cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS XIV KECAMATAN BULELENG Pt. Nanci Riastini, Ni Kd. Heny K., I Wyn. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.722

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang belajar menggunakan strategi REACT dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment dan menggunakan desain posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 149 orang. Sampel penelitian yang digunakan, yaitu siswa SD No. 1 Pemaron dan SD No. 3 Tukadmungga sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 67 orang dan siswa SD No. 2 Pemaron dan SD No. 1 Tukadmungga sebagai  kelas kontrol yang berjumlah 60 orang. Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling, tetapi yang di random adalah kelas. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 11,13 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 1,980. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, strategi REACT berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV di Gugus XIV Kecamatan Buleleng.   Kata kunci: Strategi REACT, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MEDIA FLIP CHART TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD Ni Wy. Arini, Kt. Suriani, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.723

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media flip chart, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media flip chart dan siswa yang belajar model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus I kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus I kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 243 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Sampel yang diambil adalah 63 orang. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes, selanjutnya dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi data dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media flip chart berada pada kategori tinggi, (2) dengan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media flip chart dan yang belajar dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung 39,11>ttabel 1,671. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media flip chart berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa SD.   Kata kunci: model NHT, media flip chart
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BONDALEM KECAMATAN TEJAKULA Kt. Pudjawan, I Kt. Artadana, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.724

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi pemahaman konsep siswa pada kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi pemahaman konsep siswa pada kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah (3) pengaruh yang signifikan pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Bondalem Kecamatan Tejakula  Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IVa dan IVb di SDN 1 Bondalem Kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVa SDN 1 Bondalem yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas IVb SDN 1 Bondalem yang berjumlah 20 orang. Data hasil pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi pemahaman konsep dalam pembelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional menunjukkan skor cenderung sedang, dengan mean 22,00. (2) deskripsi pemahaman konsep  pada siswa kelompok eksperimen dengan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan skor cenderung tinggi, dengan mean 28,95. (3) terdapat pengaruh pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA yang signifikan antara kelompok dengan pembelajaran berbasis masalah dan kelompok dengan model konvensional, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 4,04 > ttab = 1,684 ).   Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, pemahaman konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV DI DESA SARI MEKAR Ni Md.Setuti, I Dw. Ayu Md. Satriari, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.725

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model  pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal, (2) deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di desa Sari Mekar. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di desa Sari Mekar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 58 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 1 Sari Mekar yang berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di desa Sari Mekar. Hal ini berarti model pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV di desa Sari Mekar.   Kata kunci: model pembelajaran IKRAR, kearifan lokal, kemampuan pemecahan masalah  
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS V KECAMATAN SUKASADA I Md. Citra Wibawa, S.A Pt. Seni Ari A, Ign. I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.726

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA  antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berbasis kearifan lokal dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Sampel penelitian yaitu kelas V SD No. 2 Sambangan dengan jumlah 23 siswa dan kelas V SD No.2 Panji dengan jumlah 24 siswa tahun pelajaran 2012/2013 yang dipilih dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan metode tes dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berbasis kearifan lokal dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester II di SD No.2 Sambangan dan SD No.2 Panji tahun pelajaran 2012/2013 (thitung = 3,305 > ttabel = 1,679; α = 0,05). Dengan demikian kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model siklus belajar 7E berbasis kearifan lokal menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: siklus belajar 7E, hasil belajar IPA
PENGARUH METODE RESITASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV PADA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SD DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Md. Tegeh, Ni Luh Sukerniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.727

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi prestasi belajar siswa yang belajar dengan metode resitasi,(2) deskripsi prestasi belajar siswa yang belajar dengan metode ekspositorii, dan (3) perbedaan yang signifikan prestasi belajar  siswa antara penggunaan metode resitasi dengan penggunaan metode konvensional dalam pembelajaran IPA kelas IV SD di desa Sinabun. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD di desa Sinabun sebanyak 96 orang, dan sampel sebanyak 63 orang yang diambil secara random. Data tentang prestasi belajar siswa  dikumpulkandengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode resitasi dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode konvensional pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD di Desa Sinabun Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung 4,522 > Ftabel 1,693.Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan metode resitasi yaitu 20,91 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional yaitu 16,84 yang berada pada kategori sedang.Hal itu berarti metode resitasi menunjukan prestasi belajar yang lebih baik daripada metode konvensional.   Kata-kata kunci : metode resitasi, metode konvensional,  prestasi belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) DENGAN SETTING BELAJAR KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD I Nym. Arcana, Ni Pt. Ari Kusumayanti, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.728

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kualitas hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model MEA dengan setting belajar kelompok. (2) mendeskripsikan kualitas hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model MEA dengan setting belajar kelompok dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 145 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 1 Nagasepaha yang berjumlah 35 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kualitas hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model MEA dengan setting belajar kelompok tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 23,66. (2) kualitas hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 20,56. (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  model MEA dengan setting belajar kelompok dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (thitung > ttabel, thitung = 23,85 dan ttabel = 2,000).   Kata kunci: Model Pembelajaran MEA, setting belajar kelompok, hasil belajar matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA I Md. Citra Wibawa, Md. Emi Sugiartini, Ni Md. Setuti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.729

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V  SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 195 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 113 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 13,29 dan ttab = 1,98 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan modle pembelajaran konvensional.   Kata kunci: Model pembelajaran metakognitif, kemampuan pemecahan masalah, matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TIPE VAK BERBANTUAN MEDIA MAGIC BOX TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD Kt. Pudjawan, Ni Pt. Emilia Pebriani, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.730

Abstract

Abstrak     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum tipe visual auditory kinestethic (VAK) berbantuan media magic box dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas IV di SD N 1 Banyuning Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Populasi terdiri dari kelas IVA 29 orang dan kelas IVB 28 orang. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non equivalen post-test only control group design. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum tipe VAK berbantuan media magic box dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Hal tersebut dapat dilihat hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 3,61 > ttabel = 2,000), dan rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dari rerata kelompok kontrol (1 = 20,86 > 2 = 16,96). Dengan demikian model pembelajaran quantum tipe VAK berbantuan media magic box berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD N 1 Banyuning tahun pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci:    VAK, magic box, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS V KECAMATAN SUKASADA Gd. Sedanayasa, Dsk. Pt. Yulia K, Dw. Nym. Sudana
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan non equivalent Post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tes obyektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu mencari modus, media, mean dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari hasil analisis uji-t dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 1,95146 > 1,67109 dengan derajat kebebasan 59 dan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret adalah 23,78 berada pada katagori sangat tinggi dan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 17,51 berada pada katagori tinggi. Model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret terbukti lebih unggul 6,27 dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci :  Snowball Throwing dan hasil belajar IPA.

Page 6 of 43 | Total Record : 430


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue