cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 78 Documents clear
KONDISI LINGKUNGAN YANG TIDAK MEMADAI MENGAKIBATKAN PENINGKATAN KELELAHAN DAN BEBAN KERJA PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI PUTU PRIMA CAHYAN; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan kelelahan pada pematung; (2) mengetahui kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan beban kerja pematung; dan (3) mengetahui cara penanggulangan kondisi lingkungan yang tidak memadai sehingga tidak meningkatkan beban kerja, dan kelelahan pekerja di industri kecil. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre dan post test group design. Jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 22 orang yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan beban kerja sebesar 38,59% dan kelelahan meningkat sebesar 47,19% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan beban kerja dan kelelahan pada pematung.Kata Kunci : Kondisi lingkungan yang tidak memadai, beban kerja, kelelahan This study aims to (1) find out that inadequate environmental conditions can increase fatigue on sculptors, (2) knowing that inadequate environmental conditions can increase the workload of sculptors, (3) knowing how to overcome the inadequate environmental conditions so as not to increase the workload, and the fatigue of workers in small industries. This research is experimental field research (field experimental) with randomized pre and post test group design design. The number of samples involved in this study were as many as 22 people selected at random level (multistage random sampling). The data obtained were analyzed by t-paired test at 5% significance level. The results showed that there was an increase in workload of 38.59% and fatigue increased by 47.19% (p
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP JUMLAH KOLONI BAKTERI PLAK GIGI ., Ni Putu Ayu Meita Kurniawati; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri pada plak gigi setelah pemberian ekstrak daun sirsak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan adalah random posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri plak gigi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 yaitu polikultur yang telah dibiakkan pada Nutrient Agar. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Perbedaan konsentrasi ekstrak daun sirsak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%, 20%, 30%, dan 0% (kontrol). Hasil penelitian ini menunjukkan dengan uji statistik menggunakan ANAVA satu arah diperoleh angka signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) sehingga dengan kata lain bahwa ada perbedaan jumlah koloni bakteri plak gigi setelah diberikan ekstrak kasar daun sirsak (Anonna muricata L.) Kata Kunci : Ekstrak Daun Sirsak (Anonna muricata L.). The purpose of this research were to know differences of bacterial colonies growth in dental plaque after giving treatment with crude extract of soursop leaf with different concentrations. This type of research was true experimental, with random posttest-only control group design. Population in this research was polyculture of dental plaque bacteria, and number of samples were used in this research were 24 which is grown in Nutrient Agar media. Data were analyzed using one way ANOVA statistic test. The results of this research showed that statistically using one-way ANOVA obtained a significance number less than 0.05 (p
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI MAJAPAHIT PADA TRI MANDALA, DESA BUDAKELING, KABUPATEN KARANGASEM, BALI ., Ni Luh Putu Wirayanti; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (2) densitas dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (3) distribusi dan pola distribusi spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (4) pengetahuan, sikap, dan implementasi masyarakat di Desa Budakeling mengenai Tri Mandala dan Tumbuhan Simbol Tubuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh spesies tumbuhan yang terdapat di Desa Budakeling. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di 33 kuadrat penelitian. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem yaitu tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem meliputi adat dan budaya Bali Majapahit di Desa Budakeling dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh di Desa Budakeling sebanyak 18 familia yang terdiri dari 22 spesies dengan jumlah individu sebanyak 178 individu (20,94%), (2) Densitas Tumbuhan pada Tri Mandala di Desa Budakeling adalah 1,1628% yang termasuk ke dalam kategori rendah, sedangkan Indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh pada Tri Mandala di Desa Budakeling yaitu 0,996412 dengan makna indeks keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Budakeling yaitu terdapat 1 spesies (4,5%) dengan pola distribusi teratur, 2 spesies (9,0%) dengan pola distribusi acak, dan 19 spesies (86,3%) dengan pola distribusi mengelompok, sedangkan kategori persebaran spesies tumbuhan simbol tubuh yaitu 1 spesies (4,5%) dengan kategori luas, 5 spesies (22,7%) dengan kategori sedang, dan 16 spesies (72,7%) dengan kategori sempit (4) Masyarakat di Desa Budakeling telah memiliki pengetahuan, sikap, dan implementasi mengenai Tri Mandala dan tumbuhan simbol tubuh.Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Bali Majapahit, Desa Budakeling, Tri Mandala The aims of this study were to know: (1) composition of body symbol plant species in Budakeling village (2) density and index diversity of body symbol plant species in Budakeling village (3) distribution and distribution pattern of body symbol plant species in Budakeling village (4) knowledge, attitude, and implementation of community in Budakeling village, Tri Mandala, and body symbol plant. The type of this study was descriptive explorative research. The population in this study were all plant species in Budakeling village, Karangasem regency. The samples in this study were body symbols plants which contained in 33 research squares. Parameters that measured in this study were ecosystem parameter and socio-system parameter. Ecosystem parameter included body symbol plant. Socio-system parameter included the custom and culture of Bali Majapahit in Budakeling village in preserving body symbol plant. Culture in this study included the parameters (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation, and, (5) relational orientation. The sampling technique was using stratified random sampling while culture was done by giving questionnaire and doingf interview. The data was analyzed with ecological and descriptive statistics. The results of this study indicated (1) The composition of body symbol plant species in Budakeling village was 18 families from 22 species with the amount of 178 individual (20,94%), (2) Plant density at Tri Mandala in Budakeling village was 1,1628% which belonging to low category, while diversity index of body symbol plant on Tri Mandala in Budakeling village was 0,9964 with high diversity index meaning, (3) Distribution pattern of body symbol plant in Budakeling village was 1 species (4,5%) with a regular distribution pattern, 2 species (9,0%) with a random distribution pattern, and 19 species (86,3%) with a clustered distribution pattern, whereas the distribution category of body symbol plant was 1 species (4,5%) with large category, 5 species (22,7%) with medium category, and 16 species (72,7%) with narrow category (4) Community in Budakeling village had knowledge, attitude, and implementation about Tri Mandala and body symbol plant.keyword : Body Symbol Plant, Bali Majapahit, Budakeling Village, Tri Mandala
PEMANFAATAN TUMBUHAN PSIKOAKTIF DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, MANGGIS, KARANGASEM, BALI ., I Putu Eka Suakarya Utama; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, cara pemanfaatan dan efek psikoaktif yang ditimbulkan dalam pengobatan tradisional di desa Tenganan Pegringsingan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, memaparkan, mengklasifikasi, disajikan secara deskriptif. Jenis tumbuhan psikoaktif yang dimanfaatkan mencakup 23 spesies yang berasal dari 16 familia. Familia yang banyak anggota spesiesnya dimanfaatkan adalah Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, dan Zingiberaceae. Spesies yang banyak dimanfaatkan adalah Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., dan Erythrina variegata L. Organ yang banyak dimanfaatkan adalah daun, akar, dan buah. Cara pemanfaatan tumbuhan terutama pada pengaplikasian obat yang banyak adalah diparemkan (boreh), disembur (simbuh), diminum (loloh), diusapkan (uap) dan diteteskan pada mata. Khasiat obat yang banyak adalah sebagai anti bengkak, obat pemali, lumpuh, kencing nanah dan mata merah. Potensi efek psikoaktif yang ditimbulkan berupa stimulan, depresan dan hallusinogen.Kata Kunci : Desa Tenganan Pegringsingan, Pemanfaatan tumbuhan psikoaktif, Pengobatan tradisional. This study aims to determine the types of plants, ways of utilization and psychoactive effects caused in traditional medicine in the village of Tenganan Pegringsingan. The approach used is a qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis is done by reducing, exposing, classifying, display in descriptive. The types of psychoactive plants utilized include 23 species from 16 families. Familia that many members of their species used are Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, and Zingiberaceae. The most widely used species are Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., and Erythrina variegata L. Organ that is widely used are leaves, roots, and fruit. The most method of utilization of plants, especially in the application of drugs is rubbed (boreh), sprayed (simbuh), drunk (loloh), diusapkan (uap) and dripped on the eyes. The most efficacy of drugs are as anti-swelling, cure for pemali, paralysis, gonorrhea and red eyes. Potential psychoactive effects caused is stimulants, depressants and hallucinogens.keyword : Psychoactive plants usage, Tenganan Pegringsingan village, Traditional medicine.
PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM PASIR DAN HUMUS TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH Adenium obesum ., Kadek Agus Priady Wahyu Winantha; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan komposisi media tanam pasir dan humus terhadap pertumbuhan benih tanaman Adenium obesum yang dapat dilihat dari berat kering tanaman. 2) Mengetahui Pada komposisi media tanam pasir dan humus yang mana paling efektif dalam pertumbuhan benih Adenium obesum. Jenis penelitian ini termasuk penelitian sungguhan (true experimental). Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yaitu rancangan percobaan yang menggunakan pengawasan setempat dengan pembatasan pengacakan. Percobaan ini menggunakan 7 kelompok perlakuan yang mana setiap kelompok mempunyai perbandingan campuran pasir dan humus yang berbeda yaitu pasir saja, perbandingan pasir dan humus 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, 3:1 dan media tanam humus , namun sebelum memberikan perlakuan benih Adenium diberikan preetest berupa penyetaraan benih Anlisis data pada penelitian ini menggunakan ANOVA satu arah dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan tanaman pada perbandingan pasir dan humus 1 : 2 memiliki biomassa tertinggi dari semua perlakuan, dan terdapat beda nyata terkecil dengan media tanam pasir saja dengan beda rerata 0,339 gram. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada media tanam pasir dan humus dengan perbandingan yang berbeda. Komposisi media tanam yang paling baik untuk proses pertumbuhan benih tanaman Adenium obesum yaitu pada komposisi media tanam pasir dan humus 1 : 2.Kata Kunci : Adenium obesum, Pasir, Humus, dan Komposisi This study aims to 1) determine the differences in the composition of sand and humus growing media on the growth of Adenium obesum plant seeds which can be seen from the dry weight of plants. 2) Knowing the composition of sand and humus growing media which is most effective in the growth of Adenium obesum seeds. This type of research includes real research (true experimental). The design of the study used in this study was a completely randomized design which was a trial design that used local supervision with restrictions on randomization. This experiment uses 7 treatment groups where each group has a different mixture of sand and humus, namely sand, sand and humus ratio 1: 3, 1: 2, 1: 1, 2: 1, 3: 1 and humus growing media, but before giving the treatment of Adenium seeds the preetest was given in the form of equalization of seed Anlisis data in this study using one-way ANOVA with a significance level of 5% and continued with the Smallest Significant Difference test (LSD). The results showed that the plants in the sand and humus 1: 2 ratio had the highest biomass of all treatments, and there was the smallest significant difference with the sand planting media with an average difference of 0.339 grams. It can be concluded that there are significant differences in sand and humus growing media with different comparisons. The best composition of planting media for the growth process of Adenium obesum seeds is the composition of sand planting media and humus 1: 2keyword : Adenium sp., Sand, Humus, and Comparison
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI KADEK EWIK ERAYATI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
PEMBERIAN VARIASI SUSPENSI KONIDIOSPORA CENDAWAN ENTOMOPATOGENIK Beauveria bassiana TERHADAP MORTALITAS KUTU PUTIH (Rastrococcus spinosus) Pada Tanaman Cabai Kathur (Capsicum frutescens) ., KADEK KUSUMA DEWI; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan mortalitas kutu putih (Rastrococcus spinosus) akibat pemberian suspensi konidiospora cendawan Beauveria bassiana dengan konsentrasi yang berbeda (2) Konsentrasi suspensi konidiospora Beauveria bassiana yang dapat membunuh 50% (LC50) kutu putih (Rastrococcus spinosus) pada tanaman cabai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 240 nimfa instar III kutu putih. Pemberian suspensi konidiospora yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 seri tingkat pengenceran, dan kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anova One Way pada taraf signifikansi 5% dan analisis probit. Hasil penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan mortalitas kutu putih (Rastrococcus spinosus) akibat pemberian suspensi konidiospora cendawan entomopatogenik Beauveria bassiana pada tingkat pengenceran yang berbeda, yaitu pada 10-1. (2) Estimasi pengenceran 28,8 x 10-1 suspensi konidiospora dapat membunuh 50% (LC50) nimfa instar III kutu putih pada tanaman cabai dengan taraf kepercayaan 95%. Kata Kunci : Cendawan entomopatogenik, konidiospora, mortalitas, Beauveria bassiana, Rastrococcus spinosus, tanaman cabai The aims of this research were to determine: (1) Differences mortality of mealybugs (Rastrococcus spinosus) due to administration suspension of conidiospores Beauveria bassiana with different concentrations (2) Concentrations of conidiospores Beauveria bassiana suspention that could kill 50% (LC50) mealybugs (Rastrococcus spinosus) in chili plant. The type of research was a true experimental research with a randomized design post-test only control group design. The samples in this research were 240 third-instar nymphs of Rastrococcus spinosus. This research using 5 series of conidiospora suspension dilutions and controls sprayed directly on the instar nymphs. The data obtained were analyzed by One Way Anova test at 5% significance level and probit analysis. The results of this research were (1) There was a difference mortality of mealybugs (Rastrococcus spinosus) due to administration suspension of conidiospores Beauveria bassiana at different dilution levels at 10-1. (2) Estimated dilution of 28,8 x10-1 suspension conidiospora could kill 50% (LC50) third instar nymphs mealybug in chili plant with 95% confidence level.keyword : Entomopathogenic fungi, conidiospores, mortality, Beauveria bassiana, Rastrococcus spinosus, chili plant
KEEFEKTIVAN EKSTRAK KASAR UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) TEHADAP MORTALITAS LARVA RAYAP (Coptotermes curvignathus) ., Kadek Pina Destrya Lestari; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penlitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida); (2) konsentrasi yang paling efektif terhadap mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus); dan (3) konsentrasi yang efektif dapat mematikan 50% larva rayap (Coptotermes curvignathus) berdasarkan Lethal Concentration. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan desain penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design. Perbedaan konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 25%, 50%, dan 75%. Sampel yang digunakan adalah larva rayap (Coptotermes curvignathus) berjumlah 600 ekor. Data mortalitas larva rayap dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal Wallis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida); (2) Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) adalah konsentrasi 25%; dan (3) Konsentrasi efektif yang dapat mematikan 50% larva rayap (Coptotermes curvignathus) berdasarkan Lethal Concentration adalah konsentrasi 31,34%.Kata Kunci : Ekstrak umbi gadung, Mortalitas larva, Rayap (Coptotermes curvignathus) The purpose of this research to know: (1) difference of termite larvae (Coptotermes curvignathus) mortality due to variation of concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida); (2) the most effective concentrations to mortality of larvae termites (Coptotermes curvignathus); and (3) the effective concentration kill 50% termite larvae (Coptotermes curvignathus) based on Lethal Concentration. This research type is true experimental with research design Randomized Post Test Only Control Group Design. The difference of concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida) used in this research was 0%, 25%, 50%, and 75%. The sample used is larvae termites (Coptotermes curvignathus) of 600 tail. Mortality of larvae termite were analyzed using Kruskal Wallis statistical test. The results of this study show that: (1) there is a difference in mortality of larvae of termite (Coptotermes curvignathus) due to variation concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida); (2) the most effective concentration to mortality of larvae termites (Coptotermes curvignathus) is 25% concentration; and (3) the effective concentration kill 50% larvae of termites (Coptotermes curvignathus) based on Lethal Concentration is 31,34% concentration.keyword : Dioscorea tuber extract, Mortality of larvae, Termites (Coptotermes curvignathus)
PEMANFAATAN DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA BERAT DAN LAMA WAKTU DEKOMPOSISI BERBEDA SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta L.) ., I Gede Ria Mahendra; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemberian daun mindi dengan berat yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). (2) Pemberian daun mindi dengan lama waktu dekomposisi yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). (3) Kombinasi antara pemberian berat daun mindi dengan lama waktu dekomposisi yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Sampel yang digunakan adalah tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan tinggi 5 cm. Penelitian ini menggunakan 3 pengulangan dengan 20 perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Anava dua arah (Anava Two Way) dengan rancangan desain faktorial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian berat daun mindi. Perlakuan pada berat 75 gr menghasilkan berat rata-rata tertinggi. (2) Tidak ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian lama waktu dekomposisi daun mindi. (3) Tidak ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian kombinasi lama waktu dekomposisi dan berat daun mindi. Kata Kunci : Pertumbuhan optimal, Limbah daun mindi, Konsentrasi, Masa dekomposisi This research aimed to find out: (1) The provision of mindi leaves with different weights as planting media increases the difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.). (2) The provision of mindi leaves with a long time different decomposition as a medium of planting increases the difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.). (3) The combination of heavy delivery of mindi leaves with a long time different decomposition as a medium of planting increases the difference in the growth of Gumitir plant (Tagetes erecta L.). This research is a real experimental research. The sample is the Gumitir (Tagetes erecta L.) plant with the same morphological characteristic of 5 cm. This study used 3 repetitions with 20 treatments. The Data was analyzed using a two-way Anava two Way statistical test with factorial design. The results of this study show that: (1) There were differences in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the heavy administration of mindi leaves. The treatment at weight 75 gr produces the highest average weight. (2) There was difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the prolonged administration of mindi leaf decomposition. (3) There was difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the combination of long-time decomposition and heavy leaf mindi.keyword : optimal growth, waste of mindi leaves, concentration, period of decomposition
PEMBERIAN VARIASI KONSENTRASI CAMPURAN GEDEBONG PISANG, SABUT, DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GEMITIR (Tagetes erecta L.) DENGAN MICROBACTER ALFAAFA-11 SEBAGAI BIOAKTIVATOR ., I Gede Surya Natha; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani menggunakan pupuk untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, baik pupuk anorganik maupun pupuk organik. Penggunaan pupuk anorganik yang terus meningkat kususnya pupuk urea dan penggunaan secara terus menerus dapat berdampak pada menurunkan bahan organik dalam tanah, struktur tanah, dan pencemaran lingkungan. Pupuk anorganik hanya dapat diproduksi dari pabrik. Berbeda dengan pupuk organik yang dapat dibuat dari limbah seperti sisa-sisa tanaman, limbah hewan, dan limbah dapur. Seperti campuran gedebong pisang, sabut kelapa, dan air kelapa dapat dikombinasikan sebagai bahan dasar pupuk organik cair serta Microbacter Alfafa-11 sebagai bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian variasi konsentrasi campuran gedebong pisang, sabut, dan air kelapa sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman gemitir (Tagetes erecta L.) dengan Microbacter Alfafa-11 sebagai bioaktivator. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dengan 8 kali ulangan setiap perlakuan. Dalam hal ini empat (4) kelompok perlakuan variasi konsentrasi campuran tersebut antara lain: 0%, 15%, 20%, dan 25% dalam 100 ml. Perlakuan pada tanaman diberikan setiap minggu selama enam (6) minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata berat kering tanaman gemitir (Tagetes erecta L.) secara berurutan sebagai berikut: 3,05 gr, 6,08 gr, 5,16 gr, dan 6,93 gr. Dilihat dari rerata berat kering, perlakuan variasi konsentrasi campuran gedebong pisang, sabut kelapa, dan air kelapa dengan Microbacter Alfaafa-11 sebagai bioaktivator menyebabkan perbedaan pertumbuhan terhadap tanaman gemiitir (Tagetes erecta L.) dan pertumbuhan yang tertinggi terdapat pada perlakuan campuran dengan konsentrasi 25%.Kata Kunci : Gedebong Pisang, Sabut Kelapa, Air Kelapa, Microbacter Alfafa-11, Tagetes erecta L. Farmers use fertilizers to increase plant growth, both inorganic fertilizers and organic fertilizers. The use of inorganic fertilizers which continues to increase specifically urea fertilizer and continuous use can have an impact on reducing organic matter in soil, soil structure, and environmental pollution. Inorganic fertilizers can only be produced from the factory. Unlike organic fertilizers that can be made from waste such as plant debris, animal waste, and kitchen waste. Such as a mixture of banana stem, coconut coir, and coconut water can be combined as a base for liquid organic fertilizer and Microbacter Alfafa-11 as a bioactivator. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of mixed banana stem, coconut coir, and coconut water as liquid organic fertilizer on the growth of gemitir (Tagetes erecta L.) with Microbacter Alfafa-11 as bioactivator. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatment groups with 8 replications of each treatment. In this case, four (4) treatment groups varying the concentration of the mixture, among others: 0%, 15%, 20%, and 25% in 100 ml. Treatment of plants is given every week for six (6) weeks. The results of this study showed the average dry weight of gemitir plants (Tagetes erecta L.) sequentially as follows: 3.05 gr, 6.08 gr, 5.16 gr, and 6.93 gr. Judging from the average dry weight, the treatment of variations in the concentration of mixed banana stem, coconut coir, and coconut water with Microbacter Alfaafa-11 as bioactivator caused differences in the growth of gemiitir (Tagetes erecta L.) and the highest growth was found in the mixture treatment with a concentration of 25% .keyword : Banana Stem, Coconut Coir, Coconut Water, Microbacter Alfafa-11, Tagetes erecta L.