cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2015)" : 5 Documents clear
PERPUSTAKAAN, MASYARAKAT, DAN PEMBUDAYAAN GEMAR MEMBACA I Ketut Artana
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7145

Abstract

Kondisi minat baca masyarakat Indonesia sampai saat ini masih memprihatinkan. Gemar membaca belum membudaya secara baik di kalangan masyarakat. Pembudayaan gemar membaca semestinya menjadi tanggung jawab bersama. Manfaat membaca bagi masyarakat sangat penting untuk menambah dan memperkaya wawasan berpikir dan memperluas ilmu pengetahuan. Masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai salah sarana untuk mendapatkan berbagai informasi pengetahuan yang dibutuhkan. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pusat sumber pembelajaran dapat mengambil berbagai langkah praktis dan aplikatif untuk membudayakan masyarakat gemar membaca. Dengan begitu harapan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berkualitas akan dapat terwujud.Kata Kunci : Membaca, Perpustakaan, Masyarakat, Gemar Membaca
INKLUSI SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA Yanuar Yoga Prasetyawan dkk
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7146

Abstract

Perpustakaan desa sepatutnya menjadi lembaga inklusi sosial, siapapun dapat masuk ke perpustakaan dan menikmati layanan perpustakaan secara gratis. Masyarakat merupakan pihak yang paling berkepentingan dengan keberadaan lembaga pelayanan informasi (perpustakaan). Kebutuhan masyarakat terhadap informasi dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas hidup sepatutnya menjadi landasan pokok sebuah perpustakaan berdiri. Sehingga segala proses pembangunan dan pengembangan perpustakaan sangat berkaitan dengan upaya masyarakat dalam mengembangkan diri serta meningkatkan mutu dan kualitas hidup.  Kata Kunci:  inklusi sosial, perpustakaan desa, pemberdayaan masyarakat
PERPUSTAKAAN SEBAGAI RUANG PUBLIK (PERSPEKTIF HABERMASIAN) Luh Putu Sri Ariyani
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7147

Abstract

Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan demokrasi. Perpustakaan merupakan kunci bagi penyediaan akses kepada pengetahuan, informasi dan ide-ide kepada setiap warganya dengan setara, sehingga setiap orang akan bisa memiliki modal kultural dengan memanfaatkan perpustakaan.  Peran perpustakaan dalam demokrasi memiliki fungsi pendidikan, fungsi sosial dan fungsi politik. Pada fungsi ini melekat peran perpustakaan sebagai penyedia informasi yang tidak biasa, yang mendasarkan pluralisme atau keragaman sebagai landasan utama demokrasi. Dengan tersedia dan teraksesnya informasi secara utuh, masyarakat akan memiliki informasi yang cukup yang tidak saja berguna untuk mengambil keputusan, bahkan untuk mengontrol proses pembentukan kebijakan. Tulisan ini akan membahas tentang usaha perpustakaan dalam menyediakan informasi agar terwujud ruang publik dalam perspektif  Jurgen Habermas.  Kata kunci: perpustakaan, demokrasi, ruang publik, Jurgen Habermas.
MEWUJUDKAN LIASON LIBRARIAN DALAM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Dewi Puspitasari
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7148

Abstract

Di era global saat ini, tantangan bagi pustakawan tidak menjadi ringan. Pustakawan menghadapi tantangan yang cukup berat karena perpustakaan bisa dikatakan sebagai pilihan terakhir untuk mencari informasi. Untuk itu perpustakaan harus terus berinovasi melahirkan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna. Salah satu inovasi tersebut adalah liason librarian. Liason librarian adalah penghubung antara perpustakaan dan pemustaka. Liason librarian digambarkan sebagai pihak yang akan berhubungan langsung dengan pemustaka. Konsep liason librarian tersebut akan lebih mudah dipahami dengan melihat bagaimana pelaksanaan liason librarian di dua perguruan tinggi, yaitu Perpustakaan Queensland University of Technology, Australia dan Perpustakaan Sultan Abdul Samad, Universiti Putra Malaysia. Liason librarian di Perpustakaan QUT menangani dua bagian yaitu pertama jasa dan layanan penelitian  dan kedua jasa dan layanan untuk belajar mengajar. Liason librarían di PSAS UPM  menangani 3 aspek yaitu peran liason librarian secara umum, peran liason librarian dalam research support, dan liason librarian bagi pendidikan jarak jauh  Key words : liason librarian, librarian, QUT library, PSAS UPM
MINAT DOSEN UNTUK MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN – STUDI KASUS PADA PERPUSTAKAAN UNDIKSHA Made Mas Hariprawani
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i01.7201

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memahami; 1) alasan mayoritas dosen enggan menjadi anggota perpustakaan dan sebagian dosen lebih memilih meminjam buku di perpustakaan tanpa mengikuti prosedur peminjaman resmi, 2) implikasi peminjaman buku tanpa mengikuti prosedur peminjaman resmi terhadap administrasi perpustakaan, 3) saran tindak yang disampaikan oleh informan untuk meningkatkan minat dosen menjadi anggota perpustakaan sekaligus meniadakan praktek peminjaman buku secara tidak resmi. Metode penelitian yang dimanfaatkan adalah metode kualitatif yang berfokus kepada diskripsi dan interpretasi perilaku. Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu; 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) verifikasi/penarikan kesimpulan. Keseluruhan langkah penelitian dilaksanakan secara ulang-alik sampai diperoleh jawaban penelitian yang mendalam dan holistik.  Hasil penelitian menunjukkan: 1) Alasan dosen enggan menjadi anggota perpustakaan karena koleksi bahan pustaka tidak lengkap, tidak adanya suasana yang kondusif dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, dan persyaratan menjadi anggota yang dirasakan sulit 2) implikasi peminjaman tanpa mengikuti prosedur resmi adalah tingginya resiko kehilangan bahan pustaka dan tidak berfungsinya sistem pelayanan OPAC, dan 3) peminjaman buku tanpa mengikuti prosedur resmi dapat ditanggulangi dengan melaksanakan tata aturan dengan konsisten serta menerapkan sanksi yang tegas bagi pelanggaran. Kata kunci: perpustakaan, prosedur peminjaman, tata aturan, sanksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5