Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA IV GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA
Ign. I Wyn. Suwatra, Gst. Ngr. Wira Astra, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1399
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving berbantuan video pembelajaran matematika, (3) menganalisis perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving berbantuan media video pembelajaran matematika dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design . Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV Gugus IV Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik group random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dengan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah. Pada penelitian ini, digunakan dua teknik analisis yaitu analisis statistik deskriptif dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional menunjukkan rata-rata skor sebesar 13, 54 dengan kategori sedang, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving berbantuan video pembelajaran matematika menunjukkan rata-rata skor sebesar 15,62 dengan kategori sangat tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem soving berbantuan media video pembelajaran matematika dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 2,203 > ttabel = 2,021). Kata kunci: problem solving, kemampuan pemecahan masalah matematika
PENERAPAN METODE RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SDN 4 PENYARINGAN
Ni Ngh. Madri Antari, I Gd. Agus Mahardika, I Gst. Ngr. Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1400
Abstrak Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memaparkan peningkatan (1) aktivitas dan (2) hasil belajar matematika siswa setelah penerapan metode Reciprocal Teaching berbantuan kartu angka. Penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus ini melibatkan 15 orang siswa kelas VI SD Negeri 4 Penyaringan tahun pelajaran 2012/2013. Data aktivitas dan hasil belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan (1) lembar observasi dan (2) tes hasil belajar.Data hasil observasi mengenai aktivitas dan hasil belajar selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas belajar pada siklus I rata-rata sebesar 54,16%, sedangkan pada siklus II rata-rata persentase meningkat menjadi 87,85%. Peningkatan aktivitas belajar tersebut juga diikuti oleh peningkatan hasil belajar siswa. Rata-rata persentase hasil belajar pada siklus I meningkat dari 72,33% (kategori sedang) menjadi 86,67 % (kategori tinggi) pada siklus II. Jadi, hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa penerapan metode Reciprocal Teaching dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Kata kunci: Reciprocal Teaching, kartu angka, aktivitas, hasil belajar
PENGARUH MODEL PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V
Kd. Suranata, L. Kd. Rismayanti, Ni Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1401
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa, (2) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa dan kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 200 siswa. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling dengan jumlah 59 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah skor keterampilan berpikir kritis yang dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa sebesar 40,98, (2) rata-rata keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang menggunakan model ekspositori sebesar 28,17, (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa dan kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori (t = 3,937; p < 0,05). Kata kunci: POE, pendidikan karakter, berpikir kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI DI SAMBIRENTENG
Nym. Kusmariyatni, I Md. Sentanu, I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1402
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng yang berjumlah 63 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD No. 1 Sambirenteng yang berjumlah 20 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas V SD No. 2 Sambirenteng yang berjumlah 19 siswa sebagai kelompok eksperimen. Data hasil IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t polled varians). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata-kata kunci: inkuiri terbimbing, konvensional, hasil belajar
PENERAPAN PENDEKATAN STM BERBANTUAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NO.4 SUANA NUSA PENIDA
I. Nym. Murda, I. Km. Wirawan, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1403
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan STM berbantuan audio visual di kelas IV SD No. 4 Suana Nusa Penida Tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus secara berdaur yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No.4 Suana Nusa Penida tahun pelajaran 2012/2013. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas IV SD No. 4 Suana Nusa Penida Tahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 69,13. Setelah diadakan perbaikan pada siklus II skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 82,4. Ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 13,27. Kata kunci: STM audio visual, hasil belajar,IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INISIASI KONSTRUKSI-REKONSTRUKSI APLIKASI REFLEKSI TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS V
Luh Pt. Putrini Mahadewi, Ni Md. Dwi Tarini, I Wyn. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1404
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Di Desa Medahan Semester II. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Desa Medahan yang berjumlah 69 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Medahan yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas V SD Negeri 2 Medahan yang berjumlah 32 orang. Data kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes esai. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester II SD Negeri di Desa Medahan (thitung > ttabel, thitung = 2,366 dan ttabel = 2,000). Ini berarti model pembelajaran Inisiasi Konstruksi-Rekonstruksi Aplikasi Refleksi berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa kelas V semester II SD Negeri di Desa Medahan. Kata-kata kunci: IKRAR, kemampuan siswa, soal cerita
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JOLLY PHONICS TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS I SD
Ni Ngh. Madri Antari, Ni Md. Tulus A, Ign. I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1405
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kemampuan membaca dan menulis permulaan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Jolly Phonics, 2) mengetahui kemampuan membaca dan menulis permulaan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, 3) mengetahui perbedaan kemampuan membaca dan menulis permulaan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Jolly Phonics dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SD di Gugus V Sangsit yang berjumlah 90 siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 51 siswa, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data kemampuan membaca dan menulis permulaan dikumpulkan dengan tes lisan dan isian yang disertai performance (penampilan). Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis uji-t dengan bantuan program Microsoft Excel 2007. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan menulis permulaan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jolly Phonics berada pada kualifikasi sangat baik (M= 37,22; SD= 3,74), sedangkan kemampuan membaca dan menulis permulaan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik (M= 31,83; SD= 25,33). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jolly Phonics dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel yaitu 109,94 > 1,671). Kata kunci: model Jolly Phonics, membaca, menulis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG
Ign. I Wyn. Suwatra, L. PT. Herlina W., Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1406
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan minat dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus XIII yang terdiri dari 3 sekolah dengan jumlah populasi 54 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dan random dilakukan pada kelas dan berjumlah 42 orang (kelas eksperimen 21 orang dan kelas kontrol 21 orang) . Rancangan penelitian ini adalah Non Equivalent Control Group Design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk komponen minat belajar dan tes untuk komponen hasil belajar IPA. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17,0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan minat belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F= 17,108; p<0,05), (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antar kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F= 5,659; p<0,05) dan (3) Terdapat perbedaan secara simultan minat belajar dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (harga F hitung lebih kecil dari 0,05). Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap minat belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD. Kata kunci: quantum teaching, minat, hasil belajar.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA CERITA ANAK BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN AKTIVITAS SISWA KELAS V
Pt. Nanci Riastini, I Gst. Ngr. Pt. Karang B, I Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1425
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan pemahaman konsepIPA melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, (2) mengetahui peningkatan aktivitas siswa melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas V SD No. 2Ambengan tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 25 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Siklus I terdiri atas 3 pertemuan dan siklus II terdiri atas 3 pertemuan. Setiap pertemuannya dilaksanakan sesuai dengan tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pemahaman konsep IPA diukur dengan data hasil belajar IPA. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes, sedangkan data aktivitas siswa dikumpulkan dengan metode observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA pada siswa kelas V di SD No. 2 Ambengan tahun pelajaran 2012/2013.Peningkatan tersebut ditunjukkan pada siklus II yakni hasil belajar IPA mencapai kriteria tinggi, dengan persentase ketuntasan mencapai ketuntasan 100%, dan aktivitas siswa dengan kriteria aktif. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada semua guru kelas di sekolah dasar tempat penelitian hendaknya menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA.Kata kunci: pendekatan kontekstual, pemahaman konsep IPA, aktivitas siswa
PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS VII KECAMATAN TEJAKULA
I Wyn. Sudiana, Kd. Arya Dwi H, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1426
AbstrakBerdasarkan hasil observasi yang dilakukan dengan guru mata pelajaran matematika diperoleh informasi bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V SD di gugus VIIKecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng rendah. Hal ini dapat dilihat dari dokumen hasil belajar matematika siswa dengan rata-rata berada di bawah KKM, disebabkabn karena proses pembelajaran di sekolah tersebut masih terpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode problem solving dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimendengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di gugus VII Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Sebanyak 45 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random clas sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar matematika ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes obyektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar matematikaantara siswa yang mengikuti pembelajara dengan metode problem solving dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding dengan perolehan rerata kelompok kontrol (rata-rata eksperimen = 23,14 > rata-rata kontrol = 18,96) dan hasil uji hipotesi menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel(thitung = 3,796 > ttabel= 2,021).Dengan demikian, metode problem solving berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD di gugus VII Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013.Kata-kata kunci: problem solving, hasil belajar matematika