cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEMESTER II SD NEGERI 2 GIANYAR I Gde Wawan Sudatha, Pande Km. Mika Adi Santa, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.744

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 2 SD Negeri 2 Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “Posttest-Only Control Design”. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri 2 Gianyar yang berjumlah 2 kelas, dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh populasi yang ada yaitu 2 kelas siswa Kelas V SD Negeri 2 Gianyar. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tesdengan instrumen tes objektif.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh, perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining dengan siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional, dan prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining dan rata-rata 14,95, sedangkan siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata 14,70. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining dapat mempengaruhi prestasi belajar matematika.   Kata-kata kunci: model pembelajaran,student facilitator and explaining, prestasi belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK SETTING KOOPERATIF (RESIK) BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Ign. I Wyn. Suwatra, I Wyn. Megayana, I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.745

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V sekolah dasar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis masalah, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V sekolah dasar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di sekolah dasar Gugus I Kecamatan Tegallalang yang berjumlah 179 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis dengan mean 45,25 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan mean 38,22 tergolong kriteria tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif berbasis masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thitung > ttabel (thitung = 5,71 > ttabel = 2,012). Dengan demikian model pembelajaran realistik setting kooperatif berbasis masalah berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika.   Kata kunci:  Model Pembelajaran Realistik Setting Kooperatif, Hasil Belajar Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS KELAS IV SD GUGUS X KECAMATAN BULELENG I Dw. Pt. Raka Rasana, Ni Md. Linda Dwi R L, Ign I Wyn Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.746

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Inggris antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus X Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 172 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No. 3 Kaliuntu yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IV SD K Karya yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok eksperimen. Data keterampilan berbicara Bahasa Inggris dikumpulkan dengan menggunakan rubrik penilaian berbicara yang berpatokan pada penampilan siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t polled varians. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Inggris yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Perbandingan perhitungan rata-rata keterampilan berbicara kelompok ekperimen adalah 15,12 lebih besar dibandingkan dengan rata-rata keterampilan berbicara kelompok kontrol sebesar 9,67. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa.   Kata kunci: Konvensional, Inside Outside Circle, Berbicara
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI NATURE OF SCIENCE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS V KABUPATEN BULELENG I G.A. Tri Agustiana, Ni Pt. Kusuma Dewi, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.747

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi Nature of Science (NOS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Rancangan penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan Non Equivalent Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus V Kabupaten Buleleng 2012/2013 yang berjumlah 145 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih, yaitu SD No. 1 Sari Mekar yang berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi (rata-rata = 22,87), hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi (rata-rata = 19,00), terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (thitung = 3,455 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci: model pembelajaran berorientasi Nature of Science, hasil belajar IPA  
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR BERDASARKAN KONSEP TRI PRAMANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS XV KECAMATAN BULELENG I Kt. Dibia, Md. Ariestini, I Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.748

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 2 Gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan non-equivalent post-test only control group desain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel dipilih sebanyak dua sekolah dari delapan sekolah dengan menggunakan teknik “random sampling”. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pencapaian rata-rata nilai siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan konsep Tri Pramana yang tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 15,9 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi dengan rata-rata 11,9.   Kata kunci: model siklus belajar, konsep tri pramana, hasil belajar
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) BERBANTUAN MEDIA QUESTIONS BOX TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD I Kd. Suartama, Ni Kd. Ayu Mertini, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.749

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan media questions box dan kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus VI Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Sawan. Sampel diambil dengan cara teknik random class sampling dan diperoleh siswa kelas V SD Negeri 4 Sangsit sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 8 Sangsit sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika dengan menggunakan tes objektif tipe pilihan ganda dan selanjutnya  data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan media questions box dan kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika dengan thitung=10,08>ttabel=1,684. Berdasarkan temuan itu, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan media questions box berpengaruh terhadap hasil belajar matematika, dan strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange lebih baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional.   Kata kunci: RTE, questions box, hasil belajar
KONTRIBUSI KEBIASAAN BELAJAR DAN KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR INTI KECAMATAN JEMBRANA I Nym. Jampel, Ni Md Novi Indrayani D, Ni Nym Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.750

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kontribusi kebiasaan belajar dengan prestasi belajar, (2) kontribusi konsep diri dengan prestasi belajar dan, (3) kontribuai kebiasaan belajar dan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa kelas IV di Sekolah Dasar Inti Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah ex-post facto yang berupaya untuk mengetahui derajat keterhubungan antara variabel bebas dan variael terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Inti Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 sejumlah 189 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Proprosional Random Sampling” dengan menggunakan rumus Cochran, dengan jumlah sampel sebanyak 127 orang. Data kebiasaan belajar dan konsep diri dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data prestasi belajar dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat kontribusi antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa, korelasi sebesar 0,70, sumbangan 49%, (2) terdapat kontribusi antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa, korelasi sebesar 0,68, sumbangan 46,24, dan (3) terdapat kontribusi antara kebiasaan belajar dan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa, korelasi sebesar 0,854, dengan sumbangan sebesar 60%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kebiasaan belajar dan konsep diri memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar   Kata-kata kunci:   kebiasaan belajar, konsep diri, prestasi belajar.
PENGARUH METODE PQRST TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS 5 KECAMATAN KEDIRI Md. Suarjana, Ni Wyn Linda Jayanthi, Ni Nym. Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.751

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode PQRST dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan posttestonly control group design.Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Gugus 5 Kecamatan Kediri tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik group random sampling, didapatkan 2 kelas sampel yaitu, SD No. 1 Pandak Bandung dan SD No.2 Pandak Bandung. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan metode tes dengan instrumen 10 butir tes pemahaman konsep berbentuk uraian.Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji hipotesis, dan uji-t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar menggunakan metode PQRST dansiswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA. Hasil analisisnya menunjukkan thitung= 6,62 dan ttabel = 1,684 untuk db = n1 + n2 – 2 = 48 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil mean pada kelompok eksperimen adalah 39,57 dan pada kelompok kontrol adalah 31,13.Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa menjadi lebih baik apabila menggunakan metode PQRST. . Kata Kunci: metode PQRST, pemahaman konsep IPA  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS III SD I Wyn. Suwatra, Kd. Tia Lestari, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.752

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran word square, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS siswa pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran word square dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri di Desa Tejakula tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 175 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri 1 Tejakula dengan jumlah 23 siswa dan SD Negeri 2 Tejakula dengan jumlah 24 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS. Bentuk tes hasil belajar IPS yang digunakan adalah esai. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran word square dengan mean (M) = 29 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 22,22 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPS siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran word square dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung=4,19 ; ttabel=2,02 sehingga thitung > ttabel). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran word square berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa.   Kata kunci: pembelajaran word square, pembelajaran konvensional, hasil belajar
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SD Ni Kt. Suarni, Ni L Pt Okta D A, I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.753

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika pada kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Desa Pekutatan tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 95 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V yaitu kelas V di SD Negeri 1 Pekutatan dengan jumlah 25 siswa dan kelas V di SD Negeri 4 Pekutatan dengan jumlah 25 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika. Bentuk tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah esai. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange dengan mean (M) = 36,82 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 28,2 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelompok siswa yang belajar mengikuti strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional (thitung= 5,22 > ttabel= 2,000). Kelompok siswa yang belajar mengikuti strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran aktif, pembelajaran konvensional dan hasil belajar

Page 8 of 43 | Total Record : 430


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue