cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2017): Februari" : 6 Documents clear
PENERAPAN SOLIDARITAS DALAM MEMPERTAHANKAN DAN RELIGI TERHADAP TRADISI NAMPIOG (PERANG API) DESA PEKERAMAN MANUKAYA LET, KECAMATAN TAMPAKSING, KABUPATEN GIANYAR-BALI Ni Wayan Yuniantari
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i1.22037

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimanakah kajian terhadap sudut religi Tradisi Nampiog (Perang Api) di Desa Pekeraman Manukaya Let, (2) Bagaimanakah tingkat partisipasi masyarakat di Desa Pekraman Manukaya Let terhadapa Tradisi Nampiog (Perang Api), (3) Bagaimanakah cara mempertahankan Tradisi Nampiog (Perang Api) di Desa Pekraman Manukaya Let Penelitian ini tergolong penelitian deskritif kualitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan puposive sampling. Subjek ini adalah para pengelingsir, bedesa adat, kelian banjar, tokoh-tokoh adat, jro mangku, masyarakat umum serta pihak- pihak lain yang nantinya bisa membantu memberikan data dalam penelitian ini, dalam mengumpulkan data metode yang digunakan adalah metode pengamatan/observasi, metode wawancara, metode dokuntasi dan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, (1) kajian terhadap sudut religi Tradisi Nampiog (Perang Api) di Desa Pekeraman Manukaya Let dengan dilaksanakanya tradisi Nampiog dapat meningkatkan kepercayaan akan adanya tuhan dan adanya peningkatan sepiritual dalam kehidupan masyarakat. Kerna masyarakat manukaya let percaya akan adanya tuahan. (2) Tingkat partisipasi masyarakat di Desa Pekraman Manukaya Let terhadapa Tradisi Nampiog (Perang Api) salah satu Partisipasi masyarakat dalam mengikuti tradisi Nampiog (perang api) sangat maksimal, karena tradisi ini memiliki kedudukan yang sangat penting bagi masyarakat desa Manukaya Let, dimana tradisi ini merupakan warisan dari leluhur yang harus dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan slah stu bentuk partisifasi ini adalah dapat dilihat pada pelaksanaan tradisi ini sumua masyarakt bersemangat untuk datang menyasikan tradisi ini walaupun hanya sebagai penonton saja. (3) cara mempertahankan Tradisi Nampiog (Perang Api) di Desa Pekraman Manukaya Let cara memberikan pengarahan, bahwa trisisi ini harus dilaksanakan setiap tahun sekali, tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariakan oleh nenek moyang. Kata kunci: Tradisi, Nampiog, Religi
PROSESI PERCERAIAN MELALUI TRADISI MESAMSAM DI DESA ADAT MENYALI KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Ni Komang Mira Dewi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i1.22038

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui dasar filosofis dilaksanakannya tradisi mesamsam di Desa Adat Menyali, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng; (2) Untuk mengetahui prosesi perceraian melalui upacara mesamsam di Desa Adat Menyali, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng; (3) Untuk mengetahui implikasi tradisi mesamsam terhadap masyarakat Desa Adat Menyali, Kecamatan Sawan, Kababupaten Buleleng. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penentuan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan subyek penelitian ini adalah Jero Mangku Adat, Kelian Desa Adat, Kepala desa dan masyarakat yang melaksanakan perceraian melalui tradisi mesamsam di Desa Adat Menyali, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: (1) Observasi; (2) Wawancara; (3) Pencatatan dokumen. Analisis data menggunakan analisa kualitatif yang secara spesifik tahapan pengumpulan data dan analisis data yang digunakan meliputi : Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) dasar filosofis tradisi mesamsam Krama Desa Adat Menyali umumnya menganut Siwa. Tradisi mesamsam dikembangkan oleh empu kuturan awalnya dari gunung semeru dan disanalah beliau bertapa memperoleh wahyu untuk mengembangkan ajaran membangun pura khayangan tiga sesuai ajaran rsi markandeya dari gunung raung untuk memberikan persembahan, (2) prosesi perceraian melalui upacara mesamsam menghaturkan piuning terlebih dahulu pelaksanaanya di pura dalem desa adat menyali yang dilaksanakan oleh jero mangku, prajuru banjar adat, orang tua dari kedua belah pihak. Alat bukti yang digunakan pada saat pelaksanaan tradisi mesamsam yaitu uang kepeng yang dibelah menjadi 2 bagian, (3) implikasi pelaksanaan tradisi mesamsam bagi masyarakat krama desa adat menyali sangat bermakna positif: hidup dalam kesadaran, sujud kepada ida sang hyang widhi wasa.
PERANAN ISTRI NELAYAN DALAM MENUNJANG KEHIDUPAN KELUARGA ( Studi Pada Istri Nelayan di Daerah Pesisir Pantai, Desa Pemaron,Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Dilihat dari Persfektif Sosial Ekonomi dan Budaya ) Putu Anita Saraswati
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i1.22039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Kondisi Keluarga Nelayan di Daerah Pesisir Pantai, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, (2) Mengetahui Partisipasi seorang istri nelayan untuk meingkatkan ekonomi dalam menunjang kehidupan keluarganya di daerah pesisir pantai, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, (3) Mengetahui kendala yang dihadapi oleh para istri nelayan dalam menunjang kehidupan keluarga di daerah pesisir pantai, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng dan alternative pemecahan masalahnya. Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif Kualitatif pengambilan lokasi penelitian yang dipilih adalah Desa Pemaron di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Subyek penelitian ditujukan pada Istri nelayan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara kualitatif dengan prosedur yaitu melalui proses pengumpulan data, penampilan data, reduksi data dan penarikan data atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kondisi kehidupan keluarga nelayan di desa Pemaron memiliki peranan yang relatif sedang dalam kehidupan sosial ekonomi keluarganya, Partisipasi istri nelayan dalam peranan sosial ekonomi istri nelayan pada kelompok nelayan “ Segara Gunung” ada pada kategori Sedang. Ini berarti bahwa suami masih berperan dalam kehidupan sosial ekonomi dalam keluarga. Disisi lain, partisipasi istri nelayan dalam membina pendidikan anak – anaknya, termasuk dalam membangun lingkungan pendidikan cukup baik, termasuk partisipasinya dalam aktivitas sosial kemasyarakatan dan dalam pengambilan suatu keputusan juga cukup baik. Hanya saja, partisipasi istri nelayan dalam ekonomi keluarga masih relative kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Hal ini disebabkan oleh kendala: rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan, rendahnya lapangan pekerjaan dan kurangnya dana atau pemasukan untuk keperluan sekolah anak – anaknya. Adapun alternative pemecahannya yakni dengan memberikan pelatiahan – pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan, memberikan pinjaman modal bagi para istri nelayan dan memberikan bantuan modal yang dapat disalurkan melalui koperasi nelayan yang sudah ada.
PELAKSANAAN UPACARA NGUSABA GORENG DI DESA PAKRAMAN KARANGSARI, KECAMATAN SELAT, KABUPATEN KARANGASEM (KAJIAN TENTANG PEWARISAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM UPACARA NGUSABA GORENG) Ni Kadek Ayu Desi Sudaryathi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i1.22040

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui latar belakang Upacara Ngusaba Goreng di Desa Pakraman Karangsari, (2) Untuk mengetahui makna pelaksanaan Upacara Ngusaba Goreng di Desa Pakraman Karangsari, (3) Untuk mengetahui pewarisan nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam Upacara Ngusaba Goreng di Desa Pakraman Karangsari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi etnografi. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Pakraman Karangsari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Subjek penelitian ini adalah Kelian Desa, Prajuru Adat, Jro Mangku, Masyarakat Umum (petani, pegawai, wiraswasta). Penentuan informan atau responden yang menjadi sumber data dalam hal ini ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode yaitu, Wawancara, Observasi, Pencatatan Dokumen. Seluruh data dianalisis secara deskriftif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat Desa Pakraman Karangsari melaksanakan Upacara Ngusaba Goreng setiap tiga tahun sekali yakni setiap purnamaning sasih kalima yang jatuh pada kisaran bulan Oktober-November bertempat di Pura Puseh yang dilatarbelakangi oleh adanya (1) alasan kekhawatiran akan terjadinya mara bahaya, alasan memohon kesejahteraan, alasan keyakinan agama, alasan sosial; (2) makna pelaksanaan upacara Ngusaba Goreng pada intinya adalah untuk memohon kesejahteraan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat dengan pelaksanaan upacara berlangsung selama sepuluh hari dan memiliki tahapan upacara sebagai berikut: 1) Pasesapuh ring Pura Puseh (persiapan upacara Ngusaba Goreng), 2) Palelungaan Ida Bhatara ka Segara, 3) Upacara Ngewayon (nyuung), 4) Palelungaan Ida Bhatara Kabeji (pusat mata air desa), membuat penjor, 5) Puncak upacara Ngusaba Goreng (Pameosan di Pura Desa yaitu Pura Puseh), 6) Parejangan di Pura Puseh, 7) Pameosan (Ida Bhatara di Pura Jurang), 8) Parejangan di Pura Jurang, 9) Pameosan (Ida Bhatara di Pura Batur Majapahit), 10) Upacara terakhir yaitu Parejangan Ida Bhatara di Pura Batur Majapahit, serta tarian rejang lanang (babwang), ngaturang gita dan terakhir nyimpen; (3) Pewarisan Nilai-nilai yang terkandung di dalam upacara Ngusaba Goreng adalah nilai agama, nilai sosial, nilai kebudayaan.
Pariwisata Budaya Telaah Kritis Yuridis Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2012 ( Studi Kasus Pada Objek Wisata Budaya Pura Taman Ayun Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung) IDA BAGUS DWI PUTRA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i1.22041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisisis orientasi kebijakan Pariwisata Budaya Bali pada Objek Pariwisata Budaya Taman Ayun dilihat dari konsep local genius. (2) Mengidentifikasi Pariwisata Budaya pada Objek Wisata Budaya Pura Taman Ayun di Bali dalam perspektif Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2012. (3) Menganalisis urgensi dan utility Pariwisata Budaya khususnya Objek Pariwisata Budaya Pura T aman Ayun jika ditinjau sebagai keunggulan komparatif Provinsi Bali. (4) Mengidentifikasi kendala dalam pelaksanan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 T ahun 2012 pada Objek Pariwisata Budaya Pura T aman Ayun dan alternatif pemecahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah : (1) Sekertaris Desa Mengwi, (2) Pemangku Pura Taman Ayun, (3) Kepala Bidang Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, (4) Sekertaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, (5) Pengamat Pariwisata, (6) Penggiat Pariwisata Budaya Pura Taman Ayun, dan (7) Masyarakat umum Kecamatan Mengwi. T eknik pengumpulan data yang digunakan adalah : observ asi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Pura Taman Ayun merupakan salah satu pura suci yang terletak di Kabupaten Badung, ditinjau dari local genius menerapkan konsep kehidupan masyarakat Bali dikenal dengan konsep Tri Hita Karana. (2) Secara konstitusional keberadaan Pura Taman Ayun diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali. (3) Urgensi Pura Taman Ayun memiliki keunggulan komparatif sebagai objek wisata budaya dan sebagai tempat suci serta destinasi wisata untuk memperlajari, mengetahui dan memahami kebudayaan Hindu yang ada di kawasan tersebut. (4) Kendala yang dihadapi adalah masih banyaknya pelanggaran dari sisi kesadaran diri masyarakat dan dari sisi aturan hukum ,dimana pemecahannya dilakukan secara preventif dan tindakan tegas dari adat dan petugas.
PENDIDIKAN POLITIK BERBASIS DESA ADAT BAGI KAUM PEREMPUAN DI DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ni Ketut Restini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i1.22042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) Bagaimana proses pendidikan politik bagi kaum perempuan di desa Tigawasa ; (2) Untuk mengetahui bagaimana partisipasi perempuan dalam kehidupan politik di desa Tigawasa sebelum dan sesudah diterapkan pendidikan politik ; (3) Untuk mengkaji bagaimana keberterimaan laki-laki terhadap partisipasi perempuan dalam kehidupan politik di desa Tigawasa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di desa Tigawasa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Subyek penelitian ini adalah; Kepala desa dan stafnya, Prajuru desa adat, anggota masyarakat, kaum perempuan di desa Tigawasa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Bahwa proses pendidikan politik di desa Tigawasa relatif sudah berjalan dengan sangat baik. Proses pendidikan politik ini, berjalan melalui proses pendidikan formal yang diakui oleh masyarakat, khususnya para perempuan di desa Tigawasa. Kesadaran para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya, termasuk anak perempuan sudah relatif tinggi. Hal ini ditunjukan dengan terus meningkatnya tingkat pendidikan politik di masyarakat, proses pendidikan perempuan di desa Tigawasa di awali dari pendidikan di sekolah, keluarga, masyarakat dan di desa adat. (2) Bahwa partisipasi perempuan di desa Tigawasa sebelum adanya pendidikan politik relatif rendah, yaitu partisipasinya dalam kehidupan politik berkisar 30%. Setelah melalui pendidkan politik baik lewat pendidikan formal maupun informal, partisipasi perempuan di Tigawasa dalam kehidupan politik meningkat menjadi 75%. (3) Kaum laki-laki di desa Tigawasa sudah mengakui hak-hak kaum perempuan dalam partisipasinya di kegiatan politik seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menjadi anggota suatu partai politik atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan (contracting) dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen, dan mendukung bila nantinya akan ada perempuan yang menjadi pemimpin yang bisa membawa desa Tigawasa kearah yang lebih maju.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue