cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2015)" : 32 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ELABORASI TERHADAP HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA DI SMP NEGERI 3 TEGALLALANG Ni Luh Putu Widya Dharmayanthi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran elaborasi dan model direct instruction di SMP Negeri 3 Tegallalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tegallalang tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 248 siswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan cara undian sehingga diperoleh 2 kelas (64 siswa) sebagai sampel penelitian. Data yang dikumpulkan adalah data hasil dan aktivitas belajar siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan metode testing sedangkan data aktivitas belajar dikumpulkan dengan metode observasi pada setiap pertemuan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis kovarian (anakova), dan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan (p=0,0001) antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran elaborasi dan siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction, (2) aktivitas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran elaborasi lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model direct instruction. Kata Kunci : Model Pembelajaran Elaborasi, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar The purpose of this research was to know the differences in biology learning outcomes between students who learned with the elaboration learning model and direct instruction model in SMP Negeri 3 Tegallalang. This research was a quasi-experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population in this research was all students in VII grade of SMP Negeri 3 Tegallalang academic year 2014/2015 which consists of 8 classes with 248 students. Sample was selected using simple random sampling technique by the raffle to obtain two classes (64 students) as a sample. The data that was collected consists of students learning outcomes and activities. Data of learning outcomes was collected with testing method, while data of learning activities was collected with observation method in each meeting. Data analysis techniques with descriptive analysis, analysis of covariance (anacova), and analysis of independent sample t-test. The results showed that (1) there is a significant difference in learning outcomes (p=0.0001) between the students who learned with elaboration learning model and students who learned with direct instruction model, (2) students learning activities with elaboration learning model is higher than students learning activities with direct instruction model.keyword : Elaboration Learning Model, Direct Instruction Model, Learning Outcomes, Learning Activities
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN IKAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI SUWUNG KAUH, DENPASAR SELATAN Ni Luh Yuni Merawati .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan, indeks keanekaragaman Ikan dan kemelimpahan Ikan pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies Ikan yang hidup pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan terdiri dari 8 spesies yaitu diantaranya Ambassis buruensis (44), Apogon sangiensis (18), Moolgarda perusii (15), Bathygobius sp. (18), Exyrias puntang (8), Zenarchopterus sp. (6), Oreochromis mossambicus (4), Siganus guttatus (2) yang paling banyak ditemukan yaitu Ambassis buruensis (44); (2) Ikan yang hidup pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan memiliki indeks keanekaragaman sebesar 1,70 yang termasuk dalam tingkat keanekaragaman yang sedang, indeks kekayaan spesies sebesar 1,50, indeks kemerataan spesies sebesar 0,82, dan indeks dominansi sebesar 0,24. Kata Kunci : Ikan, Keanekaragaman, Kemelimpahan, Mangrove This study aims to determine the species composition, diversity index fish and fish abundance in the Mangrove Ecosystem in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan. This research is descriptive exploratory field study design followed by identification. The results showed that (1) the composition of the species of fish that live in the mangrove ecosystem in Forest Park Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan consists of 8 species that include Ambassis buruensis (44), Apogon sangiensis (18), Moolgarda perusii (15), Bathygobius sp. (18), Exyrias Puntang (8), Zenarchopterus sp. (6), Oreochromis mossambicus (4), Siganus guttatus (2) were the most commonly found are Ambassis buruensis (44); (2) Fish that live in the mangrove ecosystem in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan has a diversity index of 1.70 which was included in the moderate levels of diversity, species richness index of 1.50, species evenness index of 0.82 , and the dominance index of 0.24.keyword : Fish, diversity, abundance, Mangrove
EFEKTIFITAS BIOPESTISIDA EKSTRAK KASAR DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) Putu Wira Adi Sanjaya .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5804

Abstract

Kutu putih merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang perlu dihindari. Perlindungan terhadap tanaman terhadap kutu putih perlu dilakukan dengan menggunakan pestisida alami. Bahan pestisida alami salah satunya berasal dari daun cengkeh. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui biopestisida ekstrak kasar daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mempunyai efek mortalitas terhadap kutu putih (Paracoccus marginatus), (2) mengetahui Lethal Concentration 50% (LC50) dari ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang efektif dalam membunuh kutu putih (Paracoccus marginatus). Penelitian ini meripakan penelitian sungguhan dengan menggunakan model rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah kutu putih yang diasumsikan homogen. Jumah sampel sebanyak 320 ekor. Variabel bebas penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan konsentasi 0%, 5%, 10% dan 15% . Variabel terikat adalah jumlah kutu putih yang mati. Pengumpulan data diperoleh dari metode eksperimen dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Non Parametrik. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan efektifitas biopestisida ekstrak kasar daun cengkeh yang berbeda berdasarkan uji Kruskall Wallis yakni nilai signifikansi sebesar 0,00, dimana nilai tersebut
PEMBERIAN CAMPURAN EKSTRAK KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) DAN EKSTRAK PEPAYA (Carica papaya L.) MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) I Wayan Pendi Haristantya Negara .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5877

Abstract

Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui bahwa pemberian ekstrak kacang hijau dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah tikus putih; (2) mengetahui bahwa pemberian ekstrak kacang hijau dan ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin darah tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian true experiment yang menggunakan rancangan Randomized Postest Only Control Group Design. Sampel adalah tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar berjumlah 35 ekor yang memenuhi kriteria inklusi (jenis kelamin jantan, usia 2-3 bulan, berat tubuh 50-100 gram). Sampel dibagi menjadi 5 kelompok, yang terdiri atas 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberikan makanan standar (pelet 594 dan air mineral) sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak kacang hijau dengan konsentrasi 100% dan ekstrak pepaya dalam 4 konsentrasi berbeda (0%, 20%, 40%, dan 60%) untuk setiap kelompok. Data primer diperoleh melalui pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan Metode Sahli. Berdasarkan analisis data dapat dilaporkan bahwa pemberian ekstrak kacang hijau dengan konsentrasi 100% dan pepaya 0% dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara bermakna sebesar 16,10%, konsentrasi 100% ekstrak kacang hijau dan 20% ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin sebesar 24,90%, konsentrasi 100% ekstrak kacang hijau dan 40% ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin secara bermakna sebesar 33,53%, konsentrasi 100% kacang hijau dan 60% ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin secara bermakna sebesar 52,14%. Peningkatan kadar hemoglobin paling tinggi terjadi pada perlakuan 4. Selisih rerata kadar hemoglobin kelompok perlakuan 4 dan kelompok kontrol adalah 6,22/mg% atau kadar hemoglobin meningkat secara bermakna sebesar 52,14%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kacang hijau dan ekstrak pepaya dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah tikus putih.Kata Kunci : kadar hemoglobin, ekstrak kacang hijau, ekstrak pepaya This research aimed; (1) know that green bean extract increases blood hemoglobin levels of white rats; (2) determined that the extract of green beans and papaya extract increases blood hemoglobin level of white rats. This research is true experiment that uses randomized design posttest Only Control Group Design. Samples were white rats (Rattus norvegicus) Wistar totaled 35 rats that met the inclusion criteria (male sex, age 2-3 months, the body weight of 50-100 grams). The samples were divided into 5 groups, which consist of one control group and four treatment groups. The control group was given standard food (594 pellets and mineral water) while the treatment group was given the green bean extract with a concentration of 100% and papaya extract in 4 different concentrations (0%, 20%, 40%, and 60%) for each group. The extract of green beans with a concentration of 100% and 0% papaya can improve hemoglobin levels significantly by 16.10%, 100% concentration extract of green beans and 20% of papaya extract increases hemoglobin levels by 24.90%, 100% concentration extract of green beans and 40% of papaya extract significantly increases the hemoglobin levels of 33.53%, a concentration of 100% and 60% of green beans papaya extract significantly increases the hemoglobin levels of 52.14%. Difference in mean hemoglobin levels 4 treatment group and the control group was 6.22 / mg% or hemoglobin levels increased significantly by 52.14%. It can be concluded that the extract of green beans and papaya extract can increase blood hemoglobin level of white rats.keyword : hemoglobin levels, green bean extract, papaya extract
Analisis Kekerabatan dan Kunci Determinasi Marga Hibiscus Berdasarkan Struktur Daun dan Bunga serta Penggunaannya sebagai Media Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi Ni Luh Rin Riantini .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5878

Abstract

Penelitian mengenai kekerabatan dan kunci determinasi marga Hibiscus bertujuan: 1) menjelaskani struktur daun dan bunga marga Hibiscus, 2) menjelaskan kekerabatan marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, 3) menyusun kunci determinasi marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, dan 4) mengetahui kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran taksonomii tumbuhan tinggi dan anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melaui observasi pengamatan secara langsung untuk morfologi dan pengamatan menggunakan mikroskop untuk anatomi. Data kekerabatan marga Hibiscus diperoleh dari fenogram yang dibuat dengan bantuan software MVSP 3.22. Data tingkat kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester IV t.a. 2015/2016. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Struktur morfologi daun dan bunga Hibiscus meliputi, ujung helaian daun runcing, tepi helaian daun bergerigi, pangkal helaian daun berbentuk jantung dan berbentuk runcing, bentuk tulang daun menyirip dan menjari, kepala sari tersebar ditangkai sari dan di ujung tangkai sari, petal bertoreh dan rata, jumlah petal lima dan lebih dari lima. Struktur anatomi terdiri dari epidermis dan derivatnya, jaringan tiang, jaringan bunga karang, polen permagna dengan ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. memiliki hubungan kekerabatan yang paling jauh dengan spesies lainnya dengan koefisien kesamaan 77% dengan spesies lain, 3) Kunci determinasi Hibiscus terdapat lima nomor dengan menggunakan 12 karakteristik yang berbeda. 4) Dari 32 preparat terdapat 14 yang dinyatakan sangat layak dan 18 preparat dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Kata kunci: Morfologi, Anatomi, Fenogram, Kunci Determinasi, Media Pembelajaran Research on kinship and determination key of genus Hibiscus aims: 1) determine the structure of the leaves and flowers of Hibiscus genus, 2) Explain the genus Hibiscus kinship based on the structure of leaves and flowers, 3) arrange the genus Hibiscus determination key based on the structure of leaves and flowers, and 4) determine the feasibility preparations preserved as a learning medium high plant taxonomy and plant anatomy. Methods of data collection is done through direct observation of morphological observation and observation using a microscope for anatomy. Data of Hibiscus genus kinship obtain from fenogram made with the help of software MVSP 3.22. Data preservation feasibility level preparations as a medium of learning obtained through questionnaire method and observation by students of semester IV year 2015/2016. The results obtained are as follows: 1) The structure morphology of leaves and flowers of Hibiscus covers, tapered tip of the leaf blade, serrated edge of the leaf blade, the base of the leaf blade heart-shaped and tapered shape, the shape of the bone and pinnate leaves, anthers and pollen spread, petal flat, petal number five and more than five. Anatomical structure composed of epidermis and its derivatives, tissue mast, spongy tissue, pollen permagna with ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. had the most distant kinship with other species with a coefficient of 77% similarity with other species, 3) Key determination contained Hibiscus five numbers by using 12 different characteristics. 4) Of the 32 preparations are otherwise very decent 14 and 18 preparations declared eligible as a learning media.keyword : Keywords: Morphology, Anatomy, Fenogram, Determination Key, Learning Media.
ANALISIS SPEKTRUM LIFE FORM DAN FISIOGNOMI SPESIES TUMBUHAN PADA KAWASAN VEGETASI DENGAN ALTITUDE BERBEDA DI BENTANGAN BUKIT DESA PENUKTUKAN (TEJAKULA) SAMPAI DESA SIAKIN (KINTAMANI) Ayu Seoulina .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5879

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spektrum life form dan fisiognomi spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda di bentangan bukit Desa Penuktukan (Tejakula)-Desa Siakin (Kintamani). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda, di bentangan bukit pada ketinggian 0 (mdpl), 800 (mdpl), dan 1.600 (mdpl). Teknik pengambilan sampel secara sistematik sampling. Pengumpulan data life form dengan pengamatan morfologi tumbuhan berdasarkan kategori life form menurut Raunkier. Pengumpulan data fisiognomi dengan cara melakukan pengamatan spesies tumbuhan berdasarkan kategori fisiognomi menurut Danserau. Data life form dan fisiognomi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Spektrum life form pada altitude yang berbeda menunjukkan life form Phanerophyte memiliki persentase tertinggi di setiap altitude. Pada altitude 0 mdpl (84%), 800 mdpl (85%), dan 1.600 mdpl (86%). (2) Fisiognomi kawasan vegetasi pada ketiga altitude memperlihatkan fisiognomi yang berbeda-beda. Pada altitude 0 mdpl menunjukkan fisiognomi 3 strata, altitude 800 mdpl menunjukkan fisiognomi 2 strata. Pada altitude 1.600 mdpl menunjukkan fisiognomi kawasan hutan yang terdiri dari 3 strata sedangkan kawasan perkebunan terdiri dari 1 strata. Kata Kunci : Kata Kunci: Life form, Fisiognomi, Vegetasi, Altitude The purpose of this research was to know the spectrum of life forms and physiognomy plant species on vegetation region with different altitude in the hill of Penuktukan village (Tejakula)-Siakin village (Kintamani). This research is a kind of exploratory research. The population in this research are all species of plants in the vegetation region with different altitude, on a stretch of hills at an altitude of 0 (masl), 800 (masl), 1.600 (masl). Technical sampling used systematic sampling. Data life form collected by observing morphology of plants according to life form category by Raunkier. Data physiognomy collected by observing species of plant according to physiognomy category by Danserau. Data life form and physiognomy analyzed descriptively. The result of this research indicate (1) The spectrum of life form at the different altitude showed Phanerophyte has the largest percentage in any altitude. At an altitude 0 masl (84%), 800 masl (85%), 1.600 masl (86%). (2) Physiognomy of vegetation region at different altitude showed different physionomy. At altitude 0 masl showed 3 strata, altitude of 800 masl showed 2 strata. At altitude of 1.600 masl showed the forst area consists of 3 strata and the plantation area consists of 1 strata.keyword : Key word: Life Form, Physiognomy, Vegetation, Altitude
UJI PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS LARVA Sitophilus oryzae Virginia Suvranita .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5931

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan anggota Arthropoda, berasal dari keluarga Curculionidae. Larva Sitophilus oryzae bersifat merugikan bagi petani dan pedagang beras dengan merusak kualitas beras. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tannin, acetogenins, dan flavonoid yang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan mortalitas Sitophilus oryzae terhadap pemberian ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) dengan konsentrasi yang berbeda (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pemberian ekstrak kasar daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, Variasi konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30%, 40%, dan 50%. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu mortalitas larva Sitophilus oryzae. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) ada perbedaan mortalitas larva Sitophilus oryzae yang sangat signifikan setelah pemberian ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae adalah 50%. Kata Kunci : Larva Sitophilus oryzae, Mortalitas, Sirsak (Annona muricata L.). Sitophilus oryzae is a member of Arthropods, originated from the family of Curculionidae. Sitophilus oryzae larvae are harmful to farmers and rice traders with damaging the quality of the rice. Soursop (Annona muricata L.) is one of plants that contains secondary metabolites such as alkaloids, tannins, acetogenins, and flavonoids that have functions as an insecticide. This study aims to (1) analyze the differences in mortality Sitophilus oryzae with rough extract of soursop’s leaves (A. muricata L.) with different concentrations (2) determine the concentration of crude extract of leaves of soursop (A.muricata L.) which are most effective against the larvae mortality Sitophilus oryzae. This type of research is experimental research using completely randomized design (CRD). The variables of this study consisted of independent variables, namely the provision of crude extract of soursop leaves with different concentrations, Variations in the concentrations that is used in this study was 30%, 40%, and 50%. The dependent variable in this study is Sitophilus oryzae larval mortality. Results of the study are analyzed by using the statistic test non- parametric with Kruskal Wallis test followed by Mann-Whiteney test or the Least Significant Difference (LSD) at 5% significance level. The results of the study as follows: (1) there are differences in the mortality of larvae Sitophilus oryzae highly significant after soursop leaf extract with different concentrations, (2) the concentration of soursop leaf extract is most effective against the larvae of Sitophilus oryzae mortality was 50%.keyword : Sitophilus oryzae larvae, Mortality, Soursop (Annona muricata L.)
PENINGKATAN KECEMASAN DAN GANGGUAN AKTIVITAS BELAJAR ANTARA PRAMENSTRUASI DAN MENSTRUASI PADA MAHASISWI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Luh Made Sukma Dwityarini .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5932

Abstract

Pramenstruasi dan menstruasi merupakan kondisi alamiah yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui terjadinya peningkatan kecemasan mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi antara pramenstruasi dan menstruasi, dan (2) mengetahui terjadinya peningkatan gangguan aktivitas belajar mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi antara pramenstruasi dan menstruasi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksprimen lapangan (field experiment). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan sama subjek atau treatment by subject design dengan pola post test only group desain. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi yang berjumlah 102 responden yang mengalami pramenstruasi, dan menstruasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Statistik deskriptif yang digunakan pada penelitian ini adalah rerata dan simpangan baku. Hasil analisis menunjukkan semua nilai p > 0,05 berarti sebaran data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kecemasan saat pramenstruasi adalah 130,02 dan saat menstruasi adalah 135,59, sedangkan rerata aktivitas belajar adalah 135,59 pada saat pramenstruasi dan 337,28 saat menstruasi. Melalui uji t-paired diketahui terjadi peningkatan kecemasan mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi sebesar 4,3% dibandingkan dengan pramenstruasi dan terjadi peningkatan sebesar 11% terhadap gangguan aktivitas belajar mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi dibandingkan dengan pramenstruasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pramenstruasi dengan menstruasi meningkatkan kecemasan dan gangguan aktivitas belajar secara bermakna (p < 0,05 ). Kata Kunci : pramenstruasi, menstruasi, kecemasan, aktivitas belajar IMPROVEMENT OF ANXIETY DISORDERS AND LEARNING ACTIVITIES BETWEEN PRAMENSTRUAL SYNDROME AND MENSTRUATION IN FEMALE BIOLOGICAL DEPARTEMENT GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION keyword : pramenstruation, menstruation, anxiety, learning activity
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP NEGERI 4 KINTAMANI Ni Putu Sri Indra d .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kintamani sebanyak enam kelas dengan jumlah sebanyak 203 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas VII E dan kelas VII F berjumlah 64 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan tehnik analisis deskriptif dan analisis statistik independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibejarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 83,59 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran NHT sebesar 77,68.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, model kooperatif tipe Numbered Head Together, hasil belajar This study was aimed to determine and examine differences in cognitive achievement between students who learn with guided inquiry learning model and cooperative learning model Numbered Head Together (NHT). This research is a quasi-experimental design experiment with non-equivalent pretest posttest control group design. The population of this research was all students in VII grade of SMP Negeri 4 Kintamani with consists of six classes with 203 student. Sample was VII E class and VIIF class, totaling 64 students. Samples were taken by random sampling technique. Data were collected by testing the cognitive learning. Data analysis techniques with descriptive analysis and statistical analysis of independent samples t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between the groups of students who learned with guided inquiry model and cooperative learning model Numbered Head Together. The average student's cognitive learning outcomes achieved in the group of students who learned with guided inquiry model of 83.59 better than the group of students who learned with Numbered Head Together model at 77.68.keyword : guided inquiry model, cooperative Numbered Head Together model, learning outcomes
KONTRIBUSI POLA PENGASUHAN PANTI TERHADAP PENURUNAN STATUS DEPRESI DAN PENINGKATAN STATUS GIZI LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ni Putu Ratih Widiasari .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5958

Abstract

Seiring bertambahnya usia timbul perubahan-perubahan sebagai akibat proses menua yang meliputi perubahan fisiologis, kognitif, dan psikososial. Perubahan ini menyebabkan lanjut usia menjadi rawan terhadap berbagai masalah kesehatan. Disamping itu kualitas hidup penduduk yang masih tergolong rendah meyebabkan ketidakberdayaan dalam pemeliharaan kesehatan lanjut usia, sehingga pola pengasuhan panti merupakan upaya alternatif dalam pengasuhan terhadap lanjut usia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui seberapa besar kontribusi pola pengasuhan panti terhadap penurunan status depresi lanjut usia; (2) mengetahui seberapa besar kontribusi pola pengasuhan panti terhadap peningkatan status gizi lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara, kuesioner, observasi, dan pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pola pengasuhan panti melalui pemenuhan nutrisi, interaksi sosial, dan aktivitas pemenuhan kebutuhan dasar secara bersama-sama menurunkan status depresi lanjut usia secara bermakna sebesar 39,8% (p

Page 3 of 4 | Total Record : 32