cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS V KECAMATAN SERIRIT I Kt. Dibia, Nym. Sudarmi, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.712

Abstract

Abstrak Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah selama ini masih di dominasi oleh metode ceramah yang merupakan salah satu karakteristik model pengajaran langsung. Model pengajaran  langsung menyebabkan siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran sehingga berdampak pada belum tercapainya hasil belajar yang optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PDEODE dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus V Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus V kecamatan Seririt tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 133 orang. Dua kelas dipilih sebagai sampel dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 24,16 sedangkan rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 20,36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PDEODE dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pengajaran langsung (thitung = 3,363; ttabel = 2,021 sehingga thiung > ttabel). Adanya perbedaan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran PDEODE berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.   Kata kunci: model pembelajaran PDEODE, model pengajaran langsung,  hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG I Wyn Sudiana, Nym Lili Saraswati, I Kt Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.713

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas III semester 2 tahun pelajaran 2012/ 2013 di SD Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan “post test only control group design”. Dari delapan sekolah yang ada di SD Gugus I Singaraja terpilih dua sekolah untuk sampel penelitian dengan teknik simple random sampling yaitu SD No. 5 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dan SD No.6 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan instrument berupa seperangkat tes obyektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif dan statistik iferensial. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan teknik statistik uji-t ditemukan bahwa perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari hasil uji-t diperoleh t hitung = 4,87 dan t tabel = 2,000 hal ini berarti t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 23,37 kategori sangat baik sedangkan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 17,51 kategori baik, ini berarti siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran, inkuiri terbimbing, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS KEMAMPUAN GENERIK SAINS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD KELAS V DI KELURAHAN BANYUASRI Md. Sumantri, I Md. Supardi Yasa,Ni Ngh. Madri Antari,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.714

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kemampuan generik sains dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD.  Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa SD kelas V di Kelurahan Banyuasri tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri atas 5 kelas dengan jumlah populasi 172 orang siswa. Sampel diambil dengan cara group random sampling dan berjumlah 78 orang siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data pemahaman konsep IPA siswa, yang dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep IPA. Tes pemahaman konsep IPA berbentuk pilihan ganda diperluas, yang terdiri atas 25 butir tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial uji-t. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kemampuan generik sains dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD dalam pembelajaran IPA (t =7,3; p<0,05). Skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kemampuan generik sains (M = 83,7) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STAD (M = 75,00).   Kata-kata kunci: pembelajaran inkuiri terbimbing dan pemahaman konsep.  
PENGARUH PENDEKATAN STM TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS V KECAMATAN SAWAN Pt. Nanci Riastini, I Pt. Suwintara, I Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.715

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung, 2) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD gugus V Kecamatan Sawan. Sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Sangsit dan siswa kelas IV SD Negeri 5 Sangsit. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Instrumen penelitian ini terdiri atas 2 jenis, yaitu kuesioner sikap ilmiah dan tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil data sikap ilmiah dan hasil belajar sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan sikap ilmiah yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung (thitung=14,01 dan ttabel=2,000, sehingga thitung > ttabel). Ke dua, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung (thitung=12,10 dan ttabel=2,000, sehingga thitung > ttabel).   Kata kunci: pendekatan STM, sikap ilmiah, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUAN MEDIA PERMAINAN TRADISIONAL BALI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS IV SAWAN Pt. Nanci Riastini, Cening Sri Wati, Md. Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.716

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar melalui pembelajaran dengan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media permainan tradisional Bali dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2012/2013, yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah populasi 205 siswa. Sampel diambil dengan cara simple random sampling melalui teknik undian, tetapi yang diundi adalah kelas. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep IPA. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran TPS berbantuan media permainan tradisional Bali dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Besarnya thit adalah 18,78, sedangkan ttab dengan taraf signifikansi 5% dan db = 96 adalah 1,990. Hal ini berarti, thit lebih besar dari ttab (thit > ttab). Di samping itu, rata-rata skor pemahaman konsep IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran TPS berbantuan media permaianan tradisional Bali (32,26) lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (12,20). Dengan demikian, model pembelajaran TPS berbantuan media permainan tradisional Bali berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA pada siswa kelas IV di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: TPS, permainan tradisional, pemahaman konsep.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN DI KELURAHAN KALIUNTU SINGARAJA Ndara Tanggu Renda, Ni Pt. Feni Sukmawati, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.717

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan: (1) efikasi diri dan prestasi belajar, (2) kebiasaan belajar dan prestasi belajar, (3) secara bersama-sama antara efikasi diri dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDN di kelurahan Kaliuntu Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah expost facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN di kelurahan Kaliuntu Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 106 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik sampel jenuh atau sering disebut sensus studi sehingga sampel berjumlah 106 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode kuesioner untuk mengukur efikasi diri dan kebiasaan belajar, dan metode pencatatan dokumen untuk mengukur prestasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dengan prestasi belajar sisiwa dengan korelasi sebesar 0,686. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa dengan korelasi sebesar 0,788. (3) Secara bersama-sama terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dan  kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan korelasi sebesar 0,854. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor efikasi diri dan kebiasaan belajar.   Kata kunci:  efikasi diri, kebiasaan belajar, prestasi.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DI KELAS V SD KELURAHAN KALIUNTU I G.A.Tri Agustiana, Ni Wyn. Kasni, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.718

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model experiential dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Kelurahan Kaliuntu Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 107 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Kaliuntu sebanyak 27 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD No. 2 Kaliuntu sebanyak 22 orang sebagai kelas kontrol. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain Non-equivalent post-test only control group design. Data prestasi belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran experiential dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD No.3 dan 2 Kaliuntu Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor prestasi belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 3,98 sedangkan, ttabel dengan db = 47 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,01. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (3,98 > 2,01). Dengan demikian model pembelajaran experiential berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Kaliuntu tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: model pembelajaran experiential, prestasi belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN BULELENG Ign. I Wyn. Suwatra, Ni Pt. Sri Yuliasari, A.A. Gd. Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.719

Abstract

Abstrak Pembelajaran PKn tanpa pemahaman dan pemaknaan menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Guna mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2) deskripsi hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) berbantuan media power point, 3) perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran VCT  berbantuan media power point dan siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan instrument tes berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar PKn kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata cenderung rendah; 2) hasil belajar PKn kelompok siswa dengan model pembelajaran VCT berbantuan media power point menunjukkan skor rata-rata cenderung tinggi; 3) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran VCT berbantuan media power point dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Artinya adalah model pembelajaran VCT berbantuan media power point berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Buleleng.   Kata-kata kunci: model pembelajaran VCT, power point, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBANTUAN LKS SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V I Wyn. Sudiana, Pd. Kd. Dwi Pranata, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.720

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan LKS sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 2 di gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “Posttest-Only Control Design”. Populasi penelitian ini adalah semua kelas V SD di gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng sejumlah enam kelas. Sampel dipilih sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik “simple random sampling”. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan LKS dengan siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan LKS tergolong tinggi dengan rata-rata 14,19, sedangkan siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong sedang dengan rata-rata 10,89. Ini berarti ada pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan LKS sebagai sumber belajar terhadap prestasi belajar matematika.   Kata-kata kunci: model pembelajaran generatif, LKS, prestasi belajar
PENGARUH STRATEGI REACT BERBANTUAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG I Nym. Murda, Dewi Kusumayanti, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.721

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT berbantuan  lingkungan sebagai sumber belajar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengajaran langsung pada siswa kelas V SD tahun ajaran 2012/2013 di gugus XIII Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 173 siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 2 Banjar Tegal yang berjumlah 26 siswa dan siswa kelas V SD No. 3 Banjar Tegal yang berjumlah 30 siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT berbantuan  lingkungan sebagai sumber belajar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengajaran langsung pada siswa kelas V SD tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus XIII Kecamatan Buleleng. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil belajar IPA yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT berbantuan  lingkungan sebagai sumber belajar adalah 26,62 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran denga pengajaran langsung sebesar 20,50.   Kata kunci: strategi REACT, lingkungan, hasil belajar

Page 5 of 43 | Total Record : 430


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue