cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013)" : 7 Documents clear
Pura Kehen di Desa Pakraman Cempaga, Bangli, Bali (Sejarah Struktur dan Fungsinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah). SRI KARMI ASRI, NI LUH
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1016

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pakraman Cempaga, Bangli, Bali yang bertujuan untuk mengetahui : (1) Sejarah Pura Kehen di Desa Pakraman Cempaga; (2) Struktur Pura Kehen; dan (3) Fungsi Pura sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah yang dilakukan adalah (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) Heuristik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Kritik Sumber, (5) Interpretasi, dan (6) Penulisan Sejarah Historiografi. Berdasarkan temuan di lapangan Pura kehen sudah ada pada akhir abad IX Masehi. Ketiga prasasti tembaga dari prasasti I, II, dan III, dapat diambil suatu petunjuk bahwa Hyang Api dalam prasasti I berubah nama menjadi Hyang Kehen. Prasasti III dimana Kehen=keren= anglo=tempat api. Dengan demikian dapat dikatakan pada abad IX pura tersebut didirikan, pada abad XIII masih tetap mendapat perhatian raja. Struktur Pura Kehen terdiri dari tiga halaman, yakni nista mandala, madya mandala, dan utama mandala. Fungsi Pura Kehen dapat dibagi tujuh yakni, (1) Fungsi Religius; (2) Fungsi Sosial; (3) Fungsi Pendidikan; (4) Fungsi Budaya; (5) Fungsi Politik; (6) Fungsi Ekonomi; dan (7) Fungsi Rekreasi. Pura Kehen, dibangun pada masa megalitikum di Bali, dibuktikan dengan adanya batu sacral, arca batu, dan punden berundak.
“BIOGRAFI MAYOR NENGAH METRA” DAN SUMBANGANNYA BAGI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA HARLEONY SUWERDY, PUTU
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Biografi Mayor Nengah Metra dan (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang dapat diambil dari sosok Mayor Nengah Metra dalam rangka pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah yaitu: (1) pengumpulan sumber/heuristic (studi dokumen, teknik wawancara, teknik observasi; (2) kritik sumber (kritik intern dan kritik ekstern); (3) interpretasi; dan (4) penulisan sejarah/historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayor Nengah Metra adalah putra kedua dari pasangan Wayan Sukiana dengan Ni Ketut Sudiarti dari Sibang, Abiansemal, Badung. Mayor Nengah Metra menempuh pendidikan dari HIS sampai dengan HKS/Sekolah Guru sehingga tumbuh besar menjadi seorang guru, sastrawan hingga pemimpin pada Pertempuran di Gintungan/Selat, Buleleng pada tahun 1946. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada sosok Mayor Nengah Metra antara lain: (1) nilai keberanian; (2) nilai kewibawaan; (3) nilai rela berkorban; (4) nilai patriotisme; (5) nilai kemandirian; (6) nilai etika dan moral; (7) nilai kejujuran; (8) nilai menghargai dan menghormati orang lain; (9) nilai solidaritas. Nilai kepahlawanan Mayor Nengah Metra dapat dijabarkan pada materi sejarah (1) Kompetensi Dasar “Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia Sejak Proklamasi Hingga Demokrasi Terpimpin”; (2) Kompetensi Dasar “Menganalisis Perjuangan Bangsa Indonesia Sejak Proklamasi Hingga Lahirnya Orde Baru” (3) serta pada Standar Kompetensi “Menganalisis Perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan Pendudukan Jepang”; (4) Standar Kompetensi “Menganalisis Perjuangan Bangsa Indonesia sejak Proklamasi hingga Lahirnya Orde Baru”. Kata Kunci: biografi, nilai kepahlawanan, pembelajaran sejarah. //
Identifikasi Objek Wisata Yang Terdapat Di Pantai Sanur SUGIHARTA, GD
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui objek-objek wisata yang terdapat di Pantai Sanur, Bali, 2) Dampak keberadaan Pantai Sanur sebagai objek wisata terhadap masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, melalui langkah: (1) Lokasi Penelitian , (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data, (4) Validitas data, dan (5) Teknik Pengolahan Data. Hasil penelitian menunjukan objek wisata yang terkenal di Pantai Sanur di antaranya adalah Pantai Sanur itu sendiri dan Museum Le Majeur. Pantai Sanur sudah terkenal di mancanegara, pantai ini memiliki pasir putih dan jika di pagi hari dapat dilihat pemandangan matahari terbit yang sangat indah. Museum Le Majeur juga sudah terkenal ke seluruh mancanegara. Museum Le Majeur adalah museum yang menyimpan berbagai karya lukisan indah yang dilukis sendiri oleh Le Majeur berkebangsaan Belgia. Keberadaan dan perkembangan pariwisata di kawasan wisata pantai Sanur berdampak bagi masyarakat yang ada di sekitar kawasan ini baik dampak yang bersifat positif maupun negatif. Dampak positif yang ditimbulkan adalah adanya mata pencaharian dan peluang kerja baru bagi masyarakat, terutama yang bergerak dalam bidang pariwisata. Dampak negative yang ditimbulkan adalah munculnya kegiatan prostitusi, beredarnya berbagai minuman keras dan terjadinya kepadatan penduduk.
Eksistensi Punden Berundak di Pura Candi Desa Pakraman Selulung, Kintamani, Bangli (Kajian Tentang Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) Pardi, I Wayan
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sejarah keberadaan punden berundak di Pura Candi di Desa Pekraman Selulung, Kintamani, Bangli. (2) Mengetahui alasan punden berundak di Pura Candi di Desa Pekraman Selulung, Kintamani, Bangli masih tetap eksis di tengah perkembangan jaman. (3) Mengetahui aspek yang terdapat di punden berundak yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Heuristik (Pengumpulan Data), (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Punden Berundak di Pura Candi merupakan bangunan yang bercorak megalitik dan memiliki bentuk yang bertingkat-tingkat, makin ke atas tingkatan bentuknya akan semakin mengecil dan pada bagian puncaknya terdapat batu tegak (menhir). Sejarah keberadaan punden berundak di Pura Candi Desa Pakraman Selulung adalah kemungkinan dibangun pada masa transisi antara masa prasejarah dengan masa Hindu, yaitu antara abad ke 1-4 masehi. (2) Alasan pemertahanan Punden Berundak di Pura Candi Desa Pakraman Selulung meliputi: (a) Alasan keyakinan, (b) Alasan melawan pengaruh modernisasi, (c) Alasan melawan pengaruh globalisasi, dan (d) Alasan Historis. (3) Aspek yang terdapat di punden berundak yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah antara lain, (a) Aspek bentuk fisik bangunan, (b) Aspek historis, (c) Aspek gotong royong dan kebersamaan, dan (d) Aspek religius.
PURA TAMAN NARMADA BALI RAJA DI DESA PAKRAMAN TAMANBALI, BANGLI, BALI (Sejarah, Struktur, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal) EKA KRISNA YANTI, NI WAYAN
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1015

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pakraman Tamanbali, Bangli, Bali yang bertujuan untuk mengetahui : (1) Sejarah keberadaan Pura Taman Narmada Bali Raja di Desa Pakraman Tamanbali; (2) Struktur dan Fungsi Pura Taman Narmada Bali Raja; dan (3) Potensi Pura Taman Narmada Bali Raja sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; dan (4) Historiografi. Berdasarkan temuan di lapangan Pura Taman Narmada Bali Raja dibangun untuk mengenang sekaligus sebagai sarana melaksanakan bhakti sentana kepada leluhur Maha Gotra Tirta Harum Tamanbali. Struktur Pura Taman Narmada Bali Raja terdiri dari dua halaman, yakni madya mandala atau jaba tengah, dan utama mandala atau jeroan. Fungsi Pura Taman Narmada Bali Raja secara umum dapat dibagi empat yakni, (1) Fungsi Religius; (2) Fungsi Pendidikan; (3) Fungsi Sosial; (4) Fungsi Budaya. Pada utama mandala dan madya mandala Pura Taman Narmada Bali Raja didirikan pelinggih-pelinggih untuk mengenang jasa-jasa leluhur Maha Gotra Tirta Harum Tamanbali.
IDENTIFIKASI MASJID KUNO GUNUNG PUJUT DI DESA SENGKOL, PUJUT, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT, SEBAGAI BAHAN PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL ALMAIDATA, ISROMI
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1021

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, (2) struktur dan bentuk bangunan Masjid Kuno Gunung Pujut, (3) aspek-aspek yang terkandung dalam Masjid Kuno Gunung Pujut yang dapat dijadikan bahan pengembangan sumber belajar sejarah lokal. Sasaran penelitian ini adalah Masjid Kuno Gunung Pujut yang berada di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi dokumen, wawancara, selanjutnya kritik sumber, interpretasi, historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Kuno Gunung Pujut diperkirakan berdiri sekitar tahun 1008 H = tahun caka 1509 = 1587 M, dipimpin para Wali di bawah pimpinan Baginda Raja secara bergotong royong, masjid ini di bangun di puncak gunung pujut karena kerjaan pujut ada di atas gunung pujut. Para Wali mengajarkan agama Islam sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dan terarah dengan lambang atau sImbol,tujuan didirikan masjid dikarenakan oleh faktor agama (2) struktur bangunan Masjid Kuno Gunung Pujut sama dengan struktur bangunan Masjid Demak di Jawa. Bangunan Masjid mempunyai luas 9 m2, maknanya mengingatkan kita kepada kesembilan Wali. Bangunannya tegak menjulang, atapnya hampir menyentuh tanah. Hal ini mengandung makna: setiap orang hendak melakukan shalat haruslah merendahkan diri menyembah tuhan yang tinggi, (3) Sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut sebagai sumber belajar sejarah melalui masuknya Islam di pulau Lombok, yang terdapat pada pelajaran kelas XI Semestar I. Sejarah berdirinya masjid, struktur bentuk bangunan masjid. Kata Kunci : Sejarah Masjid, Wali, Islam, Sumber Belajar dan Sejarah Lokal
“IDENTIFIKASI POTENSI MONUMEN PUPUTAN KLUNGKUNG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL” Dwipayana, I Kadek
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang didirikanya Monumen Puputan Klungkung, dan (2) mengetahui potensi yang dimiliki Monumen Puputan Klungkung sebagai media pembelajaran sejarah lokal. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) metode penentuan informan, (3) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), (5) metode analisis data, dan (6) metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) ada dua faktor yang melatar belakangi pembangunan Monumen Puputan Klungkung dilihat dari faktor historis dan faktor pariwisata, (2) potensi yang dimiliki Monumen Puputan Klungkung sebagai media pembelajaran sejarah lokal yaitu makna struktur bangunan, patung Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe beserta pengikutnya yang gugur dalam perang puputan Klungkung, dan diorama yang ada dalam ruangan monumen.

Page 1 of 1 | Total Record : 7