cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
STUDI KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK SERAI WANGI (CITRONELLA OIL) DI LEMBANG BANDUNG VEASIBILITY STUDY ON ESTABLISHMENT LEMONGRASS OIL EXTRACTION IN LEMBANG BANDUNG MardiMansyur, AmarMaruf
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.404 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.40

Abstract

Industri minyak atsiri memiliki prospek yang sangat baik namun belum digarap secara serius diIndonesia. Serai wangi (Cymbopogon Nardus L.) adalah salah satu tanaman yang menghasilkan minyakatsiri yang dimiliki Indonesia dan memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan yaitu padadaerah yang sesuai dengan iklim budi dayanya. Pendirian industri minyak atsiri serai wangi di daerahLembang, Bandung, dari hasil penelitian studi kelayakan memiliki kelayakan yang baik. Berdasarkanhasil analisis non finansial yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspekmanajemen dan organisasi, serta aspek lingkungan dan legalitas, usaha penyulingan minyak serai wangiini layak untuk dijalankan. Secara finansial, dengan menggunakan modal Rp 420.815.000 usahapenyulingan minyak serai wangi ini diperoleh NPV sebesar Rp 278.951.863, IRR sebesar 21,99%, NetB/C sebesar 2,62, dan PBP selama 4,26 tahun.
KELAYAKAN POTENSI PENGEMBANGAN USAHA ES SUSU JAGUNG MANIS (Zea mays sacc.) Syarbaini, Ahmad
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.063 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.41

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan kegiatan usaha es susu jagungsebagai produk deversifikasi makanan olahan berbahan baku jagung. Bagi konsumen yang mengalamiintoleransi laktosa, susu jagung dapat dijadikan pilihan sehingga ada peluang usaha untuk penyediaansusu jagung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan Purposive Sampling yaitu di KecamatanBogor Barat karena kepadatan penduduk yang memungkinkan dan dekat dengan lokasi bahan baku.Analisis kelayakan dan sensitivitas usaha pembuatan es susu jagung meliputi aspek finansial dan nonfinansial, yaitu aspek pasar, teknis, manajemen, sosial dan lingkungan, serta hukum. Analisis finansialmemberikan hasil nilai Net Present Value (NPV) kurun waktu 10 tahun Rp 350.532.453, IRR 29,40%,Net B/C ratio 1,84, Payback Periode (PBP) 3,58 tahun (3 tahun 7 bulan 2 hari). Analisis sensitivitasmemberikan hasil variabel kenaikan harga bahan baku dan bahan pembantu sebesar 15%, variabelpenurunan jumlah pendapatan sebesar 10% yang berarti sangat berpengaruh terhadap kelayakanusaha es susu jagung, sedangkan kenaikan suku bunga sebesar 5% tidak berpengaruh terhadapkelayakan usaha.
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PADA PROSES PENGERINGAN MANISAN CABAI MERAH MENGGUNAKAN TUNNEL DEHYDRATOR OPTIMIZATION OF TEMPERATURE AND TIME ON THE PROCESS OF DRYING TUNNEL USING RED CHILI CANDIED DEHYDRATOR BTamam, RekiWicaksonoAshadi
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.358 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.43

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal dari faktor suhu dan waktu pada prosespengeringan manisan cabai merah berdasarkan nilai dari parameter yang dianalisis yaitu nilai warna(nilai chroma), kadar vitamin C, kadar air, dan kadar gula total. Penelitian dilakukan denganmenggunakan Metode Permukaan Respons/Response Surface Methodology (RSM). Faktor pertama yaitusuhu pengeringan dengan batas minimal 500C dan batas maksimal 800C. Faktor kedua yaitu waktupengeringan dengan batas minimal 2 jam dan batas maksimal 5 jam. Kombinasi dari kedua faktortersebut menghasilkan 13 unit percobaan dengan 2 ulangan. Kondisi optimal manisan kering cabaimerah yang dihasilkan dicapai pada kombinasi suhu pengeringan 73,360C dan waktu pengeringan 2,54jam dengan nilai chroma 21,22, kadar vitamin C 5,8 mg/100 g, kadar air 10,56%, dan kadar gula total49,82 oBrix.
SIMULASI PENGARUH SERANGAN HAMA PADA DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VincenKarowa, SetyonoSetyono
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.69 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serangan ulat pemakan daun terhadappertumbuhan dan produksi tanaman kedelai melalui modifikasi serangan dengan pemotongan daun.Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Maret 2015 di Kebun PercobaanAgroteknologi Universitas Djuanda Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RancanganAcak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah persentase serangan hama dengan taraf S0 (tanpapemotongan daun), S1 (dipotong 25%), S2 (dipotong 50%), dan S3 (dipotong 75%). Faktor keduaadalah periode serangan dengan taraf P2 (pemangkasan pada 2 MST), P4 (pemangkasan pada 4 MST),P6 (pemangkasan pada 6 MST), dan P8 (pemangkasan pada 8 MST). Hasil penelitian menunjukkanbahwa persentase serangan berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST, diameter batangpada 4 MST dan 6 MST, jumlah bunga 6 MST, bobot polong berbiji 2, jumlah bintil akar, dan bobot tajuk.Periode serangan berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 MST, jumlah cabang 4 MST, diameterbatang 2 MST, jumlah bunga 4 MST, jumlah polong berbiji 3, bobot polong berbiji 3, bobot brangkasan,dan bobot tajuk. Interaksi antara persentase serangan dengan periode serangan berpengaruh terhadaptinggi tanaman pada 8 MST, diameter batang 8 MST, dan jumlah polong berbiji 2
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN MARGIN PEMASARAN PISANG MENJADI OLAHAN PISANG ANALYSIS OF ADDED VALUE AND MARKETING MARGIN OF PROCESSED BANANA PRODUCTS AbdulAzizMubarok, ApendiArsyad
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.545 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pengolahan pisang menjadi keripik dan salepisang, nilai tambah, dan margin pemasaran. Pengambilan data dilaksanakan di Kelurahan Dangdeur,Kecamatan Subang, dari bulan Agustus 2014 sampai September 2014. Metode penelitian menggunakananalisis deskriptif untuk menjelaskan keragaan pengolahan pisang, analisis nilai tambah menggunakananalisis Hayami, dan margin pemasaran menggunakan analisis margin pemasaran. Hasil penelitianmenunjukkan keragaan agroindustri sale pisang Industri Kecil “Srikandi” terdiri dari pengadaan bahanbaku pisang dan pengolahan pisang. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang adalahRp 2.607,53/kg dengan rasio 27,04% yang tergolong bernilai tambah sedang yaitu 15–40%. Nilaitambah yang diperoleh dari pengolahan pisang menjadi sale pisang adalah Rp 3.217,91/kg dengan rasio42,27%, ini menunjukkan nilai tambah usaha pengolahan pisang menjadi sale pisang berkategori tinggikarena di atas 40%. Harga jual keripik pisang di tingkat produsen (Industri Kecil “Srikandi”) Rp 40.000.Pada saluran pemasaran tingkat I didapatkan margin Rp 17.542,96. Pada saluran II, pengecer tetapmembeli keripik pisang ke produsen seharga Rp 40.000 dan margin yang didapat adalah Rp 10.000.Harga jual sale pisang di tingkat produsen Rp 40.000. Pada saluran pemasaran I, margin yang didapatRp 24.507,62. Pada saluran II, pengecer tetap membeli sale pisang ke produsen seharga Rp 40.000 danmargin yang didapat adalah Rp 10.000,00.

Page 1 of 1 | Total Record : 5