cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 99 Documents clear
IMPLIKATUR DALAM WACANA “BANG PODJOK” BALI POST: KAJIAN TEORI GRICE Kadek Nita Kristina .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) jenis implikatur dalam wacana “Bang Podjok” Bali Post dan (2) maksud implikatur dalam wacana “Bang Podjok” Bali Post. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah “Bang Podjok” Bali Post. Data penelitian ini berupa wacana dalam “Bang Podjok” Bali Post. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan simak. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) pengartuan data, (2) penyeleksian data, (3) penganalisisan data, dan (4) penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kedua jenis implikatur yang dikemukakan oleh Grice terdapat dalam “Bang Podjok” Bali Post, yakni implikatur konvensional (convensional implicature) dan implikatur percakapan (conversation implicature). Dari 50 wacana “Bang Podjok” Bali Post, muncul jenis implikatur konvensional (convensional implikatur) sebanyak 16 wacana (32%) dan jenis implikatur percakapan (conversation implicature) sebanyak 34 wacana (68%). Bila diuraikan jumlah kemunculannya, jenis implikatur yang paling dominan adalah implikatur percakapan (conversation implicature) sebanyak 34 wacana (68%) dan (2) Terdapat 50 wacana “Bang Podjok” Bali Post yang teridentifikasi mengandung implikatur, yakni mengimplikasikan maksud lain yang berbeda dengan makna harfiahnya. Implikasi tersebut dikelompokkan menjadi 10, yaitu implikasi mengingatkan, mengkritisi, menegaskan, menyatakan ketidaksenangan, menolak, menyindir, menyatakan kekecewaan, meminta, meyakinkan, dan mengharapkan. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan. Dalam menafsirkan maksud suatu implikatur, hendaknya mengaitkan dengan konteks yang melingkupinya.Kata Kunci : implikatur, teori Grice, rubrik pojok. This study aimed to describe (1) type of implicature in “Bang Podjok” discourse of Bali Post and (2) the meaning of implicature in “Bang Podjok” discourse of Bali Post. In accordance with those purposes, the researcher used descriptive qualitative design. The subject of this study was the “Bang Podjok” discourse of Bali Post. The data was taken in form of discourse happened in “Bang Podjok” of Bali Post. The data was collected by using documentation and observation. Then, the data was analyzed by using descriptive technique in the following procedures (1) insert data (2) selecting (3) data analysis, and (4) data presentation. The finding revealed that (1) both type of implicature proposed by Grice existed in “Bang Podjok” of Bali Post that is conventional implicature and conversation implicature. Out of 50 discourses in “Bang Podjok” of Bali Post, there are 16 conventional implicatures (32%), and 34 conversation implicatures (68%). If the described amount of its appearance, the most dominant type of implicature is conversation implicatures as much as 34 discourses (68%) and (2) there are 50 discourses in “Bang Podjok” of Bali Post that are indentified to contain implicature, which implied another different meaning from its literal meaning. That implications are classified into 10, that is implication of reminding, criticizing, emphasizing, displeasure, refusing, teasing, disappointment, begging, convincing, and hoping. To sum up, it indicates that Grice theory of implicature is universal and is still relevant. In interpreting the implicature, it is supposed to be linked to surrounding context.keyword : implicature, Grice theory, corner column.
TEKNIK GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SAWAN Luh Juni Susanti .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5286

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (2) mendeskripsikan alasan guru menggunakan teknik pembelajaran tersebut dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan,(3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Subjek penelitian ini adalah guru bahasa dan sastra Indonesia yang mengajar di kelas VII SMP Negeri 2 Sawan.Objek penelitian ini adalah teknik guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan.Metode penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara.Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu teknik demonstrasi, ceramah, penemuan (Discovery),latihan/drill, diskusi, dan pendekatan individual,(2) Alasan guru menggunakan teknik demonstrasi, ceramah, penemuan (Discovery), latihan/drill, diskusi, dan pendekatan individual dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu memberikan informasi kepada siswa, melatih siswa berpikir kritis dan kreatif, bertukar pikiran serta dapat menciptakan situasi belajar yang baik, (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi yaitu membangkitkan imajinasi siswa, tidak memiliki keterampilan khusus dan menjauhkan sifat kekuasaan guru. Kata Kunci : Teknik guru, menulis puisi This research was objected to describe (1) learning technique which was used by the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan, (2) the teachers’ reasons using the learning technique in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan, (3) the problems faced by the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan. To achieve the purpose, the research used qualitative descriptive research design. The subject of the research was the teachers of Indonesian language and literature who taught in the grade VII students SMPN 2 Sawan. The object of the research was the technique of the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan. The method of the research was observation and interview methods. The achieved data were analised by qualitative descriptive analisis technique. The result of the research was (1) learning technique which used by the teachers in learning of writing poetry of writing poetry, us well as demonstration, lecturing, discovery, exercise/drill, discussion and individual, (2) approach in learning of poetry writing, which gave information to the students, traired the student to think critically, (3) the problems faced by the teachers in learning of poetry writing was improving the students’ imagination, did not own specific skills and teachers’ controlling characteristics.keyword : Teachers’ technique, poetry writing.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENYIMAK TEKS CERPEN SISWA KELAS VII SMPLB C SLB NEGERI KARANGASEM I Wayan Yogi Mellastyawan .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5287

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem, (2) evaluasi pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem, dan (3) respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem dengan objek penelitian yakni pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem. Ada tiga metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni, metode, observasi, angket/kusioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) guru telah melaksakan pembelajaran menyimak teks cerpen dengan baik sesuai dengan konsep pembelajaran yang ada, (2) guru telah melakukan evaluasi secara tepat dengan menggunakan tes esai sebagai alat evaluasi serta hasil baik yang didaptkan oleh siswa setelah pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen berlangsung, dan (3) respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen sudah sangat baik dengan persentase 20,42% merespons sangat setuju, 72,42% mersepons setuju dan 7,14 merespons kurang setuju dari pertanyaan yang diberikan.Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, menimak, teks cerpen This qualitative research was aimed to describe (1) the implementation of reading subject by using short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem, (2) the evaluation in implementation of reading by using short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem, and (3) students’ respond toward the implementation of reading by using short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem. The subject of this study was the Bahasa Indonesia teachers in 7th class in SMPLB C SLB Negeri Karangasem. The object of this research was reading short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem. There were three methods which was used in this research namely; method, observation technique, questionnaire, and documentation. The result of this research was shown that (1) the teacher had been implemented reading subject by using short story text as well as main concept of reading theory. (2) The teacher had been implemented evaluation accurately by using essay test as an instrument of collecting score and the students could get good result after learning a reading skill by using short story text. And (3) the students’ respond toward the implementation of reading by using short story text had been done as well as they expected with percentage about 20.42% of students strongly agree, 72.42% agree, and 7,14% disagree based on questionnaire which was given to students.keyword : the implementation of learning ,reading, short story
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS OLEH GURU DI KELAS X BAHASA BUDAYA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA I Kadek Sudarsana .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5290

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan wujud perencanaan (Silabus dan RPP) penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks kelas X Bahasa Budaya SMA Negeri 4 Singaraja, (2) mendeskripsikan hambatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks kelas X Bahasa Budaya SMA Negeri 4 Singaraja, dan (3) mendeskripsikan keunggulan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks kelas X Bahasa Budaya SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X Bahasa Budaya serta objek penelitian ini ialah pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) di kelas X Bahasa Budaya yang meliputi: perencanaan, hambatan, dan keunggulan dalam pembelajaran teks prosedur kompleks. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) wujud perencanaan (silabus) yang mencakup beberapa komponen, yaitu komponen silabus Kurikulum 2013 meliputi: identitas mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. RPP mencakup beberapa komponen, yaitu: kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, media/alat pembelajaran dan sumber pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Hambatan yang dihadapi guru ada dua yaitu dari aspek guru dan peserta didik. Keunggulan yang dapat ditemukan adalah peserta didik termotivasi dan lebih terbuka mengeluarkan ide-idenya. Kata Kunci : pembelajaran berbasis proyek, teks prosedur kompleks This research has purposes (1) to describe the form of planning (syllabus and RPP) the applying the model of Project Based Learning in learning how to write the complex procedure text class X Culture Language SMA Negeri 4 Singaraja, (2) to describe the obstacles in applying the project based learning model in learning how to write the complex procedure text class X Culture Language SMA Negeri 4 Singaraja, and (3) to describe the superiority of applying the project based Learning in learning how to write the complex procedure text class X Culture Language SMA Negeri 4 Singaraja. This research used the Descriptive-qualitative design. The subjects of this research were the Indonesia Language teacher and the students in class X Culture Language with the object of this research was the complex procedure text learning. The data of this research were collected through observation and interview method. The instruments of this research were the observation sheet and documentation. The result of this research showed that (1) the form of planning (syllabus) that covered several component, that is the components of syllabus curriculum 2013 that covered: the identity of the lessons, KI, KD, learning materials, learning activities, assessment, duration, and resources. RPP covered several components, that is: KI, KD, indicators, learning goals, learning materials, learning methods, media/learning tools, and learning resources, learning activities and assessment. There are two obstacles that faced by the teacher, that is from the teacher’s aspect and the students. The superiority that can found are the students can be motivated and more open to share their ideas. keyword : project based learning, complex procedure text
PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA MELALUI PEMODELAN DI KELAS XI IPS MA SYAMSUL HUDA TEGALLINGGAH Kiki Aulia Rizki .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5291

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan dan (2) hambatan-hambatan yang dihadapi oleh siswa dalam belajar menulis naskah drama melalui pemodelan. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas XI IPS MA Syamsul Huda Tegallinggah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan pada siswa kelas XI IPS MA Syamsul Huda Tegallinggah sudah berhasil dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil yang dicapai oleh siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan. Empat kelompok sudah mencapai nilai di atas KKM. Dalam pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan, guru menggunakan beberapa metode, yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Hambatan-hambatan yang dihadapi siswa ketika belajar menulis naskah drama melalui pemodelan adalah kekurangmampuan siswa memperagakan naskah drama dalam dialog dan kekurang mampuan siswa dalam menciptakan puncak atau klimaks mengenai permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan sumbangan konseptual pada pendidikan bahasa, khususnya, pembelajaran menulis naskah drama melalui pemodelan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra drama. Kata Kunci : pembelajaran menulis, naskah drama, pemodelan dalam drama This descriptive study aims to describe (1) the learning playwriting through modeling and (2) the barriers faced by students in learning playwriting through modeling. The subjects were students and teachers in class XI IPS Syamsul Huda MA Tegallinggah. Collecting data in this study using observation, interviews, and documentation. The data obtained through these three methods is processed through several stages, namely (1) data reduction, (2) classification of data, (3) presentation of data, and (4) making the conclusion. General research results prove that learning playwriting through modeling in class XI IPS Syamsul Huda MA Tegallinggah been successful. This is evident from the results achieved by students in learning playwriting through modeling. Four groups had reached a value above the KKM. In learning playwriting through modeling, the teacher uses several methods, namely lectures, discussions, question and answer, and assignment. Barriers faced by students when studying playwriting through modeling is demonstrated incapacity student plays in the dialogue and lack of ability of students in creating a peak or climax of the problems faced. This study is useful to provide a conceptual contribution to the language education, in particular, learning playwriting through modeling as a token of appreciation for the literary works of drama.keyword : learning writing, plays, modeling in drama
Analisis Wacana Iklan Layanan Masyarakat Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja: Kajian Wacana Kritis Norman Fairclough Cokorda Istri Anom Darma Fatni .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5292

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) elemen teks ILM Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja, (2) praktik wacana ILM Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja, dan (3) praktik sosiokultural ILM Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah ILM Sat. Lantas Polres Buleleng dan objek penelitian ini adalah wacana yang terdapat dalam ILM. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan wawancara, kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini adalah 1) elemen teks dalam ILM merepresentasikan masalah berlalu lintas di kota Singaraja seperti masalah penggunaan helm, kecepatan kendaraan, dan menyeberang jalan. Relasi atau hubungan antara institusi dengan masyarakat kota Singaraja ditampilkan melalui penggunaan ragam bahasa, kata sapa, dan jenis kalimat. Identitas institusi ditampilkan dengan lambang serta nama institusi. Sedangkan, masyarakat ditampilkan dengan kata “Anda”, “Pelopor”, “Gek”, dan “Bli”; (2) pada praktik wacana, iklan dibuat berdasarkan tema yang diberikan Korlantas Pusat dan dibuat oleh Satuan Lalu Lintas dengan memperhatikan program yang dimiliki serta kasus lalu lintas yang terjadi; (3) praktik sosiokultural yang turut memengaruhi tampilan iklan adalah keadaan sosial yang lebih mengutamakan penampilan, cenderung tidak tepat waktu, korupsi, dan budaya Bali. Hal ini membuktikan bahwa teori wacana kritis Norman Fairclough masih relevan dan bisa digunakan untuk menganalisis ILM tidak hanya melihat bahasa dari ruang tertutup tetapi mampu menghubungkannya dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Untuk dapat mengurangi angka laka lantas, masyarakat perlu memaknai tekstual hingga konteks sosial iklan layanan masyarakat.Kata Kunci : iklan layanan masyarakat, Norman Fairclough This research was a qualitative descriptive study aimed to describe (1) the text elements PSA Buleleng Police Traffic Unit in Singaraja, (2) the practice of discourse PSA Buleleng Police Traffic Unit in Singaraja, and (3) socio-cultural practices PSA Buleleng Police Traffic Unit at Singaraja. Subjects in this study was PSA Buleleng Police Traffic Unit in Singaraja and the object of this study was contained in the PSA discourse. Data collected by the methods of documentation and interviews, then the data were analyzed using critical discourse analysis Norman Fairclough. Results of this study are 1) text elements in the PSA representing a traffic problem in the city of Singaraja such problems helmet usage, vehicle speed, and cross the street. The relationship between community institutions Singaraja had shown through the use many kinds of languages, greetings, and the types of sentence. Institution identity is shown by the symbol and name of the institution. Meanwhile, the public is displayed by the word "you", "Pioneer", "Gek", and "Bli"; (2) the practice of discourse, the advertisements are made based on the them which is given by the Korlantas Pusat and did by the Police Traffic unit through the programs had and also the traffic accidents happened; (3) socio-cultural practices which also affect the display of ads is a social state that prioritizes appearance, tend not timely, corruption, and Baliness culture. This proves that the theory of critical discourse Norman Fairclough is still relevant and it can be used to analyze the PSA is not just looking at the language in a closed space but also is able to connect with the broader community context. To be able to reduce the traffic accidents, the people need to interpret the textual to the social context of public service ads.keyword : public service announcements, Norman Fairclough
EKSISTENSI TEATER ILALANG DALAM RANGKA MEWADAHI KEGIATAN APRESIASI SASTRA MENULIS PUISI DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA I Wayan Sumahardika .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) keberadaan Teater Ilalang dalam mewadahi kegiatan apresiasi sastra anggotanya, (2) proses kreatif menulis puisi yang dilakukan Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini menggunakan ancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, dengan objek penelitian kegiatan apresiasi sastra oleh Teater Ilalang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) latar belakang Teater Ilalang dalam mewadahi apresiasi sastra anggotanya dipengaruhi oleh dua hal, yakni hubungan sekolah dengan Teater Ilalang dan keterkaitan pembina dengan Teater Ilalang, (2) proses kreatif menulis puisi Teater Ilalang, ditemukan dua tahap dalam pengajaran menulis puisi siswa, yakni pembinaan secara berkelompok dan pembinaan secara personal.Kata Kunci : sanggar, teater, apresiasi sastra, dan puisi This study aimed at analyzing (1) the existence of Teater Ilalang in accommodating the activities of literary appreciation of its members, (2) the creative process of writing poetry committed by Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. This study used design of descriptive qualitative research. The subjects of this study were members of Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, and the objects of this study were the activities of Teater Ilalang’s literary appreciation. The data collection methods used in this research were observation, interview, documentation, and literature. The intended data were analyzed through analysis technique of descriptive qualitative. The results of the analysis showed that (1) the background of Teater Ilalang in accommodating the literary appreciation of its members was affected by two things, namely the relationship between the school and the Teater Ilalang as well as the relationship between the instructor and the Teater Ilalang, (2) in the creative process of writing poetry in Teater Ilalang, this study found two stages in teaching students to write poetry, namely cluster coaching and personal coaching.keyword : atelier, theater, literary appreciation, and poetry
ANALISIS MAJAS DALAM NASKAH DRAMA HASIL KONVERSI TEKS CERPEN SISWA KELAS XI BAHASA DAN BUDAYA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ni Kadek Dewi Yudiarmika .; I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A. .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan kemampuan siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja dalam mengonversi teks cerpen menjadi naskah drama dan (2) mendeskripsikan jenis-jenis majas dalam naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah majas dalam 33 naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi naskah drama hasil konversi teks cerpen. Penelitian ini menggunakan instrument wawancara untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap naskah drama yang dibuat dan kartu data untuk membantu menganalisis majas yang digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) beberapa siswa belum konsisten dalam pemberian nama tokoh dan alur pada naskah drama hasil konversi teks cerpen dan (2) ada 14 jenis majas yang ditemukan dalam naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja, yakni majas antisipasi, majas hiperbola, majas personifikasi, majas ironi, majas klimaks, majas tautotes, majas inuendo, majas sinisme, majas sinekdoke totem pro parte, majas epitet, majas antonomasia, majas perumpamaan/simile, majas perifrasis, majas satire. Di antara ke-14 majas tersebut, majas yang paling dominan digunakan adalah majas hiperbola dan personifikasi. Peneliti berharap peneliti lain dapat melakukan penelitian yang berkaitan dengan kegiatan mengonversi seperti menemukan konflik sosial budaya pada naskah drama hasil konversi siswa.Kata Kunci : cerpen, drama, majas, mengonversi This study aimed to (1) to explain the students’ ability of XI Bahasa dan Budaya’s students SMAN 4 Singaraja in conversioning short story become drama’s script (2) to description the kinds of figure of speech in drama’s script from the result of conversioning short story of the students’. The subjects of this research were the students’ of XI Bahasa dan Budaya SMAN4 Singaraja. The object of this research was the result of conversion figure of speech by students’ in 33 drama’s script. The method of data collection used in this research was documentation of drama’s script that the result of conversion the text of short story. The instrument of this research was interview used to know the students’ comprehension from drama’s script that had been created and data card to help for analyzing the kinds of figure of speech. The data was analyze by using descriptive qualitative. Results of this study were (1) some students have not been consistent in giving the name of the character and grouve plays short story text conversion result and (2) there are 14 kinds of figure of speech in the converted text plays short story class XI student of Bahasa dan Budaya SMAN 4 Singaraja, the anticipated figure of speech, figure of speech hyperbole, personification figure of speech, figure of speech irony, figure of speech climax, tautotes figure of speech, figure of speech innuendo, figure of speech cynicism, totem figure of speech sinekdoke pro parte, figure of speech epithet, figure of speech antonomasia, figure of speech metaphor/simile, perifrasis figure of speech, satire figure of speech. Among the 14 figure of speech, the most figure of speech used it hyperbola and personification figure of speech. Researching hope that other reseachers can conduct research related to the converting activities like finding socio cultural conflics in student plays the convertion result.keyword : short story, drama, figure of speech, conversioning
Campur Kode pada Guru Bahasa Indonesia Kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar I Gusti Ayu Adhi Pusparini .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis campur kode pada guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar dan (2) mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode pada guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas VII. Objek penelitian adalah campur kode pada guru bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis campur kode yang muncul pada tuturan guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar yaitu campur kode ke luar dan campur kode ke dalam. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode pada guru bahasa Indonesia kelas VII di Internasional Doremi Excellent School Denpasar yaitu (1) faktor peserta wicara, meliputi faktor keinginan penutur untuk menyanjung lawan bicara atau orang yang dijadikan sasaran pembicaraan, faktor keinginan penutur untuk menjelaskan, dan faktor kebiasaan penutur, (2) faktor topik atau pokok pembicaraan, meliputi faktor bahasa Indonesia yang tidak memiliki kosakata seperti unsur-unsur lain dan faktor kesederhanaan struktur bahasa lain.Kata Kunci : kode, campur kode, guru bahasa Indonesia The purposes of this study are (1) determine the type of code-mixing in Indonesian teacher in junior class VII International School Doremi Excellent Denpasar and (2) determine the factors that caused the code-mixing in Indonesian teacher in junior class VII International Doremi Excellent School Denpasar. This research used a qualitative descriptive design. The subjects were teachers Indonesian International junior class VII. The object of the research is code-mixing of Indonesian teachers. The method used to collect data is the method of observation and interview. These results indicate that this type of mixed code that appears on the speech Indonesian teacher in junior class VII International School Doremi Excellent Denpasar, outher code mixing and inner code mixing. The factors that caused the code-mixing in Indonesian teacher in class VII International School Doremi Excellent Denpasar, namely (1) the factors of speech participants, these aspects include factors speakers desire to flatter the other person or people who were targeted talks, speakers desire to explain the factors, and factors speakers habits, (2) factors topic or subject, these aspects include factors Indonesian who do not have a vocabulary like other elements, and the simplicity of the structure of a language other factors.keyword : code, code-mixing, teachers Indonesian
BILINGUALISME DAN DIGLOSIA PADA TUTURAN SISWA DI SMP N 6 NEGARA Firlisa Era Setiawati .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5296

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) memaparkan fungsi penggunaan ragam bahasa pada peristiwa diglosia tuturan siswa, dan (2) memaparkan hubungan bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 6 Negara. Dengan objek, tuturan siswa dalam situasi nonformal. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi untuk mencari fungsi diglosia dan wawancara untuk mencari hubungan bilingualisme dan diglosia, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan (1) fungsi penggunaan ragam bahasa pada tuturan siswa. Siswa melakukan peristiwa diglosia (79%). Diglosia bocor (16%) yang tidak sesuai dengan fungsi. (2) Hubungan bilingualisme dengan diglosia, siswa yang mengalami peristiwa kebahasaan bilingualisme dan diglosia (2%), mengalami peristiwa bilingualisme tanpa diglosia (3%). Simpulan dari penelitian ini, pertama, siswa di SMP N 6 Negara mengalami peristiwa fungsi diglosia yaitu diglosia secara umum dan diglosia bocor. Kedua, adanya hubungan yang erat terjadi antara bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa di SMP N 6 Negara. Tuturan siswa SMP N 6 Negara mengalami dua peristiwa yaitu, bilingualisme dan diglosia, serta bilingualisme tanpa diglosia. Peristiwa yang lebih dominan lagi dialami siswa adalah peristiwa bilingualisme tanpa diglosia. Kenyataan ini dapat membuktikan bahwa teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli, memang kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Bahasa memang hal yang dinamis, namun ternayata perkembangan bahasa itu sendiri sangatlah lama. Kata kunci: bilingualisme, diglosia, tuturan Kata Kunci : bilingualisme, diglosia, tuturan The descriptive study aims to (1) describe the use of a variety of language functions in the diglossia speech student events, and (2) describes the relationship of bilingualism and diglossia in speech students. Subjects in this study were students of SMP N 6 Negara. While the object is the speech of students in informal situations. Data was collected through observation and interviews, and analyzed descriptively qualitative. Results of the study found (1) functions use different languages on student speech. Students do diglossia events (79%). Diglossia leak (16%) were not in accordanc e with the function. (2) The relationship of bilingualism with diglossia, students who experience language bilingualism and diglossia events (2%), experienced the events of bilingualism without diglossia (3%). The conclusions of this study, firstly, the students in SMP N 6 Negara had experience events function of diglossia, namely diglossia in general and diglossia leak. Secondly, the close relationship between bilingualism and diglossia occurred in the speech of students in SMPN 6 Negara. The students in SMP N 6 Negara had experience in two events, namely, bilingualism with diglossia, and bilingualism without diglossia. Furthermore, the events mostly dominant were experienced by students was bilingualism without diglossia. This fact showed that the theories put forward by the experts the truth is not in doubt. Language is a dynamic thing, but the development of language itself is very old. Key word: bilingualism, diglossia, speech keyword : bilingualism, diglossia, speech

Page 3 of 10 | Total Record : 99