cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 78 Documents clear
MEKANISME KERJA BORONGAN MENINGKATKAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., Kadek Donna Redita Putri; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui mekanisme kerja borongan dapat meningkatkan beban kerja dan kelelahan pematung. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan beban kerja pematung akibat mekanisme kerja borongan di data dengan penghitungan denyut nadi kerja; (b) peningkatan kelelahan pematung di data dengan kuesioner 30 items of rating scale of general fatigue yang sudah divalidasi. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja selama 3 (tiga) hari terhadap 22 sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan beban kerja sebesar 37,05 % dan kelelahan sebesar 47,36%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mekanisme kerja borongan meningkatkan beban kerja dan kelelahan pematung.Kata Kunci : Mekanisme Kerja Borongan, Beban Kerja, Kelelahan Pematung The aim of research was to know the piece work contract mechanism can increase workload and fatigue of the sculptor. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) the increase workload due to piece work contract mechanism were recorded by 30 items of rating scale of general fatigue that had been validated; increase fatigue due to piece work contract mechanism recorded by calculating the working pulse. Data collection was done at 3 (three) days before and after work on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test at 5% significance level. The result showed that workload increase to 37.05% and fatigue increase to 47.36%. Thus it can be concluded that the piece work contract mechanism increases the workload and fatigue of the sculptor.keyword : Piece Work Contract Mechanism, Workload, Sculptor Fatigue
PEMBERIAN KOMBINASI BIOURINE SAPI DAN KOMPOS CAIR KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata) MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM PETIK (Amaranthus sp.) ., Ni Luh Seri Eka Desi Susanti; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian biourin sapi mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) (2) pemberian kompos cair kulit pisang kapok (Musa acuminata) mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) (3) pemberian kombinasi biourin sapi dan kompos cair kulit pisang kapok (Musa acuminata) mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (true experimental). Dengan rancangan factorial 3 x 3 sampel yang digunakan adalah tanaman bayam petik (Amaranthus sp.) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan tinggi 6 cm dan jumlah daun 3 s.d 4 helai. Data dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan pertumbuhan tanaman bayam petik akibat pemberian biourin sapi (p
PEMBERIAN KOMBINASI LIMBAH AMPAS KELAPA DAN CANGKANG TELUR AYAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) ., PUTU PRIMA DHARMAPATNI; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian limbah ampas kelapa mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) (2) pemberian limbah cangkang telur ayam mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) (3) variasi media tanam limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus ticolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (True experimental). Sampel yang digunakan adalah tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) diambil secara acak dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan panjang 5 cm. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis dan Uji Lanjut dengan Uji Mann-Whitney pada taraf siginifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian limbah ampas kelapa. Perlakuan pada pemberian limbah ampas kelapa 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang paling efektif, yaitu dengan rerata berat kering sebesar 2,17 gr (2) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian limbah cangkang telur ayam. Perlakuan pada pemberian limbah cangkang telur 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang paling efektif yaitu dengan rerata berat kering sebesar 2,60 gr (3) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian variasi media tanam limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam. Perlakuan dengan variasi pemberian limbah ampas kelapa 25 gram dan limbah cangkang telur ayam 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut paling efektif dengan rerata berat kering sebesar 3,30 gr. Simpulannya adalah pemberian limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam serta kombinasinya dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dilihat dari berat keringnya. Kata Kunci : Limbah ampas kelapa, Limbah Cangkang Telur Ayam, Pertumbuhan, Amaranthus tricolor L. The aim of this research to determine: (1) giving of coconut waste resulting the differences of growth spinach plant (Amaranthus tricolor L.) (2) giving of chicken egg shell waste resulting difference the growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.) (3) variation planting media of coconut waste and chicken egg shell resulting the differences of growth spinach plant (Amaranthus tricolor L.). This research was a true experimental research. The sample that used was spinach plant (Amaranthus tricolor L.) with the same morphological characteristics that is 5 cm long. Data were analyzed by using Kruskal-Wallis statistic test and Advanced Test with Mann-Whitney Test at 5% significance level (α = 0,05). The results showed that: (1) there was a difference in the growth of spinach plant due to coconut waste waste. The treatment of 25 grams of coconut waste resulting was the most effective growth of spinach plant, with a dry weight average of 2.17 gr (2). There was a difference in the growth of spinach plant due to chicken egg shell waste. The treatment of 25 gram chicken egg shell waste resulting the most effective growth of spinach plant with dry weight average of 2.60 gr. (3) there was a difference in the growth of spinach plant due to the variation of planting media of coconut waste and chicken egg shell. Treatment with variation of 25 grams coconut waste and 25 gram chicken egg shell waste resulting the most effective growth of spinach plant with dry weight average of 3.30 gr. The conclusion is giving the waste of coconut waste and eggshell shell also its combination can increase the growth of spinach plants (Amaranthus tricolor L.) showed by the dry weight.keyword : Amaranthus tricolor L Chicken Egg Shell Waste, Coconut waste, Growth
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ORDO ANURA DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMENGARUHINYA DI PERSAWAHAN BANJAR SARI DESA PENGASTULAN KABUPATEN BULELENG BALI ., Devita Kurnia Sari; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Anura serta untuk mengetahui faktor lingkungan terhadap keberadaan populasi Anura di Persawahan Banjar Sari Desa Pengastulan. Populasi penelitian ini seluruh anggota Ordo Anura yang hidup di Persawahan. Sampel dalam penelitian ini sejumlah anggota Ordo Anura yang terdapat di sepanjang jalur line transek yang dipasang saat pengambilan data. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi jenis Anura yang hidup di sawah yaitu sebanyak 7 spesies dengan jumlah total sebanyak 340 individu. (2) indeks keanekaragaman spesies Anura yang hidup di Persawahan sebesar 1,806 dengan kategori sedang; indeks kekayaan spesies sebesar 1,029 dengan kategori rendah; indeks kemerataan spesies sebesar 0,928 dengan kategori tinggi dan indeks dominansi spesies sebesar 0,178 dengan kategori tinggi. (3) kemelimpahan relatif spesies ordo anura tertinggi diperoleh sebesar 23,23% dari spesies Fajervarya limnocharis, sedangkan kemelimpahan relatif spesies ordo anura terendah diperoleh 5,29 % dari spesies Bufo biporcatus. (4) faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaan ordo anura di Persawahan Banjar Sari Desa Pengastulan faktor abiotik yaitu, suhu air, suhu udara, kelembaban, pH air, faktor biotik predator, prey dan kompetisi.Kata Kunci : Kata Kunci: Keanekaragaman, Kemelimpahan, Ordo Anura This study aims to determine the diversity and abundance of Anura and to determine the environmental factors to the existence of the Anura population in the rice fields of Banjar Sari Pengastulan village. The study population is all members of the Anura Order who live in paddy fields. The sample in this study is a number of members of the Anura Order located along the transect line tracks installed during the data retrieval. The results of this study indicate (1) the composition of Anura species that live in rice fields are as many as 7 species with a total of 340 individuals. (2) Animal diversity index of Anuras living in paddy fields of 1.806 with medium category; index of species richness of 1.029 with low category; the species fairness index of 0.928 with the high category and the species dominance index of 0.178 with the high category. (3) the relative abundance of the species of the highest anura order was obtained by 23.23% of the Fajervarya limnocharis species, while the relative abundance of the lowest anura order species was 5.29% of the Bufo biporcatus species. (4) environmental factors that influence the existence of an anura order in Rice Field Banjar Sari Village Pengastulan abiotic factors ie, water temperature, air temperature, humidity, water pH, predatory biotic factors, prey and competition.keyword : Keywords: Diversity, Abundance, Order of Anura
VARIASI VOLUME LENGIS TANDUSAN MENGAKIBATKAN PERBEDAAN KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II SUPERFISIAL PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN ., I Putu Esha Darmawan; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui variasi volume lengis tandusan mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar derajat II superfisial pada mencit putih (Mus musculus) jantan. (2) mengetahui volume (ml) pemberian lengis tandusan yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar derajat II superfisial pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini berupa eksperimen sungguhan (true experimen) dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini berupa 30 ekor mencit putih (Mus musculus) jantan dengan berat 20 -25 gram, berumur kurang lebih 2 bulan. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok eksperimen 1 (volume 0,01 ml), kelompok eksperimen 2 (volume 0,03 ml), kelompok eksperimen 3 (volume 0,05 ml), kelompok eksperimen 4 (volume 0,07 ml) dan kelompok eksperimen 5 (volume 0,09 ml). Hewan uji diberi perlakuan luka bakar pada punggung dengan diameter 9 mm, kemudian diberikan perlakuan selama 14 hari. Pengukuran diameter luka dihitung menggunakan jangka sorong dengan metode Morton. Analisis data menggunakan Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5% karena data memenuhi uji prasyarat dan dilanjutkan dengan uji lanjut LSD. Hasil dari peelitian ini menunjukan bahwa pemberian lengis tandusan dengan volume 0,01 ml, 0,03 ml, 0,05 ml, 0,07 ml, dan 0,09 ml mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar derajat II superfisial yang ditunjukan oleh nilai p = 0,001 pada uji hipoteis . Volume yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar derajat II superfisial adalah 0,03 ml karena merupakan volume paling kecil yang memiliki nilai berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian lengis tandusan dapat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II superfisial pada mencit putih (Mus musculus) jantan.Kata Kunci : Lengis tandusan, luka bakar, dan penyembuhan The purpose of this research are (1) to know volume variations of lengis tandusan resulted the differentces of accelerate the healing of superficial second degree burns in male white mice (2) to know the the most effective volume (ml) of lengis tandusan in healing superficial second degree burns in mice ( Mus musculus) male. This research is use a true experiment with randomized post-test only control group design. The samples in this research were 30 of male white mice (Mus musculus) with weight 20 till 25 grams, which the age were about 2 months old. The sample was divided into 6 groups: positive control group, experimental group 1 (volume 0.01 ml), experimental group 2 (volume 0.03 ml), experimental group 3 (volume 0.05 ml), experimental group 4 ( volume of 0.07 ml) and experimental group 5 (volume 0.09 ml). Mice were treated with burns on the back with a diameter of 9 mm, then given treatment for 14 days. Measurement of wound diameter was calculated using the calipers with the Morton method. Analysis of data were used Anova One-Way with a significance level of 5% because the data fulfilled the prerequisite test and continued with LSD further test. The results of this research showed lengis tandusan with a volume of 0.01 ml, 0.03 ml, 0.05 ml, 0.07 ml, 0.09 ml and were resulted in differences in the accelerate of healing process of superficial second degree burns as indicated by the value of p = 0.001 in the hypothetical test. The most effective volume in healing superficial second degree burns was 0.03 ml because it was the smallest volume that had a significantly different value than the control group. Thus it concluded that lengis tandusan could accelerate the healing of superficial second degree burns in male white mice (Mus musculus).keyword : Lengis tandusan, burns, and healing
VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM ARANG SEKAM, TANAH KOMPOS DAN PASIR TERHADAP BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) ., NI MADE DWI RIANI SARASWATI; ., Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) dengan pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir., (2) Komposisi media tanam yang paling efektif terhadap berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Penelitian ini menggunkan eksperimen sungguhan (true experimental). Variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (tanah) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) dengan 3 ulangan. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang sudah tumbuh pada saat disemai yang berasal dari satu indukan biji kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 24 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir dengan komposisi yang berbeda., 2) Pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir pada perlakuan M6 yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman kangkung darat. Kata Kunci : arang sekam, tanah kompos, pasir, kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok), berat kering. This study aims to find out: (1) differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok by giving variations in the composition of husk charcoal, compost and sand planting media, (2) the most effective planting media composition for dry weight Ipomoea reptans Poir var. bangkok plant. This research used true experimental. The variations in the composition of the husk charcoal, compost and sand planting media used in this study were control (soil) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) with 3 replication. The basic design used in this study was Complete Random Design (CRD). The sampling technique used in this study was simple random sampling. The population in this study were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants that had been grown at the time of sowing which came from one parent of Ipomoea reptans Poir var. bangkok seeds. The samples used were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants which were 7 days old as many as 24 samples. Data were analyzed using one-way ANOVA and the smallest significant difference (LSD) further test with a significance level of 5%. The results of this study were: (1) there were differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok after a variety of compositions of husk charcoal, compost and sand with different compositions are given., 2) giving variations in the composition of the husk charcoal, compost soil and sand planting media in the M6 treatment with the ratio of composition 2: 2: 1 is the most effective for increase the dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok.keyword : husk charcoal, compost soil, sand, Ipomoea reptans Poir var. bangkok, dry weight.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CATUR DESA TERHADAP KONSERVASI DANAU TAMBLINGAN ., Ni Made Dwi Pradnyani; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengetahuan lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, 2) teknologi lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, dan sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, dengan sampel berjumlah 100 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terkait konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori tinggi, 2) Masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan memiliki teknologi lokal dalam upaya konservasi Danau Tamblingan yaitu berupa perahu tradisional bergandeng dua yang disebut pedahu, serta membentuk kelompok Bendega yang merupakan kelompok masyarakat yang bertanggungjawab melestarikan Danau Tamblingan, 3) Sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori positif.Kata Kunci : kearifan lokal, konservasi, Danau Tamblingan, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan The purposes of the research were 1) local knowledge of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 2) local technology of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 3) and the attitude of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan to the conservation of Lake Tamblingan. The type of this riset is survey research, with a sample of 100 people determined using purposive sampling technique. Data obtained were uses descriptive analysis. The results of this research indicates that 1) the knowledge of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community related to Tamblingan Lake Conservation included in the high category, 2) Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community has local technology in Tamblingan Lake conservation that is using traditional boat called a pedahu, and formed a group of Bendega which is a community group responsible for preserving Lake Tamblingan, 3) Attitudes of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community to the conservation of Lake Tamblingan included in the positive category.keyword : Local wisdom, conservation, Tamblingan Lake, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG ., Ni Kadek Mira Sapitri; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) apa sajakah yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem ini yang meliputi makhluk hidup dalam ekosistem yaitu khususnya tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem yang meliputi budaya Bali Aga Desa Tigawasa dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dengan sistematik sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala Desa Tigawasa yang meliputi Uttama Mandala yaitu 4 spesies (8,89%); pada Madya Mandala yaitu 17 spesies (37,78%); pada Nista Mandala yaitu 5 spesies (11,11%). Tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa yaitu 18 spesies (40%), (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Tigawasa yaitu mencapai 0,886 sedangkan kemelimpahannya 0,114 sehingga dapat dikategorikan kedalam keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh dari 18 spesies yang ditemukan untuk pola distribusi tipe teratur yaitu sebanyak 7 spesies (38,39%), tipe acak yaitu 2 spesies (11,11%), tipe mengelompok yaitu 9 spesies (50%). Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga), Tri Mandala, Desa Tigawasa, Bali Aga. The purpose of this research is to know (1) Species of body symbols (Tri Angga) what are in Tri Mandala room at Bali Aga community in Tigawasa Village (2) index of plant species diversity of body symbol (Tri Angga) Mandala in Bali Aga community in Tigawasa village (3) distribution pattern of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala room on Bali Aga community in Tigawasa Village. The type of research conducted is explorative research. The population in this research is all the whole plant body symbols that exist in Tigawasa Village, Banjar District, Buleleng Regency. Parameters measured in this study are ecosystem parameters and sociosystem parameters. These ecosystem parameters include living creatures in ecosystems, especially the symbols of the body. This Sosiosistem parameter which encompasses the culture of Bali Aga Tigawasa Village in preserving the body symbol of body. Culture in this study includes parameters Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. The sampling technique was conducted by quadratic method with systematic sampling while culture was done by giving questionnaire and interview. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Species of plant body symbols found in Tri Mandala Tigawasa Village which includes Uttama Mandala which is 4 species (8,89%); in Madya Mandala is 17 species (37,78%); on Nista Mandala which is 5 species (11,11%). With such a symbol of body plants in the village of Tigawasa is 18 species (40%), 2) the index of plant species diversity in Tigawasa village is 0.886 whereas the abundance is 0.114 so it can be categorized into high diversity, (3) Distribution pattern of plant species of body symbol of 18 species found for regular type distribution pattern that is 7 species (38,39%), random type 2 species (11,11%), clustered type is 9 species (50%).keyword : Symbol Body Plants (Tri Angga), Tri Mandala, Tigawasa Village, Bali Aga.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KAMBOJA (PLUMERIA RUBRA L. F. TRICOLOR) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK CULEX VISHNUI ., Luh Ratna Susanti; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat variasi konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor.), dan (2) konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC50) larva nyamuk Culex vishnui. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen sungguhan. Perbedaan konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Efek perlakuan dalam penelitian adalah adanya mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Rancangan penelitan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dasar desainnya The Randomized Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh larva nyamuk Culex vishnui yang di dapatkan di sawah di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian adalah 250 sampel larva instar III nyamuk Culex vishnui hasil kolonisasi. Data dianalisis secara statistik yaitu dengan uji ANAVA satu arah dan analisis probit. Hasil penelitian adalah: (1) ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor dengan konsentrasi yang berbeda dan semua variasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) memiliki perbedaan yang nyata atau signifikan, dan (2) konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang diperlukan untuk mematikan 50% (LC 50) larva nyamuk Culex vishnui yaitu sebesar 31, 42%.Kata Kunci : Ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor), Mortalitas larva, Culex vishnui. The purpose of this study was to determine: (1) the various mortality of Culex vishnui larvae due to variations in the concentration of leaf extract frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor), and (2) the concentration of leaf extract Plumeria rubra L. f. tricolor needed to be able to kill 50% (LC50) Culex vishnui larvae. This study was a real experiment. The various in concentration of leaf extract frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) were used in this study were 0%, 15%, 30%, 45% and 60%. The effects of treatment in this study was the mortality of mosquito larvae Culex vishnui. The research design that in this study was Completely Randomized Design with a basic design The Randomized Posttest Only Control Group Design. The population in this study were all larvae mosquitoes Culex vishnui, that get in the rice fields Tangguwisia village, Seririt, while the sample in this study were 250 samples of the third instar larvae mosquitoes Culex vishnui colonization results. The data were analyzed statistically, it used one-way ANOVA test and probit analysis. The results of this study are: (1) There are various in the mortality of larvae mosquitoes Culex vishnui due leaf extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) with various concentrations and all variations leaf extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) has a real or significant differences. (2) The needed extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) to turn off 50% (LC50) larvae mosquitoes Culex vishnui in the amount of 31.42%.keyword : Extract leaf of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor, Larvae mortality, Culex vishnui.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., NI KD MIRAH ASTUTI; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari variabel context; input; process; dan product; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model CIPP. Adapun subyek evaluasi adalah kepala sekolah, guru pembina, siswa, dan dokumen yang akan memberikan informasi. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan program pendidikan karakter yang terdiri dari variabel (context, input, process, dan product). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, checklist dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskriftif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini secara umum pelaksanaan program pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Singaraja termasuk dalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menujukkan bahwa variabel context termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel process termasuk kategori sangat efektif dan produk termasuk kategori sangat efektif dengan nilai berturut-turut (98,21%, 90,00%, 92,05%, dan 90,00%), sehingga efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter yang ditinjau dari model CIIP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil positip (+ + + +) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Evaluasi, Metode CIPP, Pendidikan karakter The aimed of this study are to (1) find out the effectiveness of implementation of character education programs in the review of the context variables; input; process; and product; (2) to know the effectiveness of character education program implementation in review of CIPP evaluation model. This research is an evaluation research (evaluation reseach) by using CIPP model. The subjects of the evaluation are the principals, the guidance teachers, students, and documents that will provide information. Object of the evaluation is the implementation of character education program consisting of variables (context, input, process, and product). Data collecting technique which used in this research are observation, questionnaire, interview, checklist and documentation. The data are analyzed by quantitative descriptive. The result of this research is general implementation of program character education in SMP Negeri 1 Singaraja included in the category very effective. The four variables studied showed that the context variables are very effective category, process variables are very effective and product category is very effective with successive value, (98,21%, 90,00%, 92,05%, and 90,00%), so the effectiveness of the character education program in terms of the CIIP model and referring to the Glickman quadrant included in quadrant (+ + + +) is effective.keyword : : Evaluation, CIPP method, character education,