Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN MEDIA CERITA BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF SISWA MATA PELAJARAN PKN KELAS IV SD
Tjok Rai Partadjaya, Gd. Arya Wiratama, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.832
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai afektif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran VCT berbantuan media cerita bergambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV Gugus III Kecamatan Negara Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas IV di Gugus III berjumlah 117 orang. Sedangkan jumlah sampel penelitian 48 orang siswa. Data tentang nilai afektif siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk angket/kuessioner. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif siswa yang signifikan antara siswa yang menikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media cerita bergambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV mata pelajaran PKn di Gugus III Kecamatan Negara tahun pelajaran 2012/2013. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar ranah afektif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran value clarifiction technique (VCT) adalah 116,3 lebih besar dari rata-rata hasil belajar ranah afektif yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 97,17. Kata kunci: Model value clarifiction technique, hasil belajar ranah afektif
PENGARUH MODEL CIRC BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS V SD GUGUS IV KECAMATAN RENDANG
I Wyn. Widiana, I Gst. Ayu Dewi C. P., Nym. Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.833
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) berbantuan media gambar berseri dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus IV Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Rendang tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 4 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No 1 Pempatan yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SD No 3 Pempatan yang berjumlah 24 orang, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data kemampuan membaca pemahaman siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk soal uraian yang berjumlah 15 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,2 dan ttabel (pada taraf signifikasi 5%) = 2,01. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat pebedan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CIRC berbantuan media gambar berseri dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 60,38 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 53,87. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC berbantuan media gambar berseri berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Kata kunci: CIRC, kemampuan membaca pemahaman
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE MURDER WITH METACOGNITIVE SCAFFOLDING (CLMMS)TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD
I Wyn Widiana, I Nym Berata, Ni Nym Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.834
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model cooperative learning type MURDER with metacognitive scaffolding (CLMMS) dan siswa yang mengikuti model konvensional pada siswa kelas V. Populasi penelitian adalah siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Selat tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Peringsari yang berjumlah 30 dan siswa kelas V SD Negeri 4 Peringsari yang berjumlah 30. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data dikumpulkan dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal 35. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil belajar IPA hasil thit = 3,203 dan ttab = 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thit > ttab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti model CLMMS dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 24,36 tergolong katagori tinggi dan kelompok kontrol adalah 21,06 tergolong katagori tinggi. Hal ini berarti skor rata-rata pada kelompok eksperimen lebih besar dari skor rata-rata pada kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran CLMMS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013 di Gugus III Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Kata kunci: cooperative MURDER, metacognitive, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDS TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SD GUGUS II KECAMATAN SERIRIT
I Nym. Murda, Olivia Febrayani Valentina, Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.835
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model pembelajaran Time Token Arends, 2) deskripsi hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan 3) perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Time Token Arends dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V Semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus II Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah peneltian quasi eksperimen dengan populasi seluruh jumlah siswa kelas V gugus Ii Kecamatan serirityang berjumlah 130 orang. Sedangkan sampel penelitian berjumlah 57 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung nilai rata-ratanya 18,07. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran time token arends nilai rata-ratanya 23,17. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung (4,38) > ttabel (2,021), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran time Token Arends dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran lansung. Hal ini berarti model pembelajaran Time Token Arends berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Seririt. Karena itu disarankan agar dalam pembelajaran PKn menggunakan model pembelajaran Time Token Arends. Kata kunci: Time Token Arends, hasil belajar PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PANGKUNGPARUK
Dsk. Putu Parmiti, Ni Md. Ari D., I Wyn. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.836
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 67 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional termasuk kategori sedang, (2) rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret termasuk kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pangkungparuk (thitung>ttabel, thitung=3,99 dan ttabel=2,000). Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret lebih berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: model ADDIE, media konkret, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A-MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI GUGUS 1 KECAMATAN SELAT
Ign I Wyn. Suwatra, I Gd. Robet Artawa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.837
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a-match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V di Gugus I Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus I Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 1 Muncan yang berjumlah 26 orang dan kelas V SD N 4 Muncan yang berjumlah 28 orang. Data prestasi belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk soal pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: terdapat perbedaan prestasi belajar Matematika yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a-match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V di Gugus I Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 dengan nilai thitung sebesar 8,47 dan ttab = 2,00 maka thitung lebih besar dari ttab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a-match lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jadi, dapat disampaikan bahwa model pembelajaran kooperetif tipe make a-match berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. . Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe make a-match, prestasi belajar Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN TEJAKULA
I Wyn. Widiana, I Gd. Nova Kusmayuda, I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.838
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visual Intellectual) berorientasi keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus V Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Tejakula yang berjumlah 5 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Pacung yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SD N 1 Julah yang berjumlah 23 orang, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 35 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,67 dan ttabel (pada taraf signifikasi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI berorientasi keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 26,35 dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 23,30. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berorientasi keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Kata kunci: SAVI, keterampilan proses, hasil belajar
PENGARUH MODEL CTL BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG
Kd. Suranata, Dw. Nym. Sedana D., Ign I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.839
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model contextual teaching and learning bermuatan tri hita karana dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen non equivalent post–test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 110 orang siswa kelas IV SD tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus I Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian yaitu kelas IV SD No. 8 Banyuning yang berjumlah 28 orang dan kelas IV SD No. 6 Banyuning yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model contextual teaching and learning bermuatan tri hita karana adalah 23,89 sedangkan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 17,42, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran contextual teaching and learning bermuatan tri hita karana dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci : CTL, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG
I G. A. Tri Agustiana, Kd. A. Permana Dewi, Made Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.840
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 111 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 1 Paket Agung yang berjumlah 34 orang dan kelas V SD No. 2 Paket Agung yang berjumlah 34 orang. Data hasil kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok eksperimen adalah 36,74 lebih besar dari rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok kontrol adalah 25,53. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: Generatif, Kemampuan Berpikir Kritis IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG
Ign. I Wyn. Suwatra, Steven Bernardus D., Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.841
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model TPS berbasis lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung pada siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013, yang berjumlah 243 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD N 5 Banyuning, dengan jumlah 31 orang dan siswa kelas V SD N 2 Banyuning, dengan jumlah 39 orang. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes isian. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model TPS berbasis lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Analisis data menunjukkan, thit = 6,18 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan dengan model TPS berbasis lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung. Selain itu, diperoleh pula rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model TPS adalah 16,78 (tinggi) dan rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung adalah 10,48 (sedang). Kata kunci: Model TPS, lingkungan, hasil belajar IPA