cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): Juli" : 315 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA VIDEO CLIP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Gede Cahyadi; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing berbantuan media video clip dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Susut Kabupaten Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Sebanyak 40 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing berbantuan media video clip dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil thitung lebih besar dari ttabel (thit = 3,036 > ttab = 2,021). Dengan demikian, model pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing berbantuan media video clip berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Susut Kabupaten Bangli tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing, video clip dan hasil belajar IPA This study aims to determine the difference of science learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model of snowball throwing type assisted by video clip media and students who were tought by conventional learning model. This research is a quasi experimental research with non-equivalent design post-test only control group design. The population of this study were the fifth graders of primary school in the cluster of five subdistricts Susut district Bangli academic year 2016/2017. A total of 40 students have been selected as the sample is determined by random sampling technique. Data analyzed from this research is the result of studying science course learning cognitive collected used objective tests. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The result showed that, there was a significant difference in the learning outcomes of science between students who followed the learning using cooperative model type snowball throwing assisted video clip media and students who follow the learning with conventional learning model. It can be seen from the hipothesis test results using t-test. The results tarithmetic greater than ttable (tarithmetic = 3,036 > ttable = 2,021). So, cooperative learning model of snowball throwing type using video clip media has a positive effect on science learning outcomes of fifth grade students of elementary school.keyword : the results of learning science, video clip, dan snowball throwing.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI GUGUS UNTUNG SURAPATI DENPASAR TIMUR ., Ni Wayan Cindhi Meilani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10774

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Think Pair Square dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Negeri SD Gugus Untung Surapati Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Untung Surapati yang terdiri dari 229 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 71 siswa , 37 siswa kelas IV SDN 7 Sumerta sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 34 siswa kelas IV SDN 14 Dangin Puri sebagai kelas kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dilakukan dengan metode tes dan instrument yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Rata-rata hasil kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Square lebih tinggi dengan rata-rata 82,27 dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dengan rata-rata 72,11.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Think Pair Square dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional dengan t hitung = 5,22 ; sedangkan pada taraf 5% dan dk= 69 diperoleh nilai t tabel = 2,00. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Think Pair Square berpengaruh signifikan terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Gugus Untung Surapati Denpasar Timur.Kata Kunci : pembelajaran think pair square, kompetensi pengetahuan IPS. The purpose of this research is to know the significant difference of mastering the competence of IPS knowledge between the groups of students who are taught by the Think Pair Square Learning Model with the students who are taught through conventional learning in grade 4 students of SD Negeri Gugus Untung Surapati, East Denpasar. This research is a quasi-experimental research with non-equivalent design group design. The population of this research is all the fourth grade students of State Elementary School in Untung Surapati Cluster consisting of 229 students. The sample in this research are 71 students, 37 students of grade IV SDN 7 Sumerta as experiment group and as many as 34 students of grade IV SDN 14 Dangin Puri as control class. The determination of experimental group and control group using random sampling technique. The collection of competency knowledge knowledge of IPS data is done by the test method and the instrument used is in the form of ordinary double choice objective test. Data were analyzed using t-test. The average result of IPS knowledge competence of students who learned using Think Pair Square Learning Model is higher with an average of 82.27 compared to students who were taught by conventional learning with an average of 72.11. The results showed that there were significant differences in competency Knowledge of IPS between groups of students who were taught by Think Pair Square Learning Model with students who were taught through conventional learning with t count = 5.22; While at level 5% and dk = 69 obtained t value table = 2,00. This means H0 is rejected and Ha accepted. Thus it can be concluded that the Learning Model Think Pair Square significantly influence the mastery of IPS knowledge competence in fourth grade students of State Elementary School Untung Surapati East Denpasar.keyword : learning think pair square,IPS knowledge competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUSUNTUNG SURAPATI DENPASAR TIMUR TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Luh Putu Anggraeni Wedanti; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Negeri SD Gugus Untung Surapati Denpasar Timur Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Untung Surapati yang terdiri dari 229 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 71 siswa , 37 siswa kelas IV SDN 7 Sumerta sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 34 siswa kelas IV SDN 14 Dangin Puri sebagai kelas kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA dilakukan dengan metode tes dan instrument yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelompok kontrol (84,02 > 73,97). Berdasarkan analisis uji t dengan derajat kebebasan (dk = 37 + 34 -2 = 69) dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh t hitung > t tabel (5,67 > 2,00) maka H0 ditolak, hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran talking stick dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : pembelajaran talking stick, kompetensi, pengetahuan, IPA This study aims to determine the significant effect of mastery of science knowledge competence between groups of students who were taught by Cooperative Learning Model Talking Stick type with students who were taught through conventional learning in fourth grade students of SD Negeri Gugus Untung Surapati Denpasar Timur of academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental research with non-equivalent design group design. The population of this research is all the fourth grade students of SD Negeri in Untung Surapati Cluster consisting of 229 students. The sample in this research are 71 students, 37 students of grade IV SDN 7 Sumerta as experiment group and as many as 34 students of grade IV SDN 14 Dangin Puri as control class. Determination of experimental group and control group using random sampling technique. Collecting data on the mastery of science knowledge competence is done by test method and the instrument used is in the form of ordinary double choice objective test. The data were analyzed using the t-test. The results showed that the average experiment group was higher than the control group average score (84.02> 73.97). Based on t test analysis with degrees of freedom (dk = 37 + 34 -2 = 69) and at 5% significance level obtained t count> t table (5.67> 2.00) then H0 rejected, this means there is a significant difference Science knowledge competence of group of students which is learned through talking stick teaching model and group of students which is taught through conventional learning in fourth grade students of SD Untung Surapati School Year of Teaching Year 2016/2017.keyword : talking stick teaching, competence, knowledge, science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V DI SD GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA ., Ida Ayu Vera Widayanti; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Value Clarification Technique dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2017/2018 di SD Gugus IV Kecamatan Sukasada yang berjumlah 164 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Sukasada yang berjumlah 33 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 2 Sukasada yang berjumlah 29 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 23,77, sedangkan dari rata–rata hasil belajar PKn kelompok kontrol yaitu 16,67. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 68,54 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : value clarification technique, hasil belajar. This research aimed at knowing the differences of result in studying Pkn (civic) between students who were taught by using conventional technique and students who were taught by using value clarification technique. This was a quasi- experimental research. The design of this research was non-equivalent posy-test only control group design. The population of this research were all of students at the fifth grade in second semester of SD Cluster IV in Sukasada subdistrict in academic year 2017/2018 and were amounted 164 students. The sample of this research were 29 students of the fifth grade of SDN 2 Sukasada as control group and 33 students of the fifth grade of SDN 3 Sukasada as experimental group. Data of the result in studying civic were collected by using test instrument in form of subjective test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test polled varians). Based on the result, it was gotten the mean of the result in studying civic for experimental group was 23,77, whereas the mean of control group was 16,67. from the result, it was gotten result of th = 68.54. it was bigger than tt (in significant level 5%) = 2.000, in conclusion, this result showed that there was significant difference on the result of studying civic between students who were taught by using value clarification technique and students who were taught by using conventional technique.keyword : result of study, value clarification technique.
Pengaruh Model Siklus Belajar 5E Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017 ., Putu Dian Cita Resty; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran siklus belajar 5E dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017. Desain penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017 Kecamatan Denpasar Barat yang berjumlah 643 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD N 8 Padangsambian dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVA SD N 2 Padangsambian dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitnung = 5,260 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 74 diperoleh nilai ttabel = 2,000 sehingga thitung =  5,260 > ttabel = 2,000. Berdasarkan kriterian pengujian, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun nilai rata-rata hasil belajar IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Siklus Belajar 5E adalah 86,58, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 77,95. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Siklus Belajar 5E terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Siklus Belajar 5E, Hasil Belajar IPA This study aims to determine the significant differences in the mastery of science learning result of groups of students who are taught by the learning model of Learning Cycle 5E with groups of students who are taught by conventional learning model in fourth grade students SDN Gugus Kompyang Sujana West Denpasar Sub-district Lesson Year 2016/2017. The design of this research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this research is all fourth graders of SDN Gugus Kompyang Sujana District of West Denpasar, amounting to 643 people. Samples were taken by random sampling technique. The sample in this research is the students of grade IVA SDN 8 Padangsambian with the number of 38 students as experimental group and fourth grade students SDN 2 Padangsambian with 38 students as control group. The data were collected using the test method in the form of a standard multiple-choice objective test. The data obtained were analyzed using the t-test. The result of data analysis obtained thitung = 5,260 while at 5% significance level and dk = 74 obtained ttable value = 2,000 so thitung = 5,260> ttable = 2,000. Based on the test criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average score of science learning result in the group that was studied with Learning Cycle 5E was 86.58, while in the group taught by conventional learning was 77.95. Based on these results can be concluded that there is influence of learning model Learning Cycle 5E on the mastery of science learning result of fourth grade students SDN Gugus Kompyang Sujana District West Denpasar Lesson 2016/2017.keyword : Learning Cycle 5E, science learning result
Pengaruh Model Pembelajaran Quiz Team Berbasis Permainan Kamus Mini terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 ., I Made Rai Saputra; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal yang berjumlah 152 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan pada setiap anggota populasi. Sampel dalam penelitian ini siswa siswa kelas V SD No. 2 Ayunan berjumlah 32 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajar quiz team berbasisi perminan kamus mini dan siswa kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani berjumlah 31 siswa sebagai kelompok dengan pemebelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan berupa nilai hasil belajar IPS yang dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,32 > ttabel = 2,00 untuk signifikan 5% dan dk = 61. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H_o ditolak dan H_a diterima. Adapun nilai rata-rata hasil belajar pengtahuan IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini 78,25 dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional 69,58. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini terhadap hasil belajar pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 Kata Kunci : Quiz team, permainan kamus, pengetahuan IPS This study aims to determine the effect of learning outcomes of IPS knowledge between grade V students in SD Gugus IV Abiansemal District Lessons Year 2016/2017 which dibelajarkan with quiz-based learning model of mini-game dictionary game and students who dibelajarkan with conventional learning. Types This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonequivalent control group design). The population of this study is all students of class V in SD Gugus IV Abiansemal District, amounting to 152 students. Determination of the sample is done by random sampling technique which is first done equality test on every member of population. The sample in this study is students of grade V SD. 2 Ayunan totaling 32 students as a group that was taught with a quiz team learner model based on the permission of mini dictionary and grade 5 students of SD. 2 Dauh Yeh Cani is 31 students as a group with conventional learning. The data collection is done by the type of objective method of standard double choice method. The data collected in the form of IPS learning result score which is analyzed by t-test. The result of data analysis is tct = 5.32> ttable = 2,00 for 5% significance and dk = 61. Based on testing criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average score of learning results IPS learning that dibelajarkan with quiz-based team learning model of the game dictionary mini 78.25 and students who dibelajarkan with conventional learning 69.58. Based on the results of this study can be concluded that there is influence of learning model quiz team based on mini game dictionary to result of learning knowledge of IPS student of class V SD Gugus IV Abiansemal Sub District Year Lesson 2016/2017 keyword : Quiz team, dictionary game, IPS knowledge
PENGARUH MODELEXPERIENTIAL LEARNING BERNUANSA VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK TERHADAPKOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V SD GUGUS KI HAJAR DEWANTARA ., Ni Kmg Rany Aryuni; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent group design. Populasi penelitian ini siswa kelas V SD gugus Ki Hajar Dewantara sebanyak 316 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa yang terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 22 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SD Negeri 26 Dangin Puri sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah kompetensi pengetahuan IPA dengan bentuk tes pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thit =3,01> ttab 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=58 maka H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 80,03 dan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 68,56. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning bernuansa VAK berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara.Kata Kunci : experiential learning, VAK, kompetensi pengetahuan IPA. This study aims to determine the significant differences in science knowledge competence between students who are taught through experiential learning model nuanced VAK with students who were taught through conventional learning on grade V SD students of Ki Hajar Dewantara. This research is a kind of quasi-experimental research with non-equivalent group design. The population of this study are students of grade V SD of Ki Hajar Dewantara as many as 316 students. While the sample in this study as many as 60 students consisting of grade V students of SD Negeri 22 Dangin Puri as experimental group and VA 26 Dangin Puri as control group. Data collection is done by test method. The test used is the knowledge competence of IPA with the usual double choice test form. The data obtained were analyzed by using t-test analysis. Based on the result of t-test analysis obtained thit = 3.01> ttab 2,000 with significance level 5% and dk = 58 then H0 is rejected. This proves that there is a significant difference of science knowledge competence between students who are taught through experiential learning model of VAK nuance with students who are taught through conventional learning in grade V SD Kugajar Ki Hajar Dewantara. The result of the research shows that knowledge competence of science students that is learned through experiential learning model nuanced VAK is in good category with average score 80,03 and knowledge competence of science student which is learned through conventional learning is in enough category with average value 68,56 . Thus, it can be concluded that the application of experiential learning model nuanced VAK effect on knowledge competence of science students of grade V SD Gugus Ki Hajar Dewantara.keyword : experiential learning, VAK, science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS KOMPYANG SUJANA DENPASAR UTARA ., Putu Mega Nilayanti; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10781

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara yang berjumlah 388 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 9 Peguyangan berjumlah 47 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret dan siswa kelas IV SDN 7 Peguyangan berjumlah 40 siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,666 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 85. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak. Adapun rata-rata Gain Skor kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret adalah 0,55, sedangkan pada kelompok yang dibelajarankan dengan pembelajaran konvensional adalah 0,38. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media konkret terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : number head together, kompetensi pengetahuan , IPA Abstract The purpose of this research is to know the significant difference of the natural Science competence of a group of students which is taught using cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media on science knowledge competence of IV graders of elementary school SD Gugus Kompyang Sujana North Denpasar Sub District in Academic Year 2016/2017.. This type of this researh is quasi experiment research with nonequivalent control group design. The population of this study is all students of fifth grade of SD Kompyang Sujana North Denpasar with total up to 388 students. The samples were taken randomly sampling technique. The sample in this research was the fifth grade students of SDN 9 Peguyangan with total up to 47 students as a group that was taught using cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media through conventional learning and the fifth grade students of SDN 7 Peguyangan with total up to 40 students as group control using conventional learning. The data were collected using a method in the form of standard multiple-choice objective test with four answers. The data that was obtained were analyzed using t-test analysis. The result of the analysis are tcount = 5,666 > ttable = 2,000 for 5% significance and dk = 85. Based on test criteria, there for H0 is rejected and Ha is accepted. The average score of natural Science competence in the group that was taught using cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media was 0,55, while in the conventional learning group was 0,38. Based on the result of this research, can be concluded that there is an influence of cooperative learning type named as Number Head Together assisted concrete media to natural Science competence of fifth grade elementary school student of Kompyang Sujana District of North Denpasar academic year 2016/2017.keyword : number head together, concrete media, the natural Science competence
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Reinforcement Tehadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017. ., I Wayan Suastana; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbasis reinforcement dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Badung tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Badung yang berjumlah 152 orang siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD No. 2 Ayunan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan siswa kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 31 orang siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,32 > ttabel = 2,00 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05) dengan dk = (33 + 31 – 2) = 61 adalah 2,00. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbasis reinforcement dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh Antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol ( = 78,25 > = 69,58). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbasis reinforcement berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Badung.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, reinforcement, hasil belajar IPS. This study aims to determine the significant differences in IPS learning outcomes between students who were taught through Inquiry learning model based on reinforcement with students who were taught through conventional learning in grade V SD Abiansemal Badung in the 2016/2017 school year. This research is a quasi experimental research with the research design used is Non Equivalent Control Group Design. The study population is all the students of class V Elementary School IV Abiansemal Badung, amounting to 152 students. Determination of the sample in this study was done by random sampling technique to determine the experimental group and the control group with the result of the draw that is the students of grade V SD No. 2 Ayunan as the experiment group consisting of 32 students and students of grade V SD No. 2 Dauh Yeh Cani as a control group of 31 students. Methods of data collection using the usual type of objective type of objective test method. The data collected were analyzed by t-test. Based on the results of data analysis, obtained tcount = 5.32> ttable = 2.00 at 5% significance level (α = 0.05) with dk = (33 + 31 - 2) = 61 is 2.00. So it can be interpreted that there are significant differences in IPS learning outcomes between students who were taught by Inquiry learning model based on reinforcement with students who were taught by conventional learning. The average of IPS learning result obtained between the experimental group is higher than the control group students (= 78,25> = 69,58). Thus it can be concluded that the implementation of Inquiry Learning model based on reinforcement has an effect on the learning outcomes of Social Science students of Grade V Elementary School IV Abiansemal Badung.keyword : Guided Inquiry, reinforcement, IPS learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISIONS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., Kadek Lia Utami; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas V Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus Lektol Wisnu Denpasar dengan jumlah 333 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 6 Peguyangan berjumlah berjumlah 32 siswa sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan berjumlah 32 siswa sebagai kelas Kontrol. Data penelitian berupa penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa, dikumpulkan dengan metode tes, dan selanjutnya dianalisis dengan uji-t. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh t_hitung = 5,162, sedangkan t_tabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk = (32+32) – 2 = 62 adalah 2,000 sehingga t_hitung > t_tabel yang berdiri H0 ditolak (gagal diterima) dan Ha diterima. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran STAD berbantuan media gambar berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : STAD, Media Gambar, kompetensi Pengetahuan IPA This study aims to determine the significant differences in the mastery of science knowledge competence between students who are taught with STAD learning model assisted by the media images with students who were taught by conventional learning in class V Cluster Lieutenant Colonel Wisnu North Denpasar Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment with design of Nonequivalent control group design. The population of this study is all students of class V Gugus Lieutenant ColonelWisnu Denpasar with the number of 333 students. The sample in this research is class V student of SD Negeri 6 Peguyangan amounted to 32 students as experiment class, and grade V students of SD Negeri 12 Peguyangan amounted to 32 students as control class. Research data in the form of mastery of science knowledge competence of students, collected by test method, and then analyzed by t-test. From result of t-test calculation t_count= 5,162, While t_table at 5% significance level with dk = (32 + 32) - 2 = 62 is 2.000 t_count>t_tablestanding H0 rejected (failed acceptable) and Ha accepted. With these results it can be concluded that there is a significant difference in the mastery of science knowledge competence between students who are taught by STAD model of learning assisted media images with students who were taught by conventional learning. Thus, the learning model of STAD assisted by the media has an effect on the mastery of science knowledge competence of grade V student of Lieutenant Colonel Wisnu North Denpasar Lesson Year 2016/2017.keyword : STAD, Picture Media, Knowledge Science competence

Page 11 of 32 | Total Record : 315


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue