cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JUTEKS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2014)" : 6 Documents clear
PENERAPAN MOTOR INDUKSI 3 FASA SEBAGAI PENGGERAK TRANSFERRING PADA MESIN BUILDING GREEN TYRE Hendarto, M.Si, Deni; ., Triyana
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.08 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.745

Abstract

PENERAPAN MOTOR INDUKSI 3 FASA SEBAGAI PENGGERAK TRANSFERRING PADA MESIN BUILDING GREEN TYRE.Pada komponen transferring, cylinder pneumatic (aktuator) traverse yang digunakan sebagai pengangkut paket B&T sering mengalami gangguan berupa ketidaksimetrisan atau Tread Off Center (TOC) disebabkan kebocoran pada cylinder pnumatic, conector, tubing dan pada solenoide valve, sering terjadi TOC atau tidak pada posisi simetrisnya tread atau tapak ban pada saat pembuatan green tyre, yang juga dikarenakan macet atau lolosnya lock cylinder pneumatic traverse. Hal ini terjadi akibat ausnya komponen Cylinder Pneumatic traverse yang berupa seal yang terbuat dari karet dan lock berupa logam yang terus bergesekan dikarenakan komponen ini selalu bergerak saat proses produksi, dan oiler yang berfungsi sebagai pelumas sistem pneumatic tidak berfungsi dengan baik, sehingga proses produksi menjadi terhambat yaitu terjadinya gangguan pada komponen ini yang terjadi berulang-ulang atau bahkan hingga terjadi stop produksi yang lama.Untuk itu perlu dilakukan penggantian komponen pengangkutan paket B&T pada tahap proses transferring, yang semula menggunakan Cylinder pneumatic yang digerakkan oleh Solenoide valve menjadi menggunakan motor induksi 3 fasa yang kecepatannya diatur oleh Variable Speed Drive (VSD) dan dikontrol oleh PLC (Programmable Logic Controller).Tujuan penelitian ini adalah melakukan penggantian sistem penggerak transferring yang semula menggunakan sistem pneumatic menjadi menggunakan motor induksi 3 fase yang kecepatannya dikontrol oleh PLC melalui VSD. Untuk penempatan dan tata letak motor induksi dibutuhkan ruangan yang luas dan mudah saat dilakukan perbaikan.Untuk menggerakkan transferring dibutuhkan motor induksi sebesar 0,55 kW, daya motor ini dihitung berdasarkan beban transferring dan muatannya. Pengaturan kecepatan motor penggerak transferring yang dihubung bintang menggunakan VSD yang diatur berdasarkan parameter frekuensi yang besarnya 15 Hz untuk low speed dan 45 Hz untuk high speed.
PROTOTIPE SISTEM PENGAMANAN KEBAKARAN RUANGAN OTOMATIS BERBASIS ATMEGA16 Hariansyah, M.; Prastowo, Dikdo
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.42 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.398

Abstract

PROTOTIPE SISTEM PENGAMAN KEBAKARAN RUANGAN OTOMATIS BERBASIS ATMEGA16. Dewasa ini sering kita jumpai kebakaran-kebakaran yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Penanganan kebakaran oleh pemerintah juga belum bisa meminimalisir kerugian yang ditimbulkan. kebakaran yang terjadi menguras harta benda orang yang bersangkutan bahkan akan merenggut korban jiwa ketika terlambat dalam penanganannya. Kerugian tersebut dapat diminimalisir ketika ada pemberitahuan dini kepada yang orang bersangkutan dan pemadaman dini kebakaran yang akan menghambat membesarnya api sampai tim pemadam datang ke lokasi.Rangkaian sistem Pengaman Kebakaran ini dibangun untuk membantu masyarakat dalam mencegah jatuhnya korban maupun meminimalisir kerugian yang ditimbulkan oleh kebakaran ruangan. Yang berfungsi sebagai pengamanan utama dari bencana kebakaran yang bekerja secara otomatis. Tujuannya adalah agar dapat mencegah dan menghentikan bencana kebakaran. Alat ini terdiri dari beberapa blok rangkaian, diantaranya yaitu blok power supply dengan keluaran tegangan 12, blok sensor dengan menggunakan sensor asap dan sensor suhu, blok kontrol dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 16, blok output dengan menggunakan relay, buzzer, pompa air, dan blok penampil suhu dengan menggunakan LCD 16x2.Pada saat kebakaran terjadi maka secara otomatis output pada buzzer dan pompa air akan menyala apabila salah satu sensor aktif maupun pada saat kedua sensor aktif. Dan setelah sensor tersebut tidak aktif maka secara otomatis semua outputnya akan berhenti bekerja yang menandakan bahwa kebakaran sudah dapat teratasi.
PERENCANAAN TEKNIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI RT.28/RW.08 DESA HAMBALANG KECAMATAN CITEUREUP- KAB.BOGOR Muliawati, M.T., Fithri; Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.594 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.752

Abstract

PERENCANAAN TEKNIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI RT.28/RW.08 DESAHAMBALANG KECAMATAN CITEUREUP KAB.BOGOR. Telah dilakukan perencanaan jaringan distribusi tegangan rendah di RT 28/ RW 08 Desa Hambalang. Data-data berupa luas daerah, letak geografis, dan jumlahrumah diperoleh melalui survei lapangan. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisa untuk menentukan kebutuhan daya tiap rumah. Pengolahan data dan proses analisa menghasilkan informasi berupa: 10 rumah yangmemiliki bangunan permanen dipasang kapasitas daya listrik sebesar 900VA dengan total energi yang dipakai dalam satu hari sebesar 40200Wh. Beban puncak terjadi pada jam 19.00-21.00 dengan puncak energi per-jamnya4350Wh beban terendah terjadi pada jam 14.00-16.00 dengan jumlah energi per-jamnya 900 Wh. Sedangkan untuk 40 rumah semi permanen pelanggan lainnya dipasang jaringan listrik berkapasitas 450 VA dengan total energi yangdipakai dalam satu hari 59060 Wh. Beban puncak terjadi pada pukul 19.00-21.00 dengan total energi 4350 Wh dan beban terendah terjadi pada pukul 09.00-11.00 dengan total energi sebesar 1650 Wh. Jenis tiang yang dipakaiadalah tiang beton, jenis konduktor adalah jenis Twisted Insulated Conduktor (TIC) yang terbuat dari bahan almunium murni, dengan luas penampang berdasarkan PUIL 2000, dengan panjang kabel ± 1890 meter untuk kabelberpenampang 35 mm2 dan ±600 meter untuk kabel berpenampang 10 mm2.
Aplikasi Sel Surya Sebagai Energi Alternatif Untuk Mobile Charger Sumirat, Iwan; Tugonggo, Ronny
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.142 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.341

Abstract

Aplikasi Sel Surya Sebagai Energi Alternatif Untuk Mobile Charger.dilakukan penelitian tentang energi surya sebagai energi alternatif yang dinyatakan sebagai energi yang ramah lingkungan. Dalam hal ini energi tersebut dapat digunakan sebagai energi yang terbarukan pada saat ini. Dengan menggabungkan antara sel surya dengan beberapa komponen elektronik, baik itu sebagai penguat (op-amp) ataupun limitter maka akan didapat suatu energi yang stabil dan dapat diaplikasikan sebagai charger, akan tetapi charger tersebut hanya dapat digunakan pada siang hari. Agar dapat memenuhi kebutuhan sebuah charger yang optimal, maka di perlukan sebuah batere yang dapat dipergunakan sebagai power bank pada saat sel surya tidak mendapatkan cahaya matahari.Dengan adanya batere sebagai power bank maka charger dapat dipergunakan pada malam hari.Sehingga charger tersebut dapat menjadi mobile dan dapat dipergunakan dimanapun selama power banknya dalam kondisi penuh.
VERIFIKASI KELAYAKAN PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DI DESA API-API KECAMATAN WARU KABUPATEN PASIR KALIMANTAN TIMUR Hariansyah, M.T., Dr. M.
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.42 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.744

Abstract

VERIFIKASI KELAYAKAN PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DI DESA API-API KECAMATAN WARU KABUPATEN PASIR KALIMANTAN TIMUR. Indonesia mengalami krisis energi listrik.Tahun 2013, jumlah energy listrik yang di bangkitkan sebanyak 24.800 MW, sementara permintaan mencapai 26.250 MW, rata-rata permintaan pertahun sebesar 8,2 %,). Sementara 60 % dari Pembangkit tersebut diatas menggunakan bahan baker fosil. Seiring meningkatnya harga minyak dunia. Pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan, melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energy nasional untuk mengembangkan sumber energy alternative sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan pada sumberdaya yang dapat diperbaharui sebagai altenatif pengganti bahan bakar minyak. Perlunya suatu ketahanan di bidang energy ilistrik, untuk menggali berbagi potensi yang dapat dijadikan sumber energy listrik. Sebagai upaya menindaklanjuti kebijakan tersebut di atas, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghasilkan energi, salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga air. Tujuan yang ingin di capai adalah membantu pemerintah dalam upaya mengatasi krisis energy listrik di Indonesia, serta membantu masyarakat yang belum mendapat aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) khususnya wilayah Pedesaan, yang mempunyai sumber tenaga air. Secara teori daya yang dapat dibangkitkan merupakan perkalian antara debit air (Q) dengan tinggi jatuh(H), terhadap grafitasi bumi (9,8 m/dt). Tekanan air mengenai sudu-sudu turbin air, sehingga turbin berputar. Putaran turbin dimanfaatkan untuk memutar rotor pada generator, hingga menghasilkan tegangan listrik.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE KULKAS MINI THERMOELEKTRIK Sumirat, Iwan; ., Romanto
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.794 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.340

Abstract

RANCANG BANGUN PROTOTIPE KULKAS MINI THERMOELEKTRIK. Telah dirancang sebuah prototype kulkas mini thermoelektrik. Efek thermoelektrik khususunya efek peltier dapat digunakan sebagai alternatif bagi sistem pendingin konvensional di mana proses pendinginan tidak menggunakan sistem mekanis seperti pompa kompresor namun dilakukan melalui mekanisme elektronis yang terjadi pada bahan-bahan tertentu khususnya semikonduktor. Pada thermoelektrik pendingin ini memiliki ukuran yang telah ditentukan dan sangat efisien pada thermoelektrik memiliki ukuran khusus panjang 4 cm, lebar 4 cm dan ketebalannya 3,8 cm yang dapat diberi arus 12 volt dan 5 ampere sehingga dapat dimaksimalkan dan dapat menghasilkan dingin yang maksimal pula bisa memperoleh hasil hingga mencapai 2?C bila suhu panasnya dibuang dengan maksimal, minimal bertahan di suhu kamar untuk panasnya disekitar 27?C sampai dengan 29?C maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan bila suhu panasnya dibuang. Hasil pengujian belum memperoleh hasil yang diinginkan dari temperatur yang seharusnya, dikarenakan temperatur tersebut belum bisa turun selalu naik terus menerus dalam jangka waktu yang telah ditentukan setiap satu menit selalu terhitung dan tidak terlewati dalam waktunya karena kesulitan dari cara membuang panas pada alat yang telah dibuat dan dalam waktu yang singkat walaupun suhu yang akan digunakan pada lemari pendingin tersebut hanya 10?C yang di minta.

Page 1 of 1 | Total Record : 6