cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2015)" : 32 Documents clear
EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA I Wayan Suparyanta .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5541

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN BERBASIS PARAMETER VEGETASI DAN EDAFIK DI KAWASAN WISATA PURA PENULISAN DESA SUKAWANA KECAMATAN KINTAMANI BANGLI Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5542

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan ditinjau dari parameter vegetasi yaitu crown cover, densitas, dan stratifikasi, dan parameter edafik meliputi tekstur tanah, dan kemiringan lahan di kawasan wisata Pura Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi dan edafik yang meliputi crown cover, densitas, stratifikasi, tektur tanah, dan kemiringan lahan, yang ada di lingkungan sekitar kawasan wisata Pura Penulisan. Sampel parameter vegetasi dalam penelitian ini adalah area yang tercover dalam kuadrat. Sampel dari parameter edafik diambil pada masing-masing kuadrat. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu metode kuadrat dengan teknik sitematik sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan di kawasan wisata Pura Penulisan secara umum tergolong ke dalam kualitas buruk. Ditinjau dari masing-masing parameter, diketahui bahwa : (1) kualitas lingkungan berdasarkan crown cover tergolong ke dalam kualitas baik, (2) kualitas lingkungan berdasarkan densitas tergolong ke dalam kualitas sedang, (3) kualitas lingkungan berdasarkan stratifikasi tergolong ke dalam kualitas sedang, (4) kualitas lingkungan berdasarkan tekstur tanah tergolong ke dalam kualitas buruk, dan (5) kualitas lingkungan berdasarkan kemiringan lahan tergolong ke dalam kualitas buruk.Kata Kunci : Edafik, kualitas lingkungan, dan vegetasi The purpose of this research was to know the quality of the environment in terms of vegetation parameters, such as crown cover, density, and stratification, and edaphic parameters include soil texture and slope in the tourist area of Penulisan Temple, Sukawana village, Kintamani, Bangli. This research is exploratory. The population in this research were all vegetation and edaphic include crown cover, density, stratification, soil texture and slope around Penulisan Temple tourist area. Samples of vegetation parameters is an area that is covered in quadrat and samples of edaphic parameters collected in each quadrat. Method of collecting data used quadrat method with systematic sampling techniques. The data analyzed by descriptive statistical. The results of this research are the environmental quality of Pura Penulisan tourist area generally is bad. Observed from each parameters, that know (1) the environmental quality is good based on its crown cover, (2) the environmental quality is medium based on density, (3) the environmental quality is medium based on stratification, (4) the environmental quality is bad based on soil texture, and (5) the environmental quality is bad based on slopekeyword : Edaphic, environmental quality, and vegetation
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PANTAI BERBATU KARANG GREEN BOWL, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Putu Ayu Wulandari .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5543

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan. Makrozoobentos meliputi filum Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, dan Nematoda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi komunitas makrozoobentos di pantai berbatu karang Green Bowl. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat berjumlah 15 kuadrat dari daerah pesisir pantai menuju ke laut. Keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobentos di Pantai Green Bowl dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan statistik ekologi.Dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 137 individu terdiri dari 5 kelas yakni 8 dari kelas Gastropoda, 7 dari kelas Ophiuroidea, 4 dari kelas Asteoidea, 7 dari kelas Echinoidea, dan 1 kelas Polycaeta. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2010, Indeks keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian sebesar 2,75, indeks kekayaan spesies (R) sebesar 4,88, indeks kemerataan spesies (E) sebesar 0,56, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,16. Kemelimpahan relatif spesies tertinggi adalah Ophiothrix reticulata sebesar 18,25%. Kepadatan spesies tertinggi juga terdapat pada Ophiothrix reticulata sebesar 1,67 individu/m2. Untuk kepadatan komunitas di Pantai Green Bowl sebesar 9,13 individu/m2. Parameter fisika dan kimia yang terukur saat air laut pasang yakni suhu di lokasi penelitian kira-kira 28 ͦC ; pH air laut sekitar 8,5 ; salinitas sekitar 31ppt ; DO (oksigen terlarut) sekitar 4,81mg/l ; dan konduktivitas sekitar 4,7mS/cm. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas makrozoobenthos di Pantai Green Bowl masih alami.Kata Kunci : Struktur Komunitas, Makrozoobentos, Pantai Berbatu Karang Macrozoobenthos is an organism which live in the bottom of the water. Macrozoobenthos are include the Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, and Nematoda Fillum. The goal of this research is to a knowledge the condition of makrozoobenthos community in the Green Bowl rocky reef. The metodology of the research is transect quadrat method are 15 quadrat from the beach shore to the sea. The diversity and the abudance of macrozoobenthos at Green Bowl beach are analyzed using descriptives quantitatives approach and using ecological statistic. During the research we are able to identified 137 individual, consist of 5 class. Which is 8 from Gastropod class, 7 from Echinodermata class, 4 from Asteroidea class, 7 from Echinoidea class class, and 1 from Polycaeta class. Based on the calculation using Microsoft Excel 2010, we are able to get the diversity index (H’) is 2.75, species richness index (R) is 4.88, evenness index (E) is 0.56, and domination index (C) is 0.16. the highest species relative abundance is at Ophiothrix Reticulata in 9.13 individual/m2. The community density at Green Bowl beach is 9.13 individual/m2. A measured physical and cemical parameters during the tidal flow is the temperature at the location which is about 280C. The sea water pH is about 8.5, the salinity is about 31ppt, disolved oksigen (DO) is about 4.81mg/l, and the conductivity is about 4.7mS/cm. This researh show us that macrozoobenthos community at Green Bowl beach are still in it’s natural condition.keyword : Community Structure, Macrozoobenthos, Rocky Reef Beach
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN CRUSTACEA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI SUWUNG KAUH, KECAMATAN DENPASAR SELATAN, KOTA MADYA DENPASAR, BALI Kadek Meitasari .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5544

Abstract

Crustacea mangrove merupakan komunitas Crustacea yang hidup di ekosistem mangrove yang berasal dari Kerajaan Animalia, Filum Arthropoda, Kelas Crustacea. Sebagian besar jenis Crustacea hidup di zona intertidal. Terkait dengan itu sangatlah menarik untuk diteliti mengenai aspek struktur komunitas dari Crustacea mangrove tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, pada kawasan mangrove yang masih alami. Pengambilan sampel Crustacea di lakukan pada bulan Maret 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Crustacea yang hidup di ekosistem mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif eksploratif. Penelitian ini menggunakan design penelitian lapangan dan identifikasi dilakukan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Crustacea yang terdapat di kawasan mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalahsejumlah Crustacea yang ditemukan pada 15 kuadrat yang terpasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies Crustacea yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai terdiri dari 14 spesies; spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Uca dussumieri (65); (2) Crustacea yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai memiliki indeks keanekaragaman sebesar 2,25 yang termasuk dalam tingkat keanekaragaman sedang, indeks kekayaan spesies sebesar 2,33, indeks kemerataan spesies sebesar 0,85, indeks dominansi sebesar 0,17; (3) kemelimpahan relatif terbesar Crustacea yang ada di Taman Hutan Raya Ngurah Rai adalah jenis Uca dussumieri sebesar 24,53 %, sedangkan kemelimpahan relative terkecil ada pada jenis Scylla serrata dan jenis Thalamita crenata yaitu sebesar 0,38 %.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Crustacea, Mangrove Mangrove crustacean is a community of Crustacea that lives in mangrove ecosystems derived from the Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Crustacea. Crustacean. A big part of Crustacea live in intertidal zone. Associated with it is very interesting to study the structural aspects of the crustacean mangrove communities. This study was conducted in Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar. This study aims to determine the diversity and abundance of Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai. This research is descriptive exploratory. The design of this research field research followed by identification in the laboratory . The population in this study are all Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar, Bali. While the sample is a Crustacea that is in the 15 squares are attached. These results indicate that (1) the composition of Crustacea species that live Ngurah Rai Forest Park consists of 14 species; The most commonly found species are Uca dussumieri (65); (2) Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai has a diversity index of 2,25 which was included in the moderate levels of diversity, species richness index by 2,33, species evenness index of 0,85, dominance index of 0,17; (3) Crustacean largest relative abundance in Taman Hutan Raya Ngurah Rai is a type of Uca dussumieri by 24.53%, while the smallest relative abundance there on the type of Scylla serrata and types Thalamita crenata is equal to 0.38%.keyword : Diversity, abundance, Crustacea, Mangrove
KELIMPAHAN, FISIOGNOMI, DAN PERIODISITAS VEGETASI TANAMAN MANGGA DI DESA DEPEHA, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG Ni Luh Pt. Cariastini .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5545

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) besarnya kelimpahan vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, (2) fisiognomi vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, (3) periodisitas vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh vegetasi tanaman mangga di Desa Depeha. Sampel penelitian ini adalah beberapa kebun mangga yang ada di Desa Depeha yang terkaver oleh kuadrat sepanjang line transect. Metode yang digunakan dalam pengambilan data kelimpahan adalah Point Centered Quarter Method dengan teknik pengambilan sampel yaitu sistematik sampling. Sedangkan fisiognomi dan periodisitas digunakan metode observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kelimpahan tanaman mangga yang ada di Desa Depeha secara keseluruhan adalah 268.500 pohon. Nilai penting yang tertinggi adalah Mangga Arummanis (282.0494 %) dan nilai penting yang terkecil adalah Mangga Kebo (0.1614%), (2) fisiognomi tanaman mangga secara umum menunjukkan pola yang sama, (3) periodisitas tanaman mangga mulai dari perubahan warna daun (90-180 hari), pembungaan (10-28 hari), masa berbuah (45-125 hari) sampai dengan panen (10-45 hari). Kata Kunci : Kelimpahan, Fisiognomi, Periodisitas, Tanaman Mangga The purpose of this research was to determine (1) the magnitude of the mango plant vegetation abundance in Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency, (2) physiognomy of the mango plant vegetation in the Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency, (3) periodicity of the mango plant vegetation in the Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency. This kind of research was exploratory research. The population of this research was around the mango plant vegetation in the Depeha village. Samples of this research were some mango orchard in the Depeha village that covered by the square along the line transect. The method used in this research to pick up the abundance data was Point Centered Quarter Method with a sampling technique that was systematic sampling. While the physiognomy and periodicity used observation and interview methods. The collected data was then analyzed descriptively. The results shows (1) the abundance of mango plant in the Depeha village as a whole is 268.500 trees. The highest important value is Mango Arummanis (282.0494%) and the smallest importance value is Mango Kebo (0.1614%), (2) physiognomy of mango plants generally show the same pattern, (3) the periodicity of mango plants is start from leaf color changes (90-180 days), flowering (10-28 days), fruiting period (45-125 days) until the harvest (10-45 days). keyword : Abundance, Physiognomy, Periodicity, Mango Plants
ANALISIS POLA SEBARAN, KEBERMANFAATAN, DAN PREDIKSI PRODUKSI BUAH DAN DAUN LONTAR DI DESA LABA SARI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM Ni Nym.Yuli Adelina .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5546

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) pola sebaran Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem; (2) kebermanfaatan Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem; (3) besarnya prediksi produksi buah dan daun Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh spesies Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies Borassus flabellifer di Desa Laba Sari yang terkaver dalam kuadrat yang berjumlah 100 kuadrat dengan ukuran 20x20 meter. Metode yang digunakan untuk mendata pola sebaran adalah metode kuadrat dengan teknik random sampling. Untuk kebermanfaatan dan produksi digunakan metode observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) pola sebaran Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari adalah pola sebaran mengelompok. 2) Pemanfaatan tumbuhan lontar paling banyak dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga (25%) dan organ tumbuhan lontar paling banyak dimanfaatkan adalah daun lontar (41,7%). 3) Prediksi produksi buah tumbuhan lontar yang ada di Desa Laba Sari adalah sebesar 200.000 buah dan untuk daun adalah sebesar 10.000.000 helai daun.Kata Kunci : Pola sebaran, Kebermanfaatan, Produksi, Borassus flabellifer. The purpose of this research was to know; (1) Borassus flabellifer distribution patterns in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency; (2) Borassus flabellifer usefulness in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency; (3) the amount of fruit and leaf production forecast Borassus flabellifer in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency. The kind of this research is explorative research. The research population was all the species Borassus flabellifer in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency. The sample in this research is a species of Borassus flabellifer in the village Laba Sari that covered in squares of 100 squares with a size of 20x20 meters. The method used for the distribution pattern is a method of squares with random sampling techniques. For the usefulness and the production method is used observation and interviews. The collected data were analyzed using statistics ecology. The results of this research showed (1) Borassus flabellifer distribution patterns in the village Laba Sari is clumped distribution pattern. (2) Utilization of palm plants most widely used for domestic purposes (25%) and palm plant organs is the most widely used palm leaves (41.7%). (3) Prediction production palm fruit plant in the village Laba Sari amounted to 200,000 fruit and leaf amounted to 10,000,000 leaves.keyword : Distribution patterns, The usefulness, Production, Borassus flabellifer
Perbedaan Hasil Belajar Antara Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Cooperative STAD pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Denpasar Firda Alani Fitri .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Cooperative STAD terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2 Denpasar. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian non-equivalent pre-test-post-test group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Denpasar yang berjumlah 125 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah 60 siswa. Siswa kelas VII C sebagai kelompok yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas VII D sebagai kelompok yang menggunakan model pembelajaran Cooperative STAD. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes untuk mengukur hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa berupa tes pilihan ganda yang diperluas sebanyak 20 soal. Data instrumen penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji anakova satu arah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS-PC 21.0 diperoleh bahwa angka signifikansi untuk perubah model adalah 0,048. Karena nilai Sig.< 0,05 maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% ada pengaruh perbedaan model pembelajaran terhadap nilai yang diperoleh siswa. Kata Kunci : Model Pebelajaran Problem Based Learning (PBL), Model Pembelajaran Cooperative STAD, Hasil Belajar IPA This study purpose to known the differences in teaching and learning outcomes between students who studied science with Problem Based Learning (PBL) and students who studied with cooperative STAD. The method of this study is quasi experimental study which is used an experimental design of non-equivalent pre-test-post-test group design. Population of the study was all seventh grade students in SMP Muhammadiyah 2 Denpasar and its population is about 125 students. The samples is about 60 students were taken by using simple random sampling. The students class of VII C as the group with PBL model and the students class of VII D as group with cooperative STAD. The study instrument is used in this study is expanded multiple choice test which is consist of 20 test items. The data study instrument were analyze by using statistic analysis of covariance one way. Based on the following result by used SPSS-PC 21.0 the significant of the models is 0,048. Because the sifnificant value is < 0,05, so the H0 is decline. The conclusion about this study have 95% believed if there is a different in teaching and learning of the student result. keyword : Problem Based Learning (PBL), Cooperative STAD, and Sience Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMAN 2 SINGARAJA Putu Novi Kurniawati .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction pada mata pelajaran biologi di kelas X SMAN 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 135 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2 yang berjumlah 39 orang dan kelas X MIA 3 yang berjumlah 39 orang. Data keterampilan berpikir kreatif dikumpulkan melalui tes dalam bentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis kovarian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction. Nilai rata-rata post-test siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah 88,53, lebih besar daripada nilai rata-rata post-test siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction yaitu 76,25. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping memberikan dampak yang positif terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 2 Singaraja.Kata Kunci : Mind Mapping, Direct Instruction, Keterampilan Berpikir Kreatif This research was aims at describe the differences of creative thinking skills between group of pupil which use Mind Mapping learning model and Direct Instruction learning model in biology major on 1st grade of SMAN 2 Singaraja. Type of this research was quasi experiment. Population of this research were 135 student in 1st grade of SMAN 2 Singaraja in 2014/2015 academic year. Sample of this research were 39 student from X MIA 2 class and 39 student from X MIA 3 class. Creative thinking skills data were collected through essay test. Collected data were analyzed using descriptive statistic and analysis of covariances. The outcomes shown such a significant differences in creative thinking skills between student which use Mind Mapping learning model and Direct Instruction learning model. Mean of post-test of student which use Mind Mapping learning model is 88,53, bigger than mean of post-test of student which use Direct Instruction learning model, 76,25. It shows that Mind Mapping learning model give such a positive effect for creative thinking skills of 1st student in SMAN 2 Singaraja. keyword : Mind Mapping, Direct Instruction, Creative Thinking Skill
PENGARUH PENAMBAHAN GULA AREN DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP BERAT NATA DARI LIMBAH CAIR UBI JALAR (Ipomoea batatas L. Var. Jago) Desak Ayu Putu Agustini .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5617

Abstract

Nata merupakan produk fermentasi bakteri Acetobacter xylinum yang membentuk selulosa di luar sel. Nata dapat dibuat dari air kelapa, limbah cair tahu atau sari buah (nanas, jeruk, melon, stroberi, pisang, jambu biji dan lain-lain). Bahan lain yang dapat digunakan untuk membuat nata adalah limbah cair ubi jalar (Ipomoea batatas. L.). Limbah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata karena masih mengandung karbohidrat. Dalam pembuatan nata itu sendiri perlu adanya tambahan sumber karbon berupa gula, salah satu jenis gula yang dapat ditambahkan yaitu gula aren. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis perbedaan berat nata dari penambahan gula aren dengan konsentrasi berbeda (2) Mengetahui berapakah konsentrasi gula aren yang paling optimum (3) Mengetahui kualitas nata yang dihasilkan dari ubi jalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi perlakuan dalam penelitian ini ada empat yaitu konsentrasi gula aren 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan masing-masing 6 kali pengulangan. Dari hasil penelitian ini kemudian dilakukan pengukuran berat dan uji organoleptik berupa warna, tekstur, dan aroma. Data utama yang diperoleh berupa berat nata diuji menggunakan statistik ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan berat nata dari limbah cair ubi jalar dilihat dari hasil uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, (2) berat nata optimum didapatkan pada konsentrasi gula aren 1,5% yaitu sebesar 19,9 gr, (3) uji organoleptik berupa tektur, warna, dan aorma didapatkan pada semua katagori tergolong normal dengan rerata masing-masing yaitu 2,5 , 3,1, dan 2,6. Kata Kunci : Nata, Ubi jalar, Konsentrasi Gula aren Nata is a product made from fermentation of Acetobacter xylinum bacteria that forms cellulose outside of the cell. Nata can be made from coconut water, wastewater of tofu or juice (pineapple, oranges, melons, strawberries, banana, guava and others). Other materials that can be used to make nata is the liquid waste of sweet potato (Ipomoea batatas. L.). Those waste materials can be used as ingredient for making nata because they still contain carbohydrates. In the process of making nata , an additional of carbon is needed like sugar, one type of sugar that can be added namely palm sugar. The purpose of this study were (1) to analyze the weight difference by adding a different concentrations of palm sugar (2 ) to know which concentration is the most optimum (3) to know the quality nata produced from sweet potato. The type of this research is an experimental study using a completely randomized design (CRD). This study used 4 treatment variations, they area concentration of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% with six repetition in each concentrations. From the result of this research, then continued by weight measurement and organoleptic test in the form of color, texture, and aroma. The main data obtained (weight of nata) tested one way ANOVA with a significance level of 5%. The results of this study are (1) there is a weight diferences nata since the results of ANOVA showed significant value 0.000
Analisis Hasil Preparasi Spesimen Struktur Daun Suku Asteraceae dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Anatomi Tumbuhan Ni Nyoman Sri Rasthiti .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5618

Abstract

Asteraceae merupakan salah satu suku terbesar yang penyebarannya sangat luas dan mudah di peroleh di lingkungan sekitar, namun belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Penelitian mengenai analisis preparasi struktur daun suku Asteraceae bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan struktur daun pada tumbuhan suku Asteraceae. 2) untuk menganalisis kualitas hasil penelitian berupa preparat awetan hasil penelitian sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi preparat awetan dengan pewarnaan safranin dan preparat awetan dengan pewarnaan safranin-fast green. Data tingkat kelayakan preparat awetan diperoleh melalui metode obeservasi dan kuisioner oleh mahasiswa semester IV tahun ajaran 2014/2015. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Preparat awetan daun suku Asteracea yang dibuat memiliki struktur anatomi daun tersusun atas jaringan epidermis selapis sel terdapat pada permukaan adaksial dan abaksial. Pada epidermis terdapat trikomata gladuler bersel satu. Selain itu, terdapat stomata anomositik pada permukaan adaksial dan abaksial sehingga termasuk amfistomatik. Berdasarkan letak stomata terhadap permukaan epidermis termasuk stomata faneropor. Namun kerapatan (densitas) dan indeks stomata bervariasi. Struktur mesofil daun terdiri dari parenkim palisade pada permukaan adaksial dan parenkim spons pada permukaan abaksial sehingga termasuk daun dorsoventral atau bifasial serta pada bagian tulang daun terdapat jaringan pengangkut. 2) Berdasarkan hasil penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran dengan berpedoman pada instrumen penilaian, maka preparat yang dihasilkan berada pada rentangan layak sampai dengan sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan.Kata Kunci : Anatomi Daun, Suku Asteraceae, Media Pembelajaran Asteraceae is one of the largest families that easy to find in environment but rarely used as a learning media of plant anatomy. The research of the analysis preparation leaf structure of Asteraceae’s family aims: 1) to describe leaves structure on the plant of Asteraceae’s family. 2) to analyze the quality of research in the form of preparations preservation research results as a learning media of plant anatomy. Methods of data collection are done through observation preparations preserved with safranin staining and preparations preserved with safranin-fast green staining. Feasibility level data preservation preparations take from observation and questionnaire method by students of fourth semester of the year 2014/2015. The results are: 1) leaves anatomy structure of Asteraceae’s family consist of a layer cell of epidermal tissue on the adaxial and abaxial surface. There is gladuler celled tricomes. In addition, there anomocytic stomates on both of surface that includes amfistomatic leaves. Based on the location on the surface of the epidermis including faneropor types. However density and index of stomates are varies. The mesophyll structures consisting of palisade parenchyma on the surface adaxial and spongy parenchyma on the surface abaxial that includes dorsoventral or bifacial leaves and also there are vascular tissues. 2) The results of the feasibility assessment of preparations preserved as a learning media based on the assessment instrument, then the preparations that produce are in range of feasible up to a very decent as a learning media of plant anatomy.keyword : Anatomy Leaf, Asteraceae’s family, Learning Media

Page 2 of 4 | Total Record : 32