Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SEMESTER II SD NO. 1 BAKTISERAGA
I Gd. Margunayasa, Gst. A. Md. Atiek M., Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1281
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model reciprocal teaching berbantuan mind mapping dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA siswa Kelas IV Semester II SD No. 1 Baktiseraga Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan “Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di SD No. 1 Baktiseraga tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 55 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik cluster samplingdan diperoleh kelas IVa SD No.1 Baktiseraga sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVb SD No.1 Baktiseraga sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep IPA yang dikumpulkan melalui metode tesdengan instrumen tes essay. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching berbantuan mind mapping dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching berbantuan mind mapping sebesar 35,17 sedangkan untuk kelompok konvensional sebesar 27,04. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching berbantuan mind mapping lebih baik dari pemahaman konsep IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Ini berartimodel pembelajaran reciprocal teaching berbantuan mind mapping berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa di SD No. 1 Baktiseraga.Kata–kata kunci: reciprocal teaching, mind mapping, pemahaman konsep IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN BULELENG
Nym. Dantes, Kt. Puspawati, I Km. Sudarma,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1282
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 137 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel penelitian, yaitu siswa kelas V di SD No. 1 Nagasepaha berjumlah 33 orang dan siswa kelas V di SD No.1 Petandakan berjumlah 30 orang. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 27,91 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 21,87 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 7,106 > ttabel 2,000) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata-kata kunci: model inkuiri terbimbing, pemahaman konsep
PENGARUH PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS DESA BUNGKULAN
I Wy. Romi Sudhita, Ni Kdk. Widiartini, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1283
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan STM, (2) deskripsi hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional, (3) perbedaan yang singnifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan STM dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap SD Gugus IV Desa Bungkulan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian ini adalah penelitian quasi exsperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus IV Desa Bungkulan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Sebanyak 47 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menujukan bahwa, (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan STM berada pada kategori sangat tinggi,dengan mean 20,95, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengik uti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berada pada kategori rendah, dengan mean 14,28, (3). terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajara dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yangmengikuti pembelajaran konvensional, dengan thitung = 2,17 > ttabel = 2,00. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pendekatan STM berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV Kata-kata kunci: STM, pembelajaran konvensional, hasil belajar.
PENGARUH MODELPEMBELAJARANINISIASIKONSTRUKSI REKONSTRUKSI APLIKASI REFLEKSI (IKRAR) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD No 3 MENGWI
I.G.N Japa, Ni Rai Dwijayanti, Tjok Rai Partadjaya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1286
Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar siswa yang belajar degan menggunakan model pembelajaran konvensional, 2) deskripsi hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran IKRAR, 3) perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran IKRAR dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalahpenelitian eksperimen semu menggunakan desainnon- equivalentpost-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di SD No. 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 56 orang. Sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas IVa dan IVb yang masing-masing berjumlah 28 orang.Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor hasil belajar siswa yang belajar dengan menngunakan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 55,57,2) skor hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran IKRAR berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 69,4, 3), terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran IKRAR dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensionaldengan thit> ttab (thit = 56,7> ttab = 2,201). Dengan demikian model pembelajaran IKRAR berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV semester genap di SD No. 3 Mengwi Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: IKRAR, Hasil belajar matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS I II KECAMATAN SUKASADA
I Md. Suarjana, Kd. Suciastini, I Dewa Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1287
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelompok kontrolyang mengikuti pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswakelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran Contextual Teaching Learningberbantuan LKS, dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antarakelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran contextual teachinglearning berbantuan LKS dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajrankonvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only with nonequivalentcontrol group design.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Gugus IIIKecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Pengambilan sampel pada penelitian inimenggunakan teknik group random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswakelas IV SDN 1 Padangbulia sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SDN 2Padangbulia sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu datahasil belajar siswa aspek kognitif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes.dengan instrumen berupa tes objektif. Pada penelitian ini digunakan dua teknik analisisyaitu analisis statistik deskriptif dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatperbedaan yang signifikan hasil belajar dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswayang mengikuti model pembelajaran contextual teaching and learning berbatuan LKSdengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung= 4,208 >ttabel= 2, 021).Kata kunci: contextual teaching learning, hasil belajar IPA
MODEL PEMBELAJARAN RESIK BERBASIS MASALAH TERBUKA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SD GUGUS V DR. SOETOMO DENPASAR SELATAN
Md. Putra, Kdk. Sri Parwati, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1315
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif (RESIK) berbasis masalah terbuka dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus V Dr. Soetomo Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Gugus V Dr. Soetomo Denpasar Selatan berjumlah 414 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang melibatkan 84 siswa. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan instrument berupa tes essay. Kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran RESIK berbasis masalah terbuka dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen 70,11 lebih dari nilai rata-rata kelompok kontrol yakni 64,06. Demikian pula hasil analisis uji-t diperolel bahwa thitung 3,85 > ttabel 2,00 dengan dk = 82 (∑n-2 = 84 – 2 = 82) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RESIK berbasis masalah terbuka berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus V Dr. Soetomo Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: RESIK, Masalah Terbuka, Hasil Belajar Matematika
MODEL PEMBELAJARAN VAK BERBANTUAN MEDIA VCD BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS V Dr. SOETOMO
I Wyn. Wiarta, Ni Md. Dewi Dwitayanti1, I Wyn. Rinda S,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1316
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) berbantuan media VCD dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus V Dr.Soetomo Kecamatan Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus V Dr. Soetomo Kecamatan Denpasar Selatan yang berjumlah 414 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 14 sesetan yang berjumlah 33 siswa dan siswa kelas IVB SD N 12 sesetan yang berjumlah 30 siswa. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes prestasi belajar matematika. Instrumen yang digunakan tes objektif dengan empat alternative jawaban a, b, c, dan d. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran VAK berbantuan media VCD dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional dengan taraf signifikan 5% dan dk = 61 (thitung = 3.00 > ttabel = 2.00) dan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol (78.66 > 72.17). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VAK berbantuan media VCD berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus V Dr. Soetomo Kecamatan Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: VAK, VCD, Prestasi Belajar Matematika
PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN GUGUS 6 MENGWI
DB. Kt. Ngr. Semara Putra, Ni Km. Sri Polih, I Wyn. Rinda Suardika,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1317
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan yang signifikan hasil belajarIPA siswa yang belajar melalui Pendekatan Keterampilan Proses dengan Memanfaatkan Lingkungan sekolah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi. Jenis eksperimen ini merupakan Quasi Experimental Design dengan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”.Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi dengan jumlah populasi 193 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling dengan jumlah 63 siswa terdiri dari dua sekolah yaitu Siswa Kelas IV SDN 2 Kapal sebagai kelas eksperimen dan Siswa Kelas IV SDN 3Kapal sebagai kelas kontrol.Data hasil belajar IPA di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis uji-tpada taraf signifikan 5% dan dk = 61 diperoleh thitung = 5.834 > ttabel = 2.00. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajarIPA siswa yang belajar melalui Pendekatan Keterampilan Proses dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekolah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi. Berdasarkan tes akhir pembelajaran (post test) diketahui bahwa rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol (79 > 70.5).Dengan demikiandisimpulkan bahwapendekatan keterampilan proses dengan memanfaatkan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Gugus 6 Mengwi. Kata-kata kunci : Pendekatan Keterampilan Proses, Lingkungan Sekolah, Hasil Belajar IPA
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA MADE PUTRA
I Wyn. Wiarta, Ni Pt. Krisnayati, I Kt. Adnyana Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1318
mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar siswa materi cahaya dalam mata pelajaran IPA siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dan siswa yang mendapatkan pembelajaran yang konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design (eksperimen semu), dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra dengan jumlah 444 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va SD N 23 Dangin Puri yang berjumlah 36 siswa dan siswa kelas V SD N 1 Tonja yang berjumlah 38 siswa. Instrumen penelitian berupa tes prestasi belajar IPA dengan menggunakan tes objektif dengan empat alternative jawaban a. b. c. dan d.. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar siswa materi cahaya dalam mata pelajaran IPA siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional (thitung = 3,046 > ttabel = 2,00) dengan taraf signifikan 5% dan dk = 72 dan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol (72.94 > 67.81). Dengan demikian berarti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS), Prestasi Belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAINTERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS UBUD
I Gst. A.Oka Negara, Ni Pt. Cita Muliawati, I Kt. Ardana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1319
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melaluimodel pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus Ubud tahun ajaran 2012/2013.Penelitian eksperimen semu ini menggunakan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Ubud pada tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 252 siswa.Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling sehingga diperoleh sampel yaitu siswa pada kelompok eksperimen sebayak 35 siswa dan siswa pada kelompok kontrol sebanyak 32 siswa.Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda biasa dan dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis dengan uji-t diperoleh thitung lebih besar darittabel (thitung=2,698 > ttabel=2,000), ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran POE dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional padakelas V SD di gugus Ubud tahun ajaran 2012/2013. Nilai rata – rata siswa pada kelompok eksperimen yaitu 76,80 lebih besar dari pada nilai rata – rata siswa pada kelompok kontrol yaitu 70,00, ini berarti model pembelajaran POE dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus Ubud tahun ajaran 2012/2013. Kata kunci: Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE), hasil belajar IPA