cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENERAPAN MODEL INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS IV SDN 1 DEPEHA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Pt. Nanci Riastini, Pt. Erwin Artayana, I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.842

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 1 Depeha, kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng setelah diterapkannya model inkuiri, 2)  untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah IPA siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 1 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng setelah diterapkannya model inkuiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester I SD No. 1 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng pada Tahun Pelajaran 2012-2013 dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang siswa. Data tentang sikap ilmiah siswa dalam mata pelajaran IPA dikumpulkan dengan lembar observasi. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa kelas IV semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD N 1 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Peningkatan persentase rata-rata pemahaman konsep siswa sebesar 3,85%, yaitu 66,8% pada siklus I (tergolong kategori sedang) dan 70,65% pada siklus II (tergolong kategori tinggi). Peningkatan persentase rata-rata sikap ilmiah siswa sebesar 10,11%, yaitu sebesar 60,5% pada siklus I (tergolong kategori sedang) dan 70,61% pada siklus II (tergolong kategori tinggi).   Kata-kata kunci: Inkuiri, Pemahaman Konsep, Sikap Ilmiah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SD GUGUS I BANYUNING I G. A. Tri Agustiana, Ni Kt. Yulianti, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.843

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar  siswa antara penggunaan model pembelajaran STM berbantuan media audio visual dengan penggunaan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA kelas IV SD di Gugus 1 Banyuning. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semudengan desainPosttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD negeri 3 Banyuning dan seluruh siswa kelas IV SD negeri 4 Banyuning yang berjumlah 41 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 3 Banyuning sebanyak 23 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 4 banyuning sebagai kelas control yang dipilih dengan cara pengundian. Data tentang perbedaan prestasi belajar siswa  dikumpulkan melalui instrument tes prestasi belajar dengan bentuk tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model pembelajaran STM berbantuan media audio visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  model pembelajaran  konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Banyuning.Perbedaan tersebut dilihat dari skor prestasi belajar IPA diperolehlebih besar dari pada (>) pada taraf signifikansi 5%. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STM berbantuan media audio visual lebih berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci : STM, media audio visual, prestasi belajar  
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD I Wyn Widiana, I Pt. Eka Hermawan, I Nym Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.844

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Gugus IV Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Gerokgak tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 5 SD dengan jumlah 152 orang. Setelah dilakukan uji kesetaraan ANAVA A didapat dua sampel yang dianggap setara yaitu siswa kelas IV SD 1 Pemuteran (eksperimen) berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD 4 Pemuteran (kontrol) berjumlah 31 orang. Sampel diambil dengan cara teknik random sampling. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan instrumen tes objektif yang berjumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dan rata-rata skor siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal adalah 20,39 berada kategori tinggi sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran kovensional adalah 15,13 yang berada kategori sedang, ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal lebih tinggi dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.   Kata kunci: CTL, kearifan lokal, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS V KECAMATAN PAYANGAN Ni Wyn. Rati, I Wyn. Kiyo Negara, Tjok. Rai Partadja,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.845

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif MURDER dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent post-test only control group design. Populasi penelitian berjumlah 105 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 40 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t sample independent). Hasil perhitungan Uji-t, menunjukkan thitung sebesar 3,786 dan ttabel sebesar 2,021. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif MURDER dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif MURDER lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Artinya, penggunaan model pembelajaran kooperatif MURDER berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: MURDER, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS IV KECAMATAN TABANAN Kd. Suranata, Ni Md. Ariningsih, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.846

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model kooperatif tipe MURDER berbantuan LKS dengan yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 129 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD No. 2 Denbantas yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas V SD No. 8 Dajan Peken yang berjumlah 20 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER berbantuan LKS dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (t = 3,29; p < 0,05). Skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 23,15 dan skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 17,85, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe MURDER berbantuan LKS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Tabanan.   Kata kunci: MURDER, hasil belajar IPA  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEAs TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 PADANGKERTA I Wyn. Romi Sudhita, Pt. Putra Ariantha, I Nym. Wirya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.847

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran MEAs dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta pada semester genap di kecamatan Karangasem, kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta tahun pelajaran 2012/2013. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta pada tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 67 orang. Untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan teknik pengundian. Penelitian ini menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design, menggunakan uji-t. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar. Data dikumpulkan dengan memberikan tes hasil belajar dalam bentuk tes objektif sebanyak 40 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan hasil penelitian yaitu, terdapat perbedaan hasil belajar antara penerapan model pembelajaran MEAs dengan model pembelajaran konvensional (thit = 4,64 > ttab = 2,000). Hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran MEAs dengan rata-rata (M) 27,24 tergolong kriteria tinggi. Hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dengan rata-rata (M) 18,97 tergolong kriteria rendah. Kata kunci: MEAs, konvensional, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MASTER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD 1 BANYUNING KECAMATAN BULELENG I Wyn. Romi Suditha, I.A. Ari Karini Putri, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Master dan kelompok siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-EquivalentPost-Test Only Control Group Design. Sampel sebanyak 43 orang yang terdiri dari 2 kelas dimana kelas eksperimen dan kelas kontrol diambil secara random sampling. Data tentang kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dalam ini teknik analisis datanya adalah uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran ipa yang diajar dengan model pembelajaran Master cenderung tinggi dan deksripsi kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran ipa yang diajar dengan model pembelajaran langsung cenderung rendah dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Master dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung sehingga model pembelajaran Master berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SD 1 Banyuning Kecamatan Buleleng.   Kata-kata kunci: Master, Pembelajaran Langsung dan Kemampuan Berpikir Kritis  
PENGARUH MODEL ELICITING ACTIVITIES TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V DI SDN 1 BATURITI Dw. Nym. Sudana, Ni Luh Santi D. P, A. A. Gd. Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.849

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar matematika siswa.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui:(1) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan MEAs, (3) pengaruh yang signifikan MEAs terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Baturiti.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non EquivalentPost–test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Baturiti yang berjumlah 53 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VA yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas VB yang berjumlah 26 orang.Data hasil belajar pada mata pelajaran matematika dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda dan uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial uji–t.Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong sedang. (2) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan MEAstergolong tinggi. (3) terdapatperbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V di SDN 1 Baturiti antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan MEAs dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Dengan demikiandapat diinterprestasikan model pembelajaran MEAs berpengaruh terhadap hasil belajar dalam mata pelajaranmatematika pada siswa kelas V  semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Baturiti.   Kata kunci: MEAs, hasil belajar matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEKNIKTALKING CHIPS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS 1 PUPUAN I Wyn. Romi Sudhita, Luh Gd. Pardiani, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.850

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajarantekniktalking chips dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan  pembelajaran konvensional pada hasil belajar IPS siswa kelas V SD Di Gugus 1 Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri yang ada di gugus 1, Kecamatan Pupuan yang berjumlah 186 orang. Sedangkan sampel penelitianberjumlah 58 orang, yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Bantiransebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 2 Pupuan sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPSsiswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan analisis data, siswa yang mengikuti pembelajaran dengan tekniktalking chips nilai rata-ratanya 31,30, sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional nilai rata-ratanya 26,71. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajarantekniktalking chips dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan  model pembelajaran konvensional pada hasil belajar IPS siswa kelas V SD Di Gugus 1 Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci: talking chips dan hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS SEMERU I Nym. Murda, Ni L. Febriana K., Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.851

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat dan motivasi belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS berbantuan mind mapping dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (direct instruction) pada kelas V SD di Gugus Semeru Kecamatan Melaya Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Semeru, Melaya. Berdasarkan hasil random, kelas VA SD Negeri 1 Melaya sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB SD negeri 1 Melaya sebagai kelas kontrol dengan masing-masing jumlah anggota kelompok 31 orang. Data minat dan motivasi belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Adapun hasil penelitian menunjukkan  bahwa: (1) terdapat perbedaan minat belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS berbantuan mind mapping dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran langsung; (2) terdapat perbedaan motivasi belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS berbantuan mind mapping dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran langsung.   Kata kunci: ARIAS, mind mapping, minat, motivasi

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue