cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): Mei" : 6 Documents clear
MENYAMA BRAYADALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAM DAN HINDU DI DESA PEGAYAMANAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 I PUTU SOVIAWAN
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22024

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut : (1) mengetahui dinamika hubungan sosial di Desa Pegayaman, Kecamatan Suksasada, Kabupaten Buleleng (2) memahami pandangan masyarakat Hindu dan Islam di Desa Pegayaman, Kecamatan Suksasada Kabupaten, Buleleng terhadap nilai menyama braya, (3) Untuk mengidentifikasi bentuk hubungan menyama braya dalam kehidupan sosial di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah Kepala Desa Pegayaman, Bendesa Adat Desa Pegayaman, Ketua Majelis Madya Singaraja, Masyarakat Desa Pegayaman yang mewakili masyarakat Islam dan Hindu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1). Dinamika hubungan sosial pada saat ini masih tetap terjalin dengan baik yang disebabkan oleh faktor sejarah, faktor ideologi dan tradisi kebersamaan. Dan konsep menyama braya ini sudah ada sejak zaman dahulu, karena konsep ini mampu mempererat hubungan baik yang memiliki agama yang berbeda atau ras yang berbeda. (2). Pandangan masyarakat Islam tercermin dari konsep Ukhuwah Islamiyah dan Rahmatan Lil Alamin terhadap konsep menyama braya yakni dalam bentuk hubungan baik sesama manusia. Sedangkan pandangan masyarakat Hindu mengenai menyama braya terwujud dalam bentuk Tat Tvam Asi, Tri Hita Karana, Catur Paramitha dan Catur Parweti selanjutnya dimaknai sebagai toleransi atau kebersamaan masyarakat yang multi budaya, multi etnis dan multi agama. (3). Bentuk-bentuk hubungan harmonis antara masyarakat Hindu dan Islam dapat dilihat pada setiap lini kehidupan baik dibidang sosial maupun budaya yakni (1). Ngejot, 2) Kesenian Bordah dan 3). Gotong royong, 4). Sokok Base dan 5) Sistem Pengaturan Desa
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 1 SINGARAJA TAHUN 2013/2014 Fransiskus Made Hariawan Citra
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pengajaran konvensional pada siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 255 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI IA3 SMAN 1 yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas XI IA4 SMAN 1 Singaraja yang berjumlah 30 orang. Data mengenai hasil belajar PKn siswa diperoleh melalui tes tertulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 13,20 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model discovery learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pengajaran langsung. Diperoleh rata-rata ( X ) hitung, kelompok eksperimen adalah 26,9 dan kelompok kontrol adalah 16,73. Hal ini berarti bahwa X eksperimen > X kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja kabupaten Buleleng
PEMERTAHANAN TRADISI PERANG PANDAN DI DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 2013 KADEK DWI FITRI RATNA NINGSIH
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui cara-cara yang dilakukan dalam mempertahankan tradisi Perang Pandan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem, (2) memahami nilai- nilai sosial budaya yang terkandung dalam tradis Perang Pandan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem, (3) mengidentifikasi apakah nilai-nilai tradisi Perang Pandan memberikan kontribusi terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Yang menjadi subyek penelitian ini adalah 1. Bendesa Pakraman Tenganan, 2. Prajuru atau Pengurus desa Pakraman Tenganan, 3. Tokoh masyarakat dan para pelaksana perang pandan di desa Tenganan. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah studi observasi, studi wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Cara yang digunakan untuk mempertahankan tradisi perang pandan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan adalah dengan cara melalui pendidikan tradisional metruna nyoman, tetap melaksanakan tradisi perang pandan, bangga terhadap kebudayaan sendiri, mengikutsertakan generasi muda dan adanya museum budaya. (2) Nilai-nilai sosial yang terdapat dalam tradisi perang pandan adalah perwujudan syukur kepada Tuhan, kebersamaan, ketangkasan dan yadnya. (3). Hubungan tradisi perang pandan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sangat erat ini terbukti adanya nilai-nilai postif yang tertuang dalam Pancasila seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan Indonesia, musyawarah mufakat, keadilan, taat pada aturan, ada rasa tanggung jawab dan lapang dada.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 DAWAN. Ni Luh Ade Cahyanawati
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, hasil belajar dan mengetahui kendala- kendala yang terjadi melalui menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Dawan tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan rancangan siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Dawan yang jumlahnya 20. Data dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dari rata-rata 67.51 pada siklus I, meningkat menjadi rata-rata 86.3 pada siklus II, (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dari rata-rata 77.8 dengan daya serap 77,8%, dan ketuntasan belajar 75% pada siklus I, meningkat menjadi rata-rata 83.3 dengan daya serap 83.3%, dan ketuntasan belajar mencapai 90% pada siklus II, (3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran PKn di kelas XI IPA 1 mengalami beberapa kendala pada siklus I yaitu (1) siswa masih belum terbiasa dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena pembelajaran seperti ini baru pertama kali diterapkan di kelas tersebut. (2) masih ada siswa yang belum mampu mempresentasikan hasil diskusi dikelompok ahli kepada teman dikelompok asal dengan baik. (3) masih ada kelompok yang belum mampu menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. (4) siswa masih ragu dan takut untuk mengemukakan pendapat pada saat diskusi. (5) siswa masih ragu dan takut untuk mempertanyakan materi yang diangap belum mengerti.
KAJIAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP TRADISI NYAKAN DIWANG SEBAGAI RANGKAIAN UPACARA HARI RAYA NYEPI DI DESA PAKRAMAN BANJAR, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Komang Widarini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22028

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) latar belakang masyarakat Desa Pakraman Banjar melaksanakan tradisi Nyakan Diwang, (2) pelaksanaan dari tradisi Nyakan Diwang di Desa Pakraman Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, (3) usaha yang dilakukan masyarakat dalam mempertahankan tradisi Nyakan Diwang di Desa Pakraman Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini mempergunakan purposive sampling dan snowball sampling. Objek penelitian adalah pemertahanan tradisi Nyakan Diwang oleh masyarakat Desa Pakraman Banjar hingga saat ini. Berdasarkan objek penelitian tersebut, yang menjadi subjekdalam penelitian ini adalah masyarakat, lurah atau kepala desa dan juga para prajuru adat Desa Pakraman Banjar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, penentuan informan, observasi, pengolahan data, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang masyarakat Desa Pakraman Banjar hingga saat ini masih melaksanakan tradisi Nyakan Diwang ini bahwa mereka meyakini selain merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh leluhur juga sebagai bentuk pembersihan rumah terutama penyepian dapur setiap keluarga di Desa Pakraman Banjar. Tradisi ini diyakini oleh masyarakat agar setiap anggota keluarga terbebas dari leteh (kotor), (2) pelaksanaan dari tradisi Nyakan Diwang dilaksanakan serangkaian dengan Hari Raya Nyepi yakni sehari setelah Hari Raya Nyepi berlangsung yaitu pada saat Ngembak Api, (3) usaha-usaha masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi ini salah satunya adalah melalui pendidikan informal. Pendidikan informal merupakan pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari. Pendidikan ini dapat berlangsung di dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, masyarakat, dan organisasi lain dalam pergaulan sehari-hari. Melalui pendidikan informal inilah diharapkan seluruh masyarakat Desa Pakraman Banjar dari usia muda hingga tua tetap mempertahankan tradisi Nyakan Diwang ini sebagai salah satu tradisi warisan leluhur yang perlu dilestarikan.
SENGKETA TANAH SETRA KARANG RUPIT DESA PAKRAMAN TEMUKUS, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Luh Wirantini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i2.22029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk ( 1 ) Mengetahui Latar Belakang Sengketa Yang Terjadi Terkait Dengan Kasus Sengketa Tanah Setra Karang Rupit di Desa Pakraman Temukus, Kecaamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, ( 2 ) Mengetahui Faktor – Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Sengketa/Konflik Tanah Setra Karang Rupit di Masyarakat Desa Pakraman Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, ( 3 ) Mengetahui Bentuk Penyelesaian Sengketa Tanah Setra Karang Rupit Yang Terjadi di Desa Pakraman Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, pengambilan lokasi penelitian yang dipilih adalah Desa Pakraman Temukus Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng sedangkan subjek penelitian yang ditunjukan pada kelian adat. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara kualitatif dengan prosedur yaitu melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi atau pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak Desa Pakraman Temukuslah yang memenangkan kasus ini di Pengadilan Negeri Singaraja, partisipasi dan semangat yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Pakraman Temukus dari awal dimulainya mengikuti persidangan sangat membantu para pihak Desa Pakraman yang bersangkutan dalam menyelesaikan kasus sengketa Tanah Setra Karang Rupit. Ini berarti kekikutsertaan para warga masyarakat Desa Pakraman Temukus berpengaruh besar terhadap jalannya persidangan. Hanya saja pada saat masyarakat Desa Pakraman Temukus saat berada di pengadilan Negeri singaraja membuat para pihak kemamanan kalang kabut akibat orasi – orasi yang disampaikan oleh masyarakat sangat banyak dan ramai yang mengakibatkan menjadi sedikit gaduh. Sengketa Tanah Setra Karang Rupit ini dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, karena harga tanah yang semakin melambung tinggi. Adapun pola/cara penyelesian sengketa yaitu melalui jalur Hukum Adat : kerta desa, awig – awig, kelian desa, dan majelis desa pakraman, dan jalur hukum positif : peradilan, pengadilan negeri, pengadilan tinggi, dan mahkamah agung.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue