cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH METODE DISCOVERY BERBANTUAN MEDIA REALITA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI DESA ANTURAN KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG I Dw. Pt. Raka Rasana, Md. Kristianti, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1347

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar siswa pada kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan metode ceramah, (2) deskripsi hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan metode discovery berbantuan media realita, dan (3) pengaruh yang signifikan metode discovery berbantuan Media realita terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV SD di Desa Anturan Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen (quasi experiment) dengan rancangan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SD di Desa Anturan tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 119 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 75 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tipe uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 10,33 > ttabel 1,658 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan metode discovery berbantuan media realita yaitu 34,56 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan metode ceramah yaitu 23,82 yang berada pada kategori sedang, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode discovery berbantuan media realita dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode ceramah. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan metode discovery berbantuan media realita.   Kata-kata kunci: metode discovery berbantuan media realita, hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP BERORIENTASI LITERASI SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV DI SD PANCASARI Nym. Kusmariyatni, Kdk. Leni, I. G. N Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1350

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsi hasil belajar IPA siswa kelas IV yang mengikuti pembelajaran dengan model Kooperatif tipe Co-Op Co-Op berorientasi literasi sains, 2) mendeskripsi hasil belajar IPA siswa kelas IV yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, dan 3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Co-Op Co-Op berorientasi literasi sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional siswa kelas IV di SD Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/20013. Penelitian ini adalah penelitian quarsi ekperimen berdesain post- test only control group desains. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV di SD Pancasari. Sampel penelitian dipilih dengan teknik kelas random sampling. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas IV SD 1 No  Pancasari yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok ekperimen dan SD No 3 Pancasari yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasi belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistic deskritif dan statistic inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) hasil belajar IPA kelompok ekperimen memiliki skor rata-rata sebesar 17,70 dengan kategori tinggi, 2) hasil belajar IPA kelompok control memiliki skor rata-rata sebesar 15,27 dengan kategori sedang dan, 3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe Co-Op Co-Op berorientasi literasi sains dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.   Kata kunci: Co-Op Co-Op, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TANDUR BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V A.A Gd. Agung, Ni Kd. Evi Mariantini, Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1352

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui: (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model konvensional. (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran TANDUR berorientasi keterampilan proses sains berbantuan media visual. (3) mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran TANDUR berorientasi keterampilan proses sains berbantuan media visual dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain post-test only with nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD gugus V kecamatan banjar yang berjumlah 212 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 71 orang. Data hasil belajar pada mata pelajaran IPA dikumpulkan dengan menggunakan adalah tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial uji–t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi. (2) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan TANDUR tergolong sangat tinggi. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V semester II di SD gugus V Kecamatan Banjar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran TANDUR berorientasi keterampilan proses sains berbantuan media visual dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional (thitung> ttabel, thitung = 3,958 dan ttabel = 2,000).   Kata-kata kunci: TANDUR, Hasil Belajar
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERBANTUAN SATUA BALI TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS IV SD I Nym Arcana, Md. Ayu Puspasari, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1354

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ranah afektif pada pembelajaran PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode sosiodrama berbantuan satua Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode diskusi pada siswa kelas IV SD di Gugus 1 Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 193 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 2 Banyuning yang berjumlah 26 orang sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IV SD No. 8 Banyuning yang berjumlah 26 orang sebagai kelompok eksperimen. Data tentang hasil belajar ranah afektif dikumpulkan dengan menggunakan angket/kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif pada pembelajaran PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode sosiodrama berbantuan satua Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode diskusi. Hal ini ditunjukkan oleh t hitung > ttabel, t hitung = 5,827, dan ttabel = 2,000 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama berbantuan satua Bali yaitu 120,88 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode diskusi yaitu 109,65 yang berada pada kategori sedang.   Kata kunci: sosiodrama, satua Bali, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSOI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V DI GUGUS II LAKSMANA KECAMATAN JEMBRANA I Km. Sudarma, Ni Pt. Ulan Kusuma D, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1356

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Translating Sculpting Operationalizing Integrating (TSOI) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus II Laksmana, Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan cara random sampling pada kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas V SDN 1 Dangintukadaya sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 1 Batuagung sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep IPA yang dikumpulkan dengan tes. Bentuk tes yang digunakan adalah pilihan ganda diperluas yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 7,832 > ttabel 2,00 maka H1 diterima, jadi terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Translating Sculpting Operationalizing Integrating (TSOI) dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci:  TSOI dan pemahaman konsep IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KECAMATAN BULELENG Lh Pt. Putrini Mahadewi, Kd. Suteni, I Nyn. Wirya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1357

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching dan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V(SD gugus 1 Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng) berjumlah 241 orang. Subjek ditentukan dengan tehnik cluster random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Data dianalisis  menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching dan model pembelajaran konvensional (thitung = 14,94; ttabel = 2,018). Rata-rata skor hasil belajar IPA dengan model pembelajaran reciprocal teaching adalah 20,57 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 15,61 yang berada pada kategori sedang. Jadi model pembelajaran reciprocal teaching berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA SD 1 Banyuning Kecamatan Buleleng.   Kata-kata kunci: reciprocal teaching, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG L. Pt. Putrini Mahadewi, N. Md. Eny Kurniawati, Dw. Nym. Sudana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1358

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran reciprocal teaching dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional di kelas V SD di Gugus I Kecamatan Banyuning tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 205 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan tehnik claster random sampling dan diperoleh siswa kelas V SD No. 3 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 20 orang siswa dan siswa kelas V SD No. 7 Banyuning sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 23 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah penguasaan konsep pelajaran IPA yang dikumpulkan dengan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan penguasaan konsep yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 29,88 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 22,95. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dari penguasaan konsep IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, dengan kata lain terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas V di SD No 3 Banyuning.Kata–kata kunci: model pembelajaran reciprocal teaching dan penguasaan konsep IPA.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERPENDEKATAN ERGONOMI PARTISIPATORI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD Luh Putu Putrini Mahadewi, I Gst Ayu Ira H., I Wayan Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1360

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswayang belajar dengan menggunakan pendekatan ergonomi partisipatori (PEP) dankelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional .Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest nonequivalentcontrol group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD yangada di gugus 4 Desa Muncan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 133 siswa.Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 53 siswa, yangditentukan dengan cara proposional sampling. Data hasil belajar dikumpulkan dengantes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang disertai penjelasan. Data dianalisisdengan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2007for Windows. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasilanalisis data menunjukkan bahwa hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar denganmenggunakan pendekatan ergonomi partisipatori berada pada kualifikasi sangat tinggi(M= 22,57; S =4,28), sedangkan hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar denganmenggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi tinggi (M=18,11; S =3,27). Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yangsignifikan antara hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakanpendekatan ergonomi partisipatori dan hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajardengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, 4,41 > 2,021).iniberarti pembelajaran ergonomi partisipatori berpengaruh terhadap hasil belajar IPASiswa kelas V SD di Gugus IV Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten KarangasemTahun pelajaran 2012/2013.Kata-kata kunci: PEP, Pembelajaran Konvensional, Hasil belajar
PENGARUH METODE TALKING STICK BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SEMESTER II SD GUGUS V KECAMATAN BANJAR I Md. Tegeh, Ni Kdk. Prila L., Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1361

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa pada kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 di SD gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng yang dibelajarkan menggunakan metode talking stick. (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa pada kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 di SD gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah dan penugasan. (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajrkan menggunakan metode talking stick berbantuan kartu soal dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode cermah dan penugasan. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen berdisain Post Test Only Control Group Desing. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA  dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistic deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen memiliki mean sebesar 35,29 dengan kategori sangat baik dan kurve poligonnya membentuk juling negatif, (2) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol memiliki mean sebesar 29,04 yang berada pada kategori baik dan kurve pologonnya membentuk juling positif, (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunaan metode talking stick dan siswa yang dibelajarkan mengunakan metode ceramah dan penugasan.(Fhitung 26,76 > Ftabel 3,96)   Kata Kunci:   talking stick, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD GUGUS V BANJAR I Kd. Suartama, Wiwin Sugiyastini, Dw. Nym. Sudana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1362

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelompok eksperimen yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelompok kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA di kelas V semester II SD Gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 158 siswa. Pengambilan sampel penelitian berdasarkan teknik random sampling dengan jumlah sampel 42 siswa. Data yang dikumpulkan adalah kemampuan berpikir kreatif IPA. Bentuk tes kemampuan berpikir kreatif IPA yang digunakan adalah esai. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek cenderung tinggi dengan Mo>Md>M (27,5>25,75>25,14) dan dengan mean = 25,14 termasuk dalam kategori tinggi, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan Mo<Md<M (17<19,25<20,75 dan dengan mean = 20,75 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (>). Dengan demikian, model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA kelas V semester II SD Gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci: pembelajaran proyek, berpikir kreatif.

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue