Journal of Education Action Research
Journal of Educational Action Research is concerned with exploring the dialogue between research and practice in educational settings. This journal publishes accounts of a range of action research and related studies, in education and across the professions, with the aim of making their outcomes widely available and exemplifying the variety of possible styles of reporting. It aims to establish and maintain a review of the literature of action research. It also provides a forum for dialogue on the methodological and epistemological issues, enabling different approaches to be subjected to critical reflection and analysis.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 1 (2024): February 2024"
:
20 Documents
clear
Application of the Jigsaw Cooperative Learning Model Oriented Towards Improving High School Student Learning Outcomes
Suparwati, Sri
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.60744
The problem often encountered in learning is students' low motivation and learning outcomes. This is caused by learning that does not provide opportunities for students to improve their thinking and argumentation skills. This study aims to apply the Jigsaw-Oriented Cooperative Learning Model to the Learning Outcomes of High School Students. This type of research is class action research. The Classroom Action Research used in this study is a model developed by Kemmis and McTaggart. The Classroom Action Research was conducted in two cycles, each with 2 meetings. The number of students involved was 36, consisting of 22 (61%) female and 14 (39%) male. Data collection methods used observation, interviews, and tests. The instruments used to assess students' physics learning outcomes in each cycle were multiple-choice questions. Data was analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis. The study results show that after two research cycles, actions were carried out that showed an increase in student learning outcomes, individually and collectively. The average student learning outcomes increased from 79.8 to 81.1. The number of students who completed was 75% to 83.3%. Therefore, using a cooperative learning paradigm such as Jigsaw can improve students' understanding of physics. It is concluded that the Jigsaw Type Cooperative Learning Model can improve the learning outcomes of high school students.
Model Probing Prompting Menggunakan Media Virtual Reality Materi Mitigasi Bencana untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Geografi SMA
Rahma, Nisa Aulia;
Soekamto, Hadi;
Masruroh, Heni
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.67448
Rendahnya motivasi belajar peserta didik adalah masalah serius dalam konteks pendidikan saat ini. Model dan media pembelajaran yang tidak menarik serta membosankan dapat berkontribusi pada penurunan motivasi belajar. Dampaknya, peserta didik cenderung kehilangan antusiasme selama pembelajaran dan mengalami hambatan dalam pencapaian hasil belajar yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan model "Probing Prompting" dan media Virtual Reality dalam meningkatkan motivasi belajar. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Pendekatan dalam penelitian memiliki sifat deskriptif kualitatif. Subjek penelitian artikel ini adalah kelas XI IPS 1 SMA menggunakan angket motivasi belajar dengan aspek ARCS (Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction) pada 26 peserta didik. Hasil temuan penelitian ini diperoleh skor siklus I rata-rata 68,3% dan skor rata-rata siklus II 77,6%. Motivasi belajar peserta didik meningkat terjadi pada siklus II sebesar 9,3%. Hal ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kelas yang lebih menarik dan interaktif guna meningkatkan kualitas pengajaran dan memecahkan masalah kurangnya motivasi peserta didik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Probing Prompting dengan media Virtual Reality materi mitigasi bencana terhadap kenaikan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan model pembelajaran dan media yang lebih interaktif dan menarik seperti Virtual Reality dalam konteks materi mitigasi bencana memiliki dampak positif pada motivasi belajar peserta didik.
Virtual Reality Integration in Geography: Meningkatkan Environmental Problem Solving Ability Siswa pada Kajian Konservasi DAS
Afifah, Nurul;
Putra, Alfyananda Kurnia;
Hibatul Haqqi, Alan
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.67943
Rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah lingkungan menjadi permasalahan dalam pembelajaran geografi abad 21. Guru memerlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut di dalam kelas melalui pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah lingkungan siswa melalui implementasi media Virtual Reality dalam pembelajaran geografi. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) dengan subjek 30 siswa kelas X IPS 1 SMA. Kemampuan pemecahan masalah lingkungan diamati dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data melalui observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah mengenai permasalahan lingkungan pada materi konservasi DAS. Data primer dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pemaknaan secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah lingkungan siswa sebesar 36% (memberikan rekomendasi pemecahan masalah). Oleh karena itu, guru diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi untuk mendukung pembelajaran sehingga siswa memiliki keterampilan pemecahan masalah yang baik dalam mencari solusi permasalahan lingkungan. Guru dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran geografi untuk meningkatan kemampuan pemecahan masalah lingkungan siswa agar tercipta outcome lulusan mata pelajaran geografi yang berkualitas.
Kontribusi Ibu Berperan Ganda Terhadap Perkembangan Karakter Disiplin Siswa
Rumalda, Ucha Sekar;
R. Z. Dalimunthe;
B. Y. Wibowo
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.69976
Permasalahan yang terjadi saat ini yaitu kedisiplinan siswa yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi ibu berperan ganda terhadap perkembangan karakter disiplin siswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Analisis untuk mengukur hubungan kontribusi menggunakan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini yaitu berjumlah 169 siswa. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel yaitu simple random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 120 sampel siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancaa, dan kuesioner. Instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu lembar kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu pada variabel ibu berperan ganda tergolong sedang dirasakan oleh 51,67% siswa dan tergolong tinggi dirasaka oleh sebanyak 44,17% siswa. Pada variabel karakter disiplin siswa menunjukan sebanyak 92,50% tergolong tinggi dan sebanyak 7,50% tergolong sedang. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kontribusi ibu berperan ganda dengan karakter disiplin siswa termasuk kategori sedang dan memiliki hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa ibu berperan ganda mempengaruhi karakter disiplin siswa.
Interpretasi Karakteristik Siswa untuk Elaborasi Penggunaan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK)
Lailatul Jannah, Nekha;
Yanuarita Sutikno, Putri
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.70838
Isu ketakutan dan kecemasan siswa terhadap proses pembelajaran menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah dasar belum sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Selain itu masih banyak guru yang kesulitan dalam merancang kegiatan pembelajaran yang tepat. Proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar akan berdampak pada kualitas pencapaian tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa yang rendah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis interpretasi karakteristik siswa untuk elaborasi penggunaan technological pedagogical content knowledge (TPACK). Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 37 siswa. Metode yang diguankan dalam mengumpulkan data yaitu menggunakan observasi kelas, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu angket. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu 85.75% pada aspek yang berhubungan dengan teknologi, sedangkan aspek lainnya kurang dari 50% siswa. Aspek yang berhubungan teknologi inilah yang menjadi poin utama guru dalam menciptakan strategi pembelajaran. Disimpulkan bahwa diperlukan Penggunaan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran yang searah dengan konsep kurikulum merdeka. Implikasi penelitian ini yaitu pentingnya memahami perilaku dan karakteristik siswa sebagai unsur mendasar dalam mengembangkan strategi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal.
Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa SMA
Tirtawati, Ni Luh Ratna
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.73936
Siswa terkesan kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikirnya dan tingkat kemampuan berpikir peserta didik hanya sampai pada tingkat memahami saja. Hal ini disebabkan karena pembelajaran masih didominasi pada aktivitas guru dan pada masa pandemi ini siswa sangat sulit dalam menerima pembelajaran secara langsung. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI 4 yang berjumlah 41 orang dengan rincian 24 orang siswa perempuan dan 17 orang siswa laki-laki. Metode pengumpulan data dengan tes yang dikerjakan melalui google form. Teknik analisis data dengan kualitatif dan kualitatif. Hasil yang diperoleh untuk keterampilan berfikir kritis mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan rata-rata 36,39% termasuk kategori rendah menjadi 62,72% termasuk kategori tinggi. Sedangkan untuk hasil belajar biologi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dari 30 soal objektif yang diberikan sebagai alat ukur hasil belajar biologi diperoleh rata-rata 84,92 % dengan kategori baik pada siklus I menjadi 95,41% pada siklus II juga dengan kategori baik. Jadi dapat disimpulkan proses pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMA.
Metode Pelatihan terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Kelincahan Atlet Pembinaan Prestasi Bulutangkis FOK Undiksha
Kadek Santhi Pratiwi;
M. Agus Dharmadi;
I. K. Iwan Swadesi;
I. W. Artanayasa;
Suratmin
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.74217
Prestasi atlet bimbingan prestasi bulutangkis masih kurang maksimal disamping itu kelincahan pemainnya masih kurang dilatih dengan porsi latihan yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelatihan dengan metode pelatihan Pylometric side jump sprint dan Agility Balls terhadap kekuatan otot tungkai dan kelincahan atlet pembinaan prestasi bulutangkis. Jenis Penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet pembinaan prestasi bulutangkis FOK yaitu sebanyak 40 orang. Pengumpulan data menggunakan alat pengukur tinggi lompatan. Analisis data menggunakan analisis Manova satu jalur berbantuan IBM SPSS Statistic 26.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat perbedaan yang signifikan kekuatan otot tungkai dan kelincahan secara simultan antara atlet pembinaan prestasi bulutangkis FOK yang diberikan pelatihan menggunakan metode pelatihan Pylometric side jump sprint dan agility balls. Kedua, terdapat perbedaan yang signifikan kekuatan otot tungkai antara atlet pembinaan prestasi bulutangkis FOK yang diberikan pelatihan menggunakan metode Pylometric side jump sprint dan agility balls. Ketiga, terdapat perbedaan yang signifikan kelincahan antara atlet pembinaan prestasi bulutangkis FOK yang diberikan pelatihan menggunakan metode pelatihan Pylometric side jump sprint dan agility balls. Implikasi dari kedua metode latihan tersebut akan menghasilkan kekuatan otot tungkai dan kelincahan yang maksimal sehingga akan berdampak pada kualitas dan prestasi dari atlet bulutangkis.
Peningkatan Penguasaan Kalimat Efektif terhadap Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas Empat Sekolah Dasar
Juniari, Made;
Maria Goreti Rini Kristiantari;
I Wayan Sujana
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.75287
Penguasaan kalimat efektif siswa SD belum optimal diterapkan pada diri siswa. Hal tersebut membuat siswa masih mengalami kesulitan untuk menulis teks prosedur dan menentukan kalimat efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikasi antara penguasaan kalimat efektif dengan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV dari 4 SD yang berjumlah 117. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. data pada penelitian ini dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan kalimat efektif dengan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas IV SD. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penguasaan materi kalimat efektif yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula keterampilan menulis teks prosedur. Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah keterampilan menulis teks prosedur ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kalimat yang efektif.
Discovery Learning Reinforced with 3D Visual Aids: An Action to Foster Learning Engagement
Hasmirah, Hasmirah;
Krismanto, Wawan;
Djabba, Rasmi
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.75354
Pembelajaran IPA hendaknya mendorong siswa untuk terlibat dalam membangun makna melalui eksplorasi atau investigasi fenomena alam. Memahami fenomena alam melalui pembelajaran IPA akan menjadi tantangan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran penemuan yang diperkuat dengan alat peraga 3D untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SD. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian berjumlah 20 siswa dan 1 orang guru. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklusnya 2 kali pertemuan pembelajaran. Data diperoleh dengan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi, penyajian, dan kesimpulan. Penelitian fokus pada proses pembelajaran dan keterlibatan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses d Discovery l Earning berbantuan alat peraga 3D mampu meningkatkan aktivitas belajar, semangat belajar siswa, dan proses mengajar guru dalam pembelajaran IPA. Perubahan dan perbaikan dalam proses pembelajaran yang terjadi mendorong peningkatan keterlibatan belajar siswa. Pada siklus I, 75% siswa masih berada pada kategori rendah dan sedang dalam learning engagement ; pada siklus II tidak ada siswa yang berada pada kategori tersebut. Disimpulkan penerapan penemuan pembelajaran yang diperkuat dengan alat peraga 3D dapat meningkatkan pembelajaran dan menumbuhkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA. Implikasi penelitian ini adalah memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih baik, mendorong kolaborasi dan diskusi dan meningkatkan keterlibatan pembelajaran.
Peningkatan Keterampilan Menulis Naratif Melalui Model Pembelajaran TTW bermedia Video Peristiwa
Etty Umamy;
Sugeng Hariadi;
Wahyu Romadhoni Romli Putri
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i1.76106
Masalah keterampilan menulis naratif pada siswa dapat timbul dari beberapa penyebab. Salah satunya yaitu siswa kurang memahami tentang struktur dan ciri-ciri teks narasi. Siswa juga kesulitan untuk membangun alur cerita yang jelas, karakter yang kuat, atau konflik yang menarik dalam tulisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan menulis teks naratif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran TTW melalui penggunaan video peristiwa sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Populasi yang terlibat dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu lembar kuesioner. Teknik analisis daa menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TTW dan pemanfaatan media video peristiwa terbukti berhasil dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menulis teks naratif. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi pada pemahaman dan pengetahuan mengenai prosedur yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan menulis naratif dengan menggunakan model pembelajaran TTW. Disarankan agar siswa berlatih mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami dan untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan kelompok.