cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JUTEKS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015)" : 4 Documents clear
DETEKSI ARAH SINAR MATAHARI BERBASI MATLAB MENGGUNAKAN (PID) PROPORTIONAL – INTEGRAL –DIFFERENTIAL Hariansyah, M.; Irawan, Joki
JUTEKS Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.218 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v2i2.396

Abstract

Deteksi Arah Sinar Matahari Berbasi Matlab Menggunakan (PID) Proportional – Integral –Differential. Upaya mendapatkan penyinaran matahari secara optimal pada modul surya dapat dilakukan dengan cara memasang panel surya secara dinamis. Untuk keperluan tersebut dibuat simulasi sistem kontrol berbasis pengontrolan kontinyu Proportional – Integral – Differential (PID) untuk pelacakan sinar matahari. Modul surya digerakan kearah datangnya sinar matahari, menggunakan motor servo. Motor servo akan bekerja setelah mendapat perintah dari sensor cahaya. Tujuan yang ingin dicapai (a) menghasilkan sistem pelacak matahari menggunakan penalaan parameter PID, hingga mendapat parameter Kp, Ki dan Kd yang optimal, dan (b) menghasilkan respon sistem kontrol pada pengujian dengan parameter pengendali hingga mencapai kestabilan sistem menggunakan simulink dan GUI dari program Matlab 7.20. Berdasarkan hasil simulasi pengujian diperoleh parameter Kp, Ki dan Kd dengan respon terbaik sistem diperoleh pada saat Kp = 1, Ki, 0.4 dan Kd = 0.6, serta dapat mencapai kestabilan dan tidak mengalami lonjakan yang berarti, dan pada sistem terdapat galat (error) sebesar (4.187x10-5).
THE APPLICATION OF TRANSMITTER AND RECEIVER TO DETECT THE PLOUGHING DEPTH Hariansyah, M.; R. P.A, Setiawan; ., Desrial; D.S, Made; SApei, Asep
JUTEKS Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.557 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v2i2.397

Abstract

Transmitter and receiver were applied in this research to detect the mole plough. Transmitter was placed outside the farm while receiver was attached on the mole plough construction and then pulled by tractor. Mole plough was used to create drainage channel. However, creating drainage channel at slope of 0,02% is a difficult task as mole ploughing depth is strongly affected by the contour of soil surface. The objective of this research was to design a device which had ability to control mole ploughing depth. Transmitter used a modified green laser beam which used to measure the profile of soil surface. Receiver was used to receive signal. Light receiver sensor used photodiode which formed into matrix sized of (1x8), every row consisted of 40 sensor of photodiode with 8 levels of depth. When transmitter was activated, green laser beam transmitted 1.206 Hz frequency and can be transmitted for maximum 50 m. When photodiode sensor received green laser beam at allowable detection range, the light beam was transmitted to Arduino microcontroller. There were two microcontrollers used to control two units of relay. The first microcontroller was used to detect the contour level of soil surfaceand second microcontroller was used to measure the mole ploughing depth. The research found that there was deviation of mole ploughing depth between setpoint and field testing result.
PEMBUATAN DESAIN SISTEM INSTRUMENTASI DAN KONTROL BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) PADA USSA-FT01 Apriyanto, Yayang
JUTEKS Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.692 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v2i2.338

Abstract

PEMBUATAN SISTEM INSTRUMENTASI DAN KONTROL BERBASIS PLC PADA USSA-FT01. Kelebihan pengukuran dan pengontrolan parameter-parameter fasilitas uji USSA FT-01 secara elektronik dengan PLC antara lain proses pengukuran yang real time, hasil pengukuran yang akurat, dan proses pengontrolan bisa dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Proses pembuatan sistem instrumentasi dan kontrol diawali dengan penentuan desain sistem yang diinginkan. Berdasarkan desain awal tersebut kemudian dipilih peralatan pengukuran dan produk PLC yang sesuai dengan kebutuhan. Metode yang telah dilakukan, meliputi: (1) pembuatan desain sistem pengukuran dan kontrol USSA FT-01 dalam bentuk diagram instrumentasi, (2) penentuan skala engineering unit sinyal pengukuran yang dipakai, (3) pembuatan desain sistem alarm, (4) pembuatan desain pengontrolan level air tangki, temperatur cooler, temperatur heater, menerjemahkan ke dalam bahasa program ladder diagram, dan men-download program ladder diagram ke PLC, (5) pembuatan program HMI dan pengkomunikasian antara HMI dan PLC, (6) pembuatan desain dan perakitan (electrical wiring) panel USSA FT-01, (7) pembuatan prosedur pengoperasian fasilitas uji USSA FT-01. Terdapat deviasi pembacaan temperatur, level, pressure, dan flow antara sinyal simulator dan PLC. Deviasi ini disebabkan oleh tingkat ketelitian I/O PLC yang berbeda dengan simulator sinyal, proses perhitungan sinyal, dan keterbatasan display HMI. Respon pengontrolan pada level tangki dan temperatur cooler menyebabkan process variable yang berosilasi karena menggunakan jenis on-off control. Respon pengontrolan temperatur heater memungkinkan process variable stabil mendekati setpoint karena menggunakan jenis PID control. Berdasarkan hasil commisioning maka dapat disimpulkan, bahwa (1) Sistem pengukuran dan pengontrolan pada USSA FT-01 berbasis PLC diperoleh melalui beberapa tahap yaitu: pembuatan desain sistem pengukuran dan pengontrolan, penerjemahan sistem ke dalam program ladder diagram, pembuatan program HMI, pembuatan desain dan perakitan panel kontrol USSA FT-01; (2) dengan, (2.a) Setiap pengkuran memiliki deviasi yang disebabkan oleh keterbatasan ketelitian pengukuran; (2.b) Respon pengontrolan on dan off ini menghasilkan proses variable berosilasi; (2.c) Respon pengontrolan jenis PID dapat mengeliminasi process variable yang berosilasi jika dilakukan tuning respon PID yang tepat.
PERENCANAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN DAN TENAGA DI GEDUNG WORKSHOP PT. BASUH POWER ELECTRIC Hariansyah, M.
JUTEKS Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.197 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v2i2.395

Abstract

ABSTRAKPERENCANAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN DAN TENAGA DI GEDUNG WORKSHOP PT. BASUH POWER ELECTRI merupakan hal yang paling penting. Permasalahan yang sedang dihadapi gedung workshop yang terdiri dari dua bangunan A dan B belum mempunyai instalasi listrik penerangan,dan instalasi tenaga untuk mesin-mesin produksi, sehingga perlu segera dipasang. Lebih lanjut akhir tahun 2014, Pemda Kabupaten Bogor telah mencatat sebanyak 72 kasus kebakaran, 78 % disebabkan oleh arus hubung hubung singkat ( shot circuit). Penyebab terjadinya hubung singkat, perencanaan system instalasi listrik tidak sesuai dengan standar PUIL 2000 ( Peraturan Umum Instalasi Listrik), seperti material kabel yang digunakan, alat-alat pengaman, system pembumian, system koneksi antara kabel satu dengan lainnya, KHA ( Kuat Hantar Arus ) yang semuanya tidak standar. Tujuan yang ingin dicapai adalah menghasilkan pemasangan instalasi listrik penerangan dan instalasi tenaga listrik, meliputi kebutuhan kuat penerangan cahaya di dalam ruangan, jumlah lampu, jumlah kabel dan ukurannya, gambar instalasi agar instalasi penerangan listrik dapat dinyatakan layak operasi sesuai aturan PUIL 2000. Setelah dilakukan analisis dan perencanaaan dapat diterapkan , jumlah lampu yang dibutuhkan untuk penerangan pada gedung A, sebanyak 21 unit, menghasilkan kuat penerangan cahaya 250 lux menggunakan lampu induksi BMX 120 watt , dan gedung B sebanyak 28 unit menghasilkan kuat penerangan cahaya 250 lux, menggunakan lampu jenis induksi BMX 342, 150 watt. Jumlah kabel yang dibutuhkan terdiri kabel penerangan jenis NYM 3x2,5 mm2, sebanyak 50 roll, dan kabel tenaga NYY 4 x 6 mm2 sebanyak 2 roll.

Page 1 of 1 | Total Record : 4