cover
Contact Name
Syaiful
Contact Email
-
Phone
+6281282738786
Journal Mail Official
jrs.astonjadro@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar KM 2 Kedung Badak Tanah Sareal Kota Bogor 16161
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Astonjadro
ISSN : 23024240     EISSN : 26552086     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/astonjadro
Core Subject : Engineering,
Astonjadro: Jurnal Rekayasa Sipil adalah jurnal ilmiah dibidang teknik sipil p-ISSN : 2302-4240 dan e-ISSN : 2655-2086. Jurnal Rekayasa Sipil Astonjadro diterbitkan untuk mengapresiasi dan memberikan informasi ilmiah bagi peneliti, dosen serta para profesional. termasuk dalamnya pengembangan model dan konsep penelitian yang mengacu secara berkesinambungan. Jurnal Astonjadro diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO" : 6 Documents clear
ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN BAJA KANAL DAN BAJA SIKU STRUKTUR JEMBATAN PIPA AIR Ahmad, Zaprulloh; Chayati, Nurul; Ida Hayati, Noor
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.819

Abstract

Efisiensi perancangan jembatan rangka baja salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan jenis profil yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan Studi kasus pada pembuatan jembatan pipa air PDAM lokasi jembatan Situ duit Warung Jambu Bogor, dengan membandingkan pemakaian profil siku dengan profil kanal. Perancangan ini didasarkan atas peraturan pembebanan SNI 03-1727-1989, Tata cara perencanaan struktur baja SNI 03-1729-2002.Dari hasil analisis diketahui bahwa struktur rangka jembatan dengan profil siku maupun kanal sama-sama aman, karena kapasitas masing-masing profil memenuhi kekuatan, namun demikian jika dilihat dari berat jembatan rangka baja siku lebih besar dari pada jembatan rangka baja kanal.
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN GARENDONG-JANALA Baharudin, Sudarman; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.820

Abstract

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN GARENDONG-JANALA. Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Arti lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang  diperkeras  atau  jalan  tanah  tanpa  perkerasan,  sedangkan  lalu  lintas  adalah semua  benda  dan  makhluk  hidup  yang  melewati  jalan  tersebut  baik  kendaraan bermotor, tidak bermotor, manusia, ataupun hewan. Jalan fungsi arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanannya jarak jauh, dengan kecepatan rata-rata  tinggi, dan jumlah jalan masuk ke jalan ini sangat dibatasi secara berdaya guna. Jenis jalan dari Desa Garendong – Desa Janala merupakan jalan arteri dengan spesifikasi jalan arteri kelas II, lebar perkerasan 7 m, dengan kecepatan rencana 40 km/jam. Pada sudut PI1 direncanakan jenis tikungan Spiral-Spiral dengan jari-jari lengkung rencana 200 m, dan sudut PI2 direncanakan jenis tikungan Spiral-Circle-Spiral dengan jari-jari lengkung rencana 250 m. Untuk mendapatkan keseimbangan antara galian dan timbunan, pada alinemen vertikal jalan Desa Garendong – Desa Janala direncanakan 7 PVI, mulai dari STA 0 + 000 dan berakhir di STA 3 + 200. Perkerasan jalan Desa Garendong – Desa Janala  menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan volume LHR yang ada dengan jenis bahan yang di pakai yaitu laston (Surface Course), batu pecah CBR 80% (Base Course), sirtu CBR 50 % (Sub Base Course). dengan perhitungan didapatkan dimensi dengan tebal dari masing-masing lapisan yaitu Surface Course 5 cm, Base Course 20 cm dan Sub Base Course 15 cm.
KAJIAN TENTANG HUBUNGAN KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN MENGGUNAKAN METODE BELL (STUDI KASUS JALAN PAJAJARAN, SUKASARI-BARANANG SIANG) Sulaeman, Ujang; Rulhendri, Rulhendri; Syaiful, Syaiful
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.821

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan manusia, mengakibatkan terjadinyapeningkatan pergerakan manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam beraktivitasdan otomatis memerlukan alat transportasi untuk mencapai tempat beraktivitasseperti kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan sehari-hari. Untuk kelancaran transportasi maka kinerja ruas jalan harus baik, kinerja simpul dan ruas dapat diketahui berdasarkan arus lalu lintas ( Flow/V ),  kerapatan kendaraan ( Density / Konsentrasi / D ) dan kecepatan ( Speed / Us ). Ketiga variabel lalu lintas tersebut semakin hari semakin mendapat perhatian khusus dimana kesemuanya inidisebabkan pertambahan pendapatan seiring peningkatan kepemilikan kendaraan dan arus urbanisasi mengakibatkan peningkatan arus lalu lintas.Jalan Pajajaran merupakan jalan dengan status jalan nasional dan funsi jalan merupakan arteri primer yang minimal akses yang mengutamakan kecepatan dan kelancaran.Karakteristik arus dan hubungan antara kecepatan, volumeserta kepadatan yang terjadi di jalanPajajaransangat menarik untuk diteliti. Pengambilan data jalan Pajajaran diambil penggal arah dari Sukasari menuju arah Baranang Siang, dengan kondisi sangat bervariasi dari lengang sampai kondisi sangat rapat.Hubungan antara kecepatan, kepadatan dan volume lalu lintas ini dengan menggunakan metode Bell. Hubungan matematisnilai korelasi yang berkisar antara -0,79 - -0,96,dari grafik juga dapat dilihat data tersebar. Kondisi dijalan antara kecepatan dan kepadatan sangat saling mempengaruhi pada kondisi lenggang sampai padat.Mendapatkan nilai kecepatan dan kepadatan mendekati nol, dimana  nilai  kecepatan pada hari senin berkisar antara 26 - 30 km/jam, sedangkan untuk kepadatan berkisar antara 152 - 232 smp/km, hari sabtu untuk kecepatan arus bebas berkisar antara 27 – 32 km/jam, sedangkan untuk kepadatan maksimal berkisar antara 177- 254 smp/jam, untuk hari minggu kecepatan arus bebas berkisar antara 34 - 36 km/jam, sedangkan untuk kepadatan maksimal berkisar antara 152 - 161, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk hari senin kondisi lalu lintas ruas jalan pajajaran dari arah sukasari menuju arah baranang siang mengalami kemacetan pada waktu-waktu tertentu.
ANALISA PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS RUAS JALAN DR. DJUNJUNAN Akbardin, Juang; Rosmaniar Hadiat, Raden Wina
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.817

Abstract

Hambatan samping merupakan salah satu faktor penyebab kemacetan pada ruas jalan Dr. Djunjunan Bandung, hal ini dapat dilihat pada waktu-waktu tertentu, dan oleh sebab itu diperlukan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kinerja pada ruas jalan tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan Observasi yang dilakukan pada tanggal 8 Februari 2014 diketahui bahwa hambatan samping tertinggi pada waktu sore hari, dengan frekuensi bobot tertinggi pada kejadian pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas ruas jalan Dr. Djunjunan. Volume kendaraan tertinggi pada arah 1(arah menuju pintu tol pasteur) terjadi pada periode 16.00 – 17.00 WIB sebesar 4163,1 smp/jam, hal ini terjadi pada waktu hambatan samping sedang, dimana tipe kejadian untuk pejalan kaki berbobot 58, kendaraan berhenti berbobot 174, kendaraan keluar-masuk berbobot 107,8, dan untuk kendaran lambat berbobot sebesar 0,8, sedangkan untuk arah 2 (arah menuju jalan pasirkaliki) volume kendaraan tertinggi terjadi pada periode 11.00 – 12.00 WIB sebesar 4150,56 smp/jam dimana saat hal ini terjadi pada waktu hambatan samping rendah dengan tipe kejadian pejalan kaki berbobot 37,5, kendaraan berhenti berbobot 108, kendaraan keluar-masuk berbobot 117,6, dan kendaraan lambat berbobot 5,2. Dengan hambatan samping tinggi maka volume kendaraan di jalan tersebut rendah.
ANALISIS FUNGSI DAN PELAYANAN JALAN KOTA BOGOR (Studi Kasus Ru a s Ja la n Ko t a B og o r Ke c a m at a n Ta n a h S a re a l Zo n a B) Gunawan, Ari
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.822

Abstract

Kota Bogor sebagai daerah yang berkembang menjadi kota besar membutuhkan kondisi dan pelayanan jalan yang aman dan nyaman untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Jalan sebagai sarana pendukung dalam tercapainya pertumbuhan roda perekonomian di Kota Bogor masih banyak permasalahan baik dari sarana maupun prasarana transportasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan pelayanan jalan sesuai dengan kondisi nyata dilapangan sekarang berdasarkan arus lalu-lintas, kecepatan kendaraan, kapasitas dan derajat kejenuhan jalan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kurang sesuainya beberapa kondisi tata ruang dengan fungsi pelayanan jalan yang telah ditetapkan pemerintah daerah hal ini mengacu pada salah satu persyaratan fungsi pelayanan jalan dimana kecepatan tidak memenuhi persyaratan minimal. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada ruas jalan Kota Bogor Kecamatan Tanah Saeral zona-B dapat disimpulkan jalan yang memiliki tingkat pelayanan B, dengan Q/C rasio terendah 0,367 pada jalan Taman Cimanggu, dan Q/C rasio tertinggi 0,83 pada jalan Sholeh Iskandar I & II. Kecepatan kendaraan pada ruas jalan Kota Bogor Kecamatan Tanah Sareal zona-B yang memiliki kecepatan tertinggi yaitu jalan Sholeh Iskandar I sebesar 40,89 km/jam dan kecepatan terendah yaitu jalan Taman Cimanggu sebesar 25,22 km/jam.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN LALU LINTAS TERHADAP KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN KENDARAAN BERMOTOR Syaiful, Syaiful; Akbar, Lutfi
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.818

Abstract

Secara geografis kota dan kabupaten Bogor sangat strategis mengingat selain letaknya yang berdekatan dengan DKI Jakarta, Bogor juga berperan sebagai wilayah penyangga kota Jakarta-Banten, mengingat peranannya sebagai wilayah penyangga kota Jakarta dan Banten menyebabkan jalan-jalan utama di kota & kabupaten Bogor selalu dipadati kendaraan, baik itu oleh penduduk setempat ataupun kendaraan yang hanya melintas. Sehingga kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan kendaraan tersebut, dirasa sudah biasa bagi pengguna jalan maupun penduduk sekitar, tetapi sebenarnya ada fasilitas umum di sekitar jalan raya yang dirugikan oleh kebisingan akan sangat mengganggu para pelajar sekolah tersebut seperti siswa yang butuh ketenangan dalam proses pembelajaran. Dari setiap kendaraan bermotor menghasilkan kebisingan yang bervariasi. Kecepatan kendaraan pribadi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebisingan, dari semua perhitungan analisis didapatkan persamaan terbesar pada penelitian hari pertama titik ketiga (Sound Level Meter 3), dengan kontribusi sebesar 18,7%. Didapatkan perhitungan di bawah ini, y = 63,762 + 0,483x2. Persamaan ini berarti jika tidak ada penurunan kecepatan sepeda motor, kecepatan kendaraan pribadi dan kecepatan kendaraan umum maka tingkat kebisingan pada SLM3 sebesar 63,762 dBA. Didapatkan persamaan kedua terbesar pada penelitian hari pertama dititik (Sound Level Meter 2) dengan kontribusi sebesar 17,4% berdasarkan perhitungan persamaan di bawah ini, y = 71,253 + 0,647x2. Maksud dari persamaan diatas adalah jika ada peningkatan kecepatan sepeda motor, kecepatan kendaraan pribadi dan kecepatan kendaraan umum, maka kebisingan pada SLM2 adalah sebesar 71,253 dBA.

Page 1 of 1 | Total Record : 6