Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MOODY DENGAN MEMANFAATKAN CERITA RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS IV SDN 1 UBUD
Ign. I Wyn. Suwatra, Dw. A. Suardi Yanti, A. A. Gd. Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.855
Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis karangan narasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, deskripsi keterampilan menulis karangan narasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelompok eksperimen dengan model pembelajaran Moody dengan memanfaatkan cerita rakyat, dan perbedaan yang signifikan model pembelajaran Moody dengan memanfaatkan cerita rakyat terhadap keterampilan menulis karangan narasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Ubud. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Jumlah keseluruhan populasi adalah 117 siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVB yang berjumlah 39 orang dan siswa kelas IVC yang berjumlah 38 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes menulis terpadu berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa skor keterampilan menulis karangan narasi pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional cenderung sedang. Skor keterampilan menulis karangan narasi pada siswa yang mengikuti pembelajaran Moody dengan memanfaatkan cerita rakyat cenderung tinggi. Dan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis karangan narasi pada siswa kelas IV SDN 1 Ubud dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model Moody dengan memanfaatkan cerita rakyat dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Kata kunci: moody, cerita rakyat, keterampilan menulis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS 1 KECAMATAN TEGALLALANG
Md. Suarjana, Ni Luh Pt. Desy A., Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.856
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Think Talk Write dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajran konvensional pada siswa kelas IV di gugus 1 Kecamatan Tegallalang tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di gugus 1 kecamatan Tegallalang tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD SD Negeri 3 Tegallalang, dan siswa kelas IV SD Negeri 5 Tegallalang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esai. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Think Talk Write dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Tegallalang dan SD Negeri 5 Tegallalang tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen dengan M = 51,13 tergolong pada kriteria tinggi dan hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol dengan M =39,54 tergolong pada kriteria sedang. Adanya perbedaan yang signifikan ditunjukkan dengan nilai uji-t = 12,46 ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write lebih berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: TTW, hasil belajar , IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLMMS (COOPERATIVE LEARNING TYPE MURDER WITH METACOGNITIVE SCAFFOLDING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD KELURAHAN BANYUNING
Ni Wyn. Rati, Ni Kt. Shanti Hartini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.857
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran CLMMS dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengan desain non-equivalent post test only control group desain. Populasi penelitian adalah seluruh kelas IV SD Kelurahan Banyuning tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas IVa SD N 2 Banyuning sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas IVb SD N 2 Banyuning sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 19,75. (2) Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 22,67. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Kelurahan Banyuning antara kelompok siswa belajar dengan menggunakan model pembelajaran CLMMS dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel ; thitung = 4,70 dan ttabel = 2,021). Kata kunci: CLMMS, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 PANGKUNGPARUK
Tjok Rai Partadjaya, I Pt. Rudy Sutrisna, Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.858
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media sederhana terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test-only control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Pangkungparuk. Populasi penelitian berjumlah 68 siswa dan sampel berjumlah 39 siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbantuan media sederhana dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 3,873 dan ttab = 2,000 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD dengan berbantuan media sederhana lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbantuan media sederhana dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: STAD, hasil belajar IPA
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQRST TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG
Dw. Nym. Sudana, Ni Kd. Herna Yunita, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.859
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan Strategi Pembelajaran PQRST (Preview, Question, Read, State, Test) dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di Sekolah Dasar Gugus V Kecamatan Buleleng. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA dalam ranah kognitif. Tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda dan uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan Uji-t untuk mengukur perbedaan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQRST dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng (thitung = 4,76 > ttabel = 2,045). Kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi PQRST menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa stratagi pembelajaran PQRST berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2012/1013 di Sekolah Dasar gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Kata-kata kunci: strategi PQRST, strategi konvensional, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD
Ni Nym. Garminah, Ni Pt. Rika Ardiyanti, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.860
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain non equivalent post-test only control group design . Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 8 Banjar Anyar pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 dan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, sehingga didapatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa butir-butir tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif kelompok eksperimen berada pada kualifikasi kreatif (M=46,34; SD=4,71), sedangkan kemampuan berpikir kreatif kelompok kontrol berada pada kualifikasi cukup kreatif (M=35,91; SD=3,97). Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem, dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa t hitung = 10, 43, t tabel = 1,67 dan db = n1 + n2 – 2 = 73 dengan taraf signifikansi 5%. Oleh karena t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci:Open-Ended Problem, konvensional, berpikir kreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMEN BERBASIS PENILAIAN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS VIII KECAMATAN ABANG
I G. A. Tri Agustiana, Ni Wyn. Reni Parwati, I Kt. Dibia
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.861
AbstrakSelama ini, yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar IPA di SD yaitu modelpembelajaran yang diterapkan bersifat konvensional, interaksi antara guru dan siswakurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar padamata pelajaran IPA anatara siswa yang dibelajarkan dengan model starter eksperimenberbasis penilaian portofolio dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajarankonvensionala. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) denganmenggunakan desain non-equvalen post-test only control group. Populasi penelitian iniadalah seluruh siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD GugusVIII Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Sekolah yang menjadi sampel penelitianyaitu SD 7 Bunutan sebagai kelas eksperimen dan SD 3 Bunutan sebagai kelas kontrol.Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistikinferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,15 dan ttab (pada tarafsignifikansi 5%) = 1,671. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikanbahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikutipembelajaran starter eksperimen berbasis penilaian portofolio dan siswa yang mengikutipembelajaran konvensional. Diketahui x kelompok eksperimen adalah 24,08 dan xkelompok kontrol adalah 15,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran starter eksperimen berbasis penilaian portofolio berpengaruh terhadaphasil belajar IPA siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD GugusVIII Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.Kata kunci: starter eksperimen, penilaian portofolio, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN DI GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA
Nym. Jampel, Gst. A. Eka Y. D., Ni Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.862
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N di gugus III kecamatan Tejakula semester genap tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD N di gugus III kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 187 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 1 Tejakula dan SD N 2 Tejakula yang berjumlah 50 siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 1 dan 2 Tejakula. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 22,96 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah 19,52. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci: Teknik Kancing Gemerincing, Hasil Belajar IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBASIS BRAINSTORMING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN BAHASA INDONESIA SISWA SD
I. W. Widiana, Pt. Yuli Dharayanti, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.863
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir divergen bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E berbasis brainstorming dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 173 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Penglatan yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas V SD Negeri 2 Penglatan yang berjumlah 26 orang. Pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran learning cycle 5e berbasis brainstorming dan pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hail perhitungan uji hipotesis yang menggunakan bantuan SPSS 16.for Windows diperoleh t hitung (Equal Variance Assumed) adalah 6,030. dengan nilai Sig. (2 tailed) adalah 0,000. Angka signifikan tersebut lebih kecil daripada taraf signifikan 0,05. Hal ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan mengenai kemampuan berpikir divergen antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5e berbasis brainstorming dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional hasil terbukti bahwa model pembelajaran learning cycle 5e berbasis brainstorming lebih baik pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir divergen siswa dibanding dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis deskriptif, rata-rata siswa di kelas eksperimen adalah 30 berkualifikasi tinggi sedangkan rata-rata siswa di kelas kontrol adalah 22 berkualifikasi sedang. Kata kunci: learning cycle 5e berbasis brainstorming, dan kemampuan berpikir divergen
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD
Ni Ngh. Madri Antari, Ni Pt. Dayantari, Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.864
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPS pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match), (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Gugus V tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 236 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 73 siswa. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) pada kategori sangat tinggi (rata-rata sebesar 23,46), (2) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi (rata-rata sebesar 18,81), (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 46,3>ttabel =2,000). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berpengaruh terhadap hasil belajar IPS dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata-kata kunci: kooperatif teknik mencari pasangan (make a match), konvensional, hasil belajar IPS.