ATI adalah 20,25 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pengajaran langsung adalah 15,66. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran ATI berpengaruh terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan model pengajaran langsung. Kata kunci: Model pembelajaran ATI, Hasil belajar IPA
PENGARUH PENDEKATAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA
Kt. Pudjawan, Ni Km. A. Diah Komala D., I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.830
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan SAVI dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus III Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 234 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVa SD N 3 Dauhwaru yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas IV SD N 6 Dauhwaru yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong baik/tinggi dengan rata-rata (M) 20,44. (2) Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong cukup/sedang dengan rata-rata (M) 16,14. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IV semester II yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan SAVI dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional (thitung > ttabel, thitung = 3,85 dan ttabel = 2,005). Dengan demikian, pendekatan SAVI berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada kelas IV SD Gugus III Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: pendekatan SAVI, hasil belajar IPA
PENERAPAN PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD
I Wyn. Sudiana, Md. Eric Hadyanta, Ign. I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.831
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatankemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV semester I SD Negeri 2 Sudaji Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2011/2012 dengan penerapan model pembelajaran terbalik(Reciprocal Teaching).Jenispenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus.Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Sudajitahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 32 orang. Data tentang kemanpuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran IPS dikumpulkan melalui tes yang berbentuk tes essay. Data-data yang dikumpulkan dianalisisdengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching)dapat meningkatkan kemampuan berpikirkritis siswadari siklus I ke siklus II. Pada siklus I persentase hasil belajar berpikir kritis siswa sebesar 60% yaitu tergolong dalam kategori cukup meningkat pada siklus II menjadi74% yaitu tergolong dalam kategori baik dengan persentase peningkatan sebesar 14%.Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru IPS agar menerapakan model pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching)untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: pembelajaran terbalik, berpikir kritis, IPS.